Anda di halaman 1dari 10

Tinjauan Implementasi Sistem Pencegahan Penanggulangan dan Tanggap Darurat

Kebakaran di PT. Bitratex Industries Semarang

OUTLINE SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat

Oleh:
Fitri Lestari
NIM. 6411411222

JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015

1.1.

Latar Belakang
Kemajuan dibidang teknologi mendorong kemajuan dibidang industri. Hal ini dibuktikan
dengan ditemukannya mesin-mesin dan bahan-bahan baku baru untuk menghasilkan produkproduk yang baru pula. Akan tetapi bahan-bahan baku, produk, serta hasil samping yang
dihasilkan dari proses produksi terkadang mengandung bahan atau bahkan merupakan bahan
yang mudah meledak atau terbakar. Yang apabila terjadi kesalahan sedikit saja dalam
penggunaan atau penanggulangannya dapat menyebabkan bencana besar yang dapat
menimbulkan kerugian yang sangat besar pula.
Kebakaran adalah suatu insiden akibat api yang bekerja tidak pada tempatnya, yang
terjadi antara api, bahan bakar dan oksigen. Kebakaran merupakan suatu musibah yang
menimbulkan berbagai macam kerugian yang bersifat ekonomi maupun non ekonomi seperti
sakit, cidera bahkan meninggal dunia. Sedangkan kebakaran perusahaan adalah sesuatu hal
yang sangat tidak diinginkan, bagi tenaga kerja kebakaran perusahaan merupakan
penderitaan dan malapetaka khususnya terhadap mereka yang tertimpa kecelakaan dan dapat
berakibat kehilangan pekerjaan, sekalipun mereka tidak menderita celaka (Sumamur, 1996).
Timbulnya bencana kebakaran di suatu perusahaan terjadi akibat kesalahan yang dilakukan
manusia (unsafe action) serta kondisi bahan atau tempatnya (unsafe condition).
Pada awal abad ke-21, jumlah populasi dunia adalah sebesar 6.300.000.000 jiwa, dimana
sebanyak 7.000.000-8.000.000 jiwa dilaporkan pernah mengalami kejadian kebakaran
dengan 70.000-80.000 kematian akibat kebakaran dan 500.000-800.000 kecelakaan akibat
kebakaran. Sementara itu populasi manusia di Eropa pada awal abad ke-21 adalah sebanyak
700.000.000 jiwa dimana sebanyak 2.000.000-2.500.000 jiwa pernah mengalami kebakaran

dengan 20.000-25.000 kematian akibat kebakaran dan 250.000-500.000 kecelakaan akibat


kebakaran (Brushlinsky et al.,2006).
Pada tahun 2010 Karter melaporkan jumlah kejadian kebakaran di Amerika Serikat pada
tahun 2009, yaitu sebanyak 1.348.500 kejadian kebakaran (Karter, 2010). Sedangkan pada
tahun 2010 jumlahnya menurun menjadi 1.331.500 (Karter, 2011). Di Inggris pada tahun
2009 sampai tahun 2010 peristiwa kebakaran mencapai 242.000 kasus (Departement for
Communities and Local Government: London, 2010). Di New Zealand, pada tahun 2009
sampai dengan 2010 terjadi 69.579 kejadian kebakaran dengan jumlah kebakaran di
perkotaan sebanyak 53.940 dan di pedesaan sebanyak 15.639 (New Zealand Fire Service,
2010).
PT. Bitratex Industries merupakan perusahaan yang bergerak pada industri pemintalan
benang berkualitas tinggi. Sistem produksi yang dijalankan adalah membuat produk
berdasarkan pesanan (make to order) dengan 70% produknya dijual ke luar negeri dan
sisanya dikonsumsi oleh perusahaan lokal. Dalam proses produksinya, perusahaan tidak
lepas dari penggunaan mesin berteknologi yang dapat menimbulkan potensi bahaya. Selain
itu, kemungkinan untuk terjadinya kebakaran juga sangat besar karena di setiap unit produksi
terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar seperti kapas (bahan baku utama) dan benang
(produk). Oleh karena itu, perlu adanya upaya pencegahan dan penanggulangan kecelakaan
dan penyakit akibat kerja di perusahaan dengan mengacu kepada Undang-undang Nomor 1
Tahun 1970 mengenai Keselamatan Kerja serta peraturan-peraturan yang diturunkan dan
berkaitan dengan hal tersebut.
1.2.

Rumusan Masalah

2. Apa saja bahaya yang terdapat di PT. Bitratex Industries Semarang ?


3. Apakah manajemen penanggulangan kebakaran di PT. Bitratex Industries Semarang
sudah sesuai dengan standar yang berlaku ?
4. Apakah di PT. Bitratex Industries Semarang mempunyai prosedur dan kebijakan
mengenai tanggap darurat yang sesuai dengan standar yang berlaku ?
5. Apakah system proteksi kebakaran aktif yang meliputi detector dan alarm kebakaran,
sprinkler, hidran, APAR, instalasi pemadam khusus, system pengendali asap dan pusat
pengendali kebakaran yang ada di PT. Bitratex Industries Semarang sesuai dengan
standar yang berlaku ?
6. Apakah system proteksi kebakaran pasif meliputi bahan bangunan gedung, konstruksi
bangunan yang ada di PT. Bitratex Industries Semarang sesuai dengan standar yang
berlaku ?
7. Apakah sarana penyelamatan jiwa meliputi sarana jalan keluar yang terdiri dari pintu
darurat, penunjuk arah jalan keluar, tempat berkumpul dan komunikasi darurat yang ada
di PT. Bitratex Industries Semarang sesuai dengan standar yang berlaku ?
8. Apakah program pemeriksaan dan pemeliharaan sarana kebakaran yang ada di PT.
Bitratex Industries Semarang sesuai dengan standar yang berlaku ?
1.2.

Tujuan
Tujuan Umum
Menganalisis kesesuaian system pencegahan penanggulangan dan tanggap darurat
lebakaran di PT. Bitratex Industries Semarang

Tujuan Khusus
1. Mengidentifikasi potensi bahaya yang terdapat di PT. Bitratex Industries Semarang
2. Menganalisis kelengkapan manajemen penanggulangan kebakaran di PT. Bitratex
Industries Semarang sudah sesuai dengan standar yang berlaku
3. Menganalisis kelengkapan prosedur dan kebijakan mengenai tanggap darurat yang
sesuai dengan standar yang berlaku
4. Menganalisis kelengkapan system proteksi kebakaran aktif yang meliputi detector
dan alarm kebakaran, sprinkler, hidran, APAR, instalasi pemadam khusus, system
pengendali asap dan pusat pengendali kebakaran yang ada di PT. Bitratex Industries
Semarang sesuai dengan standar yang berlaku
5. Menganalisis kelengkapan system proteksi kebakaran pasif meliputi bahan bangunan
gedung, konstruksi bangunan yang ada di PT. Bitratex Industries Semarang sesuai
dengan standar yang berlaku
6. Menganalisis kelengkapan sarana penyelamatan jiwa meliputi sarana jalan keluar
yang terdiri dari pintu darurat, penunjuk arah jalan keluar, tempat berkumpul dan
komunikasi darurat yang ada di PT. Bitratex Industries Semarang sesuai dengan
standar yang berlaku
7. Menganalisis kelengkapan program pemeriksaan dan pemeliharaan sarana kebakaran
yang ada di PT. Bitratex Industries Semarang sesuai dengan standar yang berlaku ?

a. Manfaat
Bagi Perusahaan
Mendapatkan gambaran dan masukan mengenai system pencegahan, penanggulangan
dan tanggap darurat kebakaran yang digunakan oleh perusahaan dalam mengantisipasi
terjadinya kebakaran.
Bagi Peneliti
Peneliti mendapat wawasan dan pengalaman baru terkait kegiatan penelitian yang
dilakukan dan mampu mengaplikasikan ilmu yang selama ini di pelajari terkait dengan
kesehatan kerja dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja yang sudah didapatkan selama
perkuliahan.

b. Kerangka Pemikiran

Kepmen PU No.
11/KPTS/2000

NFPA 10
NFPA 13
NFPA 14
NFPA 72
NFPA 101

Permen PU No.
26/PRT/M/2008

Sistem Keselamatan
Kebakaran

c. Ruang Lingkup Penelitian


Lingkup Tempat
Penelitian dilakukan di PT. Bitratex Industries Semarang yang berlokasi di jalan Brigdjen S
Sudiarto, km 11 Semarang Jawa Tengah.
Lingkup Waktu
Waktu dilaksanakannya penelitian ini dimulai dari Maret-April 2015
Lingkup Materi
Penelitian ini termasuk dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan kajian
Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan judul Tinjauan Implementasi Sistem Pencegahan
Penanggulangan dan Tanggap Darurat Kebakaran di PT. Bitratex Industries Semarang.

d. Metode Penelitian
Pendekatan Penelitian
Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan komparatif dan
kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran analisa mengenai system pencegahan
penanggulangan serta tanggap darurat kebakaran.
Sumber Data
1. Data Primer merupakan data yang dikumpulkan secara langsung untuk penelitian ini oleh
peneliti (Malhotra, 2007). Data primer diperoleh melalui penjelasan dari pihak yang
bertangungjawab terhadap system pencegahan kebakaran dan observasi langsung ke
lapangan. Sumber data yang di gunakan adalah checklist, Observasi langsung dan
Wawancara dengan pihak terkait
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan sebelumnya yang berbeda dengan
penelitian saat ini (Malhotra, 2007). Data sekunder di peroleh dari dokumen-dokumen
pendukung berupa data dan arsip seperti gambaran umum perusahaan, data mengenai
system pencegahan penanggulangan dan tanggap darurat kebakaran seperti manajemen
tanggap darurat, penempatan APAR, Springkler, alarm, detector, dan data lainnya yang
mendukung penelitian ini.
Teknik Pengumpulan Data

Peneliti mengumpulkan data dengan cara wawancara langsung dengan pihak terkait,
observasi, dokumentasi dan triangulasi
Informan Penelitian
Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci yaitu HRD/Personalia dan pihak
yang bertanggungjawab terhadap program-program pencegahan dan penanggulangan
kebakaran.
Teknis Analisis Data
Penelitian ini menggunakan analisa univariat dengan cara membandingkan system
keselamatan kebakaran yang ada di PT. Bitratex Industries Semarang dengan Keputusan
Menteri Pekerjaan Umum No. 11/KPTS/2000, Permen PU No. 26/PRT/M/2008, dan Standar
Internasional NFPA.
Rencana Pengujian Keabsahan Data
Untuk menjaga validitas data dilakukan dengan triangulasi :
-

Triangulasi sumber
Dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap pihak manajemen terutama pihak
yang bertanggungjawab terhadap program-program pencegahan dan penanggulangan
kebakaran.

Triangulasi metode

Dilakukan dengan observasi secara langsung, menelaah dokumen dan melakukan


wawancara mendalam untuk mendukung data yang telah diperoleh