Anda di halaman 1dari 26

Kajian Tentang Bahan Kimia

1. Bahan
Pemutih

2. Bahan
Pembersih

3. Bahan
Pewangi

4. Pestisida

1. Bahan Pemutih

A. Pengertian Bahan Pemutih


Bahan pemutih adalah senyawa kimia yang
biasa dipergunakan dan dimanfaatkan selain sebagai
pemutih pada bahan tertentu juga sebagai penghilang
noda maupun desinfektan.

B. Macam- macam Pemutih


Macam-macam pemutih berdasarkan wujudnya dapat dibedakan
menjadi 2 :
1. Padat (bubuk putih )
Misalnya : kalsum hipoklorit dengan rumus kimianya Ca(OCI)2, Kaporit
dapat dimanfaatkan dalam mensterilkan air dari bakteri
2. Cair
Pemutih cair biasa disebut sebagai natrium hipoklorit (NaCOI). Alkyl
sulphate dalam merek dagang sering disebut emal-70 , berfungsi sebagai
penghilang noda (stain remover)

C. Fungsi Bahan Pemutih


Adapun fungsi dari bahan pemutih di antaranya :
1. Pemutih Pakaian
Larutan pemutih yang dijual dipasaran biasanya mengandung bahan
aktif natrium hipoklorit (NaOCI) Sekitar 5%. Sedangkan serbuk pemutih
mangandung senyawa kalsium hipoklorit, (CaCIO).
Pemutih merupakan bahan kimia yang sangat reaktif. Jika pemutih di
campur

dengan

pembersih

yang

mengandung

asam

klorida

dapat

menghasilkan gas klorin. Gasklorin dapat merusak saluran pernafasan, dan


jika kadarnya besar dapat mematikan.

2. Pemutih Makanan
Beberapa contoh bahan pemutih makanan yaitu : benzoil, peroksidA,
Kalium bromate, kalsium lodat & asam askorbat.

Fungsi bahan pemutih makanan mengoksidasi gugus sulfhibrid


dalam gluten. Penggunaan pemutih terhadap kesehatan adalah dapat
mengakibatkan terjadinya diare, penyakit soborreha, kerapuhan kuku
atau jaringan tanduk(keratin) dan gangguan pada ginjal dan apabila
kader kalsium dalam darah turun dibawah normal maka kalsium dalam
tulang akan dimobilasi sehingga pembentukan tulang baru akan
terhambat.

3. Pemutih Kulit
Pemutih kulit adalah penggunaan bahan-bahan kimia yang
bertujuan. Untuk menerahkan kulit dengan cara mengurangi
konsentrasi melanin ( zat warna kulit )
Beberapa bahan berbahaya yang terdapat dalam pemutih
kulit :
a. Mercury
b. Hydroquinone
c. Arbutin
d. Vitamin C
e. Azelaic acid

4. Pemutih Gigi
Kandungan utama bahan pemutih gigi tergantung dari produsen
pembuatnya, diantaranya hydrogen peroxide, carbamide peroxide yang
mengandung sodium chloride, oxygen dan natrium fluoride.
Proses ini dapat dipercepat menggunakan pemanasan dengan sinar
berintensitas cahaya rendah atau sinar dengan intensitas cahaya tinggi.
Penggunaan bahan pemutih gigi dapat menimbulkan efek samping
berupa gigi yang sensitif , iritasi pada mukosa dan rasa sakit pada gusi.

D. Akibat & cara mencegah Dampak Pemakaian Bahan Pemutih


Akibat Pemakai Bahan Pemutih :
a. Kandungan klorin dapat merusak serat kain dan warna pakaian, serta dapat menyebabkan
iritasi kulit.
b. Bahan pemutih yang mengandung merkuri atau raksa dapat merusak fungsi saraf, hati dan
ginjal.
c. Kandungan hidrokuinon dapat menimbulkan noda-noda hitam pada wajah dengan kulit
sensitif.

Cara Mencegah/Menghindari Dampak Pemakaian Bahan Pemutih :


1. Menggunakan produk pemutih wajah yang alami dan penggunaan bahan kimia sedikit.
2. Menggunakan produk pemutih baju dengan cara yang bijak (secukupnya).
3. Mengecek bahan kimia yang ada pada produk pemutih dengan seksama dan jika ada bahan

kimia diatas dengan kandungan yang tidak sesuai maka produk itu jangan dipilih.

E. Contoh produk pemutih

2. Bahan Pembersih
A. Pengertian Bahan pembersih
Bahan pembersih adalah bahan kimia dalam rumah tangga yang bermanfaat sebagai
pembersih.

B. Syarat-Syarat Bahan Pembersih


Syarat-Syarat Bahan Pembersih antara lain yaitu :
a. Ekonomis
b. Tidak beracun
c. Tidak korosif
d. Tidak menggumpal dan tidak berdebu
e. Mudah diukur
f. Stabil selama penyimpanan
g. Mudah larut dengan sempurna

c. Akibat pemakaian & cara mencegah Dampak Pemakaian Bahan


pembersih
Akibat Pemakai Bahan Pembersih :
a. Merusak fungsi tanah.
b. Menyebabkan organisme/hewan di perairan mati
c. Merugikan kesehatan manusia.
. Cara Mencegah/Menghindari Dampak Pemakaian Bahan Pembersih
a. Kurangi penggunaan deterjen dengan menggantinya dengan sabun, karena sabun lebih
kecil efek negatifnya dibandingkan deterjen.
b. Memilih deterjen yang limbahnya mudah diuraikan oleh mikroorganisme (biodegradable)
dan kadar ABS-nya rendah, contoh : deterjen yang mengandung sodium dedesil sulfat (SDS)
c. Menggunakan bahan pembersih alami seperti jeruk nipis, sekam padi, sepat kelapa dll.
d. Menyimpan pembersih pada tempat yang aman dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

D. Contoh Produk Pembersih

3. Bahan Pewangi
A. Pengertian Pewangi
Pewangi merupakan bahan kimia yang terdapat pada parfum pengharum ruangan, lantai pakaian dll. Bahan
pewangi organik dapat dengan mudah terserap melalui kulit & menyebabkan iritasi dan dermatitis.

B. Jenis-jenis pewangi
Ada 2 macam jenis zat pewangi :
1 . Air & berbahan dasar minyak
pewangi berbahan dasar air umumnya memiliki kestabilan aroma (wangi) relatif singkat (sekitar 3-5
jam).
2. Pewangi berbahan dasar minyak lebih tahan lama. Pewangi jenis ini menggunakan bahan pelarut tau cairan,
diantaranya isoparafin, jenis pewangin mengandung isobutene , propanc atau campuran.

C. Akibat pemakaian & cara mencegah Dampak Pemakaian Bahan pewangi

Akibat Pemakaian
1. Pewangi yang mengandung aseton menyebabkan kekeringan pada mulut &
tenggorokan , kerusakan pita suara , menimbulkan rasa ngantuk & depresi.
2. Benzil asetat bersifat karsinogenik. Cairannya dapat meresap kedalam tubuh
melalui kulit
dan uapnya dapat mengiritasi mata.
3. Benzil alcohol : menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan bagian atas &
penurunan tekanan darah
4. Etil asetat bersifat narkotik menyebabkan anemia.
. Cara mencegah Dampak pemakaian
1. Dikurangi penggunaannya.
2. Menggunakan pewangi yang berbahan tidak berlebihan

D. Contoh Produk Pewangi

4. Bahan Pestisida
A. Pengertian Pestisida.
Pestisida berasal dari kata pest yang berarti hama, & sida yang berarti caedo
berarti pembunuh. Dapat diartikan secara sederhana sebagai pembunuh hama.
Secara umum didefisiniskan sebagai bahan yang digunakan untuk mengendalikan
populasi jasad yang dianggap sebagai hama.

B. Jenis-Jenis Pestisida
1. Berdasarkan fungsi/ Sasaran Penggunaannya
a. Insektisida
b. Fungisida

: Digunakan memberantas serangga, seperti (belalang,wereng & ulat)


: Mencegah pertumbuhan jamur , seperti (bercak daun, karat daun,

busuk
daun, cacar daun)
c. Bakterisida

: Memberantas bakteri /virus.

d. Rodentisida : Memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat,seperti (tikus)


e. Herbisida

: Digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu gulma, seperti


(alang-alang, rerumputan ,eceng gondok)

2. Berdasarkan bahan aktifnya

a. Pestisida organik (Organic pesticide)


bahan aktifnya : berasal dari bagian tanaman/binantang, missal (neem oil yang
berasal dari pohon mimba neem )
b. Pestisida elemen (Elemental Pesticide )
bahan aktifnya : berasal dari alam seperti sulfur
c. Pestisida kimia/sintetis (Syntetic pesticide )
bahan aktifnya : berasl dari campuran bahan-bahan kimia

3. Berdasarkan Cara Kerjanya

Pestisida sistemik ( Systemicpesticide ) :


pestisida yang diserap & dialirkan ke seluruh bagian tanaman sehingga akan
menjadi racun bagi hama yang memakannya.

Pestisida kontak langsung ( Contact pesticide ) :

pesisida yang reaksinya akan bekerja bila bersentuhan langsung dengan


hama baik ketika makan ataupun sedang berjalan

4. Berdasarkan Cara Penggunaannya

Dalam bidang pertanian, pestisida dapat digunakan dengan berbagai cara, diantaranya
sebagai berikut :
a. Penyemprotan (Spraiying)
oleh petani.

: penyemprotan pestisida yang paling banyak dipakai

b. Pengasapan atau fogging : penyemprotan pestisida dengan volume rendah,


fogging banyak digunakan untuk mengendalikan ham
gudang, hama tanaman perkebunan
serta vector
penyakit dilingkungan misalnya : untuk mengendalikan
nyamuk
malaria.
c. Penghembusan (Dusting)
: cara penggunaan pestisida yang diformulasikan dalam
bentuk tepung hembus(D,dust) dengan menggunakan
alat penghembus (duster).
d. Penaburan (broadcasting)
: penggunaan pestisida yang
bentuk butiran dgn cara ditaburkan.

diformulasikan dalam

e. Pencelupan (Dipping)
: penggunaan pestisida untuk melindungi tanaman
(bibit,cangkok,stek) agar terhindar dari serangan hama
maupun penyakit.

C. Akibat pemakaian bahan pestisida

1. Menyebabkan lapisan ozon menipis dan berlubang, sehingga sunar ultraviolet


masuk
dan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.
2. Obat anti nyamuk mengandung bahan aktif berupa diklorvos,propoxur,pirethroid, &

diethiltoluamid. Semua bahan sangat berbahaya dan bisa menyebabkan berbagai


macam penyakit ganas. (kanker)
3. Pembuangan bahan-bahan pembasmi serangga yang sudah tidak terpakai, secara
sembarangan, menyebabkan rusaknya fungsi lingkungan hidup.

D. Cara mencegah/menghindari dampak pemakaian bahan


pestisida
1. Menggunakan produk pembasmi serangga seperlunya
2. Tidak menggunakan produk pembasmi serangga aerosol yang mengandung
CFC.
3. Menyimpan obat pembasmi serangga ditempat yang aman jauh dari
Jangkauan anak-anak.

E. Contoh Produk Pestisida

Terimah Kasih . . . !!

The Motivation . . .
Rahasia Kecerdasan bukan
terletak pada mempelajari apa yang
disenangi, Tetapi pada menyenangi
apa yang sedang di pelajari
Good Luck students

Apakah ada
pertanyaan ??