Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
A. LatarOBelakang
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang
paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian.
Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha
untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat
kehamilan yang dialami oleh wanita. Banyak wanita harus menentukan pilihan
kontrasepsi yang sulit, tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia
tetapi juga karena metode-metode tertentu mungkin tidak dapat diterima sehubungan
dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual dan seksualitas wanita atau
biaya untuk memperoleh kontrasepsi.
KB merupakan program yang berfungsi bagi pasangan untuk menunda kelahiran anak
pertama (post poning), menjarangkan anak (spacing) atau membatasi (limiting)
jumlah anak yang diinginkan sesuai dengan keamananOmedis serta kemungkinan
kembalinya fase kesuburan.
Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai salah satu alat yaitu mengenai
KB susuk/AKBK(alat kontrasepsi bawah kulit).
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan KB implant/AKBK ?
2. Apa saja jenis-jenis akbk?
3. Apa saja indikasi dan kontraindikasi dari Implan
4. Apa saja keuntungan dan kekurangan dari implan ?
5. Bagaimana cara kerja dari implan ?
6. Apa saja efek samping dari implan ?
7. Bagaiman cara pemasangan dan kapan pelepasan implan ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari implan
2. Untuk mengetahui jenis-jenis implan
3. Untuk mengetahui indikasi dan kontraindikas implan
4. Untuk mengetahui keuntungan dan kekurangan implan
1

5. Untuk mengetahui efektifitas implan


6. Untuk mengetahui efek samping penggunaan implan
7. Untuk mengetahui Cara Pemasangan KB susuk

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) adalah kontrasepsi yang dipasang di bawah
kulit. AKBK biasanya di sebut dengan susuk/implant. Bentuknya semacam tabungtabung kecil atau pembungkus plastik berongga dan ukurannya sebesar batang korek
api (Handayani S.2010)
Susuk KB adalah suatu alat kontrasepsi bawah kuit yang mengandung levonorgestrel
yang dibungkus dalam kapsul silastik silicon ( polydimethyl siloxane ) yang berisi
hormon golongan progesteron yang dimasukkan dibawah kulit lengan kiri atas bagian
dalam yang berfungsi untuk mencegah kehamilan selama 5 tahun (Saifufudin, 2006)
Kontrasepsi implan adalah alat kontrasepsi berbentuk kapsul silastik berisi hormon
jenis progestin (progestin sintetik) yang dipasang dibawah kulit (BKKBN,2003).
B. Jenis
Menurut (sherli.2006) kontrasepsi AKBK dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Norplant : Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm,
dengan diameter 2,4 mm yang diisi dengan 36 mg Levonorgestrel dan lama
kerjanya 5 tahun.
2. Implanon : Terdiri dari satu batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40 mm,
dan diameter 2 mm, yang diisi dengan 68 mg 3-Keto-desogestrel dan lama
kerjanya 3 tahun.
3. Jadena dan Indoplant : Terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg
Levonorgestrel dengan lama kerja 3 tahun.
C. Mekanisme kerja AKBK
1. Lendir serviks menjadi kental
Kadar levonorgestrel yang konstan mempunyai efek nyata terhadap terhadap
mucus serviks. Mukus tersebut menebal dan jumlahnya menurun, yang
membentuk sawar untuk penetrasi sperma.
2. Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi.
Levonorgestrel menyebabkan supresi terhadap maturasi siklik endometrium yang
diinduksi estradiol, dan akhirnya menyebabkan atrofi. Perubahan ini dapat
mencegah implantasi sekalipun terjadi fertilisasi; meskipun demikian, tidak ada
bukti mengenai fertilisasi yang dapat dideteksi pada pengguna implan.
3

3. Mengurangi transportasi sperma


Perubahan lendir serviks menjadi lebih kental dan sedikit, sehingga menghambat
pergerakan sperma.
4. Menekan ovulasi
Levonorgestrel menyebabkan supresi terhadap lonjakan luteinizing hormone
(LH), baik pada hipotalamus maupun hipofisis, yang penting untuk ovulasi.
D. Indikasi
Indikasi AKBK :
1. Usia reproduksi.
2. Telah memiliki anak ataupun yang belum.
3. Menghendaki kontrasepsi yang memiliki efektifitas tinggi dan menghendaki
4.
5.
6.
7.
8.
9.

pencegahan kehamilan jangka panjang.


Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi.
Pascapersalinan dan tidak menyusui.
Pasca keguguran.
Tidak menginginkan anak lagi, tetapi menolak sterilisasi.
Riwayat kehamilan ektopik.
Tekanan darah < 180/110 mmHg, dengan masalah pembekuan darah,k atau

anemia bulan sabit ( sickle cell ).


10. Tidak boleh menggunakan kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen.
11. Sering lupa menggunakan pil.
E. Kontraindikasi
Alat kontrasepsi bawah kulit (AKBK) tidak dapat dipasang pada keadaan :
1. Hamil atau diduga hamil.
2. Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya.
3. Benjolan/kanker payudara atau riwayat kanker payudara.
4. Tidak dapat menerima perubahan pola haid yang terjadi.
5. Miom uterus dan kanker payudara.
6. Gangguan toleransi glukosa.
F. Teknik pemasangan AKBK
a. Persiapan klien dalam pemasangan AKBK.
Walaupun kulit dan integumennya sulit untuk disterilisasi, pencucian dan
pemberian antiseptic pada daerah operasi tempat implant akan dipasang dapat
mengurangi jumlah mikroorganisme di daerah kulit klien. Kedua tindakan ini
pada kenyataannya sangat bermanfaat dalam mengurangi risiko terjadinya infeksi
pada saat insersi atau pencabutan implant Norplant.
b. Persiapan alat dan instrumen untuk Insersi pada AKBK.
Dikemukakan beberapa jenis pemasangan AKDR sebagai berikut :
1) Jenis Norplant. Terdiri dari 6 batang kapsul
4

2) Jenis Implanon. Terdiri dari satu batang kapsul.


3) Jenis Jadena dan Indoplant. Terdiri dari 2 batang kapsul.
Peralatan dan Instrumen untuk Insersi :
1.
2.
3.
4.

Meja periksa untuk berbaring klien.


Alat penyangga lengan (tambahan).
Batang implant dalam kantong.
Kain penutup steril (didinfeksi tingkat tinggi) serta magkok untuk tempat

meletakkan implant Norplant.


5. Sepasang sarung tangan karet bebas bedak yang sudah disteril (atau
didisinfeksi tingkat tinggi).
6. Sabun untuk mencuci tangan.
7. Larutan antiseptic untuk disinfeksi kulit (missal: larutan betadin atau jenis
golongan povidon iodine lainnya), lengkap dengan cawan/mangkok antikarat.
8. Zat anestesi lokal (konsentrasi 1% tanpa epinefrin).
9. Semprit (5-10 ml), dan jarum suntik (22 G) ukuran 2,5 sampai 4 cm (1-1 1/2
inch).
10. Trokar 10 dan mandrin.
11. Skapel 11 atau 15.
12. Kasa pembalut, band aid, atau plester.
13. Kasa steril dan pembalut.
14. Epinefrin untuk renjatan anafilaktik (harus tersedia untuk keperluan darurat).
15. Klem penjepit atau forsep mosquito (tamabahan).
16. Bak/tempat instrument (tertutup).
c. Teknik pemasangan AKBK
Prinsip pemsangan AKBK adalah dipasang pada lengan kiri atas dan pemasangan
seperti kipas mekar dengan 6 kapsul. Teknik pemasangan AKBK adalah sebagai
berikut :
1. Rekayasa tempat pemasangan dengan tepat seperti kipas terbuka.
2. Tempat pemasangan di lengan kiri atas, dipatirasa dengan lidokain 2%.
3. Dibuat insisi kecil, sehingga trokar dapat masuk.
4. Kapsul dimasukkan ke dalam trokar, dan didorong dengan alat pendorong
sampai terasa tertahan.
5. Untuk menempatkan kapsul, trokar ditarik keluar.
6. Untuk meyakinkan bahwa kapsul telah ditempatnya, alat pendorong
dimasukkan samapi terasa tidak ada tahanan.
7. Setelah 6 kapsul dipasang, bekas insisi ditutup dengan tensoplast (band aid).
5

d. Kapan AKBK dibuka.


Alat kontarasepsi bawah kulit (AKBK) dapat dibuka sebelum waktunya bila
dijumpai
1. Amenorea yang disertai nyeri perut bagian bawah.
2. Perdarahan yang banyak dari kemaluan.
3. Rasa nyeri pada lengan.
4. Luka bekas insisi mengeluarkan darah atau nanah.
5. Ekspulsi dari batang implant.
6. Sakit kepala hebat atau penglihatan menjadi kabur.
7. Nyeri dada hebat.
8. Dugaan adanya kehamilan.
G. Keuntungan
Alat kontrasepsi bawah kulit dapat diterima masyarakat dunia.
Keuntungan AKBK (Implant) adalah :
1. Perdarahan terjadi lebih ringan, tidak menaikkan darah
2. Perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun)
3. Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan.
4. Tidak memerlukan pemeriksaan dalam.
5. Bebas dari pengaruh estrogen.
6. Tidak mengganggu kegiatan sanggama.
7. Tidak mengganggu ASI.
8. Klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan.
9. Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan.
H. Kerugian
Alat AKBK bukanlah alat konrasepsi yang sempurna, sehingga masih terdapat
beberapa kerugian sebagai berikut :
1. Susuk KB / Implant harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang
terlatih
2. Peningkatan/penurunan berat badan.
3. Nyeri payudara.
4. Perasaan mual.
5. Pening/pusing kepala.
6. Perubahan perasaan (mood) atau kegelisahan (nevousness).
7. Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan.
8. Tidak memberikan efek protektif terhadap infeksi menular seksual termasuk
AIDS.

9. Klien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai


dengan keinginan, akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan.
10. Efektifitasnya menurun bila menggunakan obat-obat tuberculosis (rifampisin)
atau obat epilepsi (fenitoin dan barbiturat)
I. Efek Samping
Pada dasarnya keluhannya sama dengan kontrasepsi suntik yaitu.
1. Gangguan haid
2. Jerawat
3. Perubahan libido
4. Keputihan
5. Perubahan berat badan
J. Intruksi Untuk Klien
1
Daerah insersi harus tetap dibiarkan kering dan bersih selama 48 jam pertama.
2

Hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi pada luka insisi.


Perlu dijelaskan bahwa mungkin terjadi sedikit rasa perih, pembengkakan, atau

lebam pada daerah insisi. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan.


Pekerjaan rutin harian tetap dikerjakan. Namun, hindari benturan, gesekan atau

penekanan pada daerah insersi.


Balutan penekan jangan dibuka selama 48 jam, sedangkan plester

dipertahankan hingga luka sembuh (biasanya 5 hari).


Setelah luka sembuh, daerah tersebut dapat disentuh dan dicuci dengan tekanan

yang wajar.
Bila ditemukan adanya tanda-tanda infeksi seperti demam, peradangan, atau
bila rasa sakit menetap selama beberapa hari, segera kembali ke klinik.

Kasus :
Ny. C berusia 28 tahun, ia sudah memiliki 2 orang anak yang berusia 2 tahun dan 3 bulan.
Sebelumnya Ny. C pernah menggunakan alat kontrasepsi kb berupa pil yang diminumnya
secara teratur, ia berencana memiliki anak ke 2 dengan selisih 5 tahun. Akan tetapi saat
7

anaknya yang pertama baru berusia 1 tahun tiba-tiba ia hamil lagi anak kedua,
dikarenakan ia sering lupa memakai pil kb. Oleh karena itu sejak kelahiran anak
keduanya ia beralih menggunakan alat kontrasepsi implant yang lebih aman
penggunaannya dalam jangka panjang yaitu 5 tahun.

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian
No. Register

: xxxx

Tgl Kunjungan

: 24 maret 2015 pukul 09.30 WIB

Tgl Pengkajian

: 24 maret 2015 pukul 10.00 WIB

Langkah I Identifikasi Data Dasar


1. Identitas suami / istri
Nama Istri/suami

: Ny.C / Tn.M

Umur

: 28 Th/33 th
8

Agama

: Islam/Islam

Pendidikan

: SMA/SMA

Suku/Bangsa

: Jawa/Jawa

Pekerjaan

: swasta/swasta

Alamat

: Mersi, purwokerto timur

2. Data Biologis
a. Keluhan Utama
Ibu mengatakan ingin memakai susuk/implan sebagai alat kontrasepsi.
b. Pengkajian focus
1) Haid
Menarche

: 13 tahun

Siklus

: 28 hari / teratur

Lama

: 6-7 hari

Banyak

: Hari 1-3 ganti 2-3 pembalut/hari


Hari 4-6 ganti 1-2 kotek/hari

Warna

: merah

Bau

: anyir

Dismenorhoe : tidak ada

2) Riwayat KB
Ibu menyatakan ingin menggunakan KB susuk saat ini karena saat ini
sedang menyusui, ibu ingin menggunakan KB yang tidak mengganggu
ASI dan lebih aman jangka waktu penggunaanya yaitu 5 tahun.
Sebelumnya ibu menggunakan KB pil sebelum kelahiran anak kedua.
3) Riwayat kesehatan yang lalu
Klien mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti
(hepatitis, TBC), menurun seperti (DM, HT), dan menahun (asthma,
jantung), riwayat stroke, epilepsi, tumor jinak / ganas pada payudara, tidak
ada riwayat kanker payudara.
4) Riwayat kesehatan keluarga
9

Dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti HT,
jantung, DM, asthma dan penyakit menular seperti hepatitis dan TBC.
5) Riwayat ginekologi
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit mioma uteri, radang
pinggul dan vagina. Tidak pernah mengalami perdarahan yang tidak
diketahui sebabnya, tidak menderita tumor / kanker sistem reproduksi.
c. Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari
1) Pola nutrisi
Makan

: 3x/hari, porsi (nasi, lauk, sayur, buah)

Minum

: + 7-9 gelas/hari (air putih, teh)

2) Pola eliminasi
BAK

: + 6-7x/hari (konsistensi cair, warna kuning, bau khas)

BAB

: 1x/hari (konsistensi lembek, kuning, bau khas, tidak


nyeri)

3) Pola aktifitas/istirahat
Siang

: 13.00-14.00 WIB

Malam

: 22.00-04.30 WIB

4) Pola sexual
2x/minggu, tidak ada keluhan.
5) Personal Hygiene
Mandi

: 2x/hari

Keramas

: 2-3x/minggu

Gosok gigi

: 2-3x/hari

Ganti pakaian dalam : 2x/hari


d. Data psikologi
Hubungan klien dengan ibu dan suami baik, suami sangat mendukung ibu
untuk menggunakan alat kontrasepsi, dalam agama yang dianut tidak ada
larangan memakai alat kontrasepsi.
e. Data sosial dan budaya
Ibu dan suami dari Jawa dan tidak ada budaya yang mempengaruhi dalam
pemakaian alat kontrasepsi apapun.
10

f. Pemeriksaan fisik umum


TTV
TD

: 110/80 mmHg

: 80 x /menit

RR

: 23 x/menit

: 36,7 oC

1) Kepala

: keadaan rambut tampak bersih, tidak ada nyeri tekan

2) Muka

: tidak ada kloasma, tidak ada nyeri tekan, tidak ada massa
3) Mata

: sklera tidak ikterus, konjungtiva merah

muda, tidak ada nyeri tekan


4) Hidung

: tidak ada polip, tidak ada massa, tidak ada nyeri tekan

5) Mulut

: bibir tampak lembab, tidak ada karies

6)

Telinga

: tidak ada serumen, tidak ada nyeri tekan

7) Leher

tidak

ada

pembesaran

vena

jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid


8) Dada

: tampak hiperpymentasi pada areola,

tidak ada nyeri tekan


9) Abdomen

: tidak ada luka bekas operasi, tidak ada

nyeri tekan
10) Vulva

: tampak bersih, tidak ada nyeri

tekan, tidak ada massa


11) Anus

: tidak ada hemoroid, tidak ada nyeri

tekan
12) Ekstrimitas : tidak oedema, tidak ada nyeri tekan

3. Analisa Data
DS : Ibu mengakatakan nyeri dan perih saat dan setelah dipasang kb
susuk/implant
P

: nyeri karena insisi/pemasangan implant

: Nyeri seperti disayat-sayat

: Lengan kiri

: Skala nyeri 3 ( sedang)


11

: Nyeri terasa saat dan setelah pemasangan dan saat tangan

digerakkan
DO

: Ibu terlihat meringis menahan nyeri pada saat dan setelah pemasangan kb
implant di lengan kirinya

4. Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul


1. Nyeri akut berhubungan dengan injuri fisik/pemasangan implant
2. Cemas b.d terjadinya efek samping dari alat kontrasepsi tertentu.
3. Resiko infeksi berhubungn dengan pemajanan luka insisi.
4. Gangguan konsep diri b.d timbul gejala-gejala sampingan (pigmentasi dan
jerawat pada muka).
5. Kurang pengetahuan b.d kurangnya informasi akan pengetahuan tentang KB.
B Intervensi
1

Nyeri akut berhubungan dengan pemasangan implant


NOC : Comfort Level
Kriteria hasil :
1. Mampu mengenali nyeri (skala, frekuensi, kualitas dan tanda nyeri)
2. Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang
3. Tanda vital dalam rentang normal
4. Tidak mengalami gangguan tidur
NIC : Manajemen nyeri
Intervensi :
1. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi,
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
2. Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
3. Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan dukungan

12

4. Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan,


pencahayaan dan kebisingan
5. Kurangi faktor presipitasi nyeri
6. Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi
7. Ajarkan tentang teknik non farmakologi: napas dalam, relaksasi, distraksi,
kompres hangat/ dingin
8. Tingkatkan istirahat
9. Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, berapa lama nyeri
akan berkurang dan antisipasi ketidaknyamanan dari prosedur
10. Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik pertama kali
C Implementasi
Hari rabu, tanggal 24 meret 2015 Ny.C datang ke puskesmas 1 purwokerto timur
pukul 09.30 dengan tujuan untuk memasang alat kontrasepsi, sebelumnya Ny C
melakukan KB pil, akan tetapi tidak berhasil.
Pada pukul 10.00 setelah pengkajian dilakukan pemeriksaan fisik dan tidak ada
penyakit serius
TD

: 110/80 mmHg

: 80 x /menit

RR

: 23 x/menit

: 36,7 oC

Setelah melakukan pemeriksaan fisik, perawat melakukan pendidikan kesehatan


tentang AKBK atau alat kontrasepsi bawah kulit yang dianggap perawat sesuai
dengan kondisi dari Ny.C dan pasien berminat dan menyanggupi.
Pada pukul 10.30 dilakukan tindakan pemakaian alat KB AKBK pada Ny.C,
sebelum dilakukan tindakan Ny.C terlihat cemas terlihat dari raut muka yang
mulai gelisah dan sering bertanya, saat tindakan dilakukan Ny.C bisa lebih tenang
karena perawat mengajarkan teknik relaksasi kepada pasien, setelah dilakukan

13

tindakan Ny.C masih merasa nyeri pada lengannya dengan skala nyeri 3 atau
sedang.
Pukul 10.40 perawat selesai memasang kb susuk/implant pada lengan kirinya dan
mengajarkan teknik nafas dalam untuk mengurangi nyeri dan beristirahat . setelah
di ajarkan teknik nafas dalam skala nyeri pasien 2 (ringan). Kemuadian perawat
langsung melakukan tindakan pemantauan tanda-tanda vital dengan hasil :
TD

: 110/90 mmHg

RR

: 28 x/menit

: 88 x/menit

: 36,5

D Evaluasi
S

: klien mengatakan nyeri saat ini pada skala 4 (ringan) setelah diajarkan
teknik nafas dalam oleh perawat

: TD 110/90, N 88 X/menit, R 28 x/menit, klien tampak meringis saat


tangannya berubah posisi

: nyeri akut teratasi sebagian

: lanjutkan intervensi manajemen nyeri dengan menggunakan teknik nafas


dalam saat lengannya terasa nyeri

14

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Alat kontrasepsi susuk atau implan berisi lovonorgestrel, terdiri dari 6 kapsul yang
diinsersikan di bawah kulit lengan atas bagian dalam, kira-kira 6-10 cm dari lipat
siku. Indikasi penggunaan KB susuk adalah pemakaian KB yang jangka waktu lama,
masih berkeinginan punya anak lagi, tapi jarak antara kelahirannya tidak terlalu
dekat.tidak dapat memakai jenis KB yang lain. Banyak alasan dapat dikemukakan
mengapa implant dikembangkan dan diperkenalkan sebagai cara KB yang baru.
Alasan-alasan tersebut antara lain implant merupakan cara KB yang sangat efektif
dalam mencegah kehamilan dan dapat mengembalikan kesuburan secara sempurna,
tidak merepotkan. Setelah pemasangan, akseptor tidak perlu melakukan atau
memikirkan apa-apa misalnya pada penggunaan pil. Implant merupakan cara KB
yang ideal bagi ibu yang tidak amau mempunyai anak lagi, akan tetapi belum siap
untuk melakukan sterilisasi
B. Saran.
1. Untuk Pasien : Bila Anda ingin menghentikan pemakaian implan, segera kunjungi
pekerja kesehatan yang memasangnya, atau yang terlatih. Jangan mencoba
mencopot sendiri di rumah.
2. Untuk Petugas Kesehatan : Diharapkan agar memberikan Pelayanan kontrasepsi
lebih Kompoten agar tidak terjadi komplikasi-komplikasi yang merugikan bagi
pasien.

15

DAFTAR PUSTAKA
BKKBN.2003. Panduan pelaksanaan jaminan mutu pelayanan keluarga berencana:
Aspek manajemen program. Jakarta
Febri.riska.2013.http://riskafebri95.blogspot.com/2013/04/alat-kontrasepsiakbk.html(diakses 19 maret 2015 pukul 18.55)
Saifufuddin, A. B., dkk. 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta :
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Sherli,

2006.

Alat

Kontrasepsi.

http://bidansherly.wordpress.com/2009/04/06

/alatkontrasepsi/. Diakses 19 Maret 2015.pukul 10.05


Reeder, dkk. 2011. Keperawatan maternitas Ed 18. Jakarta : EGC
Varney, dkk. 2007.Buku Ajar Asuhan Kebidanan vol. 1. Jakarta : EGC

16