Anda di halaman 1dari 19

PERBUATAN-PERBUATAN YANG MERUSAK TAUHID

Diajukan dan Dipresentasikan Untuk Memenuhi Tugas


Tauhid

Oleh
Kelompok 4 :
1. Arifin Abdurrahman
2. Siti Halimah
3. Abdurrahman Basri
4. Nur Hasanah
5. Silby
6. Amalia
7. Maulana Panji Saputra

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) SUKABUMI


Desember, 2014 M/1436 H

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT., karena
berkat rahmat dan bimbingan-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul PERBUATAN-PERBUATAN YANG MERUSAK TAUHID. Sholawat
beserta salam mudah-mudahan tercurahkan kepada jungjungan alam yakni Nabi
Muhammad SAW, kepada para sahabatnya, kepada keluarganya, dan mudahmudahan kepada kita selaku umatnya amin ya allah ya robbal alamin.
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dalam jangka waktu
tertentu. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak terkait yang telah
membantu kami dalam penyusunan makalah ini. Makalah ini bertujuan untuk
MEMENUHI TUGAS mata kuliah TAUHID yang di bombing oleh dosen
Drs. H. Nandang M.Si di kampus STAI Sukabumi, dan mudah-mudahan
makalah ini dapat di maklumi adanya serta berguna dan bermanfaat.
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Sukabumi, 21 Desember 2014

Penyusun

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.
J.

Pengertian dan macam-macam musyrik


Pengertian kafir
Pengertian fasik
Pengertian murtad
Pengertian munafik
Pengertian dzolim
Pengertian mutrof
Pengertian sihir
Pengertian kahin
Pengertian arrof

BAB III PENUTUP


A. Simpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Di era yang semakin maju akan segala aspek kehidupan banyak sekali
manusia yang tidak mengetahui tentang tauhid atau ketuhanan, padahal hal ini
sangatlah penting untuk diketahui. Banyak yang sudah mengetahui tentang
tauhid di dalam Islam, namun pada kenyataannya tidak sesuai dengan apa
yang harus dilakukan atau di aplikasikan sesudah mengetahuinya, dikarnakan
tidak mengetahi perbuatan-perbuatan yang akan merusak tauhid, berushul
fikih, diantaranya mahkum alaihi dan mahkum fihi. Yang mencakup
pengertian ikut diantaranya perbuatan-perbuatan yang dapat merusak tauhid,
musyrik, kafir, fasik, murtad, munafik, dzolim, mutrof, sihir, kahin atau dukun
dan arrof. Mudah-mudahan dapat di pahami dan bermanfaat bagi rekan-rekan.
Yang demikian itu adalah perbuatan - perbuatan yang harus di jauhi
dan dihindari sekuat mungkin, karena dapat merusak tauhid. Mudah-mudahan
kita tetap istiqomah dalam tauhid yang benar dan bisa menjauhi dari perbuatan
buruk yang akan merusak tauhid.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dan macam-macam kemusyrikan?
2. Apa pengertian kafir dan dalil-dalil mengenai kafir?
3. Apa pengertian fasik dan dalil-dalil mengenai fasik?
4. Apa pengertian murtad dan dalil-dalil mengenai murtad?
5. Apa pengertian munafik dan dalil-dalil mengenai munafik?
6. Apa pengertian dzolim dan dalil-dalil yang mengenainya?
7. Apa pengertian mutrof dan dalil-dalil yang mengenainya?
8. Apa pengertian sihir dan dalil-dalil yang mengenainya?
9. Apa pengertian kahin/dukun dan dalil-dalil yang mengenainya?
10. Apa pengertian arrof/peramal dan dalil-dalil yang mengenainya?
C. Tujuan Penulisan
Menjelaskan perbuatan-perbuatan yang akan merusak tauhid, yakni
menjelaskan pembahasan mengenai musyrik dalil-dalil dan perbuatannya
begitupula menjelaskan pembahasan kafir, fasik, murtad munafik dzolim,
mutrof, sihir, kahin/dikun dan arrof yang mengenai pengertian dalil-dalil
dan apa saja perbuatan-perbuatannya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Musyrik (Menyekutukan Allah)


1. Definisi Musyrik/Syirik
Syirik adalah lawan kata dari tauhid. Yaitu sikap menyekutukan Allah
secara zat, sifat, perbuatan dan ibadah. Adapun syirik secara zat adalah dengan
meyakini bahwa zat Allah seperti zat makhluk-Nya. Aqidah ini dianut oleh
kelompok mujassimah. Syirik secara sifat artinya: seseorang meyakini bahwa

sifat-sifat makhluk sama dengan sifat-sifat Allah. Dengan kata lain bahwa
makhluk mempunyai sifat-sifat seperti sifat-sifat Allah, tidak ada bedanya sama
sekali. Syirik secara perbuatan artinya: seseorang meyakini bahwa makhluk
mengatur alam semesta dan rezki manusia seperti yang telah diperbuat Allah
selama ini. Sedangkan syirik secara ibadah artinya: seseorang menyembah selain
Allah dan mengagungkannya seperti mengagungkan Allah serta mencintainya
seperti mencintai Allah. Syirik-syirik dalam pengertian tersebut secara eksplisit
maupun implisit telah ditolak oleh Islam. karenanya seorang muslim harus benarbenar hat-hati dan menghindar jauh-jauh dari syirik-syirik seperti yang telah
diterangkan di atas.
2. Pembagian Syirik/musyrik
a. Syirik besar (Asy Syirkul Akbar), yaitu tindakan menyekutukan Allah dengan
makhluk-Nya. Dikatakan syirik besar karena dengannya seseorang tidak akan
diampuni dosanya dan tidak akan masuk surga.
Allah berfirman dalam surat An-Nisa : 116

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu)


dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang
dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah,
maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya (An Nisaa':116).
Ilustarsi syirik besar ini dibagi dua dimensi: dzahir dan khafiy. Yang zhahir bisa
dicontohkan seperti: menyembah bintang, matahari, bulan, patung-patung, batubatu, pohon-pohon besar, manusia (seperti menyembah Firun, raja-raja, Budha,
Isa ibn Maryam, malaikat, Jin dan Syetan. Sementara yang khafiy bisa
dicontohkan seperti meminta kepada orang-orang yang sudah mati dengan
keyakinan bahwa mereka bisa memenuhi apa yang mereka yakini, atau

menjadikan seseorang sebagai pembuat hukum, menghalalkan dan mengharamkan


seperti Allah swt.
b. syirik ashghar tetapi belum sampai ketingkat keluar dari tauhid, hanya saja
mengurangi kemurnian nya. Syirik Ashghar ini juga dua dimensi: zhahir dan
khafiy. Yang zhahir bisa berupa lafal (pernyataan) dan perbuatan.
Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda: man halafa bighirillahi faqad
kafara wa asyraka (siapa yang bersumpah dengan selain maka ia kafir dan
musyrik) (HR. Turmidzi no 1535)
c. syirik/musyrik khafiy (keyakinan) biasanya berupa niat atau keinginan,
seperti riya dan sumah. Yaitu melakukan tindak ketaatan kepada Allah dengan
niat ingin dipuji orang dan lain sebagainya. Allah berfirman,al-baqarah : 264:

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu


dengan menyebut-nyebut nya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang
yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman
kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin
yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah
dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang
mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
kafir
Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda:
Siapa yang menampakkan amalnya dengan maksud riya Allah akan
menyingkapnya di hari Kiamat, dan siapa yang menunjukkan amal shalehnya
dengan maksud ingin dipuji orang, Allah mengeluarkan rahasia tersebut di hari
Kiamat. (HR. Bukhari:288 dan Muslim no. 2987).
3. Balasan bagi orang yang musyrik

Terdapat dalam surat Al-Maidah:72






72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah
ialah Al masih putera Maryam", Padahal Al masih (sendiri) berkata: "Hai Bani
Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang
mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan
kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang
zalim itu seorang penolongpun.

B. KAFIR
1. Pengertian Kafir
Dalam syariat islam,Secara bahasa kafir diartikan sebagai orang yang tidak
percaya atau orang yang sangsi. Istilah ini mengacu pada orang yang menolak
Allah atau bersembunyi,menolak atau menutup dari kebenaran akan agama islam.
Perbuatan seseorang menyatakan kafir disebut takfir.
Secara etimologi, kafir bermakna mengingkari Allah sebagai satu-satunya yang
berhak disembah dan mengingkari Rasul Muhammad sebagai utusan-Nya.




6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan
atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka[20], dan penglihatan
mereka ditutup[21]. dan bagi mereka siksa yang Amat berat.

2. Bentuk-Bentuk Kafir
1. Kufur at-tauhid (menolak tauhid)
2. kufur al-nimah (mengingkari nikmat)
3.kufur at-tabarri (melepas diri)
4. kufur al-juhud (mengingkari sesuatu)
5. kufur at-tagtiyah (menanam/mengubur sesuatu)
4. Penggolongan Kaum Kafir
a. Al-Muharibin yaitu orang kafir harbi adalah seluruh orang yang musyrik dan
ahli kitab yang boleh diperangi atau semua kafir yang menampakkan permusuhan
dan menyerang kaum Muslimin.
b. Adz-Dzimmah yaitu orang kafir yang membayar jizyah (pajak) yang dipungut
tiap tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin.
Golongan ini yang paling banyak memiliki hak atas kaum muslimin
dubandingkan dengan golongan selainnya. Karena mereka hidup di negara
Islam,dibawah perlindungan dan penjagaan kaum muslimin dengan sebab jizyah
yang telah mereka bayarkan
c. Al-Muahad yaitu orang yang memiliki kesepakatan perjanjian damai dengan
kaum musllimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah ditetapkan.
d. Al-Mustaman yaitu orang kafir yang mendapat jaminan perlindungan
keamanan dari kaum muslimin.
3. Hukum Memerangi Kafir
Dari semua golongan kafir,hanya satu yang boleh diperangi yaitu kafir harbi.

C. Fasik
1. Pengertian Fasik
Makna kata fasiq secara bahasa, dalam dialek masyarakat Arab adalah
: keluar dari sesuatu. Sedangkan menurut istilah adalah orang yang keluar
dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya. Atau dalam artian lain Orang fasik
adalah seorang muslim yang secara sadar melanggar ajaran Allah (Islam) atau
dengan kata lain orang tersebut percaya akan adanya Allah, percaya akan
kebenaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW tetapi dalam tindak
perbuatannya mereka mengingkari terhadap Allah SWT dan hukumNya, selalu
berbuat kerusakan dan kemaksiatan.
Firman Allah dalam surat Al-Baqarah:27



Artinya : (yaitu) orang-orang yang melanggar Perjanjian Allah sesudah
Perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada
mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi.
mereka Itulah orang-orang yang rugi.


19. dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah
menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang
fasik.
2. Balasan bagi oranng yang fasik



20. dan Adapun orang-orang yang Fasik (kafir) Maka tempat mereka adalah
Jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan
ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu
kamu mendustakannya."

D. MURTAD

1. Pengertian Murtad
Perkataan murtad berasal daripada bahasa Arab, yaitu riddah atau irtidad.
Dari sudut bahasa, riddah bermaksud kembali daripada sesuatu kepada
selainnya. (al-ruju an al-shay ila ghayri-h). Secara istilah riddah bererti
kembali daripada Islam kepada kufur sama ada dengan niat, atau dengan
perbuatan kufur atau dengan perkataan sama ada dalam bentuk penghinaan,
penderhakaan atau iktikad.
Firman Allah dalam surat An-nisa ayat 88 :

88. Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi)
orang-orang munafik, Padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran,
disebabkan usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk
kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan
Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk)
kepadanya.





54. Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari
agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah
mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut
terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir,
yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka
mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya,
dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.

2. Faktor Berlakunya Murtad


Faktor berlakunya murtad,disebabkan antara lain :
1. Lemah pegangan agama.

2. Jahil tentang akidah dan hukum-hakam Islam.


3. Menyadari tentang kebaikan dan nilai-nilai murni yang terdapat dalam agama
lain.
4. Faktor perkawinan

3. Balasan bagi orang yang murtad


Terdapat dalam surat al-Imran: 106


106. pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka
yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada
mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? karena itu
rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu".

E. MUNAFIK
1. Pengertian Munafik
Termiologi dalam islam untuk pada mereka yang berpura-pura mengikuti ajaran
Islam,namun sebenarnya hati mereka mengingkari.
Dalam al-quran,kata munafik merujuk pada mereka yang tidaak beriman namun
pura-pura beriman. Firman Allah dalam surat al-Munafiqun ayat 1-3 :





1. apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami
mengakui, bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". dan Allah
mengetahui bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah
mengetahui bahwa Sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang
pendusta.

2. mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka


menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya Amat buruklah apa yang
telah mereka kerjakan.
3. yang demikian itu adalah karena bahwa Sesungguhnya mereka telah beriman,
kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka
tidak dapat mengerti.

2. Ciri-Ciri Orang Munafik


Sabda Rasulullah S.A.W dalam sebuah hadist :
Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga,jika berbicara ia berdusta,jika berjanji ia
mengingkari dan jika dipercaya ia khianat. ( H.R. Bukhori,Muslim,Abu
Daud,Turmudzi dan An-Nasai)
Dalam hadist lain disebutkan, bahwa berdebat hingga melampaui batas termasuk
dalam kategori munafik.

F. DZOLIM
1. Pengertian Dzolim
Secara bahasa, dzalim berarti gelap. Sedangkan menuurut istilah adalah perbuatan
yang menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Kata dzalim bisa juga
digunakan untuk melambangkan sifat kejam,bengis,tidak berprikemanusiaan,suka
melihat
orang
ddalam
penderitaan,melakukan
kemungkaran,pengannnniayaan,pemusnahan harta benda,ketidak adilan dan
banyak lagi pengertian yang dapat diambil dari sifat dari sifat dzalim tersebut.
Pada dasarnya, sifat dzalim merupakan sifat yang keji dan hina serta bertentangan
ddengan akhlak dan fitrah manusia yang seharusnya menggunakan akal untuk
melakukan kebaikan.
2. Pembagian Dzalim
a. mendzalimi diri sendiri,yaitu melakukan dosa dan maksiat yang tidak
merugikan orang lain
b. mendzalimi orang lain,yaitu menyia-nyiakan atau tidak menunaikan hak orang
lain yang wajib ditunaikan.

3. Balasan untuk yang Dzalim


Firman Allah dalam surat Al-Anfaal ayat 25


25. dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orangorang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras
siksaan-Nya.

G. MUTROF
Dalam surat al-waqiah ayat 45,disebutkan bahwa kata mutraf bermakna hidup
bermewah-mewahan. Kata mutraf bermakna hidup bermewah-mewahan dan
sembarangan di dunia ini. Kata ini menyiratkan arti seseorang yang tidak mau
mensyukuri nikmat Allah yang mana ia hidup melebihi kebutuhan seseorang.
Karena bersikap serampangan dengan kemurahan alam,seseorang menjadi
berperilaku menyimpang dan mennyalahgunakan nikmat atau anugerah yang
diberikan kepadanya. Seorang mutraf sangat mencintai dunia dan merasa puas
denganya. Sekalipun ia berinvestasi dan menabung secara salah.
Berikut merupakan ayat-ayat tentang mutrof :
Al-isra ayat 16



16. dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka Kami perintahkan kepada orangorang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan
kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya Berlaku terhadapnya Perkataan (ketentuan
kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
Al-anbiya ayat 13



13. janganlah kamu lari tergesa-gesa; Kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan
dan kepada tempat-tempat kediamanmu (yang baik), supaya kamu ditanya.

Al-mukminun ayat 23 dan 64



23. dan Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Hai kaumku,
sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka
mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"


64. hingga apabila Kami timpakan azab[1011], kepada orang-orang yang hidup mewah di antara
mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong.




23. dan Demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam
suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya
Kami mendapati bapak- bapak Kami menganut suatu agama dan Sesungguhnya Kami adalah
pengikut jejak-jejak mereka".

H. SIHIR
Secara bahasa sihir berarti sesuatu yang halus dan tersembunyi. Sedangkan
menurut istilah sihir adalah jimat-jimat,jampi-jampi,mantera-mantera dan buhulbuhul (yang ditiup) yang dapat berpengaruh pada hati,akal dan badan. Sihir dapat
menyakiti,membunuh,dapat memisahkan/memecahbelah seseorang dengan orang
lain,suami dengan istri,membuat orang saling membenci atau membuat orang
saling mencintai.
Firman Allah dalam surat Al-Baqarah 102 :







102. dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa
kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan
sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitansyaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada
manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu
Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada
seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu),
sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat
itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami)
dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan
sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari
sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat.
Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang
menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di
akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau
mereka mengetahui.
Sihir merupakan salah satu yang dapat merusak tauhid seseorang dan
melakukannya adalah termasuk dosa besar karena dapat membinasakan orang di
dunia dan akhirat.
Berikut merupakan ayat-ayat al-quran tentang syirik
1. An-Nisa ayat 76



76. orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang
kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu,
karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.
2. Thaha ayat 69


69. dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan
apa yang mereka perbuat. "Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu
daya tukang sihir (belaka). dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja
ia datang".
3. Al-falaq ayat 4

4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada
buhul-buhul.

I.

DUKUN

Dukun adalah orang yang mengambil informasi dari syaithon atau orang yang
memberitahukan perkara-perkara gaib yang akan terjadi di masa yang akan datang
atau yang memberitahukan perkara-perkara yang tersimpan didalam hati
seseorang.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika ditanya tentang al-kuhhaan (para
dukun), beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab, Mereka adalah orangorang yang tidak punya arti (orang-orang yang hina). Kemudian si penanya
berkata, Sesungguhnya para dukun tersebut terkadang menyampaikan kepada
kami suatu (berita) yang (kemudian ternyata) benar. Maka Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam bersabda, Kalimat (berita) yang benar itu adalah yang dicuri
(dari berita di langit) oleh jin (syaitan), lalu dimasukkannya ke telinga teman
dekatnya (dukun dan tukang sihir), yang kemudian mereka mencampuradukkan
berita tersebut dengan seratus kedustaan.
Allah berfirman dalam surat al-jin ayat 26-27 :


26. (dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka Dia tidak
memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.
27. kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya Dia
Mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.

Firman Allah dalam surat al-anam ;






128. dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan
Allah berfirman): "Hai golongan jin, Sesungguhnya kamu telah banyak
menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan
manusia: "Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya sebahagian daripada Kami telah dapat
kesenangan dari sebahagian (yang lain)[504] dan Kami telah sampai kepada
waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka Itulah
tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah

menghendaki (yang lain)". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha


mengetahui.

J. ARROF (PERAMAL,PARANORMAL)
Yaitu orang yang mengaku mengetahui tentang suatu hal dengan menggunakan
isyarat-isyarat untuk menunjukan sesuatu barang atau tempat. Juga disebut tukang
nujum,peramal nasib dan sejenisnya.
Sabda Rasulullah S.A.W :
Barang siapa yang mendatangi seorang peramal lalu bertanya kepadanya
tentang suatu hal dan ia mempercayai apa yang diucapkan peramal itu maka
shalatnya tidak akan diterima selama 40 malam. ( H.R. Muslim dan Ahmad )
Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal kemudian
membenarkan ucapannya, maka sungguh dia telah kafir terhadap agama yang
diturunkan kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.
Allah Taala berfirman dalam surat al-jin ayat 6-8 :



6. dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta
perlindungan[1523] kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu
menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
7. dan Sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu
(orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan
seorang (rasul)pun,
8. dan Sesungguhnya Kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, Maka
Kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,

BAB III
PENUTUP

Ilmu Tauhid merupakan bagian daripada kehidupan yang mesti diketahui


secara benar. Dengan mempelajari ilmu tauhid kita tidak akan menjadi orang yang
takabur, karna tauhid itu pada intinya membahas tentang pengesaan terhadap
tuhan, yang akan menjadikan kita merasa bahwa jiwa raga ini hanyalah hamba
yang harus menghambakan atau mengabdikan diri terhadap tuhan sang pencipta,
yakni terhadap Allah SWT. Pada pembahasan ini kami menjelaskan supaya tauhid
yang sudah tertanam dalam diri kita semakin kuat, yakni dengan membahas
mengenai perbuatan-perbuatan yang akan merusak tauhid.
Supaya tauhid kita tidak rusak maka harus menghindari darippada
perbuatan-perbuatan yang akan merusaknya, yakni kita tidak boleh berprilaku
syirik, kafir, fasik, keluar dari agama Islam atau murtad, munafik, dzolim dalam
arti menganiaya tidak berlaku adil serta khianat, mutrof atau tidak bersyukur
terhadap nimat,menjadi tukang sihir, percaya atau menjadi dukun atau kahin,
mempercayai dan mengikuti paranormal, semua perbuatan itu harus dihindari.
Memang dalam segala perubahan itu harus melaluai sebuah perses yang
harus djalani dengan penuh kesabaran dan keuletan, namun hal yang susah itu
bukan berarti tidak bias.
Saran
Dalam penyusunan makalah ini tentu saja jauh daripada kesempurnaan,
baik dalam segi penulaisan maupun pembahasan materi yang di sajikan. Untuk
lebih baik lagi, kepada pembaca yang ingin mempelajari lebih dalam mengenai
meteri pembahasan ini