Anda di halaman 1dari 2

RENCANA AKSI NASIONAL LANJUT USIA 2009 - 2014

SEBAGAI PELAKSANAAN UU No. 13 TAHUN 1998 TENTANG


KESEJAHTERAAN LANJUT USIA

Undang-Undang No 13 th 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia telah berjalan 15


tahun, namun belum banyak yang dirasakan manfaatnya bagi penanganan dan
kesejahteran para lansia. Sementara ini usia harapan hidup penduduk Indonesia
makin meningkat dibandingkan dengan negara lain, dan diperkirakan mengalami
aged population boom pada dua dekade permulaan abad 21 ini. Hal ini ditandai
dengan meningkatnya jumlah dan proporsi penduduk lansia secara significant. .
Menurut BPS, pada tahun 1970 populasi penduduk lansia 5,3 juta jiwa (4,48% dari
total penduduk), pada tahun 1990 meningkat menjadi 12,7 juta jiwa( 6,29 %), tahun
2010: 23 juta (10%) dan diperkirakan pada tahun 2020 akan menjadi 28,8 juta
orang (11,34%). Usia Harapan Hidup (UHH) tahun 1098 : 52,2 tahun, Tahun 1990 :
59,8 tahun, Tahun 2000 : 64,5 tahun, dan pada Tahun 2010 : 70,1 tahun.
Sedangkan jika dilihat populasi Lansia dibeberapa daerah pada tahun 2010, di DIY
:12,48%, Jawa Timur 9,36%, Jawa Tengah 9,26%, Jawa Barat 7,09%. dan Bali
8,77%. Maka dengan demikian berdasarkan ketentuan badan dunia, Indonesia
termasuk sebagai negara berstruktur penduduk tua ( populasi Lansia di atas 7 %)
Sementara itu WHO membagi lanjut usia menurut tingkatan umur Lansia yaitu 1)
Usia pertengahan ( middle age) antara 45-59 tahun ;2) usia lanjut (elderly) 60-70
tahun; 3) Usia lanjut (old) antara 75-90 tahun , 4) Usia sangat tua ( very old) di atas
90 tahun
Fenomena penuaan penduduk menimbulkan permasalahan yang dihadapi suatu
negara karena faktor usia dan biologis , sehingga perlu diperhatikan adanya bantuan
dan perlindungan diberbagai bidang sebagai penghormatan dan penghargaan
kepada lanjut usia agar diberikan haknya untuk meningkatkan kesejahteraan
sosial. Dalam pasal 5 Undang-Undang 13 tahun 2008 pemenuhan hak Lansia,
meliputi: a) pelayanan keagamaan dan mental spiritual; b) pelayanan kesehatan;c)
pelayanan kesempatan kerja; d pelayanan pendidikan dan pelatihan; e) kemudahan
dalam penggunaan fasilitas, sarana dan prasarana umum; f) kemudajhan dalam
layanan dan bantuan hukum ; g) perlindungan sosial; h) bantuan sosial.
Sebagai wujud komitmen pemerintah dalam pemenuhan dan perlindungan Lansia,
maka telah disusun Rencana Aksi Nasional Lanjut Usia ( RAN-LU) tahun 2009-2014
yang ditandatangi Menko Bidang Kesejahteraan Rakyat pada bulan Desember 2008.
Penetapan RAN-LU diharapkan ndapat menjawab sejumlah isu nasional untuk

Lansia serta kebutuhan strategis untuk Lansia dengan besandar pada kekuatan,
kelemahan, peluang dan kesempatan yang dimiliki.
RAN-LU tahun 2009-2014 :
1. Membentuk dan memperkuat Kelembagaan Lanjut Usia;
2. memperkuat Koordinasi Antar Instansi dan Instansi Terkait
3. Memperkuat penanganan terhadap Lanjut Usia Miskin, Terlantar, Cacat dan
mengalami tindak kekerasan;
4. Memelihara dan memperkuat dukungan keluarga dan masyarakat terhadap
Kehidupan Lanjut Usia;
5. Memantapkan Upaya pelayanan Kesehatan Bagi Lanjut Usia;
6. Meningkatkan Kualitas Hidup lanjut Usia, baik dari aspek ekonomi, mental
keagamaan, aktualisasi dan kualitas diri Lanjut Usia;
7. Meningkatkan Upaya Penyediaan Sarana dan Fasilitas Khusus bagi Lanjut
Usia;
8. Meningkatkan Upaya Mutu Pendidikan Kemandirian bagi Lanjut Usia;
9. Meningkatkan Jaringan Kerjasama Internasional.
Dari hasil evaluasi pelaksanaan RAN-LU, yang dilakukan April-September 2012 di
10 Propinsi yang telah memiliki Komisi daerah Lanjut Usia, disimpulkan bahwa RAN
ke butir
5
dan
6 yang meliputi bidang kesehatan, keagamaan, dan
ekonomi/bantuan sosial lebih menjadi prioritas atau fokus kegiatan. Untuk rencana
aksi 3, 4 dan 7 perlu dilaksanakanoelh setiap pemangku kepentingan yan relevan

Referensi :
1. DR. Ir. Adhi Santika,MS,SH, Kementerian Koordinator Biang Kesejahteraan
Rakyat, Jakarta, 18 Juni 2013 : Efektifitas Pelaksanaan UU no 13 tahun 2008
tentang kesejahteraan Lanjut Usia dan Evaluasi RAN-Lansia 2009-2014
2. Majalah Lansia Edisi 11 tahun 06-2012 Memahami Lansia Indonesia dan
Permasalahannya, oleh Drs. Moch Anwar, M.Pd