Anda di halaman 1dari 9

ARTIKEL TEKNOLOGI ENERGI TERBAHARUKAN

GELOMBANG LAUT

Oleh :

Faiz Rafi AB
Sumali

210012041 (S1)
210012063 (S1)

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL

TEKNIM MESIN
S1

GELOMBANG LAUT
Pendahuluan
Gelombang yang selama ini dijadikan tunggangan para peselancar, kini bias menjadi
sumber energy tiada henti. Energi gelombang ini dapat dimanfaatkan untuk mensuplai
kebutuhan energi suatu kota pelabuhan misalnya. Para peneliti memperkirakan, hanya dengan
memanfaatkan 0,2 per sen energy gelombang laut dapat menyalakan semua bola lampu di
seluruh dunia. Luar biasa bukan?

Latar Belakang
Indonesia mempunyai lautan seluas 5,8 juta km dihitung secara kartografis. Hal ini
dinilai mempunyai potensi energy gelombang laut yaitu sepanjang pesisir Barat Sumatera,
Selatan Jawa, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Sumber energy gelombang laut dapat dimanfaatkan dengan mengetahui tinggi,
panjang dan periode waktu gelombang, kata kapuslitbang Geologi Kelautan (P3GL)
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Subaktian Lubis bersama Mira Yosi
dalam suatu penelitian yang dikutip Warta Ekonomi dari situs DESDM pada Jum'at (12/6)
kemarin.
Energi alternative berbasis gelombang laut dihasilkan dari pasang surut air laut.
Energi ini timbul akibat Ocean Thermal Convension/OTEC (perbedaan suhu permukaan air
dengan dasar laut) dan energy arus laut.
Untuk menangkap energy gelombang tersebut dapat dilakukan dengan tiga cara,
menggunakan pelampung, kolom air yang berosilasi (oscillating water column), dan wave
surge, ujarnya.
Energi gelombang dibandingkan energy matahari dan angin mempunyai potensi
sampai 90% dengan kawasan tidak terbatas. Daya energy gelobang dapat diperhitungkan
dengan data angin berupa angin yang bertiup di permukaan laut.
Kecepatan angin minimum yang dapat membangkitkan gelombang sekitar 10 knot (5
m/det). Konversi tinggi dan periode gelombang dipergunakan persamaan gelombang bagi
perairan dangkal.

Asal Muasal Terjadinya Gelombang Laut


Gelombang laut dihasilkan dari pasang surut air laut. Energi ini timbul akibat Ocean
Thermal Convension/OTEC (perbedaan suhu permukaan air dengan dasar laut) dan energy
arus laut. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gelombang pada air laut. Penyebab lain
ialah dikarenakan hembusan angin yang mengenai permukaan air sehingga terjadi pergesekan
antara angin dan air laut dan menimbulkan gelombang laut. Kecepatan angin minimum yang
dapat membangkitkan gelombang sekitar 10 knot (5 m/det). Konversi tinggi dan periode
gelombang dipergunakan persamaan gelombang bagi perairan dangkal.

Pemanfaatan Gelombang Laut


Pembangkit Tenaga Gelombang adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan energi
yang dikandung oleh gelombang air laut dan mengubahnya menjadi gerak mekanik untuk
membangkitkan listrik. Besarnya energi yang dibangkitkan tersebut bergantung pada panjang
gelombang, tinggi gelombang dan kecepatan gelombang.
Pada dasarnya prinsip kerja teknologi yang mengkonversikan energi gelombang laut
menjadi energi listrik adalah mengakumulasi energi gelombang laut untuk memutar turbin
generator. Karena itu, sangat penting memilih lokasi yang secara topografi memungkinkan
akumulasi energi.
Untuk menangkap energy gelombang tersebut dapat dilakukan dengan tiga cara:
Menggunakan pelampung
Kolom air yang berosilasi (oscillating water column)
Wave surge
Menggunakan pelampung

Dimana alat ini akan membangkitkan listrik dari hasil gerakan vertikal dan rotasional
pelampung. Alat ini dapat ditambatkan pada sebuah rakit yang mengambang atau alat yang
tertambat di dasar laut.

Gb.01. Menggunakan pelampung

Kolom air yang berosilasi (oscillating water column)

Alat ini membangkitkan listrik dari naik turunnya air akibat gelombang dalam sebuah
pipa silindris yang berlubang. Naik turunnya kolom air ini akan mengakibatkan keluar
masuknya udara di lubang bagian atas pipa dan menggerakkan turbin.

Gb. 02. Kolom air yang berosilasi (oscillating water column)


Wave surge

Peralatan ini biasa juga disebut sebagai tapered channel atau kanal meruncing atau
sistem tapchan, dipasang pada sebuah struktur kanal yang dibangun di pantai untuk
mengkonsentrasikan gelombang, membawanya ke dalam kolam penampung yang ditinggikan.
Air yang mengalir keluar dari kolam penampung ini yang digunakan untuk membangkitkan
listrik dengan menggunakan teknologi standar hydropower.

Kelebihan dan Kekurangan Pemanfaatan Gelombang Laut


Kelebihan:
1. Tidak perlu bahan bakar
2. Dapat diperbaharui
3. Energy besar, dan murah.
4. Energi gelombang merupakan sumber daya yang melimpah dan terbarukan.
5. Meskipun tidak semua negara yang ada pesisir pantai, potensi produksi gabungan
listrik dari gelombang akan memenuhi semua kebutuhan listrik di dunia.
6. Dampak terhadap lingkungan sangat minim
Kekurangan:
Ketergantungan karakteristik gelombang bias menghasilkan energi besar dan tidak.
Biaya instalasi dan pemeliharaannya yang cukup besar.
Diperlukan alat khusus yang memerlukan teknologi tinggi, sehingga tenaga ahli sangat
diperlukan.
Antisipasi
Lokasi gelombang laut perlu diperhitungkan secara tepat. Tempat yang dimaksud
terus mempunyai gelombang dan peralatan tahan cuaca buruk.

Cara Kerja PLT Gelombang Laut


Dalam sistem pembangkitan tenaga gelombang laut, ada beberapa peralatan penting yang
sangat berperan mulai dari awal proses pembangkitan hingga tenaga listrik dihasilkan yang
nantinya tenaga listrik tersebut akan disalurkan kepada para konsumen. Peralatan-peralatan
tersebut adalah:
a. Mesin konversi energi gelombang laut
Berfungsi untuk menyalurkan energi kinetik yang dihasilkan oleh gelombang laut
yang kemudian dialirkan ke turbin.
b. Turbin
Berfungsi untuk mengubah energi kinetik gelombang menjadi energi mekanik yang
dihasilkan oleh perputaran rotor pada turbin.
c. Generator
Di dalam generator ini energi mekanik dari turbin dirubah kembali menjadi energi
listrik atau boleh dikatakan generator ini sebagai pembangkit tenaga listrik.
Sistem pembangkitan pada pembangkit listrik tenaga gelombang ini dapat dijelaskan
melalui skema dibawah ini.

Gb. 04. Skema Pemanfaatan Energi dari Gelombang Laut


Pertama-tama aliran gelombang laut yang mempunyai energi kinetik masuk kedalam
mesinkonversi energi gelombang. Kemudian dari mesin konversi aliran gelombang yang
mempunyai energikinetik ini dialirkan menuju turbin. Di dalam turbin ini, energi kinetik yang
dihasilkan gelombang digunakan untuk memutar rotor. Kemudian dari perputaran rotor inilah
energi mekanik yang kemudian disalurkan menuju generator. Di dalam generator, energi
mekanik ini dirubah menjadi energi listrik (daya listrik). Dari generator ini, daya listrik
yang dihasilkan dialirkan lagi menuju sistem tranmisi (beban) melalui kabel laut. Daya listrik
yang disalurkan melalui kabel laut ini adalah daya listrik arus searah (DC).
Berikut ini adalah beberapa metoda teknologi energi yang telah diterapkan di berbagai
belahan dunia saat ini.:

AquaBuoy. Pada sistem ini, air laut bertekanan didalam silinder digunakan untuk
menggerakan turbin baru menghasilkan listrik.
Gerak piston-silinder digunakan untuk menghasilkan air laut yang bertekanan
didalam ruang silinder. Air laut bertekanan ini kemudian menggerakkan turbin yang
terdapat pada silinder untuk menghasilkan listrik.

Generator Buoy. Pada sistem ini gerak pelampung langsung diubah menjadi
listrik.
Generator langsung dipasang pada pelampung yang bergerak relatif terhadap
armatur yang tetap. Sehingga dengan demikian, pada model ini, energi gelombang
langsung dirubah menjadi energi listrik.
Para Insinyur di Oregon State University telah mengambil langkah awal
pemanfaatan energy gelombang ini. Mereka telah membuat semacam system
pelampung pembangkit energi yang menangkap energy gelombang laut dan
mengubahnya menjadi listrik. Sistem ini ditempatkan sejauh 2 mil dari bibir pantai
ketengah laut dan disebut pelampung generator linear magnet permanen
(permanent magnet linear generator buoy).
Berbeda dengan generator umumnya yang menghasilkan listrik akibat gerakan
berputar, generator linear magnet permanen menghasilkan listrik dari gerakan bolakbalik akibat naik-turunnya pelampung oleh gelombang laut. Di dalam pelampung,
lilitan (coil) kawat dipasang mengelilingi batang magnet yang dipancangkan kedasar
laut. Coil dipasang meyatu dengan pelampung sehingga akan naik dan turun sesuai
pergerakan pelampung akibat gelombang laut. Gerakan bolak-balik ini memotong
fluks magnet sehingga menghasilkan listrik.
Setiap pelampung memiliki potensi pembangkitan sebesar 250 kW, namun
dapat diperbesar atau diperkecil sesuai kebutuhan dan skala teknologi yang digunakan.
Para peneliti memperkirakan, cukup dibutuhkan 200 pelampung untuk mencukupi
kebutuhan listrik suatu kota pelabuhan.
Namun, bagaimanapun juga, pengembangan teknologi pembangkitan
gelombang masih tertinggal 10 sampai 20 tahun dibelakang pengembangan teknologi
pembangkitan energy terbarukan lainnya seperti angin dan surya.
#__sumber: LiveScience.__ Gelombang Laut, Energi Tiada Henti

Dari kedua gambar diatas merupakan contoh model metoda Poin Absorber. Metoda lain
adalah:
1. Model Attenuator
2. Model Terminator
3. Model Over Topping
#__Sumber: Blog PUNTA DEWA

Model Attenuator
Pelamis - Samudera Daya Pengiriman, Ltd, mengembangkan seluruh dunia kekuatan
gelombang fasilitas komersial pertama lepas pantai menggunakan nya Pelamis Energi
Gelombang Konverter, berengsel cyclinders tali baja untuk mengartikulasikan. Itu terletak
setengah terendam, seperti ular 150 kaki panjang, merah terang laut (pelamis adalah genus
untuk ular laut), lebih atau kurang menghadapi gelombang. Silinder yang berisi pompa
hidrolik diaktifkan oleh gelombang; listrik berasal sebagai minyak tekanan tinggi akan
dipompa ke generator. Tahap pertama dari gelombang peternakan, terletak 5 km di lepas
pantai Portugal, terdiri dari tiga 750kW "ular" Pelamis yang dikombinasikan untuk
menghasilkan 2,25 MW; lain 28 diharapkan akan ditambahkan, membawa daya yang
dihasilkan total 22,5 MW "cukup untuk menyediakan listrik bagi lebih dari 15.000 rumah.

Model Terminator
OWC-dekat pantai ini adalah versi lepas pantai limpet itu. Limpet (Tanah Laut
Dipasang Powered Energi Transformer) - ini adalah air yang berosilasi kolom (OWC)
sistem untuk mengubah energi kinetik dari gelombang 'untuk tenaga listrik.
Menggambar kotak dengan ujung terbuka terendam tetapi sedikit miring ke arah
gelombang yang masuk, dengan udara yang terjebak di dalam kotak. Sekarang bayangkan
ada outlet sempit untuk udara, dan di dalam tabung ini adalah turbin. Sebagai gelombang
meningkatkan tingkat air di dalam kotak, udara bergegas masuk dan keluar dari turbin listrik
tabung.
Sebuah sistem limpet (WaveGen) di Islay, Skotlandia, menggunakan kolom air
cenderung berosilasi (OWC) sistem dioptimalkan untuk wilayah-wilayah anverage intensitas
gelombang annial, dan feed sepasang generator 250kW. Pembangkit listrik di limpet Faroes
sangat mirip. WaveGen juga dekat pantai-berosilasi desain sistem kolom air.

Model Over Topping


Gelombang Naga-overflow sistem bekerja sangat baik sebagai bendungan
hidroelektrik, menggunakan energi potensial air yang disimpan pada ketinggian yang lebih
tinggi daripada drive turbin. Sistem saluran tumpahan Naga Gelombang gelombang dalam

tangki sendiri untuk membuat kepala air kemudian dilepaskan melalui saluran yang
mengandung turbin. Naga Gelombang ditambatkan 25 sampai 40 meter lepas pantai di
perairan dalam, seperti pantai mengambang.