Anda di halaman 1dari 25

Seorang Wanita yang Mengeluh

Jantungnya Kadang Berdebar dan Nyeri


Dada

Kelompok 3

Kezia Marsilina 030.10.151


Komang Ida W.R 030.10.152
Kumala Sari

030.10.155
Lana Novira Ys. 030.10.156
Laras Asia Cheria 030.10.157
Larasayu Citra M. 030.10.158
Latifah Agustina L. 030.10.159
Liana Anggara R. 030.10.160
Lidya Christy 030.10.161
Lukas Pria Salman 030.10.162
Luzelia Marta S. 030.10.163
M. Agung Pratama 030.10.164
M. Hafizh Muttaqin 030.10.165

LAPORAN KASUS
Ny.Ana (40 tahun) datang ke Rumah Sakit dengan keluhan jantungnya kadangkadang berdebar dan dadanya terasa nyeri sejak beberapa bulan terakhir.
Saat ini jantungnya kembali berdebar dan tadi pagi ia seperti akan pingsan.
Sebenarnya, Ny.Ana pernah berobat ke dokter dan dinyatakan menderita penyakit
jantung. Ia diberi obat yang mesti diminumnya 3x sehari.
Tetapi setelah beberapa hari Ny.Ana menghentikan meminum obat itu karena
menyebabkannya sakit kepala. Ia pun mendapat obat lain yang diminum sekali
sehari. Tetapi itupun dihentikannya setelah hampir seminggu karena perutnya
terasa sakit dan pedih serta nafsu makannya hilang. Beberapa hari yang lalu
tinjanya berwarna hitam.
Pada pemeriksaan awal didapatkan :
Keadaan umum :tampak sakit sedang, kurus, kelihatan cemas.
Suhu :37.80 C
TD :155/85mmHg
Nadi : 112x/m, tidak teratur, volume berubah-ubah.
Pernapasan :20x/m
Guladarah sewaktu : 170mg/dl

LAPORAN KASUS (2)


Pada anamnesis lanjutan, Ny.Ana mengeluh tubuhnya semakin kurus, sudah 2
tahun Ny.Ana tidak mendapat haid lagi. Nafsu makannya biasa namun ia sulit
tidur.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan :
Ny.Ana tampak cemas, kurus, dengan pandangan matanya yang terus
diarahkan ke dokter. Kelenjar tiroid membesar pada inspeksi maupun palpasi.
Paru-paru t.a.k.
Jantung :
- HR sulit ditentukan
- Irama tidak teratur sama sekali
- BJ I dan II tidak konstan
- Bising (-)

LAPORAN KASUS (3)


Abdomen : lemas, hepar, dan lien tidak teraba
Ekstremitas : edema -/Pada pemeriksaan lab didapatkan:
Hb

: 10,5 g%

Leukosit

: 6.300/mm3

SGOT : 36 /L
SGPT : 45 /L
Ureum

: 40mg/dL

Kreatinin

: 0,7mg/dL

CXR : CTR = 62% dengan elongatio aorta, pada paru


tak tampak infiltrate.
EKG :
- QRS rate : 120x/m
- Pada lead II panjang tidak tampak gelombang P
- ST elevasi/depresi (-)
- Gelombang Q patologis (-)

PEMBAHASAN
Status Pasien
Identitas Pasien
Nama : Ny. Ana
Umur : 40 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pekerjaan: Anamnesis
Keluhan utama : Jantungnya berdebar-debar dan dada terasa nyeri
Keluhan tambahan : Perut terasa sakit dan pedih, nafsu makan
hilang,
BAB berwarna hitam
Riwayat penyakit dahulu: Penyakit jantung
Riwayat keluarga : Riwayat pengobatan : Riwayat kebiasaan : -

Pada pemeriksaan awal didapatkan :


TD :155/85mmHg (Hipertensi stage 1, JNC 7)
Nadi

: 112x/m, tidak teratur, volume berubah-ubah (Atrial


Fibrilation)

Suhu

:37,8C (Sub-febris. Normal 36.5-37.20)

Pernapasan :20x/m (Normal)


Guladarah sewaktu : 170mg/dl (Normal). Dianjurkan periksa TTGO

Interpretasi Masalah
Masalah
Jantung berdebar-debar

Dasar masalah
Palpitasi

akibat

kecepatan

dan

Interpretasi
kekuatan Atrial fibrillation Hipertiroid

kontraksi jantung meningkat


Nyeri dada

Kurang suplai oksigen pada pembuluh koroner Angina pectoris


jantung Iskemia jantung

Asam lambung yang naik ke

GERD

esofagus
Sakit kepala

kemungkinan

Obat

penyakit

jantung

yang Efek samping obat

diminum pasien CCB (Canal Calcium


Perut terasa sakit dan pedih

Blocker)*
Obat penyakit jantung Antiplatelet (aspirin)*

*ditanyakan kembali pada pasien di anamnesis tambahan

Efek samping obat

Nafsu makan hilang


Tinjaberwarna hitam (melena)
Sakit sedang

Akibat nyeri dada

Kurus dan kelihatan cemas

Nafsu makan cukup tapi semakin kurus


metabolisme meningkat
Cemas gejala psikis,menandakan rangsangan
SSP meningkat

Hipertiroid

Interpretasi Masalah (2)


Masalah

Dasar masalah

Interpretasi

Tekanan darah 155/85mmHg

Didapatkan pada pemeriksaan fisik

Hipertensi derajat 1 JNC7

Nadi 112x/m, tidak teratur, volume

Tidak

berubah-ubah

elektrik dari atrium ke ventrikel yang

teraturnya

konduksi

sinyal Atrial fibrilasi

berasal dari nodus SA


Suhu tubuh 37,8 derajat C

Peningkatan pengeluaran panas

Hipertiroid

Sudah 3 tahun tidak mendapat haid

Amenorrhea sekunder

Hipertiroid

Sulit tidur

Salah satu gejala hipermetabolik

Insomnia hebat pada hipertiroid

(subfebris)

Pandangan mata terus diarahkan ke Gangguan dari otot penggerak mata


dokter
Kelenjar

tiroid

membesar

Hipertiroid grave disease

pada Strum stimulasi TSH/TSI yang Hipertiroid grave disease

inspeksi dan palpasi

meningkat

Heart rate sulit ditentukan

Irama jantung tidak teratur

Atrial fibrilasi

BJ 1 dan II tidak konstan

Irama jantung tidak teratur

Atrial fibrilasi

Hipotesis
Hipotesis

Angina Pectoris

Dasar Hipotesis

Dada terasa nyeri


Hipertensi
Punya

Hipertiroid

riwayat

penyakit

jantung
Jantung terasa berdebar-debar
Kurus
Hipertensi
Suhu tubuh sub-febris
Atrial Fibrilasi

GERD

(Gastro

Refluks Disease)

Sulit tidur
Esofageal Dada terasa nyeri
Perut terasa sakit dan pedih

Anamnesis Tambahan
Hipotesis
Angina Pectoris

Anamnesis Tambahan
Dimana letak persisnya nyeri tsb?
Seperti apa rasa sakitnya?
Berapa lama nyeri tsb dirasakan pasien?
Apakah nyeri tsb muncul setelah kegiatan berat atau mengalami stress?
Obat apakah yang sebelumnya dikonsumsi pasien untuk penyakit jantungnya?
Bagaimana lifestyle pasien?

Hipertiroid

Apakah pasien belakangan in sering keringatan & tidak tahan panas?


Apakah barang yang dipegang pasien belakangan sering jatuh?
Apakah nafsu makan belakangan semakin meningkat?
Apakah pasien sering diare belakangan ini?
Apakah pasien merasa lemas belakangan ini?

GERD

Apakah punya riwayat gastritis?


Apakah sering melakukan kebiasaan sehabis makan lalu tidur?
Apakah diikuti dada terasa panas terbakar?

Pemeriksaan Fisik
Tanda vital
Jenis

Hasil

Nilai Normal

Keterangan

Pemeriksaan
Tekanan Darah
Frekuensi

Pemeriksaan
155/85
20x/mnt

120/80
15-20

Hipertensi I
Normal

Napas
Nadi

112x/m, tidak

60-100x/m,

Atrial Fibrilation

teratur, vol.

teratur

berubah-ubah
37.80C

36.5-37.20C

Suhu Tubuh

Sub-febris

Pemeriksaan Fisik (2)


Inspeksi
Tampak cemas, kurus, pandangan mata terus diarahkan ke dokter
hipertiroid
Kelenjar tiroid terlihat membesar
Palpasi
Kelenjar tiroid membesar
Abdomen lemas serta hepar dan lien tidak teraba
Pada ektremitas tidak terdapat edema
Auskultasi
Paru-paru t.a.k.
HR sulit ditentukan. Hal ini dikarenakan iramanya tidak teratur sama
sekali. BJ I dan II tidak konstan. Bising (-). Hal-hal tersebut menandakan
atrial fibrilasi

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan

Hasil

Nilai normal

Interpretasi

Hb

10,5 g%

12-16 g%

Menurun

Lekosit

6.300/mm3

5000-

Normal

SGOT

36 u/L

11.000/mm3
5-45 u/L

Normal

SGPT

45 u/L

5- 32 u/L

Meningkat

Ureum

40 mg/dL

10-50mg/dL

Normal

Kreatinin

0,7mg/dL

0,6-1,3mg/dL

Normal

Perbandingan chest x-ray dengan cardio thorax rasio sebesar 62% (normal < 50%)

Terdapat kardiomegali dan elongatio aorta (pemanjangan dan pelebaran aorta


ascenden, descenden dan arkus aorta) akibat hipertensi dan tahanan perifer yang
tinggi.
Pada EKG ditemukan QRS rate meningkat dan tidak ada gelombang p di lead II.

Tidak adanya gelombang p di lead II merupakan indikator atrial fibrilasi yang


menyebabkan irama jantung tidak teratur, heart rate meningkat, palpitasi,nyeri dada
dan gagal jantung kongestif.
ST elevasi / depresi dan gelombang Q patologis (-) tidak adanya iskemia/infark
jantung.

Hipotalamus

Tiroid Releasing Hormone(TRH)

Hipofisis Anterior
Autoimun (Penyakit Grave)
Tiroid Stimulating Hormone(TSH)
Tiroid stimulating Immunoglobulin (TSI)
Negative Feedback
Mempertahankan bentuk kel. Tiroid

Reseptor TSH di kelenjar tiroid

Sekresi hormone tiroid(T3&T4)


Ef.permisif
Struma

Hormon tiroid disirkulasi meningkat

Katekolamin meningkat
Amenorrhea

Tirotoksikosis

Sel folikel tiroid hipertrofi/hiperplasi

Kadar tiroid abnormal

Pengaruh LH di hipofisis

Saraf simpatis meningkat


Tekanan darah meningkat
meningkat

Atrial fibrilasi

Metabolism meningkat

Rangsangan SSP

Resistensi perifer meningkat


Cemas,gelisah

Hilangnya kontraksi atrium Pemecahan karbohidrat,


protein dan lemak meningkat

Kekuatan kontraksi jantung

Pengosongan atrium kiri terhambat

Kompensasi (frank starling mecanism)


Pengeluaran panas

Cardiac output turun Cadangan lemak dan massa

otot menurun

Diagnosis
Penyakit Grave / Basedowi

Berdasarkan 3 tanda klinis :


1. Adanya struma
2. Gejala-gejala hipertiroid
- Makan biasa tapi BB menurun
- Sulit tidur merupakan gejala hipermetabolik
- Jantung berdebar-debar
- Nadi meningkat
- Tekanan sistolik meningkat
- Perangsangan system saraf pusat yang
berlebih jadi cemas
- Gangguan haid
3. Gangguan otot penggerak mata oftalmopati
graves kelas 1

KOMPLIKASI
Kardiomegali dan Elongatio aorta

Gagal Jantung

PEMERIKSAAN TAMBAHAN
Kadar TSH dan free T4 tentukan diagnosis hipertiroid klinis atau subklinis
Antibody tiroid (TSab) untuk lebih memperjelas diagnosis penyakit grave

Pemeriksaan TTGO karena hipertiroidisme dan hipertensi merupakan

faktor resiko dari penyakit diabetes melitus

Penatalaksanaan
Non medikamentosa
Hindari cahaya terang
Gunakan air mata artificial
Ofthalmopaty
Tidur dengan posisi kepala terangkat
graves grade I
dan menggunakan penutup mata
Hindari debu

Medikamentosa
Hipertiroid
- PTU (dosis awal 100-150 mg/6 jam) dengan lama
pengobatan 1-1,5 tahun
- Penyekat adrenergic 40-200mg/hr. Diberikan pada awal
terapi sementara menunggu pasien menjadi eutiroid setelah
6-12 minggu pemberian antitiroid.

Prognosis
Ad vitam : bonam
Ad functionam : dubia ad malam
Ad sanationam : dubia ad bonam

TINJAUAN PUSTAKA
Fisiologis Kelenjar Tiroid

Hipertiroidisme
Hipertiroidisme adalah kondisi di mana kelenjar tiroid menghasilkan
terlalu banyak hormon tiroksin. Hipertiroidisme secara signifikan
mempercepat metabolisme tubuh, penurunan berat badan tiba-tiba,
detak jantung yang cepat / tidak teratur, berkeringat dan gelisah.
Tirotoksikosis merupakan suatu kondisi dimana didapatkan kelebihan
hormon tiroid karena ini berhubungan dengan suatu kompleks
fisiologis dan biokimiawi yang ditemukan bila suatu jaringan
memberikan hormon tiroid berlebihan.

INDEKS WAYNE
No.

Gejala Yang Baru Timbul Dan Atau

Diagnosis

Nilai

Bertambah Berat
1.

Sesak saat kerja

+1

2.

Berdebar

+2

3.

Kelelahan

+3

4.

Suka udara panas

-5

5.

Suka udara dingin

+5

No

INDEKS NEW
CASTLE
Tanda

6.

Keringat berlebihan

+3

1.

7.

Gugup

+2

8.

Nafsu makan naik

9.

Ada

Tidak

Tyroid Teraba

+3

-3

2.

Bising Tyroid

+2

-2

+3

3.

Exoptalmus

+2

Nafsu makan turun

-3

4.

Kelopak Mata Tertinggal Gerak Bola

+1

10.

Berat badan naik

-3

11.

Berat badan turun

+3

5.

Mata
Hiperkinetik

+4

-2

6.

Tremor Jari

+1

7.

Tangan Panas

+2

-2

8.

Tangan Basah

+1

-1

Fibrilasi Atrial

+4

10.

Nadi Teratur
<80 x/menit

-3

80-90 x/menit

>90 x/menit

+3

Hipertiroid : 20
Eutiroid: 11 - 18
Hipotiroid: <11

KESIMPULAN
Pasien ini didiagnosa sebagai penyakit grave karena telah
memenuhi 3 kriteria yaitu adanya struma, gejala hipertiroid
dan oftalmopati grave. Pasien sudah terdapat kardiomegali
akibat tirotoksikosis yaitu salah satunya hipertensi.
Jika penanganan tepat dan cepat maka tidak akan terjadi
komplikasi yang lain seperti gagal jantung kongestif.
Pemberian obat anti tiroid yaitu PTU (propriourasil) dengan
tujuan mengembalikan pasien menjadi eutiroid.

Daftar Pustaka
National Institute of Health. Seventh Report of the Joint National Committee on

Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC 7).
Available at: http://www.nhlbi.nih.gov/guidelines/hypertension/phycard.pdf.
Accessed on: March 11, 2013
Makmun D. Penyakit Refluks Gastroesofageal. In: Sudoyo A.W, Setiyohadi B, Alwi I,

Simadibrata M, Setiati S, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. 5 th ed.
Jakarta: Interna Publishing;2009.p.480-7
Crawford MH. Approach to Cardiac Disease Diagnosis. In: Crawford MH. Current

Diagnosis & Treatment Cardiology. 3rd ed. USA : McGraw-Hill Companies; 2009.p.112
Jameson JL. Thyroid Gland Disorders. In: Fauci AS, Braunwald E,et.al, editors.

Harrison's Manual of Medicine.17th ed. USA : McGraw-Hill Companies; 2009.p.925933


Djokomoeljanto R. Kelenjar Tiroid, Hipotiroidisme, dan Hipertiroidisme. In: Sudoyo

A.W, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam Jilid III. 5th ed. Jakarta: Interna Publishing;2009.p.1993-2008.
Sutedjo AY. Pemeriksaan Hematologi. Mengenal Penyakit Melalui Hasil Pemeriksaan

Laboratorium. Amara Books;2007.p.17-67


Joyce LeFever Kee, Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik, EGC, Jakarta,

2007.
Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Cabang Jakarta, SI Units : Tabel

Konversi Sisten Satuan SI Konvensional dan Nilai Rujukan Dewasa Anak