Anda di halaman 1dari 8

Teori Belajar dan Pembelajaran

Humanistik

y:
rmata S.
mudya
awati
ti

Belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang


dimanifestasikan sebagai suatu pola-pola respon yang
berupa keterampilan sikap dan kebiasaan, kecakapan
atau pemahaman (Whiterington dalam Djoehaeni, 2012)
Pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta
didik agar dapat belajar dengan baik
Pandangan humanistik pada pembelajaran:
bahwa setiap orang itu memiliki keunikan dan semua
orang memiliki keinginan untuk tumbuh secara positif,
keunikan setiap manusia menjadi hal yang mendasar ,
peserta didiklah, bukan pendidik yang memilih apa yang
harus dipelajari, pendidik bertindak sebagai narasumber
yang tugasnya adalah membimbing peserta didik untuk
membuat keputusan yang bijaksana.

Teori Self
Actualization
dari Maslow

didasarkan pada asumsi bahwa di dalam diri individu ada dua


hal, yaitu:
Suatu usaha yang positif untuk berkembang.
Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu.

Maslow (dalam Anie, 2011) membagi kebutuhan-kebutuhan


(needs) manusia menjadi lima hierarki, antara lain:
Kebutuhan fisiologis
Kebutuhan akan rasa aman
Kebutuhan sosial
Kebutuhan akan penghargaan
Kebutuhan akan aktualisasi diri

Implikasi
Perhatian dan motivasi belajar ini mungkin
berkembang kalau kebutuhan dasar siswa tersebut
belum terpenuhi
Guru diajarkan untuk mencerminkan perasaan anakanak dan membantu mereka tumbuh dalam
kesadaran diri dan pemahaman, serta memfasilitasi
kematangan psikologis anak-anak.
Potensi-potensi unik seorang anak akan muncul
apabila diberi motivasi (motivator) dengan cara
penyampaian wawasan, contoh dari guru, pergaulan
dengan teman lain, maupun pengalaman langsung
Guru dianggap sebagai fasilitator yaitu menyediakan
lingkungan dan sarana belajar anak untuk
mengembangkan potensinya

Teori Experiental Learning dari Rogers

Rogers membedakan 2 tipe belajar: kognitif (kebermaknaan) dan


experiential (pengalaman atau signifikansi). Guru menghubungkan
pengetahuan akademik ke dalam pengetahuan terpakai.

Experential learning , belajar sebagai suatu proses mengkontruksi


pengetahuan melalui transformasi pengalaman. Jika seseorang
terlibat aktif dalam proses belajar maka orang itu akan belajar jauh
lebih baik. Kualitas belajar experiential learning mencakup:
Keterlibatan siswa secara personal
Berinisiatif
Evaluasi oleh siswa sendiri
Adanya efek yang membekas pada siswa

Karakteristik Pembelajaran Humanistik


dari Rogers

siswa yang belajar hendaknya tidak dipaksa,


melainkan dibiarkan belajar bebas
anak tidak dicetak menjadi orang lain
melainkan dibiarkan dan dipupuk untuk
menjadi dirinya sendiri.
Prinsip-prinsip belajar humanistik :
Hasrat untuk belajar
Belajar bermakna
Belajar tanpa hukuman
Belajar dengan inisiatif sendiri
Belajar dan perubahan

lementasi Pembelajaran Melalui Pendekatan Humanistik

Aplikasi teori humanistik dalam pembelajaran


cenderung mengarahkan siswa untuk berfikir
induktif, mementingkan pengalaman, serta
membutuhkan keterlibatan siswa secara aktif dalam
proses pembelajaran.
Model pembelajaran yang berkaitan:
Confluent Education
Open Education
Cooperative Learning
a) Team-Games-Tournament
b) Student Teams-Achievement Divisions
c) Jigsaw
d) Group Investigation
e) Sekolah Alam

Terimak
asih