Anda di halaman 1dari 4

PENGUATAN MASON

Dosen : Nurlita Gamayanti, ST

PENGANTAR
Pada bagian ini akan dibahas mengenai rumus penguatan Mason yang dapat digunakan
untuk menentukan hubungan antara variabel masukan dan variabel keluaran sistem dari
grafik aliran sinyalnya.

PENGUATAN MASON
Grafik aliran sinyal mengandung informasi yang sama dengan diagram blok dari
suatu sistem. Melalui grafik aliran sinyal kita juga dapat menentukan fungsi alih loop
tertutup dari suatu sistem tanpa perlu melakukan reduksi diagram blok secara bertahap,
yaitu dengan menggunakan rumus penguatan Mason.
Rumus penguatan Mason, yang dapat diterapkan untuk semua penguatan diberikan sebagai
berikut :

P =

1 m
Pk k
k =1

dimana
Pk

: penguatan lintasan maju ke k

: determinan grafik
= 1 (jumlah semua penguatan loop) + (jumlah hasil kali penguatan dari semua
kombinasi dua loop tak berhubungan yang mungkin) (jumlah hasil kali
penguatan semua kombinasi tiga loop tak berhubungan) + .
= 1 L1 + L2 L3 + ... + ( 1)m Lm

L1

: jumlah penguatan setiap loop (tertutup)

L2

: jumlah hasil kali penguatan dari semua kombinasi dua loop yang tak berhubungan
(tidak memiliki simpul bersama).

L3

: jumlah hasil kali penguatan dari semua kombinasi tiga loop yang tak berhubungan

(tidak memiliki simpul bersama).


k

: nilai bila bagian grafik tidak menyentuh lintasan meju ke k, atau nilai sisa
jika lintasan yang menghasilkan Pk dihilangkan.

Contoh :

Dapatkan fungsi alih loop tertutup C(s)/R(s) dari diagram blok sistem berikut ini dengan
menggunakan rumus penguatan Mason.

H2
R
+

G1

G3

G2

H1

Penyelesaian :
Grafik aliran sinyal dari diagram blok sistem diberikan sebagai berikut :

-H2
1

G1

G2

G3

C(s)

R(s)

H1

-1

Pada sistem ini hanya terdapat satu lintasan maju antara masukan R(s) dan keluaran C(s).
Penguatan lintasan maju adalah : P1 = G1 G2 G3
Terdapat tiga buah loop. Penguatan masing-masing loop adalah :
L1 = G 1 G 2 H 1

L2 = G 2 G3 H2

L 3 = G1 G 2 G 3
Karena ketiga loop mempunyai cabang bersama, maka tidak terdapat loop bebas. Sehingga
determinan diberikan oleh :
= 1 ( L1 + L 2 + L 3 )
= 1 G1G2 H 1 + G2 G3 H 2 + G1G2 G3

Faktor 1 dari determinan sepanjang lintasan maju menghubungkan simpul masukan dan
simpul keluaran diperoleh dari dengan menghilangkan loop yang menyentuh lintasan.
Karena lintasan P1 menyentuh ketiga loop, diperoleh
1 = 1

Oleh karena itu, pengutan seluruhnya antara masukan R(s) dan keluaran C(s), atau fungsi
alih loop tertutup, diberikan oleh
P
C(s)
=P= 1 1

R (s)
=

G1G2 G3
1 G1G2 H 1 + G2 G3 H 2 + G1G2 G3

Sama dengan fungsi alih loop tertutup dari reduksi diagram blok.

RINGKASAN

1. Rumus penguatan Mason memudahkan dalam penentuan fungsi alih loop tertutup suatu
sistem dari grafik aliran sinyalnya, karena tanpa perlu melakukan reduksi diagram blok
secara bertahap.
2. Rumus penguatan Mason dapat digunakan untuk penyederhanaan diagram blok suatu
sistem

LATIHAN

1. Tinjau sistem yang direpresentasikan dalam benuk grafik aliran sinyal berikut :
1
C1s

1
R1

1
C2 s

Dapatkan fungsi alih loop tertutup C(s) / R(s)

1
R2