Anda di halaman 1dari 11

PAPER TUGAS AKHIR

PENDIDIKAN JARAK JAUH


Peran Media dalam Pendidikan Jarak Jauh

Disusun Oleh:
Nama: Achmad Faisal Aini
Dosen:
Timbul Pardede

JURUSAN DIPLOMA-4 KEWIRAUSAHAAN


SEKOLAH BISNIS DAN MANAJEMEN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (SBM ITB)
2012

Mungkin bagi sebagian kalangan yang terbiasa belajar dengan sistem tatap muka
seperti yang diterapkan dibanyak sekolah dan kampus di Indonesia akan kebingungan
dengan istilah pendidikan jarak jauh atau yang lebih dikenal dengan istilah PJJ. PJJ
adalah sistem pendidikan terkini yang memanfaatkan teknologi dan komunikasi.
Seiring dengan majunya teknologi dan juga komunikasi ini tentunya akan melahirkan
cara-cara baru dalam dunia pendidikan. Tentunya inovasi ini bukan kali pertamanya
di tahun 2012 ditemukannya, sudah ada sejarah pembentukan sistem ini. Pembeda
antara PJJ dengan sistem belajar tatap muka ini dapat dilihat dan dirasakan dari segi
ruang, waktu, dan sosial. Kalau sistem tatap muka mengharuskan kita menghadiri
suatu ruangan kelas untuk mengikuti kegiatan belajar dan mengajar, maka PJJ
memudahkan segalanya. Para peserta didik dan tenaga pengajar tidak perlu bersusah
payah untuk mencapai ruang kelas, dengan PJJ yang memanfaatkan media teknologi
dan komunikasi mereka tidak perlu lagi datang kesana. Contohnya adalah media
sosial paling banyak dipakai sekarang adalah Facebook. Facebook tidak selamanya
bisa menjadi media untuk ajang curhat-curhatan saja, kita bisa menggunakan sosial
media ini untuk berinteraksi satu sama lain dan menjalankan kegiatan belajar
mengajar. SK Mendiknas No.107/U/2001, UU Sisdiknas No. 20/2003, PP 17/2010,
dan juga PP 66/2010, sistem PJJ sudah menjadi bagian yang menyatu dalam dunia
pendidikan di Indonesia, dan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk memperoleh
akses terhadap pendidikan, termasuk pendidikan guru dan tenaga kependidikan.
Dikutip dari panduan penyelanggaraan model PJJ di kalanan perguruan tinggi, pada
2010 angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia sudah mencapai 21,6%
yang merupakan pencapaian luar biasa meski terpaut 8,4% dari pencapaian target
nasional. Dijelaskan pula bahwa PJJ ini diselenggarakan dengan misi meningkatkan
perluasan dan pemerataan akses pendidikan dan juga peningkatan mutu dan relevansi
pendidikan. PJJ kini menjadi model baru dalam alternatif pembelajaran di banyak
perguruan tinggi, bukan saja di negara-negara ASEAN, tetapi juga di dunia.
Alasannya, model ini bisa dipakai sebagai instrumen kebijakan mengatasi masalah
pemerataan pendidikan, di samping juga efektif dan efisien, relatif murah biayanya,
dan fasilitas pendukungnya juga semakin tersedia dan terjangkau. (Soekartawi, 2006)
Tentunya pendidikan jarak jauh ini tidak akan berhasil jika tidak didukung oleh tiga
aspek. Pertama adalah peserta didik dalam pendidikan jarak jauh. Tentunya suatu
sistem pendidikan tidak akan berjalan jika tidak ada aspek yang pertama ini. Siapa
yang akan menjadi peserta didik kalau dalam suatu sistem pendidikan itu sendiri tidak
memiliki siswanya? Maka ini peserta didik adalah aspek pertama yang penting
sebagai suksesor sistem PJJ itu sendiri. Kedua adalah tenaga ajar yang sama
pentingnya dengan peserta didik. Memang punya peran berbeda tetapi keduanya
adalah simbiosis mutualisme yang akan menguntungkan mereka berdua. Peserta didik
dapat pengalaman ilmu dari tenaga ajar, sedangkan tenaga ajar berhasil
menyampaikan ilmu yang mereka kuasai. Aspek yang terakhir adalah media, tentu
harus ada media yang menyatukan mereka menjadi komunikasi timbal balik, berikut
gambaran media sebagai perantara atau penyatu keduanya:

Peserta
didik

Media
Tenaga
ajar
Kurang lebih gambarannya adalah seperti ini, dimana peserta didik membutuhkan
media untuk berkomunikasi dengan tenaga ajar, begitupun dengan tenaga ajar yang
sama-sama harus menggunakan media untuk melakukan komunikasi balik dengan
peserta didik. Media seperti apakah yang tepat dalam konteks ini? Banyak sekali
media yang bisa memanjakan pengguna sistem PJJ dalam perkuliahan ini. Contohnya
Facebook, Blog, Edmodo, Twitter, MySpace, YouTube, etc. Berikut gambaran umum
mengenai sistem PJJ (Alsasak, 2012):

1. Gambaran Umum Media


Dari sini, saya ingin mengangkat tema media pembelajaran sebagai aspek penting
dalam PJJ terlepas dari media pengajar maupun tenaga ajar.Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia, media dideskripsikan sebagai alat (sarana) komunikasi yang
terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dsb). Sedangkan secara Bahasa, Kata
Media berasal dari bahasa Latin "Medius" yang berarti tengah, perantara atau
pengantar. Dalam bahasa Arab, media diartikan perantara atau pengantar pesan dari
pengirim kepada penerima pesan. Menurut Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4),
Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan
dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian
dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar.
Sebenarnya banyak sekali pengertian media dalam konteks penyampaian informasi,
tetapi yang jelas kaitannya dengan PJJ ini, media pembeljaran adalah sebuah alat
perantara yang menghubungkan antara pengajar dan yang diajar dalam konteks
pendidikan yang memungkinkan mereka berinteraksi dan saling berkomunikasi
bertukar pikiran.
Dilihat dari satu sisi, proses komunikasi sering kali mengalami hambatan yang
mengakibatkan pengajar dan yang diajar mengalami miss communication. Oleh
karena itu media pembelajaran harus punya tujuan memberi dan memotivasi peserta
didik, merangsang peserta didik untuk mengingat yang sudah dipelajari, dan yang
terakhir harus terencana. Dalam media pembelajaran harus mencakup pesan/materi
yang akan disampaikan, tenaga ahli yang ahli dibidang pengajarannya, bahan
pengajarannya, alat bantu yang bisa melengkapi pesan, tenaga ahli dan bahan ajarnya,
teknik/prosedur penyamapaian materi dan terakhir adalah tempat pengajarannya.
Menurut Dirjen DIKTI, yang tertuang dalam Panduan Penyelenggaraan Model
Pembelajaran Jarak Jauh di Perguruan Tinggi, untuk menjamin kualitas, secara
intrinsik, penyelenggaraan program PJJ diharapkan memenuhi persyaratan sebagai
berikut:
1. Didasarkan pada kegiatan perencanaan yang sistemik berkenaan dengan
kurikulum, materi ajar, proses pembelajaran, instrumen dan sistem evaluasi,
2. Berbasis TIK,
3. Memanfaatkan sistem penyampaian pembelajaran yang inovatif dan kreatif,

4. Menyelenggarakan proses pembelajaran interaktif berbasis TIK dengan


memungkinkan kesempatan tatap muka,
5. Mengembangkan dan membina tingkat kemandirian dan softskills peserta didik,
6. Menyediakan layanan pendukung yang berkualitas (administrasi akademik,
bantuan belajar peserta didik, unit sumber belajar untuk layanan administrasi dan
peserta didik, akses dan infrastruktur).

Fungsi dasar media pembelajaran adalah menyampaikan pesan dalam proses


komunikasi antara pengajar dan yang diajar. Sebagai akibat dari aktifitas ini, peserta
didik pun merasakan benefit-nya karena telah belajar sesuatu.
2. Jenis-jenis Media Pembelajaran
Menurut Heinich, Molenda dan Russel (1996) ada enam jenis media pembelajaran
yag bisa digunakan, yaitu:
a. Media yang tidak diproyeksikan (model, foto, gambar)
Media yang diproyeksikan bisa dibagi kedalam dua jenis, yaitu dua dimensi dan tiga
dimensi. Bahan cetak seperti foto, gambar, poster tergolong pada media proyeksi dua
dimensi, sedangkan replica, model, dan simulator tergolong kedalam yang tiga
dimensi.
b. Media yang diproyeksikan
Penggunaan media ini dengan cara diproyeksikan ke sebuah layar, biasanya berupa
film dan presentasi. Semua ilmu yang akan disampaikan diproyeksikan kedalam
sebuah layar dibantu tenaga pengajar yang menguasai ilmunya.
c. Media audio
Suara yang direkam kedalam kaset, CD, atau DVD dan sifatnya bisa diputar
berulang-ulang sebagai media pembelajaran. Contohnya adalah listening dalam
permatakuliahan Bahasa Inggris.

d. Media video
Perkembangan dari yang tadinya hanya bisa mendengarkan, sekarang bisa juga
melihat video atau gambar bergeraknya diiringi suara.
e. Komputer
Bisa dibilang ini adalah media tercanggih yang saat ini ada sebagai media
pembelajaran, karena bisa mewakili keempat media pembelajaran diatas.
f. Multimedia berbasis komputer
Kalau komputer saja sudah canggih, dibantu dengan multimedia sebagai pelengkap
rasanya media pembelajaran yang ada saat ini sudah cukup bisa menggeser media
pembelajaran menggunakan metode lama. Seperti penggunaan animasi bergerak yang
membuat belajar yang lebih asik, interaktif, dan komunikatif.
Peran media sangat penting sekali dalam pembelajaran. Berikut adalah perananperanan penting media dalam pembelajaran:
a. Sarana komunikasi
b. Modul untuk belajar mandiri
c. Memperjelas pesan
d. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan tenaga
e. Mendapatkan semangat belajar
f. Belajar mandiri sesuai bakat dan kemampuan peserta didik
g. Lebih menyenangkan
Ditambahkan pula oleh Kemp dan Dayton (1985) kontribusi media pembelajaran
dalam hidup manusia:
a. penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
b. pembelajaran dapat lebih menarik
c. pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan metode belajar
d. waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek

e. kualitas pembelajaran dapat ditingkat


f. proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
g. sikap positif peserta terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran
dapat ditingkatkan
h. peran dosen berubah kearah yang positif

3. Media Pembelajaran Populer untuk PJJ


Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, banyak media pembelajaran yang bisa
dimanfaatkan untuk sistem PJJ di Indonesia. Diantaranya adalah Facebook, Blog,
Edmodo, Virtual Class, etc.

1. Facebook
Siapa yang tidak kenal dengan sosial media yang satu ini? Hampir semua orang yang
aktif di dunia maya pasti punya akun sosial media ciptaan Mark Zuckerberg ini. Dari
tujuan awal diciptakannya Facebook yang bisa menyatukan mereka dengan temanteman lama mereka, sosial media ini juga bisa dijadikan media pembelajaran PJJ.

Figure 3.1 Facebook (www.facebook.com)

2. Blog
Sebuah blog adalah jenis situs web yang biasanya disusun dalam urutan
kronologikal(urutan waktu kejadian) dari yang terbaru(postingan terbaru) di bagian
atas halaman utama(homepage) menuju ke postingan paling lama kebawah
(Anonymous, 2009). Blog juga bisa mejadi media pembelajaran jarak jauh yang
tepat.

Figure 3.2 Blog (www.blogspot.com/www.tumblr.com/etc.)

3. Edmodo
Tidak hanya Facebook dan Blog, Edmodo juga bisa digunakan sebagai media
pendidikan jarak jauh. Metode yang ditawarkan juga cukup menarik, seperti kelas
yang bersifat virtual. Pengerjaan dan pengumpulan tugas sesuai due-date, pembagian
badge atas prestasi mahasiswa-mahasiswanya, dan juga to-do list di dalam Edmodo
menjadi pembeda antara Blog, Facebook, dan situs-situs lainnya dengan situs
Edmodo ini

Figure 3.3 Edmodo (www.edmodo.com)

DAFTAR PUSTAKA
Alsasak. 30 Juli 2012. Arti dan Manfaat PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) dalam Dunia
Pendidikan
di
Indonesia.
Retrieved
November
2012,
from
http://itsasak.blogspot.com/2012/07/arti-dan-manfaat-pjj-pendidikanjarak.html
Anonymous. 7 Januari 2012. Pengertian Blog: Apa itu Blog?. Retrieved November
2012, from http://asyanas.blogspot.com/2009/01/pengertian-blog-apa-itublog.html
Junaidi. 2 Januari 2012. Pengertian Media. Retrieved November 2012, from
http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/01/pengertian-media.html
Prasetya. 14 Februari 2006. Prof. Soekartawi Narasumber e-Learning di UI.
Retrieved November 2012, from http://prasetya.ub.ac.id/berita/ProfSoekartawi-Narasumber-e-Learning-di-UI-8824-id.html
Miswandaru. 22 September 2012. PENDIDIKAN JARAK JAUH, SELAIN UT PUN
BOLEH. Retrieved November 2012, from
http://konsorsiumpjj.blogspot.com/2012_09_01_archive.html