Anda di halaman 1dari 19

HALOGEN

Kelompok 5
XII IPA 4
Aisyah Khairun nisa
Anna Munika
Ganesha Wibisana
Kevin Diantenan
Maharani Destha Happyda Kusumawardhani
Maulana Abdurrahman
Melly Maulani

Sifat
Halogen

Kegunaan
Halogen

Halogen

Pembuatan
Halogen

Senyawa
Halogen

HALOGEN
Golongan halogen meliputoi flourin (F), klorin (Cl),
bromin (Br), iodin (I) dan astatin (At). Nama halogen
berasal dari bahasa Yunani yang artinya pembentuk
garam. Dinamakan demikian karena unsur-unsur tersebut
dapat bereaksi dengan logam membentuk garam. Misalnya
klorin bereaksi dengan natrium membentuk natrium klorida
(NaCl), yaitu garam dapur. Dalam sistem periodik, unsur
halogen terdapat pada golongan VII A, mempunyai 7
elektron valensi pada subkulit ns2np5. Konfigurai elektron
yang demikian membuat unsur-unsur halogen sangat
reaktif. Halogen cenderung menyerap satu elektron
membentuk ion bermuatan negatif satu.
Flouri
n (F)

Klorin
(Cl)

Bromi
n (Br)

Iodin
(I)

Astati
n (At)

Flourin (F)

2,7

Ditemukan dalam fluorspar oleh Schwandhard pada


tahun 1670 dan baru pada tahun 1886 Maisson berhasil
mengisolasinya. Merupakan unsur paling elektronegatif dan
paling reaktif. Dalam bentuk gas merupakan molekul
diatom (F2), berbau pedas, berwarna kuning mudan dan
bersifat sangat korosif. Serbuk logam, glass, keramik,
bahkan air terbakar dalam fluorin dengan nyala terang.
Name: Fluorine
Symbol: F
Atomic Number: 9
Atomic Mass: 18.998404 amu
Melting Point: -219.62 C
Boiling Point: -188.14 C
Number of Protons/Electrons: 9
Number of Neutrons: 10
Colour: Greenish

Klorin (Cl)

2,8,7

Ditemukan oleh Scheele pada tahu 1774 dan dinamai


oleh Davy pada tahun 1810. Klor ditemukan di alam dalam
keadaan kombinasi sebagai gas Cl2, senyawa dan mineral
seperti kamalit dan silvit. Gas klor berwarna kuning
kehijauan, dapat larut dalam air, mudah bereaksi dengan
unsur lain. Klor dapat mengganggu pernafasan, merusak
selaput lender dan dalam wujud cahaya dapat membakar
kulit.
Name: Chlorine
Symbol: Cl
Atomic Number: 17
Atomic Mass: 35.4527 amu
Melting Point: -100.98 C
Boiling Point: -34.6 C
Number of Protons/Electrons: 17
Number of Neutrons: 18
Colour: green

Bromin (Br)

2,8,18,7

Ditemukan oleh Balard pada tahun 1826. merupakan


zat cair berwarna coklat kemerahan, agak mudah menguap
pada temperature kamar, uapnya berwarna merah, berbau
tidak enak dan dapat menimbulkan efek iritasi pada mata
dan kerongkongan. Bromin mudah larut dalam air dan CS 2
membentuk larutan berwarna merah, bersifat kurang aktif
dibandingkan dengan klor tetapi lebih reaktif dari iodium.
Name: Bromine
Symbol: Br
Atomic Number: 35
Atomic Mass: 79.904 amu
Melting Point: -7.2 C
Boiling Point: 58.78 C
Number of Protons/Electrons: 35
Number of Neutrons: 45
Colour: Red

Iodin (I)

2,8,18,18,7

Ditemukan oleh Courtois pada tahun 1811. Merupakan unsur


nonlogam. Padatan mengkilap berwarna hitam kebiruan. Dapat
menguap pada temperature biasa membentuk gas berwarna
ungu-biru berbau tidak enak (perih). Di alam ditemukan dalam air
laut (air asin) garam chili, dll. Unsur halogen ini larut baik dalam
CHCl3, CCl4, dan CS2 tetapi sedikit sekali larut dalam air. Dikenal
ada 23 isotop dan hanya satu yang stabil yaitu 127I yang
ditemukan di alam. Kristal iodin dapat melukai kulit, sedangkan
uapnya dapat melukai mata dan selaput lendir.
Name: Iodine
Symbol: I
Atomic Number: 53
Atomic Mass: 126.90447 amu
Melting Point: 113.5 C
Boiling Point: 184.0 C
Number of Protons/Electrons: 53
Number of Neutrons: 74
Colour: blackish

Astatin

2,8,18,32,18,7

Merupakan unsur radioaktif pertama yang dibuat sebagai hasil


pemboman Bismuth dengan partikel-partikel alfa (hasil sintesa
tahun 1940) oleh DR. Corson, K.R. Mackenzie dan E. Segre. Dikenal
ada 20 isotop dari astatin, dan isotop At(210) mempunyai waktu
paruh 8,3 jam (terpanjang). Astatin lebih logam disbanding
iodium. Sifat kimianya mirip iodium, dapat membentuk senyawa
antar halogen (AtI, AtBr, AtCl), tetapi belum bisa diketahui apakah
At dapat membentuk molekul diatom seperti unsur halogen
lainnya. Senyawa yang berhasil dideteksi adalah HAt dan CH 3At.
Name: Astatine
Symbol: At
Atomic Number: 85
Atomic Mass: (210.0) amu
Melting Point: 302.0 C
Boiling Point: 337.0 C
Number of Protons/Electrons: 85
Number of Neutrons: 125
Colour: Unknown

Sifat Halogen

Sifat-sifat Halogen
X2

Fluor (F2)

Klor (Cl2)

1. Molekulnya
2. Wujud zat (suhu kamar)
3. Warna gas/uap

6. Kelarutan oksidator
7. Kereaktifan terhadap gas H2

8. Reaksi pengusiran pada senyawa


halogenida

9. Reaksi dengan logam (M)


10. Dengan basa kuat MOH (dingin)
11. Dengan basa kuat (panas)
12. Pembentukan asam oksi

Iodium (I2)

Diatom
Gas

Gas

Kuning muda

4. Pelarutnya (organik)
5. Warna larutan (terhadap pelarut 4)

Brom (Br2)

Tak berwarna

Cair

Padat

Kuning
Coklat merah
hijau
CCl4, CS2
Tak
berwarna

Ungu

Coklat

Ungu

(makin besar sesuai dengan arah panah)


X = Cl, Br, I
F2+ 2KX
2KF X2
2 M + nX2
X2+ 2MOH
3X2+ 6MOH

X = Br dan
X=I
I
Cl2+ 2KX
Br2+ KX2
2KCl +
KBr + X2
X2

Tidak dapat
mengusir F,
Cl, Br

2MXn (n = valensi logam tertinggi)


MX + MXO + H2O (auto redoks)
5MX + MXO3+ 3H2O (auto redoks)

Membentuk asam oksikecualiF

Sifat berdasarkan tabel periodik


UNSUR

Fluor
F

Klor
Cl

17

1. Konfigurasi elektron

Brom
Br

35

Iodium
I

53

ns2, np5

2. Massa Atom

19

35

80

127

3. Jari-jari Atom

133

180

195

215

4. Energi Ionisasi dan Afinitas Elektron

-328

-349

-325

-295

2,8

2,5

6. Potensial Reduksi (Eored> 0)

+2,87

+1,36

+1,065

+0,535

7. Suhu Lebur (0o)

-216.6

-101.0

-72

114.0

8. Suhu Didih (0o)

-188.2

-34

58

183

-1

+1, +3
+5, +7

+1
+5, +7

+1
+5, +7

5. Keelektronegatifan

9. Bilangan Oksidasi Senyawa Halogen

Senyawa Halogen
Unsur halogen adalah unsur yang sangat reaktif
sehingga halogen ditemukan di alam dalam bentuk
senyawanya, yaitu:

Bentuk Garam

Garam dapat dibentuk dari :


- Halogen + unsur logam Garam
- Asam halida + basa
Garam halida + air
Contoh :
Contoh :
Br2 + 2Na(s) 2NaBr(s)
HCl + NaOH NaCl + H2O
3Cl2 + 2Fe(s) 2FeCl3(l)
HBr + NaOH NaBr + H2O

Bentuk Asam
a. Asam Halida (HX)
Terbentuk dari halogen yang bereaksi dengan
hidrogen membentuk hidrogen halida.
H2 + X2 2 HX
Contoh : H2 + Cl2 2HCl
H2 + I2 2HI
Flourin dan klorin bereaksi dengan cepat disertai
ledakan, tetapi bromin dan iodin bereaksi dengan lambat.
Data sifat hidrogen halida

Asam
Halida
HF

%
Disosiasi
Sangat
kecil
HCl
0,0014
HBr
0,5
Dari data
HI % disosiasi
33 hidrogen halida dapat diketahui

urutan keasaman hidrogen halida adalah...


HF < HCl < HBr < HI

b. Asam Oksihalida (HXO)


Terbentuk hanya pada halogen yang mempunyai bilangan
oksidasi positif yang bereaksi dengan air.
Cl2O + H2O 2HClO
Cl2O5 + H2O 2HclO3
Cl2O3 + H2O 2HClO2
Cl2O7 + H2O 2HClO4
Kekuatan asam oksi bertambah dengan bertambahnya oksigen
pada asam tersebut.
HClO < HClO2 < HClO3 < HClO4
Bilangan oksidasi halogen, oksi halogen dan asam oksi halogen.
Bilang
an
oksida
si

Oksida Halogen
Cl
Br
I

Asam Oksi Halogen


Cl
Br
I

+1

Cl2O

Br2O

I2O

HClO*

HBrO*

HIO*

+3

Cl2O3

Br2O3

I2O3

HClO2*

HBrO2*

HIO2*

+5

Cl O

Br O

IO

HClO *

HBrO *

HIO3

+7

Cl2O7

Br2O7

I2O7

HClO4

HBrO4*

HIO4

2 5
2 5
2 5
3
3
* hanya terdapat
sebagai
larutan
encer
dan tidak
stabil

Nama
Umum

Asam
hipohali
t
Asam
halit
Asam
halat
Asam
perhalat

Pembuatan Halogen

Di Laboratorium
Pembuatan senyawa halogen untuk skala laboratotium bisa
dilakukan dengan cara mengoksidasi senyawa halida dengan
MnO2 atau KmnO4 dalam asam (H2SO4 pekat).
X- + MnO4 + H+ X2 + Mn2+ + H2O
Industri
Pembuatan senyawa halogen dalam industri sebagai berikut :
1. F2
F2 dibuat melalui proses elektrolisis. KHF2 dilarutkan dalam
HF cair, lalu ditambahkan LiF (untuk menurunkan suhu sampai
100oC dalam wadah baja)
KHF2 K+ + HF2HF2-

H+ + F-

Pada katoda baja : 2H+ + 2e

H2

Pada anoda baja : 2F- F2 + 2e

2. Cl2

Cl2 dapat dibuat dengan 2 cara :


- Proses Downs
Proses Downs dilakukan untuk menurunkan titik lebur dari 800oC
menjadi 600oC. Caranya, dengan mengelektrolisis leburan NaCl
dengan sedikit NaF.
Katoda (besi) : Na+ + e Na
Anoda (carbn) : 2Cl- Cl2 + 2e
- Proses Gibbs
Proses Gibbs dilakukan dengan cara mengelektrolisis larutan NaCl

Katoda (besi) : 2H2O + 2e 2OH- + H2


Anoda (karbon)
: 2Cl- Cl2 + 2e

3. Br2
Br2 diperoleh dengan cara mereaksikan campuran udara
dan gas Cl2 yang dialirkan melalui air laut (air laut banyak
mengandung ion Br-).

Cl2 + Br- Cl- + Br2


4. I2
Di alam, senyawa iodin yang terbanyak adalah NaNIO3
yang bercampur dengan NaNO3. Untuk mendapatkan iodin,
pisahkan NaNIO3 dengan mengkristalkan NaNO3. Kemudian
ditambahkan reduktor NaHSO3.
NaIO3 + NaHSO3 NaHSO4 + Na2SO4 + H2O + I2

Kemudian, endapan I2 disaring dan dimurnikan.

Kegunaan Halogen

Kegunaan Fluorin
Dengan senyawanya digunakn untuk pembuatan uranium
Untuk memisahkan U-235 dan U-238 dalam teknologi nuklir
dalam proses difusi gas.
HF digunakan untuk mengukir gelas
Fluoro-Kloro-Hidrokarbon (freon 12) sebagai pendingan pada
kulkas dan AC
Fluorin digunakan untuk membuat teflon
Garam Fluorida untuk pasta gigi mencegah kerusakan gigi
Kegunaan Klorin
NaCl dapat mengawetkan makanan
HCl untuk electroplating dan menetralkan basa
Pengolahan air minum
Industri kertas

Kegunaan Bromin
Digunakan dalam pengasapam, bahan anti api
Pemurnian air, pencelupan
NaBr untuk penenang syaraf dan obat-obatan
Etilen Bromida sebagai aditif pada bensin bertimbal yaitu
untuk mengikat timbal agar tidak melekat pada piston
dan silinder

Kegunaan Iodin
Digunakan dalam industri obat seperti iodoform (CHI3)
untuk antiseptik, tinktur iodin
AgI bersama AgBr dalam bidang fotografi
NaIO3 atau NaI dengan campuran garam dapur untuk
mencegah gondok dan penurunan intelegensia
Dalam bidang kesehatan, industri kimia, radiologi analisis
kimia dll

Lita : apakah di laut ada reaksi lain yg


menghasilkan garam itu?
R. Nova : apa peran halogen dalam
metabolisme tubuh?
Lala : proses iodin dalam bidang fotografi?
Bayu : pengganti Floro-kloro-hidro karbon
sebgai pendingin pada AC?
Adityo : hubungan NaBr dengan narkoba?
Pak Enceng : 1. kenapa Flour tidak
termasuk asam oksi?
2. bagaimana CFC bisa melubangi ozon?