Anda di halaman 1dari 4

1.

Bagaimana psikologi dapat merangsang perubahan biokimia di dalam


tubuh ?
Tubuh merupakan sistemik yang saling terkait antara satu sistem dengan sistem
yang lainnya. Hal ini sejalan dengan kondisi psikologis yang dapat mempengaruhi
aktivitas biokimia tubuh. Begitu pula dengan keadaan sebaliknya. Biasanya,
keadaan psikis yang kurang baik dapat menyebabkan sistem dalam tubuh bekerja
kurang optimal. Situasi seperti ini merupakan respon tubuh terhadap stimulus dari
lingkungan akan memberikan efek ke otak melalui sistem saraf dan sistem endokrin
yang kemudian menyebabkan terjadinya sekresi hormon endorfin dan enkephalin.
2. Apa yang dimaksud
phenomenon ?

dengan

nyeri

sebagai

psycho-neuro-endocrine

Psycho-neuro-endocrine phenomenon adalah suatu fungsi regulasi dan pengontrol


tubuh melalui sistem saraf dan sistem endokrin secara psikologis. Proses ini
menunjukkan adanya hubungan antara psikologis manusia dengan fisiologis tubuh.
Psikologis yang ditunjukkan dengan keadaan suasana hati seseorang dapat
mempengaruhi biokimia dan mekanisme adaptasi tubuh akibat kerja hormon dari
sistem endokrin dan kerja neurotransmitter dari sistem saraf. Hormon merupakan
substansi kimia yang disekresi dari kelenjar endokrin ke dalam sirkulasi tubuh untuk
fungsi kontrol aktivitas sel-sel tubuh, sedangkan neurotransmitter merupakan
senyawa kimia yang terlibat dalam transmisi sinaptik. Fenomena ini dapat
memberikan gejala nyeri. Sinyal nyeri dapat diintrepretasikan sebagai faktor
mengganggu perhatian, kognitif, dan perilaku sosial. Sistem limbik dan korteks
cerebri akan menentukan arti dan memodulasi sinyal nyeri apakah akan diperberat
melalui perhatian terhadap nyeri maupun sebaliknya melalui perhatian yang
terkontrol. Provokasi stress menginduksi analgesia secara humoral yakni
mengeluarkan substansi yang bersifat opium dari hipofisis seperti -endorfin akibat
aktivasi aksis HPA (Hypothalamic Pituitary Adrenal) serta dinorfin dan enkefalin oleh
medulla adrenalis akibat aktivasi LC (Locus Ceruleus).
3. Apa perbedaan nyeri dan sakit ?
Nyeri adalah suatu persepsi sensorik terhadap sesuatu yang bersifat tidak enak
atau tidak nyaman, sedangkan sakit adalah gabungan dari persepsi sensorik dan
semua persepsi psikogenik akibat nyeri yang diderita seseorang.
4. Mengapa seorang fisioterapis perlu memahami konsep biokimia dan
neuropsikologi terkait dengan cedera ?
Kosep biokimia dan neuropsikologi penting bagi seorang fisioterapis dapat
menentukan program yang tepat untuk menangani cedera tertentu, sehingga atlet
dapat menjalani proses penyembuhan dan recovery dan dapat berprestasi kembali.
Pengetahuan mengenai psycho-neuro-endocrine phenomenon membuktikan bahwa
komunikasi terapeutik perlu diberikan kepada pasien, sehingga tidak memperburuk
cedera akibat nyeri. Selain itu, fisioterapis juga dapat menggunakan prinsip aktivasi
endorphin pada tubuh atlet yang cedera, salah satunya dengan melalui modalitas
Tens. Secara fisiologis penggunaan TENS pada tubuh dapat memfasilitasi saraf
bermyelin tebal untuk menginhibisi saraf bermyelin tipis, sehingga efektif dalam
menurunkan nyeri.
5. Apa yang dimaksud sport injury dan recovery from injury bagi fisioterapis
?
Sport injury adalah kelainan atau kerusakan yang terjadi pada struktur jaringan
yang berpengaruh terhadap fisiologis seorang atlet akibat pembebanan maupun
penggunaan kapasitas jaringan yang berlebihan, dan juga terkait dengan

ketidaksiapan terhadap latihan dan olahraga seperti pukulan, benturan, dan hal lain
yang dapat menyebabkan cedera. Recovery from injury adalah masa pemulihan
cedera jaringan kembali seperti semula dan siap digunakan kembali secara
fungsional. Fisioterapis berperan penting dalam mencegah maupun menyembuhkan
cedera olahraga agar baik bagi yg berprofesi sebagai atlit maupun yg beraktivitas
olahraga biasa. Sport injury merupakan suatu peluang yang perlu intervensi
fisioterapis untuk mebuat suatu strategi pencegahan cedera dan program recovery
from injury dengan menggunakan modalitas fisioterapi yang terpilih.

6. Apakah emosi olahragawan dapat menimbulkan cedera ?


Emosi yang tidak stabil dapat memberikan peluang bagi atlet untuk cedera. Atlet
yang percaya diri berlebihan atau terlalu berambisi untuk menang cenderung
melupakan batas kemampuan, keamanan, dan keselamatan diri. Atlet yang labil
akan sulit berkonsentrasi dan sulit mengontrol diri dalam olahraga yang ditekuninya
dan hal ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, bahkan dapat membuat lawan
main cedera.
7. Apa maksud placebo effect dan seberapa penting bagi physio ?
Placebo effect merupakan efek untuk merangsang pelepasan endorfin untuk
menghambat atau menurunkan nyeri jika terjadi cedera. Ini dilakukan dengan
memberikan stimulus dari luar yg bisa mensugesti pasien untuk merasa tenang dan
tdk stress (secara psikologis) walaupun secara fisiologis intervensi yg diberikan tdk
mengandung zat yang dapat menginhibisi nyeri.
Efek Placebo menunjukkan bahwa 33% orang yang mampu mengendalikan rasa
sakit.

beberapa respons plasebo dapat meningkatkan produksi endorphin pada tubuh


sebagai hasil dari sugesti diri untuk mengurangi nyeri.

Studi penting mengenai nyeri (Levine et al 1978b) memeriksa hubungan antara


placebo dan endorfin dalam kondisi klinis. Pasien yang terdaftar untuk
pembedahan karena nyeri gigi diproses untuk respons plasebo.ketika semua
kelompok diberikan placebo dengan sugesti nyeri berkurang, responden positif
plasebo menyatakan nyeri berkurang, sebaliknya responden negatif placebo
menyatakan tidak.

Memahami efek plasebo adalah penting untuk physioterapist tersebut, karena efek
plasebo mencakup lebih dari pemberian obat. Setiap situasi di mana seseorang
menerima perhatian dan perawatan secara potensial situasi plasebo dapat
menurunkan keadaan nyeri dari pasien.
Fisioterapi mengandung kekuatan placebo yg kuat krn pendekatan emosional yg
diberikan melalui komunikasi terapeutik bahwa pasien bisa sembuh. Tentu saja akan
lebih efektif krn sebenarnya persepsi pasien yg memegang peranan utama dlm
mengendalikan intensitas nyeri. Efek placebo dapat efektif krn sistem limbik
mendapat informasi bahwa nyeri akan menurun dengan intervensi Ft.
8. Apa arti morphin push lef effect ?
Efek neurotransmitter untuk menghambat nyeri. Endorfin, terutama beta-endorfin
terdapat di hipotalamus dan kelenjar pituitari. Dynorphin terdapat sedikit pada
jaringan saraf berpotensi 200x lebih kuat daripada morphin untuk menghilangkan
nyeri. Dapat menghambat nyeri dengan jalan inhibisi presinaptik saraf tipe A dan

tipe C. Kemungkinan dengan menghambat masuknya ion Ca melalui Ca channel


sehingga menghambat pelepasan transmitter pada sinaps.
9. Mengapa stresss mempersulit penyembuhan nyeri ?
Ditinjau dari segi gambaran psikologis terhadap nyeri dapat ditentukan berat
ringannya proses penyembuhan melalui tingkat stresss. Stress dalam sistem opioid
maupun nonopioid akibat aktivasi neuronal maupun hormonal akan memodulasi
nyeri sentral dan perifer. Stress berupa perhatian yang tidak terkontrol dan respon
berlebihan terhadap nyeri akan memberi informasi ke sistem limbik dan korteks
cerebri untuk meningkatkan intensitas nyeri.
Rasa stress tidak dapat merangsang endorfin dan enkephalin untuk menghambat
nyeri.
Stresss fisiologis hanya menghasilkan peningkatan sementara di kortison. Namun,
jika seorang atlet bersaing dalam pertandingan besar dan stress psikologis
ditambahkan ke stress fisiologis, produksi ACTH yang berlebih, dengan mengurangi
respon kekebalan tubuh.
10.
Mengapa jogging menimbulkan kesegaran, sedangkan olahraga berat
menimbulkan kecemasan ?
Rangsangan atau aktivitas fisik yang ringan dan nyaman, seperti jogging, dapat
memfasilitasi enkephalin dan endorfin melalui neurotransmitter, sedangkan latihan
intensif yang cukup berat akan memberikan efek negatif terhadap sel-sel tubuh. Sel
darah merah yang mulanya berikatan dengan oksigen, akan cenderung berikatan
dengan radikal bebas tingkat tinggi dan dan juga terjadi penimbunan asam laktat
yang menimbulkan kelelahan dapat menjadi stresssor terhadap psikis, sehingga
bahkan dapat menimbulkan nyeri.
11. Bagaimana gate control mengatasi nyeri ?
Sistem gate control dapat mengatasi nyeri yang terstimulasi serabut nyeri tipis.
Serabut nyeri yg memasuki medulla spinalis dalam satu atau dua segmen akan
berakhir pada substansia gelatinosa (SG). Di sampng itu, terdapat pula input yg lain
menuju SG, misalnya serabut saraf mekanoreseptor yg berakhir pada akson dari
serabut nyeri dan menyebabkan inhibisi presinaptik. Demikian pula serabut-serabut
kortikofugal berakhir pada SG juga menyebabkan inhibisi presinaptik. Jadi, impuls
baik dari mekanoreseptor maupun dari kortikofugal dapat menekan penghantaran
sinyal rasa nyeri di tingkat batang otak sebelum sampai ke sistem limbik & korteks
untuk dipersepsi.

TUGAS INDIVIDU
SPORT PHYSIOTERAPHY

ADI AHMAD GONDO


C13108276

PRODI FISIOTERAPI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2011