Anda di halaman 1dari 10

BAHASA INDONESIA SEBAGAI SARANA PEMERSATU BANGSA

Pendahuluan
1.1.

Latar Belakang

BAB II
Tinjauan Pustaka
2.1 Pengertian Bahasa

Bahasa ialah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan


oleh anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan
mengidentifikasikan diri. Pengertian bahasa yang lainnya antara lain:
1. Bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk
berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya.
2. Bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang arbitrer yang dipakai
oleh angota suatu masyarakat bahasa untuk berkominikasi dan
berinteraksi antar sesamanya, berlandaskan pada budaya yang
mereka miliki bersama.
3. Bahasa menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia adalah suatu sistem
tanda bunyi yang secara sukarela dipergunakan oleh anggota
kelompok
sosial
untuk
bekerja
sama,
berkomunikasi,
dan
mengidentifikasi diri.
Bahasa yang baik berkembang berdasarkan suatu sistem, yaitu
seperangkat aturan yang dipatuhi oleh pemakainya. Sistem tersebut
mencakup unsur-unsur berikut.
1. Sistem lambang yang bermakna dan dapat dipahami oleh
masyarakat pemakainya.
2.Sistem lambang tersebut bersifat konvesional yang ditentukan oleh
masyarakat
pemakainya berdasarkan kesepakatan.
3. Lambang-lambang tersebut bersifat arbiter (kesepakatan)
digunakan secara berulang dan tetap.
4. Sistem lambang tersebut bersifat terbatas, tetapi produktif. Artinya,
dengan sistem yang sederhana dan jumlah aturan yang terbatas dapat
menghasilakan jumlah kata, frasa, klausa, kalimat, paragraph, dab
wacana yang tidak terbatas jumlahnya.
5. Sistem lambang bersifat unik, khas, dan tidak sama dengan
lambang lain.
6. Sistem lambang dibangun berdasarkan kaidah yang bersifat
universal.Semua bahasa sama rumitnya. Hal ini merupakan bagian
dari kebudayaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang
memakai bahasa itu. Oleh karena itu,semua bahasa sama baiknya
dengan bahasa yang lain dan tidak ada yang secara intrinsik lebih baik
atau lebih buruk dari bahasa yang lain.
2.2 Pengertian Bahasa Persatuan
Bahasa persatuan adalah bahasa yang telah ditetapkan sebagai
bahasa resmi yang digunakan pada suatu negara yang mencirikan jati diri
serta identitas bangsa yang bersangkutan. Bahasa persatuan ditetapkan
dan dibuat dengan tujuan untuk mempersatukan unsur-unsur
multikulturalisme, multi etnis dan ras, multiagama, serta multisosial
sehingga tercipta suatu kondisi keselarasan dalam memperjuangkan dan
menggapai cita-cita bangsa yang satu. Dalam perkembangannya, bahasa
persatuan sering mengalami hambatan dalam menjalankan tujuannya
sebagai alat pemersatu bangsa. Apalagi ditambah dengan perkembangan
bahasa-bahasa gaul dan bahasa-bahasa slang yang terus menjamur dalam
pengaplikasian berbahasa sehari-hari. Untuk itu dibutuhkan pula
pengawasan dan tindakan preventif serta regresif yang dapat menekan
perkembangan bahasa-bahasa tersebut sehingga bahasa persatuan

sebagai jati diri dalam bangsa itu sendiri tidak tergerus oleh keberadaan
bahasa lain.

BAB III
Analisis Pembahasan
3.1 Bahasa Indonesia dan Macam Fungsinya
Bahasa merupakan salah satu alat untuk menunjukkan identitas diri
atau alat untuk mengekspresikan diri. Bahasa dapat menunjukkan sudut
pandang seseorang , pemahaman atas suatu hal, asal usul bangsa dan
negara, pendidikan, bahkan sifat seseorang. Atas dasar itulah, bahasa
dapat dijadikan sebagai alat pemersatu bangsa. Begitu pun dengan
bahasa Indonesia, sebagai bahasa persatuan, bahasa Indonesia pun
mempunyai tujuan dan fungsi-fungsi yang prinsipal. Fungsi-fungsi
tersebut secara umum antara lain.
A. Sebagai bahasa Negara dan pemersatu bangsa
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting di
Negara karena merupakan salah satu dari ikrar sumpah pemuda tahun
1928 yang berbunyi Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa
persatuan, bahasa Indonesia. Bersumber dari hal tersebut, Bahasa
Indonesia juga memiliki fungsi sebagai pemersatu bangsa yakni berarti
kedudukan yang dimiliki lebih tinggi daripada bahasa-bahasa daerah yang
ada di Indonesia. Indonesia memiliki beragam budaya dan bahasa, untuk
itu bahasa pemersatu diperlukan agar hubungan komunikasi antar satu
dengan yang lain tidak terhambat. Selain itu, sejarah bahasa Indonesia
berawal dari rumpun bahasa Melayu yang dipergunakan sebagai bahasa
pergaulan yang kemudian diangkat sebagai bahasa persatuan pada
tanggal 28 Oktober 1928. Hal itu ditegaskan lagi dalam Pasal 36 UUD RI Tahun
1945 yang berbunyi: bahasa negara adalah Bahasa Indonesia. Sebagai contoh,
misalnya seorang pejabat daerah Manado mendapat tugas dinas di
Jakarta akan tetapi dia tidak bisa mengunakan bahasa Indonesia dan dia
hanya menguasai bahasa daerah Manado. Tentu ketika dia telah tiba di
Jakarta, tidak semua orang Jakarta dapat mengerti apa yang dia bicarakan
karena di Jakarta berbagai suku dan budaya ada. Pejabat tersebut harus
menggunakan bahasa Indonesia agar hubungan komunikasi dalam
perjalanan dinasnya tidak mengalami hambatan.
B. Sebagai Alat komunikasi
Bahasa Indonesia tidak akan luput daripada fungsi komunikasi.
Karena komunikasi adalah hal yang paling utama diperlukan saat menjalin
hubungan dengan orang lain. Bahasa Indonesia dapat menjadi alat yang
membantu kita menyampaikan ide, gagasan, dan pemikiran.
C. Sebagai penunjuk identitas diri
Bahasa Indonesia merupakan alat menyampaikan gagasan dan
pemikiran kita kepada orang lain sehingga dalam hal ini dapat dikatakan
bahwa bahasa juga sebagai penunjuk identitas diri. Dari cara berpikir, tata

bahasa yang digunakan serta ide apa saja yang telah di tuangkan dengan
menggunakan bahasa Indonesia dapat menggambarkan identitas diri
seseorang.
D. Sebagai alat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
Dalam dunia pendidikan di Indonesia, Bahasa Indonesia menjadi
salah satu materi yang wajib diajarkan mulai dari tingkat paling rendah
hingga tingkat perguruan tinggi. Hal itu terjadi karena Bahasa Indonesia
merupakan alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Diluar sana, banyak buku-buku yang menjadi sumber pengetahuan
menggunakan bahasa Indonesia. Di sisi lain, sebagai syarat kelulusan
mahasiswa perguruan tinggi juga harus menggunakan bahasa Indonesia
dengan baik dan benar untuk membuat suatu perkembangan ilmu
pengetahuan dengan sebuah ide yang menggunakan bahasa Indonesia
kemudian dipaparkan dalam bentuk tulisan ilmiah.
3.2 Masa Depan Bahasa Indonesia Sebagai Sarana Pemersatu Bangsa
Sejalan dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi
Daerah sebagian masyarakat menuntut pengutamaan penggunaan bahasa daerah. Walaupun
begitu tuntutan agar bahasa daerah digunakan untuk komunikasi baik dalam situasi formal
dan nonformal mengalami banyak kendala. Kendala itu berkaitan dengan kedudukan dan
fungsi bahasa Indonesia. Pada bagian ini akan dipaparkan tuntutan pengutamaan penggunaan
bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa negara.
Yang dimaksud dengan kedudukan bahasa Indonesia adalah status bahasa Indonesia sebagai
sistem lambang nilai budaya yang dirumuskan atas dasar nilai sosial. Yang dimaksud dengan
fungsi bahasa Indonesia adalah peran bahasa Indonesia pada masyarakat Indonesia.
Berdasarkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia mempunyai
kedudukan sebagai bahasa nasional. Sesuai dengan kedudukannya sebagai bahasa nasional,
bahasa Indonesia memunyai fungsi (a) lambang kebanggaan kebangsaan, (b) lambang
identitas nasional, (c) alat perhubungan antarwarga, antardaerah, dan antarbudaya; (d) alat
yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya
dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia. Di samping
berkedudukan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia juga berkedudukan sebagai bahasa
negara seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 36. Dalam
kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia memunyai fungsi (a) bahasa resmi
kenegaraan, (b) bahasa pengantar dalam dunia pendidikan, (c) alat perhubungan pada tingkat
nasional untuk kepentingan perencanaan pembangunan; (d) alat pengembangan kebudayaan,
ilmu pengetahuan, dan teknologi. Selanjutnya, dalam rumusan Seminar Politik Bahasa Tahun
1999 dijelaskan bahwa fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara masih ditambah lagi
dengan tiga fungsi, yaitu (a)bahasa media massa; (b) pendukung sastra Indonesia; (c)
pemerkaya bahasa dan sastra daerah. Sesuai dengan hal tersebut, kedudukan bahasa
Indonesia sebagai bahasa nasional ketika diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun
1999 tentang Otonomi Daerah mengalami ancaman terutama yang berkaitan dengan
fungsinya sebagai lambang kebanggaan kebangsaan. Pemberlakukan undang-undang tersebut
berdampak pula terhadap penggunaan bahasa Indonesia di daerah-daerah. Ini terbukti dari
desakan masyarakat di beberapa daerah yang menginginkan penggunaan bahasa daerah
sebagai alat perhubungan. Jika dilihat dari fungsi yang lain, yaitu sebagai alat perhubungan
antarwarga, antardaerah, dan antarbudaya, serta alat yang memungkinkan penyatuan berbagai
suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya, kedudukan bahasa Indonesia sebagai

bahasa nasional masih kuat. Artinya, dalam komunikasi sosial antardaerah dan antarbudaya,
masyarakat Indonesia masih menggunakan bahasa Indonesia. Bahkan, di lingkungan keluarga
di perkotaan ada kecenderungan untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu.
Kecenderungan itu terjadi karena munculnya kekhawatiran para orangtua terhadap
penguasaan bahasa Indonesia anak ketika sekolah. Jika ia tidak belajar bahasa Indonesia
sejak dini, anak tersebut ketika sekolah akan mengalami kesulitan memahami bahasa
Indonesia yang digunakan oleh gurunya. Penggunaan bahasa Indonesia dalam lingkungan
keluarga lebih banyak dijumpai di lingkungan keluarga kawin campur atau kawin antaretnis,
misalnya perkawinan etnis Batak dengan etnis Sunda. Bahasa yang dipakai biasanya adalah
bahasa Indonesia. Ini dapat dipahami karena dalam keluarga seperti itu si anak akan lebih
mudah belajar bahasa Indonesia daripada belajar dua bahasa daerah yang berbeda. Hal ini
tentunya akan semakin mengukuhkan bahasa Indonesia sebagai sarana pemersatu, yang
selanjutnya akan semakim memperkuat pertahanan bangsa dari ancaman disintegrasi. Dalam
kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indoensia masih mempunyai kedudukan yang
kokoh atau tidak mengalami gangguan yang berarti. Fungsi bahasa Indonesia masih berjalan
dengan baik. Seperti telah dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 36 bahwa
bahasa negara adalah bahasa Indonesia. Sedikit kendala barangkali karena masih adanya
warga Indonesia yang belum mampu berbahasa Indonesia. Tetapi jumlahnya tidak banyak,
hanya orang-orang yang berada di pedalaman saja biasanya yang belum mampu berbahasa
Indonesia.
Bagaimana bahasa Indonesia menyikapi perkembangan zaman di era globalisasi ini
yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak pada
penggunaan bahasa asing (Inggris)? Bahasa Indonesia mau tidak mau membuka diri terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, kosakata dalam bahasa ilmu
pengetahuan dan teknologi diserap ke dalam bahasa Indonesia. Hal ini sejalan dengan
kebijakan bahasa nasional yang merupakan hasil dari Seminar Politik Bahasa Tahun 1999
dalam menyikapi hal tersebut.Salah satu rumusan dalam kebijakan tersebut adalah bahasa
asing (bahasa Inggris) dapat diserap ke dalam bahasa Indonesia. Penyerapan kosakata bahasa
Inggris ini tentu akan memperkaya perbendaharaan kosakata bahasa Indonesia. Saat ini di
lingkungan sekolah juga sedang gencar-gencarnya menggunakan bahasa asing terutama
bahasa Inggris. Bahasa Inggris mulai marak digunakan di sekolah-sekolah berstandar
internasional sebagai bahasa pengantar pendidikan. Berkaitan dengan penggunaan bahasa
Inggris di sekolah berstandar internasional, pihak Departemen Pendidikan Nasional telah
menyatakan sikapnya. Hal ini ditegaskan oleh Sudibyo (2008a) bahwa sekolah berstandar
internasional harus menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam pengajaran
mata pelajaran di sekolah. Selanjutnya, Sudibyo (2008b) menyatakan bahwa bahasa Inggris
hanya dapat digunakan di sekolah bertaraf internasional untuk mata pelajaran teknologi.
Kosakata bahasa daerah menjadi kebutuhan yang sangat penting terutama berkaitan dengan
kata/konsep bahasa daerah yang tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Bahkan,
kebutuhan kosakata bahasa daerah menjadi kebutuhan yang sangat penting jika dikaitkan
dengan penamaan pulau-pulau di Indonesia. Kosakata daerah sangat dibutuhkan untuk
menamai pulau pulau Indonesia yang belum bernama. Ini tentu menjadi alasan yang strategis
karena dengan menggunakan kosakata bahasa daerah tentu kosakata tersebut tidak terdapat di
negara lain. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bahasa daerah mempunyai peran terhadap
perkembangan kosakata bahasa Indonesia. Penempatan bahasa Indonesia sebagai bahasa
persatuan atau bahasa nasional bangsa Indonesia adalah sesuatu yang tepat. Bahasa Indonesia
telah mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat yang berbeda latar belakang sosial
budaya dan bahasa serta etnis ke dalam satu kesatuan bangsa Indonesia. Tatanan kehidupan
dunia yang baru telah membuka lembaran baru dalam kehidupan umat manusia. Kehadiran
teknologi informasi (seperti telepon, faksimile, dan internet) dengan kemampuan daya

jangkau yang dapat menerobos batas ruang dan waktu telah melahirkan keterbukaan sehingga
dunia ini bagaikan sebuah desa global. Teknologi informasi itu menggunakan bahasa sebagai
pengantar maka dalam media itu terpajang berbagai macam bahasa dunia. Dalam kondisi
seperti itu sebenarnya tidak hanya terjadi persaingan secara terbuka produk dan jasa, tetapi
telah terjadi juga persaingan secara terbuka antara bahasa yang satu dan bahasa yang lainnya.
Kondisi itu bisa membuat orang berpikir bahwa bahasa menjadi sangat penting bagi
kehidupan suatu bangsa. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai upaya pemantapan peran bahasa
Indonesia, terutama sebagai alat pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia memiliki peran penting
di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Peranan ini tampak di dalam
kehidupan bermasyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Komunikasi perhubungan pada
berbagai kegiatan masyarakat telah memanfaatkan bahasa Indonesia di samping bahasa
daerah sabagai wahana dan piranti untuk membangun kesepahaman, kesepakatan dan
persepsi yang memungkinkan terjadinya kelancaran pembangunan masyarakat di berbagai
bidang. Bahasa Indonesia sebagai milik bangsa, dalam perkembangan dari waktu ke waktu
telah teruji keberadaannya, baik sebagai bahasa persatuan maupun sebagai bahasa resmi
negara. Adanya gejolak dan kerawanan yang mengancam kerukunan dan kesatuan bangsa
Indonesia bukanlah bersumber dari bahasa persatuannya, melainkan bersumber dari krisis
mutidimensional terutama krisis ekonomi, hukum, dan politik, serta pengaruh globalisasi.
Bahasa Indonesia hingga kini menjadi perisai pemersatu dan belum pernah dijadikan sumber
permasalahan oleh masyarakat pemakainya yang berasal dari berbagai ragam suku dan
daerah. Hal ini dapat terjadi, karena bahasa Indonesia dapat menempatkan dirinya sebagai
sarana komunikasi efektif, berdampingan dan bersama-sama dengan bahasa daerah yang ada
di Nusantara dalam mengembangkan dan melancarkan berbagai aspek kehidupan dan
kebudayaan. Dengan demikian bahasa Indonesia memiliki peran penting di dalam
memajukan pembangunan masyarakat di dalam berbagai aspek kehidupan.
3.3 Upaya Melestarikan Bahasa Indonesia
Dalam melestarikan Bahasa Indonesia, diperlukan cara bersikap
bahasa. Bersikap bahasa adalah menggunakan bahasa Indonesia dalam
kehidupan sehari-hari. Dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu untuk rajin
mengungkapkan pemikiran dengan bahasa Indonesia dan dengan sering
membaca karena membaca merupakan salah satu pintu terbukanya
wawasan sehingga kemampuan bahasa akan bertambah. Bahasa
Indonesia dapat lestari karena setelah membaca kumpulan ide dengan
bahasa Indonesia kemudian kita salurkan ide kita sendiri dengan tulisan
dalam bahasa Indonesia juga bila hal ini terjadi terus menerus dan
berkesinambungan. Selain itu, cara yang lain adalah dengan mengurangi
pengunaan bahasa gaul yang kebaratbaratan sehingga bahasa Indonesia
tidak tergeser nilai keberadaannya.Akan tetapi, selain berbahasa
Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, dibutuhkan pula pembinaan dan
pengembangan berbahasa Indonesia guna terciptanya perkembangan
kemajuan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Di dalam hasil
rumusan Seminar Politik Bahasa Nasional (1999) disebutkan bahwa yang
dimaksud pembinaan adalah upaya untuk meningkatkan mutu pemakaian
bahasa. Usaha-usaha pembinaan ini mencakup upaya peningkatan sikap,
pengetahuan, dan keterampilan berbahasa. Usaha pembinaan yang
dilakukan, antara lain, melalui pengajaran dan pemasyarakatan.
Sedangkan, yang dimaksud dengan pengembangan adalah upaya
meningkatkan mutu bahasa agar dapat dipakai untuk berbagai keperluan
dalam kehidupan masyarakat. Upaya pengembangan itu, antara lain,

meliputi penelitian, pembakuan, dan pemeliharaan.Usaha pembinaan


melalui pengajaran bahasa Indonesia melalui sistem persekolahan
dilakukan dengan mempertimbangkan bahasa sebagai satu keseluruhan
berdasarkan konteks pemakaian yang ditujukan untuk peningkatan mutu
penguasaan dan pemakaian bahasa yang baik dengan tidak mengabaikan
adanya berbagai ragam bahasa Indonesia yang hidup dalam masyarakat.
Peningkatan mutu pendidikan bahasa itu dilakukan melalui kegiatan
sebagai berikut:
1) pengembangan kurikulum bahasa Indonesia
2) pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan
perkembangan metodologi pengajaran bahasa
3) pengembangan tenaga kependidikan kebahasaan yang profesional
4) pengembangan sarana pendidikan bahasa yang memadai, terutama
sarana uji kemahiran bahasa.

BAB IV
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Bahasa ialah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh
anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan
mengidentifikasikan diri.
Bahasa persatuan adalah bahasa yang telah ditetapkan sebagai bahasa
resmi yang digunakan pada suatu negara yang mencirikan jati diri serta
identitas bangsa yang bersangkutan. Bahasa persatuan ditetapkan dan
dibuat dengan tujuan untuk mempersatukan unsur-unsur
multikulturalisme, multi etnis dan ras, multiagama, serta multisosial
sehingga tercipta suatu kondisi keselarasan dalam memperjuangkan dan
menggapai cita-cita bangsa yang satu.
Fungsi-Fungsi Bahasa Indonesia antara lain :
A. Sebagai bahasa Negara dan pemersatu bangsa
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting di
Negara karena merupakan salah satu dari ikrar sumpah pemuda
tahun 1928 yang berbunyi Kami putra dan putri Indonesia
menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
B. Sebagai Alat komunikasi
C. Sebagai penunjuk identitas diri
D. Sebagai alat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
Bahasa Indonesia bahasa pemersatu bangsa

Indonesia yang multietnis, multiagama, dan multisosial yang


mengandung arti sebagai jati diri bangsa dan identitas bangsa Indonesia.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan tentu mumpunyai misi untuk
menyatukan semua keanekaragaman dan budaya yang ada guna
terciptanya keselarasan dan kesamaan paham dalam menggapai cita-cita
bangsa yang tertera dalam UUD 1945. Bahasa Indonesia harus dipelihara,
dibina, dan dikembangkan agar nilai nilai yang terkendung di dalamnya
tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Upaya Melestarikan Bahasa Indonesia :
1. Usaha pembinaan
1. Pengajaran
2. Pemasyarakatan.
2. Upaya pengembangan
1. Penelitian
2. Pembakuan
3. Pemeliharaan
3.Usaha pembinaan melalui pengajaran bahasa Indonesia
1. Sistem persekolahan dilakukan dengan mempertimbangkan bahasa
sebagai satu keseluruhan berdasarkan konteks pemakaian yang
ditujukan untuk peningkatan mutu penguasaan dan pemakaian
bahasa yang baik dengan tidak mengabaikan adanya berbagai
ragam bahasa Indonesia yang hidup dalam masyarakat.
4.Peningkatan mutu pendidikan bahasa itu dilakukan melalui kegiatan
sebagai berikut:
1. Pengembangan kurikulum bahasa Indonesia
2. Pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa
dan perkembangan metodologi pengajaran bahasa
3. Pengembangan tenaga kependidikan kebahasaan yang profesional
4. Pengembangan sarana pendidikan bahasa yang memadai, terutama
sarana uji kemahiran bahasa.

Saran

Daftar Pustaka
http://febiwahyudi2054.blogspot.com/2011/09/peranan-dan-fungsi-bahasaindonesia.html
diakses tahun 2015
http://glennlauren.blogspot.com/2012/11/sikap-generasi-muda-melestarikanbahasa.html
diakses tahun 2015
http://rendi-idner.blogspot.com/2009/09/fungsi-bahasa-secara-umum.html diakses tahun 2015
http://wewantpower.blogspot.com/2012/10/fungsi-bahasa-sebagai-alatkomunikasi.html
diakses tahun 2015
http://ardivillamino.blogspot.com/2012/10/fungsi-bahasa-indonesia-secaraumum.html
diakses tahun 2015
http://verozzaranii.blogspot.com/2013/09/peranan-dan-fungsi-bahasaindonesia.html
diakses tahun 2015
panutan.com/alat-pemersatu-bangsa-indonesia.html diakses tahun 2015