Anda di halaman 1dari 8

MANAJEMEN BENCANA LAKA LANTAS KERETA API

DI KECAMATAN KASIHAN KABUPATEN BANTUL


Rencana Manajemen Bencana ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok mata
kuliah Manajemen Bencana Semester IV
Pembimbing:
Ns. Maryana, S.Psi,. M.Kep

Disusun Oleh :

Winda Arfian Sari


Yoka Rachmawan PD

(P07120213038)
(P07120213040)

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES YOGYAKARTA
JURUSAN D-IV KEPERAWATAN
2015

MANAJEMEN BENCANA LAKALANTAS KERETA API DI KECAMATAN


KASIHAN, KABUPATEN BANTUL
Gambaran Umum Wilayah
Wilayah Kecamatan Kasihan terbentang dari 11001814 sampai dengan
11002047 Bujur Timur; dan 704802 sampai 705022 Lintang Selatan, dengan
topografi datar sampai perbukitan landai/terjal..Secara umum wilayah Kecamatan
Kasihan menempati kawasan dengan ketinggian antara 75 - 150 meter di atas
permukaan air laut (dpal).
Batas Administratif
Kecamatan Kasihan merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bantul,
dengan batas wilayah kecamatan adalah:

Sebelah utara : Kabupaten Sleman,


Sebelah timur : Kota Yogyakarta dan Kecamatan Sewon,
Sebelah selatan: Kecamatan Sewon dan Kecamatan Pajangan,
Sebelah barat : Kecamatan Sedayu da Kabupaten Sleman.

Secara administratif, Kecamatan Kasihan dibagi atas 4 (empat) desa, yaitu Desa
Bangunjiwo, Tirtonirmolo, Tamantirto, dan Ngestiharjo.Masing-masing desa di
terbagi dalam lingkup yang lebih kecil yaitu: Pedukuhan, dan RT; seperti terlihat pada
tabel berikut:
Pembagian Administrasi Kecamatan Kasihan
No.

Desa

1
2
3
4

Bangunjiwo
Tirtonirmolo
Tamantirto
Ngestiharjo

Luas
(Ha)
1.543
513
672
510

Wilayah Persentase
(%)
47,65
15,84
20,75
15,76

Pedukuhan

RT

19
12
10
12

140
102
85
126

Jumlah

3.238

100,00

53

453

A. Manajemen Resiko Bencana


1. Bahaya (Hazard)
Kecelakaan lalu lintas transportasi kereta api
2. Risiko
- Timbulnya korban manusia
- Kemacetan lalu lintas
- Kerusakan transportasi
- Kondisi psikologis saksi mata
3. Kerentanan (Vulnerability)
- Tidak adanya palang pintu di beberapa lintasan kereta api
- Ketidakdisiplinan pengguna jalan, kebiasaan menerobos palang pintu KA
- Kelalaian penjaga palang pintu kereta api
4. Kemampuan (Capability)
- Partisipasi masyarakat diwujudkan dengan kesadaran penguna jalan terkait
-

kedisiplinan dan kepatuhan dalam berkendara


Penyediaan SDM penjaga perlintasan kereta api yang berkualitas
Ketersediaan palang pintu di setiap perpotongan jalur kereta dengan jalan
raya

B. Penanggulangan Bencana (Disaster Management)


1. Pencegahan
- Aksi nyata dari para penegak hukum untuk memberikan sanksi kepada
pengguna jalan yang melanggar untuk meningkatkan kedisiplinan.
-

Pemeliharaan secara rutin terhadap infrastruktur KA, serta pembaharuan


terhadap rel kereta yang dianggap sudah tidak layak.

Melibatkan peran masyarakat untuk ikut menjaga rel dari ancaman pencurian
bantalan rel kereta api atau tindak sabotase lainnya.

Penggunaan Automatic Train Protection (ATP) untuk melakukan


pengereman dan pengaturan kecepatan kereta berdasarkan informasi dari

sinyal atau batas kecepatan yang diizinkan.


2. Kesiapsiagaan
- Sirine Peringatan Dini dengan Teknologi Sederhana
- Penyiapan sarana komunikasi
- Penyiapan lokasi evakuasi
- Pedoman penanggulangan bencana untuk penyelenggara sarana
perkeretaapian
3. Peringatan Dini
- Penjaga palang pintu di jalan membunyikan sirene tanda kereta akan lewat
-

dan menutup palang pintu dengan disiplin.


Masinis kereta membunyikan klakson di setiap perlintasan baik yang telah

ada palang pintunya maupun yang belum memiliki palang pintu.


4. Mitigasi
- Mensosialisasikan kepada masyarakat apabila sudah terdengar bunyi alarm
palang pintu rel, dihimbau pengendara untuk berhenti bukan malah melaju
kencang.
5. Tanggap Darurat
- Mengambil tindakan untuk kelancaran dan keselamatan lalu lintas dengan
cara mengevakuasi korban atau benda lain yang mengganggu transportasi
-

lalu lintas.
Menangani korban kecelakaan, membawa korban ketempat aman.
Memindahkan penumpang, bagasi, dan barang antaran ke kereta api lain atau

moda transportasi lain untuk meneruskan perjalanan sampai stasiun tujuan.


Melaporkan kejadian kecelakaan kepada sektor PT.KAI terdekat, kepolisisan

di wilayah kecelakaan, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten / kota.


Mengumumkan kecelakaan kepada pengguna jasa dan masyarakat.
Segera menormalkan kembali lalu lintas kereta api setelah dilakukan

penyidikan awal oleh pihak berwenang.


- Mengurus klaim asuransi korban kecelakaan.
6. Bantuan Darurat
Police line untuk mensterilkan daerah terjadinya kecelakaan.
- Pemadam kebakaran apabila terjadi kebakaran pada kereta api
7. Rehabilitasi
- Pemulihan atau pemeliharaan mesin kereta api
- Pemeliharaan jalur kereta api dan bantalan rel kereta api

- Pemeliharaan sirene dan palang pintu kereta api


8. Rekonstruksi
- Pembangunan kembali kontruksi jalur kereta api diwilayah rawan longsor
- Pembangunan bantalan rel kereta api

PRA BENCANA
1. PEMETAAN

Keterangan:
Di daerah yang dilingkarin lingkaran merah sebelah biasanya terjadi
kecelakaan kereta api, terahir kemarin terjadi pada bulan agustus 2014 di
Gamping yang lingkaran merah sebelah kiri, kecelakaan terjadi karena
kelalaian dari petugas untuk menutup dan membuka [palang kereta api. Dan
yang kedua pada lingkaran merah sebelah kanan itu rawan terjadinya
kecelakaan karena tidak ada palang pada jalan yang menghubungkan desa
soragan dengan tegal ijo.
2. KOORDINASI LINTAS SEKTOR
Sektor-sektor terkait yang menangani kecelakaan kereta api yaitu :
a. Puskesmas atau Rumah sakit sebagai tempat untuk memberikan upaya
pengobatan dan penyembuhan untuk korban korban manusia.
b. Tim pelayanan darurat, PMI, SAR, medik dan mekanik yang
mengeavakuasi korban manusia dan mengatasi reruntuhan sarana dan
prasarana.

c. Kepolisian untuk mengamankan dan mensterilkan lokasi kejadian dari


masyarakat sekitar.
d. Pejabat diwilayah kerja

pusat pengendali KA sesuai tingkat

keparahannya, sampai

pimpinan tertinggi di daerah/wilayah bila

diperlukan.

tertinggi

Pimpinan

penyelenggara

bertanggung jawab di wilayah tersebut

prasarana

yang

melaporkan langsung ke

pimpinan pusat badan penyelenggara perkeretaapian, kepala daerah


tingkat 1 dan tingkat 2, dirjen, KNKT dan menteri sesuai tingkat
keparahannya.
e. Pusat pengendali KA di wilayah/daerah lain yang kena dampak
terjadinya peristiwa luar biasa untuk antisipasi pengaturan lalu lintas
kereta api.
f. Investigator untuk menginvestigasi penyebab terjadinya kecelakaan.
3. PELAYANAN KESEHATAN
Pelayanan kesehatan terdiri dari :
-

pemeriksaan kesehatan standart, alat yang digunakan mencakup

termometer suhu badan, tensimeter, dll.


Pemberian Obat obatan, antara lain untuk pertolongan pertama (PP),

analgetik, pereda sakit kepala, dll


Ambulance siaga untuk membawa pasien (kritis) ke Unit Gawat
Darurat (UGD) Rumah Sakit (RS) terdekat.

4. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
5. LATIHAN KESIAPSIAGAAN
-

Pelatihan kesiapsiagaan untuk personel kru KA, petugas pengatur


perjalanan KA tentang manajemen bila terjadi kondisi darurat yang

mengancam jiwa saat perjalanan/lalu lintas KA.


Sosialisasi atau penyuluhan untuk masyarakat umum, khususnya
masyarakat yang tinggal disekitar jalur rel kereta api yang rawan terjadi
kecelakaan.

6. PEMANTAUAN SUMBERDAYA
7. PEMANTAUAN DAERAH RAWAN
-