Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN

HASIL PERCOBAAN GAYA PEGAS

Di Susun Oleh

:
1.
2.
3.
4.
5.

Agung Purnomo
Galuh Pratama
Inayah
Ita Nurohmah
Sukirno

SMA NEGERI 01 DORO


TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Alloh SWT. bahwa kami telah menyelesaikan
tugas mata pelajaran fisika dengan membuat laporan praktikum tentang *PERCOBAAN GAYA
PEGAS* yang telah kami lakukan.
Dalam penyusunan tugas atau laporan ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi.
Namun kami menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan laporan ini tidak lain berkat
bantuan, dorongan dan bimbingan bapak guru, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi
teratasi.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak
yang membutuhkan, khususnya bagi kami sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai,
Amiin.

Pekalongan , Februari 2015

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari ilmu fisika, dimulai dari yang ada dari

diri kita sendiri seperti gerak yang kita lakukan setiap saat, energi yang kita pergunakan setiap
hari sampai pada sesuatu yang berada diluar diri kita, salah satu contohnya adalah pegas yang
biasa digunakan dalam kehidupan sehari hari untuk kebutuhan tertentu.. Sebenarnya pegas ini
juga dibahas dalam ilmu fisika, dimana dari pegas tersebut kita dapat menghitung perioda yaitu
selang waktu yang diperlukan beban untuk melakukan suatu getaran lengkap.
Pada percobaan ini,pegas yang dipergunakan adalah pegas yang memiliki konstanta 25 N/m
dan 10N/m dengan bebannya adalah bandul fisis.
Pada dasarnya percobaan dengan bandul ini tidak terlepas dari getaran, dimana pengertian
getaran itu sendiri adalah gerak bolak balik secara periodia melalui titik kesetimbangan. Getaran
dapat bersifat sederhana dan dapat bersifat kompleks. Getaran yang dibahasn tentang bandul
adalah getaran harmonik sederhana yaitu suatu getaran dimana resultan gaya yang bekerja pada
titik sembarangan selalu mengarah ke titik kesetimbangan dan besar resultan gaya sebanding
dengan jarak titik sembarang ketitik kesetimbangan tersebut.
B.

C.

Rumusan Masalah
Bagaimana hubungan antara gaya dengan pertambahan panjang pegas?
Bagaiman hubungan antara periode pegas terhadap massa beban?

Apa saja yang mempengaruhi konstanta pegas?


Tujuan
Berdasarkan permasalahan yang ada, maka tujuan dari percobaan ini adalah untuk
mengamati perioda pegas dan kemudian menentukan nilai konstanta pegas, serta
menentukan hubungan antara waktu getar dan getaran itu sendiri.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Dalam kehidupan sehari-hari, gerak bolak balik benda yang bergetar terjadi tidak tepat
sama karena pengaruh gaya gesekan. Ketika kita memainkan gitar, senar gitar tersebut akan
berhenti bergetar apabila kita menghentikan petikan. Demikian juga bandul yang berhenti
berayun jika tidak digerakan secara berulang. Hal ini disebabkan karena adanya gaya gesekan.
Gaya gesekan menyebabkan benda-benda tersebut berhenti berosilasi. Jenis getaran seperti ini
disebut getaran harmonik teredam. Walaupun kita tidak dapat menghindari gesekan, kita dapat
meniadakan efek redaman dengan menambahkan energi ke dalam sistem yang berosilasi untuk
mengisi kembali energi yang hilang akibat gesekan, salah satu contohnya adalah pegas dalam
arloji yang sering kita pakai. Pada kesempatan ini kita hanya membahas gerak harmonik
sederhana secara mendetail, karena dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak jenis gerak
yang menyerupai sistem ini
Gravitasi adalah

gaya tarik-menarik

mempunyai massa di alam


menggunakan Teori

semesta.

Relativitas

yang

terjadi

Fisika

modern

Umum dari

Einstein,

antara

semua partikel yang

mendeskripsikan

gravitasi

namun

gravitasi

hukum

universal Newton yang lebih sederhana merupakan hampiran yang cukup akurat dalam
kebanyakan kasus.
Sebagai contoh, bumi yang memiliki massa yang sangat besar menghasilkan gaya
gravitasi yang sangat besar untuk menarik benda-benda di sekitarnya, termasuk makhluk hidup,
dan benda-benda yang ada di bumi. Gaya gravitasi ini juga menarik benda-benda yang ada di
luar angkasa, seperti bulan, meteor, dan benda angkasa lainnya, termasuk satelit buatan manusia.
Beberapa teori yang belum dapat dibuktikan menyebutkan bahwa gaya gravitasi timbul
karena adanya partikel gravitron dalam setiap atom.
Hukum gravitasi universal Newton dirumuskan sebagai berikut:
Setiap massa menarik massa titik lainnya dengan gaya segaris dengan garis yang
menghubungkan kedua titik. Besar gaya tersebut berbanding lurus dengan perkalian kedua
massa tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua massa titik tersebut.
F adalah besar dari gaya gravitasi antara kedua massa titik tersebut
G adalah konstanta gravitasi
m1 adalah besar massa titik pertama
m2 adalah besar massa titik kedua
r adalah jarak antara kedua massa titik, dan
g adalah percepatan gravitasi
Dalam sistem internasional, F diukur dalam newton (N), m1 dan m2 dalam kilograms (kg),
r dalam meter (m), dsn konstanta G kira-kira sama dengan 6,67 1011 N m2 kg2. Dari
persamaan ini dapat diturunkan persamaan untuk menghitung Berat. Berat suatu benda adalah

hasil kali massa benda tersebut denganpercepatan gravitasi bumi. Persamaan tersebut dapat
dituliskan sebagai berikut:
W = mg.
W adalah gaya berat benda tersebut,
m adalah massa dan
g adalah percepatan gravitasi.
Percepatan gravitasi ini berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lain.
GERAK HARMONIS SEDERHANA
Gerak harmonis sederhana yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah
getaran benda pada pegas dan getaran benda pada ayunan sederhana. Kita akan mempelajarinya
satu persatu. Gerak Harmonis Sederhana pada Ayunan
Ketika beban digantungkan pada ayunan dan tidak diberikan gaya maka benda akan
diam di titik kesetimbangan B. Jika beban ditarik ke titik A dan dilepaskan, maka beban akan
bergerak ke B, C, lalu kembali lagi ke A. Gerakan beban akan terjadi berulang secara periodik,
dengan kata lain beban pada ayunan di atas melakukan gerak harmonik sederhana.
Besaran fisika pada Gerak Harmonik Sederhana pada ayunan sederhana
Periode (T)
Benda yang bergerak harmonis sederhana pada ayunan sederhana memiliki periode alias
waktu yang dibutuhkan benda untuk melakukan satu getaran secara lengkap. Benda melakukan
getaran secara lengkap apabila benda mulai bergerak dari titik di mana benda tersebut dilepaskan
dan kembali lagi ke titik tersebut.
Pada contoh di atas, benda mulai bergerak dari titik A lalu ke titik B, titik C dan kembali
lagi ke B dan A. Urutannya adalah A-B-C-B-A. Seandainya benda dilepaskan dari titik C maka
urutan gerakannya adalah C-B-A-B-C.

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Tujuan Percobaan
Mengamati gaya pegas
B. Alat dan Bahan
1. pegas;
2. statif;
3. neraca pegas;
4. penggaris.
C. Langkah Kerja
1. Ukurlah panjang pegas mula-mula. Catat hasilnya dalam tabel.
2. Kaitkan salah satu ujung pegas pada sebuah tempat yang stabil secara horizontal. Pada ujung
yang lain, kaitan neraca pegas yang telah anda siapkan
3. Tariklah neraca pegas dengan gaya sebesar 1N, 2N ,3N, 4N,5N. Mintalah teman anda mencatat
perubahan panjang pegas pada setiap tarikan.
D. Analisa Percobaan
Tabel hasil percobaan
Panjang awal
(L0)

Besar gaya
(N)

Panjang akhir
(L1)

17,3 cm
17,3 cm
17,3 cm
17,3 cm
17,3 cm

1
2
3
4
5

29,4 cm
41,3 cm
53,2 cm
65,3 cm
77,3 cm

L = L0 L1 = 29,4cm 17,3cm = 12,1cm = 0,121 m


F = G M = 10 1 = 10
K = F L = 10 0,121 = 82,6446 N/M
L = L0 L1 = 41,3cm 17,3cm = 24cm =0,24 m
F = G M = 10 2 = 20
K = F L = 20 0.24 = 83,3333 N/M
L = L0 L1 = 53,2cm 17,3cm = 35,9cm = 0,359 m
F = G M = 10 3 = 30
K = F L = 30 0,359 = 83,5654 N/M
L = L0 L1 = 65,3cm 17,3cm = 48cm = 0,48 m
F = G M = 10 4 = 40
K = F L = 40 0,48 = 83,3333 N/M
L = L0 L1 = 77,3cm 17,3cm = 60cm = 0,60 m
F = G M = 10 5 = 50
K = F L = 50 0,60 = 83,3333 N/M
Rata-rata konstanta pegas
=82,6446+83,3333+83,5654+83,3333+83,33335
=410,20995
=83,24198
E. Pertanyaan dan Jawaban

Perubahan
panjang
(L)
12,1 cm
24 cm
35,9 cm
48 cm
60 cm

Konstanta
pegas
(k)
82,6446
83,3333
83,5654
83,3333
83,3333

1.
2.
3.
4.
5.

Pertanyaan
Bagaimana perubahan panjang pegas jika gaya yang dikerahkan semakin besar?
Dari tabel yang telah anda isi, gambarlah sebuah grafik yang menjelaskan hubungan gaya
dan perubahan panjang.
Jelaskan grafik yang anda gambar pada soal nomor 2.
Apakah yang terjadi dengan pegas jika gaya terus-menerus diperbesar?
Apakah yang dimaksud dengan fase elastisitas bahan

Jawaban
1. Jika gaya yang dikerahkan semakin besar maka erubah panjang pegasnya lama-kelamaan
akan semakin besar
2. Grafik hubungan gaya dan perubahan panjang
3. Bila gaya yang diberikan ke pada pegas bertambah besar maka pegas tersebut akan
bertambah panjang
4. Pegas akan semakin merenggang dan besar gaya yang di berikan akan bertambah
5. Sifat mekanik bahan yang menunjukkan derajat deformasi plastis yang terjadi sebelum suatu
bahanputus atau gagal pada uji tarik .

BAB IV
PENUTUP
A.

Kesimpulan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan ,ternyata semakin besar gaya yang bekerja
pada suatu pegas ,maka semakin besar pula pertambahan panjangnya. Hal ini juga dipengaruhi
oleh besarnya massa benda yang mempengaruhi besarnya gaya tarik pegas. Dimana gaya tarik
pegasnya berbanding lurus dengan massa benda.Besarnya konstanta pegas tergantung dari pada
jenis pegas yang bekerja.

B.

Saran
Dalam melakukan percobaan tersebut harus teliti dan cermat dalam mengamati waktu

dan menghitung getaran yang terjadi. Karena akan mempengaruhi periode yang dihasilkan. Jika
dalam perhitungan periode terjadi kesalahan maka akan berpengaruh pada besarnya percepatan
gravitasinya.

Daftar Pustaka
(http://www.gurumuda.com/2008/10/hukum-hooke-dan-elastisitas/)

Foster,Bob. 2004. Fisika SMA Terpadu. Jakarta : Erlangga


(http://www.google.co.id/search?
hl=id&q=getaran+pegas&btnG=Telusuri+dengan+Google&meta=&aq=f&oq=)
Sabir.2006.Buku Kerja Fisika Sma . Padang : Esis
http://boan3030.blogspot.com/2014/02/laporan-praktikum-fisika-gaya-pegas.html
http://kevinxiipa3.blogspot.com/2012/03/laporan-praktikum-fisika-tentang-gaya.html

DAFTAR ISI

Halaman Judul............................................................................................................

Kata pengantar...........................................................................................................
Daftar Isi.....................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................
A. Latar Belakang...............................................................................................
B. Rumusan Masalah..........................................................................................
C. Tujuan.............................................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................................
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM..................................................................
A.
B.
C.
D.
E.

Tujuan Penulisan............................................................................................
Alat Dan Bahan..............................................................................................
Langkah kerja.................................................................................................
Analisa Percobaan..........................................................................................
Pertanyaan Dan Jawaban................................................................................

BAB IV PENUTUP...................................................................................................
A. Kesimpulan....................................................................................................
B. Saran...............................................................................................................
Daftar Pustaka............................................................................................................