Anda di halaman 1dari 13

Fakultas Kedokteran Universitas

Mataram
Just trying the best, and let God
gives the destiny!

Persiapan
Ujian Oral

Blok 5 - Metabolisme dan


Energi

Error! Use the Home tab to apply Heading 1 to the text that you want to appear
here.Chapter 1FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM

MENJELASKAN
PROSES
FISIOLOGIS
SISTEM
PENCERNAAN
MANUSIA

Mekanisme kenyang,
lapar, mual, muntah,
diare, kentut, dsb.

1. MEKANISME MUNTAH
Muntah merupakan cara saluran cerna membersihkan diri ketika teriritasi
secara luas, sangat mengembang atau bahkan terlalu terangsang.
Sinyal sensoris utama yang merangsang muntah terutama berasal dari
faring, esophagus, lambung dan bagian atas usus halus (duodenum). Daerahdaerah ini mentransmisikan sinyal muntah melalui serabut saraf aferen vagal
dan

saraf simpatis menuju ke medulla oblongata (pusat muntah) dan

dikembalikan sebagai saraf motoric oleh system saraf melalui 3 jalur :


1. Saraf kranialis V, VII, IX, X, dan XII
untuk menyampaikan sinyal motork ke GIT bagian atas
2. saraf vagus (cranial ke X) dan simpatis
untuk menyampaikan sinyal motoric ke GIT bagian bawah
3. saraf spinalis
untuk menyampaikan sinyal motoric ke diafragma dan otot abdomen

Persiapan Ujian Oral|Blok 5 - Metabolisme dan Energi

Error! Use the Home tab to apply Heading 1 to the text that you want to appear
here.Chapter 1FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM

biasanya muntah diawali oleh gerakan antiperistaltik yang disebabkan oleh


iritasi yang berlebihan yang mendorong isi usus halus dengan kecepatan 23cm/detik menuju ke arah duodenum dan lambung, ketika lambung dan
duodenum sudah terisi penuh oleh kimus (isi usus halus) maka duodenum
dan lambung akan merenggang secara maksimal dan mencetuskan aksi
muntah.
Aksi muntah terjadi ketika diafagrma dan otot-otot pada dinding abdomen
berkontraksi secara maksimal, keadaan ini memeras perut dan membuat
tekanan intragastrik (dalam lambung) meningkat ke batas yang tinggi,
akhirnya sfingter esophagus (sfingter cardia) berelaksasi yang menyebabkan
pengeluaran isi lambung ke atas ke arah esophagus.
Selain karena iritasi, muntah dapat disebabkan oleh perangsangan oleh
kemoreseptor di zona pencetus kemoreseptor untuk muntah yang
terletak bilateral pada dasar ventrikel keempat.
Perangsangan pada daerah ini juga dapat mencetuskan aksi muntah,
biasanya disebabkan oleh obat-obataan, yaitu apomorfin, morfin dll.
Muuntah juga dapat disebabkan oleh gerakan/ritme tubuh, mekanismenya
adalah gerakan tubuh dapat merangsang reseptor di dalam labirin telinga
dalam, dan dari sinin impuls ditransmisikan melalui jalur nuclei vestibular
batak otak ke dalam serebelum (otak kecil) kemudian diteruskan ke zona
pencetus kemoreseptor, dan akhirnya ke pusat muntah unutk menyebabkan
muntah
(Guyton & Hall ed.11, pp. 865-866)
2. MEKANISME MUAL
Mual sering merupakan gejala awal dari muntah, mual adalah pengenalan
secara sadar untuk menginformasikan bahwa di daerah medula terjadi
rangsangan untuk muntah.
Penyebab mual antara lain:
1. Impuls iritatif
2. Impuls dari otak bawah yang berhubungan dengan motion sickness
3. Impuls sari korteks serebri untuk mencetuskan muntah
(Guyton & Hall ed.11, pp. 866)
3. MEKANISME KENTUT

Persiapan Ujian Oral|Blok 5 - Metabolisme dan Energi

Error! Use the Home tab to apply Heading 1 to the text that you want to appear
here.Chapter 1FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM

Kentut

adalah

pengeluaran

gas

(flatus)

yang

berada

pada

GIT

(gastrointestinal track) melalui anus.


Sumber gas/flatus pada GIT :
1. Udara yang ditelan
2. Gas yang terbentuk dalam tubuh oleh bakteri
3. Gas yang berdifusi dari darah ke dalam GIT
kebanyakan gas yang dikeluarakan melalui anus (proses kentut) adalah gas
yang dihasilkan oleh proses fermentasi bakteri dalam usus besar, biasanya
berupa C02, NH3 (metana), dan N2 (Nitrogen).
Gas yang dihasilkan perhari rata-rata 7-10 liter, namun yang dikeluarkan
melalui anus biasanya sekitar 0,6 liter, sisanya diabsorbsi ke darah. Kadang
Iritasi kolon dalam menyebabkan pengeluaran gas yang begitu cepat
sehingga gas tidak sempat diabsorbsi.
(Guyton & Hall ed.11, pp.866)
4. MEKANISME SENDAWA
Sendawa adalah pengeluaran gas dalam GIT melalui mulut.
Biasanya gas yang dikeluarkan melalui sendawa adalah gas dari lambung,
gas ini biasanya berasal dari gas yang ditelan, berupa campuran nitrogen dan
oksigen.
Ketika makanan dala lambung sudah penuh, maka udara keluar melalui
spingter kardia menuju esophagus dan merangsang kita untuk secara sadar
merelaksasikan sfingter laringoesofageal untuk mengeluarkan gas yang
menumpuk di daerah esophagus.
5. MEKANISME KENYANG
Rasa kenyang dipengaruhi beberapa faktor yaitu:
1. Insulin, yang dihasilkan sel beta pancreas
2. Leptin, yang dihasilkan oleh sel adipose (sel lemak)
3. CCK, yang dihasilkan oleh duodenum dan yeyenum
4. Peptida YY (PYY), dihasilkan intestinal selama pencernaan makanan
5. Distensi perut
Mekanisme

Persiapan Ujian Oral|Blok 5 - Metabolisme dan Energi

Error! Use the Home tab to apply Heading 1 to the text that you want to appear
here.Chapter 1FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM

Ketika mengkonsumsi makanan, kadar glukosa dan nutrient lain meningkat,

makan

glukosa
dan nutrien
lain

insulin

penyimpan
an lemak

leptin

ini menyebabkan peningkatan kadar insulin dan secara otomatis


meningkatkan penyimpanan lemak tubuh, peningkatan penyimpanan lemak
tubuh ini akan meningkatkan produksi leptin.
Insulin dan Peptida YY merangsang kenyang dengan menghambat neuron
NPY pada daerah ukleus arkuartus sehingga menghambat perangsangan dan
aktivitas hipotalamus bagian lateral (pusat lapar)
Leptin merangsang rasa kenyang melalui 2 cara:
1. Berikatan dengan LepR (leptin reseptor) yang bersifat inhibitorik pada
neuron NPY pada daerah hipotalamus lateral (pusat makan) yang
merangsang rasa lapar
2. Berikatan dengan LepR eksitatorik pada neuron POMC untuk
menghasilkan melanokortin yang akan menginduksi nucleus
paraventrikular (pusat kenyang)
Sinyal rangsangan dari nucleus paraventrikular dan sinyal inhibisi dari Lateral
hipotalamus ini selanjutnya akan menurunkan asupan makanan melalui
rangsangan pasa NTS (nucleus traktus solitarius)
CCK merangsang rasa kenyang dengan cara langsung merangsang NTS
untuk mengurangi aspuan makanan
Distensi Perut merangsang kenyang dengan mengirimkan sinyal distensi
perut melalui serabut saraf vagus aferen yang selanjutnya merangsang NTS.
(Sherwood ed 7, pp.645)
6. MEKANISME LAPAR
Mekanisme lapar dipengaruhi oleh hormon ghrelin.
Ghrelin dihasilkan oleh sel parietal lambung dan sedikit oleh usus. Kadar
ghrelin meningkat sebelum makan, dan menurun drastis setelah makan.
Ghrelin sihasilkan terutama ketika lambung kondisi lambung sudah kosong.
Ghrelin berperan dalam merangsang neuron NPY pada daerah nucleus
Persiapan Ujian Oral|Blok 5 - Metabolisme dan Energi

Error! Use the Home tab to apply Heading 1 to the text that you want to appear
here.Chapter 1FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM

arkuartus yang selanjutnya merangsang pusat lapar di hipotalamus (daerah


hipotalamus lateral).
HIpotalamus bagian lateral ini akan menghambatmenginhibisi rangsangan
pada nucleus traktus soilitarius yang meningkatkan asupan makanan.
Selain itu, rangsangan pada hipotalamus bagian lateral juga akan
merangsang jalur appetite-enhancing pathway yang bersifat oreksigenik
sehingga meningkatkan asupan makanan.
(Sherwood ed 7, pp.645)
7. MEKANISME DEFEKASI
Defekasi adalah proses pengeluaran tinja. Defekasi biasanya ditimbukan
secara refleks oleh refleks defekasi yang diperantarai system saraf enterik di
sekitar rectum dan system parasimpatis.
Bila feses memasuki rectum, distensi dinding rectum menimbulkan sinyal
aferen yang menyebar melalui pleksus mienterikus untuk menimbulkan
gelombang peristaltic di dalam kolon desenden, sigmoid, dan rectum untuk
mendorong feses ke arah anus.
Ketika gelombang peristaltic

mendekatri

anus,

sfingter

ani

internus

direlaksasi oeh sinyal-sinyal penghambat dari pleksus mienterikus, kemudian


proses defekasi diatur secara sadar melalui kerja otot lurik pada sfingter ani
eksternus.
Refleks defekasi juga dipengaruhi oleh saraf parasimpatis, dimana reflex ini
jauh lebih kuat dibandingkan releks yang dipengaruhi oleh system saraf
enterik. Bila ujung saraf dalam rectum dirangsang, maka sinyal-sinyal
dihantarkan ke medulla spinalis dan kemudian secara refleks dikembalikan
sebagai sinyal eferen ke dinding kolon desenden, sigmoid, rectum dan anus
melalui

serabut

saraf

parasimpatis

dari

nervus

pelvikus.

Sinyal

ini

memperkuat gelombang peristaltic dan sekaligus merelaksasikan sfingter ani


internus.
Sinyal-sinyal defekasi yang masuk ke medulla spinalis ini juga akan
menimbulkan efek-efek lain berupa pengambilan napas dalam, penutupan
glottis, dan kontraksi otot abdomen untuk mendorong isi feses dari kolon ke
bawah

yang

disertai

dengan

relaksasi

otot

ani

eksternus

sehingga

mendorong cincin anus keluar untk mengeluarkan feses.

Persiapan Ujian Oral|Blok 5 - Metabolisme dan Energi

Error! Use the Home tab to apply Heading 1 to the text that you want to appear
here.Chapter 1FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM

8. MEKANISME DIARE
Diare adalah proses pengeluaran feses encer (mengandung banyak air) lebih
dari 3 kali sehari. Diare disebabkan oleh pergerakan cepat materi tinja di
dalam kolon (usus besar).
Menurut waktu, diare dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu diare akut dan
diare kronik.
1. Diare akut adalah diare yang berlangsung selama kurang dari 15 hari
2. Diare kronik adalah diare yang berlangsung lebih dari 15 hari.
Menurut mekanismenya diare dapat dikladifikasikan menjadi lima, yaitu:
1. Diare osmotic
2. Diare sekretorik
3. Diare inflamatorik
4. Perubahan motilitas intestinal
5. Pseudodiare/Psikogenik
MEKANISME
Diare dapat disebabkan beberapa patofisiologi, antara lain:
1. Osmolaritas intraluminal yang tinggi (diare osmotik)
2. Sekresi cairan dan elektrolit tinggi (diare sekretorik)
3. Malabsorbsi (lemak dan asam empedu)
4. Defek system transport elektrolit di enterosit
5. Motilitas dan waktu transit usus
Secara umum, diare disebabkan peningkatkan konsentrasi air dalam feses
yang menyebabkan distensi/peregangan usus, distensi usus kemudian
memberikan sinyal untuk menstimulasi peningkatan gerakan peristaltic usus,
sehingga motilitas usus pun meningkat dan menyebabkan pengeluaran feses
(defekasi) yang encer dan dalam frekuensi yang tinggi.
Diare yang paling sering terjadi adalah diare sekretorik, diare tipe ini
disebabkan oleh meningkatnya sekresi yang disertai dengan menurunnya
absorbsi air dan elektrolit dari usus. Penyebab tersering diare tipe ini adalah
enterotoksin pada infeksi V.cholera atau E.coli.
V. cholera menghasilkan enterotoksin berupa ptotein yang menempel pada
epitel usus dan kemudian menyebabkan peningkatan aktiviats NAD pada
dinding

usus

sehingga

meningkatkan

kadar

cAMP

dalam

sel

yang

menyebabkan sekresi aktif Cl (klorida) yang diikuti air, ion bikarbonat, Na +


dan K+. hal ini menyebabkan konsentrasi air dalam usus meningkat yang
menyebabkan pengeluaran feses yang cair dengan frekuesi yang tinggi (>3
kali sehari).

Persiapan Ujian Oral|Blok 5 - Metabolisme dan Energi

Error! Use the Home tab to apply Heading 1 to the text that you want to appear
here.Chapter 1FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM

Gambar skematis mekanisme dan faktor yang mempengaruhi asupan


makanan

Persiapan Ujian Oral|Blok 5 - Metabolisme dan Energi

Error! Use the Home tab to apply Heading 1 to the text that you want to appear
here.Chapter 1FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM

Persiapan Ujian Oral|Blok 5 - Metabolisme dan Energi

Error! Use the Home tab to apply Heading 1 to the text that you want to appear
here.Chapter 1FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM

MENJELASKAN
PROSES
FISIOLOGIS
SISTEM
PENCERNAAN
MANUSIA

Mekanisme kenyang,
lapar, mual, muntah,
diare, kentut, dsb.

1. MENGUKUR KEBUTUHAN ENERGI


1. Mengukur BMR
menggunakanan rumus Harris-Benedict:
a. Laki-laki = 66,5 + 13,7 BB (kg) + 5TB (cm) 6,8 Usia
Persiapan Ujian Oral|Blok 5 - Metabolisme dan Energi

10

Error! Use the Home tab to apply Heading 1 to the text that you want to appear
here.Chapter 1FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM

b. Perempuan= 655 + 9,6 BB (kg) + 1,8 TB (cm) 4,7 Usia


2. Faktor aktivitas
Tingkat Lakiaktivitas laki
Sangat 1,3
ringan
Ringan 1,56
Sedang

1,76

Berat 2,1

Perempu

Keterangan

an
1,3

90-100% duduk/tanpa aktivitas

1,55

75% duduk/tanpa aktivitas, 25%

1,7

bergerak
40% tanpa aktivitas, 60%

2,0

beraktivitas
25% tanpa aktivitas, 75%
beraktivitas

Sumber : FAO/WHO, 1994

3. FIT (food induce thermognenesis) / SDA (specific Dinamic


Action)
Yaitu energi yang diperlukan unutk mencerna makanan, absorbs, dan
metabolisme zat gizi yang menghasilkan energi.
Biasanya diabaikan karena jumlah relatif sedikit.
A. DIT Lemak
: 2% - 4% (2%)
B. DIT Karbohidrat
: 4% - 7% (7%)
C. DIT Protein
: 12% - 25%
(12%)
4. AKE (ANGKA KEBUTUHAN ENERGI)
Jumlah angka kebutuhan energi perindividu :
AKE = BMR X FAKTOR AKTIVITAS
Keterangan :
Untuk menghitung BMR pasien penderita marasmus menggunakan BB
aktual, sementara pasien obesitas menggunakan Berat Badan Ideal
(BBI).
2. MENGUKUR KEBUTUHAN KALORI BAYI DANA ANAK
A. MENGHITUNG BERAT BADAN IDEAL
USIA
0 12 bulan
1 6 tahun
6 12 tahun

Rumus BBI
(UMUR (dlm bulan) : 2) + 4
(UMUR (dlm tahun) x 2) + 8
((UMUR x 7) 5 )) : 2

Persiapan Ujian Oral|Blok 5 - Metabolisme dan Energi

11

Error! Use the Home tab to apply Heading 1 to the text that you want to appear
here.Chapter 1FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM

B. MENGHITUNG TINGGI BADA IDEAL


USIA
Lahir
-1 tahun
2-12 tahun

Rumus TBI
50 cm
75 cm
(Usia x 6) + 77

C. MENGHITUNG KEBUTUHAN KALORI BAYI


Cara menghitung pengeluaran energi bayi adalah sebagai berikut :
Berat Jumlah Energi
0 10 kg 100 kkal/kgBB
11 20 kg 1000 kkal + (50kkal/kg BB di atas
10kg)
>20 kg 1500 kkal + (20kkal/kg BB di atas
20kg)
Secara umum, kebutuhan kalori bayi dibedakan menjadi dua yaitu
maintenance dan weight gain.
Maintanace diperlukan untuk mempertahankan berat berat abdan
bayi sesuai dengan pertumbuhan normal, kalori yang diperlukan
sebesar 100 kkal/kg BB/hari
Weight gain diperlukan untuk bayi dengan berat badan lahir rendah,
sangan terndah, atau sangat amat rendah. Kebutuhan kalori sebesar
120 kkal/kg BB/hari
Perkiraan pengeluaran energi bayi sampai usia 6 bulan adalah :
Komponen keluaran energi
Energi keluaran saat istirahat
Energi kegiatan fisik
Energi pertumbuhan
Lain-lain (SDA / FIT)
Jumlah

kkal/kg BB
50-50
10-25
20-25
20-20
100 120

Namun, jika diperlukan untuk menghitung pengeluaran energi atau


BMR dapat digunakan rumus untuk menaksir nilai AMB berdasarkan
berat badan.
Umur (tahun)

AMB (kkal/hari
Laki laki
Perempuan

Persiapan Ujian Oral|Blok 5 - Metabolisme dan Energi

12

Error! Use the Home tab to apply Heading 1 to the text that you want to appear
here.Chapter 1FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM

03
3 10
10 15
18 30
30 60
>60

60,9 BB 54
22,7 BB + 495
17,5 BB + 651
15,3 BB + 679
11,6 BB + 879
13,5 B + 487

61 BB + 51
22,5 BB + 499
12,2 BB + 746
14,7 BB + 496
8,7 BB + 829
10,5 BB = 596

Persiapan Ujian Oral|Blok 5 - Metabolisme dan Energi