Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Global warming merupakan suatu fenomena yang tidak dapat dihindari ini dikarenakan
semakin maju teknologi manusia akan menimbulkan berbagai permasalahan khususnya bagi
lingkungan.Global warming tidak dapat dicegah namun dapat diperlambat efeknya dengan
berbagai upaya salah satunya adalah dengan menanam pohon.
Global warming disebabkan oleh berbagai faktor baik dari faktor alam maupun factor dari
manusia.global warming yang disebabkan oleh alam diperparah oleh tingkah laku manusia
seperti meneban hutan,menciptakan berbagai polusi.global warming ini dapat menyebabkan
berbagai bencana alam diantaranya perubahan iklim secara global,pergeseran musim,naiknya
suhu global,naiknya permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub bumi yang akan
berakibat tengelam daratan pada beberapa tahun atau abad kedepan,oleh karena itu marilah
kita perlambat dampak global warming demi anak cucu kita.
Dalam makalah ini akan dibahas tentang strategi atau langkah nyata untuk menguragi
dampak global warming.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan Strategi ?
1.2.2 Bagaimana Strategi atau langkah nyata untuk mengurangi dampak global warming?
1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui definisi Strategi
1.3.2 Mengetahui Strategi atau langkah nyata untuk mengurangi dampak global warming

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Strategi


Kata strategi berasal dari bahasaYunani "strategia" yang diartikan sebagai "the art of the
general"

atau

seni

seorang

panglima

yang

biasanya

digunakan

dalam

peperangan. definisi strategi secara umum dan khusus sebagai berikut:

1. Definisi Umum
Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan
jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan
tersebut dapat dicapai.

2. Definisi khusus
Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terusmenerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para
pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang
dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang
baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies).
Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu:
1. Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan dan
menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan dalam lingkungan
tersebut.
2. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan
kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam
menjalankan misinya
3. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi
yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
4. Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan
mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi
5. Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka
panjang
2.1 Strategi atau Langkah Nyata Untuk Mengurangi Dampak Global Warming
1. Cara Mengataasi Secara Internasional Melalui:
a. Penerapan Protokol Kyoto

Protokol Kyoto merupakan kesepakatan utama beberapa negara


(lebih dari 160 negara) sebagai amandemen Konvensi Kerangka
Kerja

Perubahan

Cuaca

PBB

untuk

mengatasi ancaman

pemanasan global (global warming). Bagi negara yang belum


meratifikasi

seperti Australia, Kazakhstan diharapkan segera

meratifikasi. Sedangkan bagi yang sudah meratifikasi perlunya


penerapan sanksi bagi yang melanggarnya. Pakta ini berakhir 2012, dan pembicaraan
internasional dimulai pada Mei 2007 lalu mengenai pakta yang akan datang guna
menggantikan yang sekarang masih berlaku.
b. Pembentukan Badan Lembaga Internasional
Pentingnya peran PBB untuk mempelopori pembentukan Badan atau Lembaga
baru guna menangani ancaman maupun korban pemanasan global (global warming).
Sebagaimana Badan atau Lembaga bentukan PBB untuk menangani masalah- masalah
sosia l

seperti

untuk pengungsi

PBB

membentuk

UNHCR,

masalah

pendidikan

mempunyai UNESCO, untuk kesehatan ada WHO, dan masih banyak lagi Badan atau
Lembaga bentukan PBB. Mengingat kalau hanya berpegang pada suatu pakta atau
kerjasama antar negara sifatnya kurang terlalu mengikat.
c. Membentuk atau Menyelenggarakan Konferensi
Hal tersebut dimaksudkan sebagai wahana atau
wadah untuk menyampaikan hasil kajian, temuan hasil
penelitian untuk dibahas oleh forum yang dihadiri oleh
para ilmuwan, praktisi, maupun

pemimpin negara guna

mendengarkan hasil temuan melalui penelitian maupun hasil


kajian
warming)

untuk

dijadikan

tentang

ancaman

pemanasan

dasar mengambil keputusan sebelum

global

(global

menerapkan suatu

kebijakan. Hal ini sudah dipelopori dengan IPPC yaitu Panel Antar Pemerintah mengenai
Perubahan

Cuaca,

yaitu

suatu

aktivitas

yang disponsori

oleh

PBB

untuk

menyelenggarakan pertemuan secara periodik diantara delegasidelegasi internasional guna


membahas masalah pemanasan global (global warming ) dan isu isukertas kerja dan
pengukuran dalam hal status ilmiah perubahan cuaca saat ini, dampaknya dan
kelonggarannya. Secara konkrit pada tahun 1997, IPPC menyelenggarakan konferensi di
Bonn Jerman dan di Bangkok Thailand. Akan lebih baik lagi, jika forum- forum atau panel
seperti IPPC juga didirikan agar hasilnya bisa beragam dan saling melengkapi.

d. Perlunya Gerakan Moral Peduli Lingkungan Secara Internasional


Karena pemanasan global (global warming) bukan lagi isu politik melainkan sudah
merupakan

isu

moral,

maka

perlu

adanya gerakan yang secara konkrit

menyuarakan pentingnya gerakan moral untuk memerangi ancaman pemanasan global (global
warming) yang amat
Greenpeace.

Namun

dahsyat. Hal

itu sudah dilakukan oleh

aktivis

lingkungan

rasanya masih jauh dari harapan. Ataupun hal itu sebagaimana

ditunjukkan oleh mantan Wakil Presiden Al Gore yang telah mengkampanyekan isu- isu
pemanasan global (global warming) dan dampak yang ditimbulkannya lewat film.
2. Mengatasi Secara Nasional:
a. Penerapan Konsep pembangunan be rkelanjutan atau berkesinambungan yang
berwawasan kepada lingkungan hidup
Hendaknya pelaksanaan konsep tersebut jangan dibebankan hanya kepada pemerintah
semata, mengingat keterbatasan institusi/lembaga pemerintah. Akan tetapi hend aknya
menjadi beban atau tanggungjawab seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
b. Kebijakan penanggulangan emisi industry
Salah satu pilihan kebijakan yang perlu dipertimbangkan
oleh pemerintah guna melestarikan lingkungan hidup adalah
kebijakan pembatasan pencemaran yang bersumber dari sektorsektor industri. Caranya, mulai dari pengenaan tarif pajak
emisi, penerbitan izin emisi, penerapan penjatahan atau kuota
emisi serta penetapan standar- standar teknis
c. Perlunya diversifikasi atau pengembangan energi alternatif
Sebenarnya pengembangan energi alternatif sebagai pengganti minyak dan gas
bumi adalah kebutuhan yang sudah sangat mendesak. Akan tetapi kemauan pemerintah
(political will) tersebut

hanya sebatas di tingkat

wacana atau rencana, karena

imp

lementasinya sangat lemah dan tidak memuaskan. Misalnya pengembangan teknologi dan
alternatif energi minyak jarak masih jalan di tempat. Padahal tanpa sadar komitmen itu
sudah lama diwacanakan. Juga tentang pembangunan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga N
uklir) yang dicetuskan tahun 1997, namun sampai kini realisasinya masih jauh dari harapan,
dan bahkan masih menjadi perdebatan yang masih panjang. Padahal jika tidak dari sekarang
segera dicari alternatif pengganti minyak dan gas bumi, maka di masa yang akan datang
akan

menimbulkan

kesulitan

oleh

kandungan bumi
d. Perlunya Budaya Hemat Energi

karena kelangkaan energi yang bersumber dari

Meskipun langkah ini hanya bersifat himbauan, akan tetapi apabila terus menerus
dikampanyekan secara baik dan simpatik dengan memberi contoh- contoh kongkrit
akibat dari adanya pemanasan global, maka akan dapat merubah sikap dan perilaku untuk
hemat energi.
e. Sanksi Tegas
Masih rendahnya penerapan sanksi terhadap mereka (perorangan maupun lembaga)
yang melakukan pelanggaran menyebabkan pemanasan global (global warming) semakin
serius dan dahsyat mengancam kehidupan manusia
f. Keteladanan Pemimpin Nasional
Dengan memberi contoh yang mengarah kepada pola hidup atau aktivitas yang
bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan bumi
3.Cara Mengatasi Secara Individu:
a. Berusaha Membatasi Penggunaan Kertas Juga Tissue
bahwa 12 rim kertas setara dengan 1 pohon
dewasa dengan usia 5 tahun ke atas? 12 rim
tersebut mungkin angka yang digunakan manusia
per minggunya. Dengan demikian, boleh jadi satu
manusia menggunakan 1 pohon per minggunya.
Hal ini tentunya sangat mengerikan. Karena itu,
salah satu cara mengatasi global warming adalah dengan menanamkan pikiran betapa
berbahayanya jika kita menggunakan kertas secara berlebihan. Gunakan email saat ingin
berkirim surat, gunakan perangkat CD saat ingin memuat lampiran laporan kantor, gunakan
lap dan kurangi penggunaan tissue serta pakai undangan online ketimbang undangan
konvensional dari kertas yang sekali berita sampai akan menjadi sampah hanya dalam waktu
semenit.

b. Gunakan Bola Lampu Neon


Memang cahaya lampu pijar jauh lebih apik ketimbang lampu neon.
Hanya saja, energi yang digunakan lampu yang serupa cahaya bulan ini
sangat tinggi jika dibandingkan neon. Pemborosan energi tentu
berbahaya bagi bumi.
c. Gunakan Kendaraan Umum

Selain membantu mengurai kemacetan, kebiasaan Anda menggunakan kendaraan umum


merupakan cara mengatasi global warming yang sederhana. Jumlah kendaraan pribadi di
cukup tinggi dan berperan menyumbangkan hampir 80% polutan
d. Gunakan pupuk organik.
Pupuk yang digunakan kebanyakan petani mengandung unsur nitrogen, yang kemudian
berubah menjadi N2O yang menimbulkan efek GRK (Gas Rumah Kaca) 320 kali lebih besar
dari pada CO2. Jika anda hobi berkebun gunakanlah pupuk organik. Disamping aman, murah
pula.
e. Jangan pakai kantong plastic
Di beberapa Negara bagian Amerika, urusan kantong plastik bahkan sampai dibuat
undang-undangnya segala. LSM peduli lingkungan mendorong pemerintah Negara setempat
unutk melarang penggunaan kantong plastic sebagai kantong belanjaan. Plastik ini memang
unsur yang sulit terurai, butuh 1000 tahun untuk mengurainya didalam tanah.
Efek Gas rumah kaca yang ditimbulkannya juga cukup besar. Maka beralihlah ke
kantong kain, misal dari kain serat alami.
f. Reduce, Reuse, Recycle + Repair
Reduce berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak
lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak terlalu
butuhkan seperti baju baru, aksesoris tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan
kebutuhan. Kurangi juga penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan, kurangi penggunaan
kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah, baca koran online,
dan lainnya.
Reuse sendiri berarti pemakaian kembali seperti contohnya memberikan baju-baju
bekas anda ke yatim piatu. Tapi yang paling dekat adalah memberikan baju yang kekecilan
pada adik atau saudara anda, selain itu baju-baju bayi yang hanya beberapa bulan dipakai
masih bagus dan bisa diberikan pada saudara yang membutuhkan.
Recycle adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah
organik di rumah anda, menggunakan bekas botol plastik air minum atau apapun sebagai pot
tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali. Daur ulang
secara besar-besaran belum menjadi kebiasaan di Indonesia. Tempat sampah yang
membedakan antara organik dan non-organik saja tidak jalan. Malah akhirnya lebih banyak
gerilyawan lingkungan yang melakukan daur ulang secara kreatif dan menularkannya pada
banyak orang dibandingkan pemerintah.

Repair menjadikan 3R menjadi 4R. Repair memang banyak dilupakan oleh banyak
orang, dan ini sebenarnya adalah hal yang terpenting di Indonesia. Repair adalah usaha
perbaikan demi lingkungan. Contoh memperbaiki barang-barang yang rusak agar bisa kita
gunakan kembali seperti sepatu jebol yang kita perbaiki karena dengan begitu kita tidak perlu
membeli sepatu baru. Hal lain yang lebih besar adalah reboisasi atau perbaikan lahan kritis
karena dengan ini kita bisa memiliki daerah resapan yang lebih besar dan menahan limpahan
air yang bisa menyebabkan longsor. Penanaman bakau juga merupakan perbaikan lingkungan.
Vulkanisir ban juga repair sehingga dapat kita reuse.
g. Jalan Kaki
Dengan jalan kaki kita berarti mengurangi emisi gas rumah kaca karena emisi rumah kaca
mayoritas dihasilkan oleh kendaran bermotor.dengan jalan kaki kita mengurangi penggunaan
kendaran bermotor sehingga dapat mengurangi dampak global warming
h. Menabung pohon dan menghidupkan pekarangan dengan tanaman
Dengan menanam pohoh disekitar rumah berarti kita membuat sumber penghasil O 2 dan
mengurangi CO2.karena tumbuhan menghasilkan O2dan menyerap CO2 dalam Proses
fotosintesisi selain itu untuk menanam pohon di pekarangan rumah misalnya dapat digunakan
barang-barang tak terpakai misalnya saja kaleng bekas.selain itu apabila tananman yang
ditananm berupa sayuran dan buah-buahan dapat membuat hemat Karena apabila
membutuhkan tinggal memetiknya tanpa harus membeli.