Anda di halaman 1dari 6

HIKMAH MAULID NABI MUHAMMAD SAW

oleh PROF. DR. M. QURAISH SHIHAB.

Kenal Allah ? Orang yang beriman pasti percaya kepada Allah. Nah kalo Anda kenal
dan percaya pada Allah dan percaya bahwa Allah itu menentukan kebahagiaan dan
kesengsaraan Anda. Maukah Anda mengetahui apa yang disukai dan tidak disukaiNya ? Mau, kalau memang Anda percaya bahwa Dia adalah Wujud.
Kalau orang yang beriman pasti percaya bahwa Dia yang mencipta dan mengatur
alam semesta ini, lalu bagaimana berhubungan dengan Beliau ? Apa sajakah yang
Dia sukai dan apa sajakah yang tidak Dia sukai ?
Disini perlu ada yang menjelaskan kepada kita.
Ada tidak yang menurut Anda orang yang lengah/salah ? Pasti ada, perlukah orang
tersebut diingatkan ? Kalo kita sayang orang tersebut maka kita perlu
mengingatkan.
Ada tidak diantara manusia yang lengah ? Banyak. Perlukah diingatkan ? Perlu.
Siapa yang memberitahu tentang Allah ? Siapa yang mengingatkan yang lengah ?
Siapa yang menjelaskan apa yang Dia sukai dan tidak Dia sukai ? Rasul.
Allah menyampaikan pada Rasul. Rasul yang menyampaikan pada umatnya. Kita
manusia, hati kita kotor, kecerdasan terbatas, tidak bisa langsung kepada Allah.
Maka Allah memilih beberapa orang untuk menjadi rasul untuk dapat
menyampaikannya kepada kita.
Itu yang disebut Allah dalam surat Al-Bayyinah ayat 1 :Orang-orang kafir yakni ahli
Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan
meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata.
Maka Allah mengutus Rasul-Nya, seperti yang disebutkan dalam ayat 2 :(yaitu)
seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang
disucikan (Al Quran).
Jadi Rasul merupakan bukti kebenaran. Sebagai contoh :
Ada orang mengaku dokter, percaya atau tidak ? belum, mungkin dia pembohong,
saya perlu bukti bahwa dia seorang dokter. Cara membuktikan dia seorang dokter
bisa dengan melihat ada yang berobat padanya dandiberi obat lalu dia sembuh. Ok
deh, dia memang dokter. Bisa juga dengan melihat ijasahnya sebagai jalan
pintasnya.
Nah, Nabi Muhammad saw diutus, dikatakan oleh ayat tersebut di atas bahwa Rasul
adalah sebagai bukti yang nyata. Di surat An-Nisa Hai seluruh manusia, telah

datang kepada kamu bukti yang nyata, dan kami menurunkan kepada kamu cahaya
Al-Quran. Bukti yang nyata adalah Rasulullah saw. Kalau ada satu orang lahir di
pedalaman yang tidak memiliki peradaban, miskin, yatim, tidak pandai membaca
dan menulis. Mungkinkah secara logika orang tersebut menjadi orang yang hebat ?
Sangat tidak mungkin.
Nabi Muhammad saw lahir di Mekkah yang tidak berperadaban, yatim, miskin, tidak
pandai membaca dan menulis. Tapi menyampaikan hal-hal yang luar biasa, berhasil
meruntuhkan dua emperium Romawi dan Persia hanya dalam waktu 20 tahun lebih.
Dipelajari sejarahnya, ternyata beliau adalah orang yang paling hebat.
Bukankah itu bukti ? Kenapa sih Nabi Muhammad saw lahir yatim ? Kenapa Nabi
Muhammad saw tidak pandai membaca dan menulis ?
Kenapa Nabi Muhammad saw begitu lahir diasingkan ke pedalaman menjauhi
ibunya ? Itu semua diatur Tuhan.
Karena Tuhan yang berkehendak mendidik langsung Nabi Muhammad saw.
Seandainya bapaknya masih hidup, maka bapaknya yang akan mendidiknya, akan
terpengaruh oleh bapaknya. Kalo dengan ibunya, ibunya bisa mempengaruhinya.
Kalau dia pandai membaca, bacaan akan mempengaruhinya. Karena itu, di Surat AlAraaf : Wahai Nabi Muhammad, katakanlah aku ini pesuruh Allah kepadamu
semua,
Allah pemilik penguasa langit dan bumi, tidak ada Tuhan, tidak ada yang menguasai
alam raya ini kecuali Dia, Allah yang menghidupkan dan mematikan. Maka
percayalah kepada Allah, dan percaya juga kepada RasulNya, Nabi yang ummiy
(yang tidak pandai membaca dan menulis). Karena kalo Nabi pandai membaca dan
menulis, orang lain akan mengira bahwa Nabi kita tahu dari bacaan2nya. Jadi kita
tidak perlu malu untuk berkata Nabi Muhammad saw tidak pandai membaca dan
menulis.
Lanjutan surat tersebut :Yang percaya pada Allah. Jadi jangan duga dia menyuruh
orang untuk percaya padahal dirinya tidak percaya. Maka ikutilah dia, supaya
kamu mendapat petunjuk. Apakah cukup kita percaya kepada Nabi bahwa dia
memang Nabi ? Tidak cukup, perhatikan ayat di atas tersebut, Ikuti Nabi. Tetapi
mengikuti Nabi juga harus cerdas. Tidak semua yang dilakukan Nabi itu, harus
diikuti. Nabi kawin dengan 9 perempuan sekaligus, kita tidak bisa begitu. Nabi kalo
tidur, tidak batal wudhunya. Jadi tidak bisa semua diikuti. Ada yang perlu diikuti,
ada yang tidak boleh diikuti. Harus cerdas pilih2.
Kita lihat ayat lain, Hai seluruh manusia, telah datang kepadamu, seorang Rasul.
Apakah kita yang datang kepadanya atau dia yang datang kepada kita ? Dia yang
datang. Jangan minta orang datang. Dia begitu besar perhatiannya kepada kita,
sehingga dia datang kepada kita. dari diri kamu. Rasul yang datang ini sejiwa
dengan kamu. Dia tahu yang maslahat buat kita. Seperti suami isteri sejiwa.

Sebelum suami bicara, isteri sudah tahu. Jadi apa yang disampaikan Rasul pasti
kebaikan buat kamu. Terasa sangat berat apa yang menyusahkan kamu. Rasul
seperti seorang yang menyalakan api/lampu. Ada laron datang kesana, laron ini kalo
dibiarkan akan terbakar. Rasul ini sangat2 kasih dan rahmat. Raufur rahiim. Rauf
itu adalah memberikan rahmat sesuai dengan apa yang dimilikinya. Rahim adalah
memberikan rahmat sesuai apa yang dibutuhkan oleh yang diberi.
Mana yang lebih baik antara Rauf dan Rahim ? Dua-duanya baik, tapi mana yang
lebih baik ? Semisal saya kasih contoh : Kalo Anda punya uang 10 juta. Ada seorang
peminta-minta datang kepada Anda. Kalau Anda Rauf, maka apa yang Anda miliki
diserahkan kepadanya, tapi kalo Rahim, pengemis itu butuh berapa sih dari Anda ?
paling 100 ribu, Anda beri 100 ribu.
Jadi Rahim adalah memberikan sesuai dengan kebutuhan, Rafa atau Rauf itu
memberikan sesuai yang Anda miliki. Nabi Muhammad saw itu Raufun, karena dia
mempunyai hubungan yang akrab dengan kamu. Inti dari sini, adalah Nabi
Muhammad saw itu sangat kasih kepada umatnya dan lebih kasih lagi kepada
umatnya yang taat kepada Allah dan RasulNya.
Pertanyaan :
1.
Sampai sekarang kita sebagai umat Nabi Muhammad saw belum melihat
lukisan wajah Rasulullah, sebagai pelukis bolehkah saya melukis atau
memvisualisasikan wajah beliau dan begitu juga dengan wajah-wajah Nabi yang lain
?
Ada dua sisi yang ingin saya jelaskan. Dari segi teori, kita bisa melukiskan
bagaimana perawakan dan wajah Nabi Muhammad saw. Kenapa ? Karena riwayat2
yang sampai kepada kita yang menjelaskan tentang sosok
Nabi Muhammad saw sangat sempurna. Dahinya lebar, alisnya tebal hitam,
rambutnya terurai sampai ke telinganya. Giginya sedikit jarang, gigi depannya ada
yang patah kena tombak. Itu tergambar semua.
Bagaimana kalo berbicara ? Beliau kalo berbicara sering memukul telapak tangan
kirinya dengan jari telunjuknya, gigit-gigit bibirnya. Dari segi teori tidak ada
masalah.
Tapi dalam ajaran agama, ada yang dinamakan Sadd adz-Dzarai/menutup
kemungkinan. Kalau itu dibiarkan, banyak orang yang akan melukis, bisa terbuangbuang di jalan. Tersinggungkah kita ? Daripada tersinggung dan daripada salah,
dilarang. Juga tidak boleh difilmkan, nanti khawatir setelah difilmkan pemeran yang
sebagai Nabi sedang foya-foya di tempat lain. Itu jalan untuk mencegah kejadian
yang tidak diinginkan terhadap gambaran terhadap Nabi. Termasuk juga supaya
Nabi tidak dikultuskan. Bisa juga nanti gambaran terhadap Nabi juga bisa dihina.
Kalau mau tahu Nabi, pelajari saja kehidupan dan akhlak beliau.

2.
Ada 2 riwayat yang mengatakan Nabi pernah dibelah dadanya, pertama
ketika masih kecil dan ketika beliau Miraj. Apakah itu kisah simbolik saja dan
apakah tujuannya ?
Betul, memang ada riwayat seperti itu. Riwayat itu bahkan ada yang
menguatkannya dengan firman Allah Alam Nasrah laka Shadraka, yang mereka
artikan dengan Bukankah Kami telah membelah dadamu ?. Tetapi penafsiran ayat
tersebut tidak kuat, tidak disepakati ulama.
Riwayatnya juga mengatakan begitu, ada yg mengatakan ketika beliau muda kecil
dan ketika hendak Miraj. Riwayat ini ada yang menerimanya dan ada juga yang
menolaknya. Hal demikian tersebut, bukanlah sesuatu yang wajib kita percayai.
Mau percaya silakan, tidak percaya juga tidak apa-apa.
Sekarang ditanya, apa tujuannya ? Bagi mereka yang berkata, dada beliau dibelah,
supaya dikeluarkan kotorannya. Tapi ada yang berkata tidak, itu terdapat dalam
satu bacaan maulid yang populer, Para malaikat itu tidak mengeluarkan sesuatu
yang buruk dari dadanya, tapi ditambah cahaya diatas cahaya ke dalam dada
beliau. Jadi beda-beda pendapat.
Saya (Quraish Shihab) kalo ditanya, saya tidak percaya ada sesuatu yang buruk
yang terdapat dalam diri Nabi Muhammad saw. Allah sudah ciptakan beliau
sempurna untuk jadi tauladan, jadi tidak ada yang buruk.
Kalaupun riwayat itu akan kita terima, kita akan berkata, itu akan menambah
cahaya di atas cahaya ke dalam diri beliau.
3.
Bagaimana pendapat Bapak, tradisi membaca shalawat kepada Nabi dalam
bahasa Arab ?
Saya (Quraish Shihab) mau bertanya terlebih dahulu, siapa yang paling berjasa
kepada kita ? Orang yang paling berjasa adalah orang yang menyelematkan kita
dunia akhirat. Bagi kita, adalah Nabi Muhammad saw. Bisakah kita berterima kasih
kepada beliau ? Bisakah kita membalas budinya tersebut ? Tidak bisa.
`Allah pernah memerintah, kalau ada orang yang ingin menghadap Rasul harus
membayar sesuatu supaya Nabi bisa bersedekah dari uang tersebut. Tapi baru satu
orang yang melaksanakan, lantas Allah membatalkan perintah tersebut, karena
orang tidak bisa membalas budi baik Nabi. Jadi bagaimana cara membalas budi
baiknya ?
Karena kita manusia tidak bisa, maka kita minta kepada Allah, Ya Allah balas
budinya. Itulah shalawat.
Allahumma shalli ala Muhammad, Ya Allah curahkan rahmat kepada Nabi
Muhammad saw. Kenapa saya minta kepadaMu ya Allah ? Karena saya tidak bisa
membalasnya.

Nah, shalawat ini ada yang diajarkan Nabi, ada pula yang disusun ulama, tetapi
selama intinya menggambarkan penghormatan kepada Nabi, atau intinya selama
menggambarkan kesyukuran kepada Nabi, maka boleh-boleh saja. Tidak harus
dalam bahasa Arab, dalam bahasa Indonesia pun boleh selama ingin
mengagungkan beliau, itu baik.
Pemberian shalawatpun ada perintah. Tidak ada perintah Allah yang didahului Allah
melakukannya selain shalawat. Innallaha wa malaaikatahu yushalluna alan
Nabii. Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang
beriman, bershalawatlah kepada Nabi. Siapa yang lebih dulu bershalawat ? Allah.
Itu sebabnya orang dianggap sangat kikir jika tidak mau shalawat kepada Nabi.
Hanya disuruh bershalawat saja tidak mau. Anda tidak rugi diminta untuk
bershalawat (meminta pada Allah agar memberi kepada Nabi rahmat). Itupun kata
Allah, kalau kamu minta/bershalawat, maka akan Aku beri juga kepadamu. Itu
sebabnya orang yang tidak bershalawat itu sangat kikir, sangat tidak tahu budi.
4.
Ada orang seseorang yang mengaku bermimpi bertemu dengan Rasulullah,
bagaimana pandangan Islam mengenai hal ini ?
Mimpi itu bermacam-macam, ada mimpi karena terdapat keinginan yang meluap,
tidak terwujud di dunia nyata masuk ke dunia mimpi. Ada mimpi akibat keadaan
yang sedang dialami oleh orang yang sedang tidur. Misal ada tali di lehernya, dia
mimpi tercekik. Ada yang mimpi sudah berada di kamar mandi, dan dia merasa
sudah ingin buang air kecil, ternyata setelah tersadar dia mengompol.
Ada mimpi yang dibuat oleh syetan. Ada syetan yang memang khusus buat Anda
bermimpi buruk. Jadi itu mimpi bohong. Ada mimpi yang benar. Diantara mimpi
yang benar adalah yang memimpikan Nabi Muhammad saw. Siapa yang
memimpikan saya waktu tidur, maka betul-betul sudah mimpi saya, karena syetan
tidak bisa menyerupai saya walau dalam mimpi, sabda Rasulullah saw.
Ada orang mimpi seorang Nabi bahkan mimpi ketemu Tuhan, itu syetan yang bikin.
Itu menyerupai dan bohong. Tapi kalau mimpi Nabi Muhammad saw, itu benar.
Orang bermimpi Nabi Muhammad saw itu suatu hal yang istimewa. Bagaimana
rasanya orang yang Anda hormati berkunjung pada Anda walaupun dalam mimpi ?
5.
Dari sekian banyak Nabi yang diutus, maka bagaimana posisi Rasulullah ?
Kemudian ajaran yang datang sebelumnya apakah belum lengkap atau
bagaimana ?
Masyarakat manusia berkembang terus. Ambil contoh anak kecil. Anak kecil waktu
masih bayi belum dikasih nasi, makanannya hanya ASI. Setelah sekian bulan, baru
ditambah ASI dengan makanan lain. Setelah itu, dia boleh makan nasi dan
seterusnya, tapi masih disuapi. Setelah dewasa, dia makan sendiri.

Perkembangan masyarakat seperti itu juga. Setiap nabi membawa ajaran sesuai
dengan perkembangan masyarakat saat itu juga. Setelah umat manusia mencapai
tahap kedewasaan, maka datanglah Nabi Muhammad saw menyempurnakan semua
yang masih kurang. Nabi Isa as, ajarannya sesuai dengan masyarakat ketika itu.
Nabi Nuh demikian juga. Ajaran Nabi Muhammad saw kepada umat manusia ketika
umat manusia mencapai kedewasaannya.
Itulah sebabnya, ajaran nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad saw sangat rinci, tapi
ajaran Nabi Muhammad saw tidak rinci. Ajaran Nabi Muhammad saw yang rinci
adalah hal-hal yang tidak diketahui oleh nalar. Seperti tentang hari kemudian, itu
rinci. Dan yang rinci itu adalah yang tidak bisa berubah lagi. Tapi yang bisa
berubah, yang mengalami perkembangan diserahkan kepada akal manusia untuk
menyusunnya tetapi yang diberikan hanya nilai-nilainya.
Jadi bagaimana kalau ditanya posisi nabi-nabi yang lalu ? Mereka telah
melaksanakan tugasnya untuk masyarakatnya masing-masing, kalau setelah
masyarakat manusia telah mencapai kedewasaannya maka diutuslah Nabi
Muhammad saw membawa ajaran itu.
KESIMPULAN :
1.
Umat manusia membutuhkan Rasul. Karena sekian banyak yang tidak dapat
dijangkau oleh nalar manusia.
2.
Rasul yang diutus Allah ini selalu sesuai dengan perkembangan masyarakat,
tetapi setelah masyarakat manusia telah mencapai kedewasaannya diutuslah Nabi
Muhammad saw. Dan Nabi Muhammad saw itu dijadikan bukti kebenaran, sosoknya
adalah bukti kebenaran, ajarannya Al-Quran adalah bukti kebenaran pula.
3.
Kita tidak hanya dituntut untuk percaya pada Nabi Muhammad saw, tapi juga
dituntut untuk mengikuti/meneladani beliau, hanya saja yang perlu digarisbawahi
harus meneladani secara cerdas.
4.
Sifat Nabi Muhammad saw yang menonjol adalah kasih kepada umatnya,
rahmat kepada seluruh makhluk dan selalu menginginkan kebaikan kepada umat
manusia