Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan. Menua (menjadi tua) adalah suatu
proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memeperbaiki
diri/mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap
infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita.
Proses menua bukan merupakan suatu penyakit, melainkan suatu masa atau tahap hidup
manusia, yaitu; bayi, kanak-kanak, dewasa, tua, dan lanjut usia. Orang mati bukan karena lanjut
usia tetapi karena suatu penyakit, atau juga suatu kecacatan.
Akan tetapi proses menua dapat menyebabkan berkurangnya daya tahan tubuh dalam
nenghadapi rangsangan dari dalam maupun luar tubuh. Walaupun demikian, memang harus
diakui bahwa ada berbagai penyakit yang sering menghinggapi kaum lanjut usia.
Proses menua sudah mulai berlangsung sejak seseorang mencapai usia dewasa. Misalnya
dengan terjadinya kehilangan jaringan pada otot, susunan saraf, dan jaringan lain sehingga tubuh
mati sedikit demi sedikit.
Sebenarnya tidak ada batas yang tegas, pada usia berapa penampilan seseorang mulai
menurun. Pada setiap orang, fungsi fisiologis alat tubuhnya sangat berbeda, baik dalam hal
pencapain puncak maupun menurunnya.
TEORI-TEORI PROSES MENUA
1.

TEORI BIOLOGI

TEORI SELULER
Kemampuan sel hanya dapat membelah dalam jumlah tertentu dan kebanyakan sel-sel
tubuh diprogram untuk membelah 50 kali. Jika sebuah sel pada lansia dilepas dari tubuh
dan dibiakkan di laboratorium, lalu diobservasi, jumlah sel-sel yang akan membelah,
jumlah sel yang akan membelah akan terlihat sedikit. Hal ini akan memberikan beberapa
pengertian terhadap proses penuaan biologis dan menunjukkan bahwa pembelahan sel
lebih lanjut mungkin terjadi untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan, sesuai dengan
berkurangnya umur.

Pada beberapa sistem, seperti sistem saraf, sistem muskuloskeletal dan jantung, sel
pada jaringan dan organ dalam sistem itu tidak dapat diganti jika sel tersebut dibuang
karena rusak atau mati. Oleh karena itu, sistem tersebut beresiko mengalami proses
penuaan dan mempunyai kemampuan yang sedikit atau tidak sama sekali untuk tumbuh
dan memperbaiki diri. Ternyata sepanjang kehidupan ini, sel pada sistem ditubuh kita
cenderung mangalami kerusakan dan akhirnya sel akan mati, dengan konsekuensi yang
buruk karena sistem sel tidak dapat diganti.

TEORI GENETIK CLOCK


Menurut teori ini menua telah diprogram secara genetik untuk species-species tertentu.
Tiap species mempunyai didalam nuclei (inti selnya) suatu jam genetik yang telah diputar
menurut suatu replikasi tertentu. Jam ini akan menghitung mitosis dan menghentikan
replikasi sel bila tidak berputar, jadi menurut konsep ini bila jam kita berhenti kita akan
meninggal dunia, meskipun tanpa disertai kecelakaan lingkungan atau penyakit akhir yang
katastrofal.
Konsep genetik clock didukung oleh kenyataan bahwa ini merupakan cara
menerangkan mengapa pada beberapa species terlihat adanya perbedaan harapan hidup
yang nyata. (misalnya manusia; 116 tahun, beruang; 47 tahun, kucing 40 tahun, anjing 27
tahun, sapi 20 tahun)
Secara teoritis dapat dimungkinkan memutar jam ini lagi meski hanya untuk beberapa
waktu dengan pangaruh-pengaruh dari luar, berupa peningkatan kesehatan, pencegahan
penyakit atau tindakan-tindakan tertentu.
Usia harapan hidup tertinggi di dunia terdapat dijepang yaitu pria76 tahun dan wanita
82 tahun (WHO, 1995)
Pengontrolan genetik umur rupanya dikontrol dalam tingkat seluler, mengenai hal ini
Hayflck (1980) melakukan penelitian melalaui kultur sel ini vitro yang menunjukkan
bahwa ada hubungan antara kamampuan membelah sel dalam kultur dengan umur spesies.
Untuk membuktikan apakan yang mengontrol replikasi tersebut nukleus atau
sitoplasma, maka dilakukan trasplantasi silang dari nukleus.
Dari hasil penelitian tersebut jelas bahwa nukleuslah yang menentukan jumla replikasi,
kemudian menua, dan mati, bukan sitoplasmanya.

SINTESIS PROTEIN (kolagen dan elastin)


Jaringan seperti kulit dan kartilago kehilangan elastisitasnya pada lansia. Proses kehilangan
elastisitas ini dihubungkan dengan adanya perubahan kimia pada komponen perotein
dalam jaringan tersebut. Pada lansia beberapa protein (kolagen dan kartilago, dan elastin
pada kulit) dibuat oleh tubuh dengan bentuk dan struktrur yang berbeda dari protein yang
lebih muda. Contohnya banyak kolagen pada kartilago dan elastin pada klulit yang
kehilangan fleksibilitasnya serta menjadi lebih tebal, seiring dengan bertambahnya usia.
Hal ini dapat lebih mudah dihubungkan dengan perubahan permukaan kulit yang
kehilangan elastisitasnya dan cenderung berkerut, juga terjadinya penurunan mobilitas dan
kecepatan pada sistem muskuloskeletal.

KERACUNAN OKSIGEN
Teori tentang adanya sejumlah penurunan kemampuan sel didalam tubuh untuk
mempertahankan diri dari oksigen yang mengandung zat racun dengan kadar yang tinggi,
tanpa mekanisme pertahan diri tertentu. Ketidak mampuan mempertahankan diri dari
toksik tersebut membuat struktur membran sel mangalami perubahan dari rigid, serta
terjadi kesalahan genetik.
Membran sel tersebut merupakan alat untuk memfasilitasi sel dalam berkomunikasi
dengan lingkungannya yang juga mengontrol proses pengambilan nutrien dengan proses
ekskresi zat toksik didalam tubuh. Fungsi komponen protein pada membran sel yang
sangat penting bagi proses diatas, dipengaruhi oleh rigiditas membran tersebut.
Konsekuensi dari kesalahan genetik adalah adanya penurunan reproduksi sel oleh mitosis
yang mengakibatkan jumlah sel anak di semua jaringan dan organ berkurang. Hal ini akan
menyebabkan peningkatan kerusakan sistem tubuh.

SISTEM IMUN
Kemampuan sistem imun mengalami kemunduran pada masa penuaan. Walaupun
demikian, kemunduran kamampuan sistem yang terdiri dari sistem limfatik dan khususnya
sel darah putih, juga merupakan faktor yang berkontribusi dalam proses penuaan.
Mutasi yang berulang atau perubahan protein pasca translasi, dapat menyebabkan
berkurangnya kamampuan sistem imun tubuh mengenali dirinya sendiri (self recognition).
Jika mutasi somatik menyebabkan terjadinya kelainan pada antigen permukaan sel, maka
hal ini akan dapat menyebabkan sistem imun tubuh menganggap sel yang megalami
3

perubahan tersebut sebagi sel asing dan menghancurkannya. Perubahan inilah yang
menjadi dasar terjadinya peristiwa autoimun.
Hasilnya dapat pula berupa reaksi antigen antibody yang luas mengenai jaringanjaringan beraneka ragam, efek menua jadi akan menyebabkan reaksi histoinkomtabilitas
pada banyak jaringan.
Salah satu bukti yang ditemukan ialah bertambahnya prevalensi auto antibodi
bermacam-macam pada orang lanjut usia.
Disisi lain sistem imun tubuh sendiri daya pertahanannya mengalami penurunan pada
proses menua, daya serangnya terhadap sel kanker menjadi menurun, sehingga sel kanker
leluasa membelah-belah. Inilah yang menyebabkan kanker yang meningkat sesuai dengan
meningkatnya umur.
Teori atau kombinasi teori apapun untuk penuaan biologis dan hasil akhir penuaan,
dalam pengertian biologis yang murni adalah benar. Terdapat perubahan yang progresif
dalam kemampuan tubuh untuk merespons secara adaptif (homeostatis), untuk beradaptasi
terhadap stres biologis. Macam-macam stres dapat mencakup dehidrasi, hipotermi, dan
proses penyakit. (kronik dan akut)
2.

TEORI PSIKOLOGIS

TEORI PELEPASAN
Teori pelepasan memberikan pandangan bahwa penyesuaian diri lansia merupakan suatu
proses yang secara berangsur-angsur sengaja dilakukan oleh mereka, untuk melepaskan
diri dari masyarakat.

TEORI AKTIVITAS
Teori aktivitas berpandangan bahwa walaupun lansia pasti terbebas dari aktivitas, tetapi
mereka secara bertahap mengisi waktu luangnya dengan melakukan aktivitas lain sebagai
kompensasi dan penyusuauian.

ASPEK PSIKOLOGIS AKIBAT LANJUT USIA


Aspek psikologis pada lansia tidak dapat berlangsung tampak. Salah satu pengertian yang
umum tentang lansia adalah bahwa mereka mempunyai kemampuan memori dan
kecerdasan mental yang kurang.
Penelitian tentang kemampuan aspek kognitif dan kemampuan memori pada lansia
dalam kelompok dan kemampuan mereka untuk memcahkan masalah, ternyata tidak
4

mendukung gambaran diatas. Adalah benar bahwa banyak lansia mempunyai cara berbeda
dalam memecahkan masalah, bahkan mereka dapat melakukannya dengan baik walaupun
kondisinya menurun. Akan tetapi, juga terdapat bukti bahwa lansia mengalami
kemunduran mental yang substansil atau luas.
B. TUJUAN
1. Mengetahui teori aging proses.
2. Mengetahui faktor yang mempercepat dan memperlambat aging proses.
3. Mengatuhui perubahan yang muncul pada lansia.
4. Mengetahui faktor yang dapat membuat lansia sukses dan dikatakan sukses.
5. Mengetahui pertimbangan pemberian farmakologi pada lansia.

BAB II
PEMBAHASAN
5

A. PEMBAHASAN SKENARIO
AGING PROCESS
Seorang nenek berusia 75 tahun diantar keluarganya ke puskesmas dengan keluhan badan
lemas. Pasien mengatakan tidak sekuat saat masih muda, kulitnya juga keriput sudah
tidak kencang seperti dulu, penglihatan kabur, nafsu makan dan dirasakan tubuhnya
semakin kurus dari hari ke hari. Selain itu, si nenek juga mengeluh selalu merasa
kedinginan, BAK jadi lebih sering serta konstipasi. Pasien sering mengeluh sempoyongan
saat bangun dari tidur. Dari pemeriksaan didapatkan tekanan 90/70 mmHg, denyut nadi
88x/menit, pernapasan 24x/menit. Pasien juga merasa sedih karena saat ini untuk
melakukan aktivitas sehari-hari saja selalu butuh bantuan orang lain, tidak bisa mandiri
lagi. Kemudian dokter puskesmas menjelaskan apa yang terjadi pada pasien dan
memberikan beberapa saran, termasuk pengaturan dosis obat ke pasien dan keluarganya.

TERMINOLOGI
a. Proses aging
Menua adalah proses yang mengubah seorang dewasa sehat menjadi seorang yang
frail dengan berkurangnya sebagian besar cadangan system fisiologis dan
meningkattnya kerentanan terhadap berbagai penyakit dan kematian .Seiring dengan
bertambahnya usia ,terjadi berbagai perubahanfisiologis yang tidak hanya
berpengaruh terhadap penampilan fisis namun juga terhadap fungsi dan tanggaannya
pada kehidupan sehari-hari.
Terdapat beberapa istilah yang digunakan oleh gerontologi ketika membicarakan
proses menua:
a. Aging : menunjukkan efek waktu;suatu proses perubahan ,biasanya bertahap dan
spontan
b. Senescence hilangnya kemapuan sel untuk membelah dan berkembang (dan seiring
waktu akan menyebabkan kematian)
c. Homeostenosis:penyempitan/berkurangnya cadngan homeostasis yang terjadi
selama penuaan pada setiap system organ.
Istilah aging yang hanya menunjukkan efek waktu,dianggap tidak mewakili apa
yang terjadi pada proses menua.Sebab berbagai proses yang terjadi seiring waktu,
seperti perkembangn (development),dapat disebut aging .Aging merupakan proses
yang terus berlangsung (continuum) yang dimulai dengan perkembagan
(development) yaitu proses generative seiring waktu yang dibutuhkan untuk
kehidupan ,dan dilanjutkan dengan senescence digunakan untuk mengggambarkan
6

turunnya fungsi suatu organisme sejalan dengan penuaan dan meningkatnya


kemungkinan kematian.
b. Hipotensi ortostatik
Tekanan darah disertai pusing, pandangan kabur, dan kadang sinkop terjadi sewaktu
berdiri atau bila berdiri tegak dalam posisi tetap.

KEY WORD
a. Wanita 75 tahun
b. Badan lemas
c. Kulit keriput
d. Penglihatan kabur
e. Tubuh semakin kurus
f. Penurunan nafsu makan
g. Selalu merasa kedinginan
h. BAK sering dan konstipasi
i. Sering sempoyongan
j. TD:90/70 mmHg, denyut nadi:88x/menit, pernapasan 24x/menit
k. Aktivitas sehari-hari butuh bantuan orang lain, tidak bisa mandiri

B. PEMBAHASAN PERMASALAHAN
1. Teori aging proses
Berbagai teori mengenai proses penuaan telah diajukan ,namun hingga 20 tahun yang lalu
teori-teori tersebut kelihatannya sama dengan teori-tepori penuaan yang pernah diajukan
200 tahun bahkan 2000 tahun yang lalu.Beberapa teori menua yang telah ditingggalkan dan
ditolak anatara laian adalah:
a. Model error catastrophe yang diperkenalkan oleh Orgel
b. Teori laju kehidupan f yang diajukan oleh Pearl dan
c. Hipotessis glukokortikoidf
Suatu teori mengenai penuaan dapat dikatakan valid bila ia dapat memenuhi tiga criteria
umum berikut;
a. Teori yang dikemukakan tersebut harus terjadi secara umum di seluruh anggota spesies
yang dimaksud
b. Proses yang dimaksud pada teori itu harus terjadi secara progresif seiring dengan
waktu
c. Proses yang terjadi harus menghasilkan perubahan yang menyebabkan disfungsi organ
dan

menyebabkan

kegagalan

suato

organ

atau

system

tubuh

tertentu

Dari berbagai penelitian penelitian tersebut ,terdapat tiga hal mendasar yang dapat

digunakan sebagai dasar untuk menyusun berbagai teori menua. Ketiga hal
fundamental tersebut adalah :
Pola penuaan pada hamper semua spesies mamalia diketahui sama
Laju penuaan ditentukan oleh gen yang sangat bervariasi pada setiap spesies
Laju penuaan dapat diperlambat dengan pembatasan kalori,setidaknya pada hewan
tikus.
Beberapa teori tentang menua yang dapat diterima saat ini antara lain:
a. Teori radikal bebas
Teori radikal bebas yang menyebutkan bahwa produks hasil metabolism oksidatif yang
sangat rteaktif (radikal bebas) dapat bereaksi dengan berbagi komponen penting
selular ,termasuk protein,DNA,dan lipid dan menjadi molekul-molekul yang tidak
berfungsi naumun bertahan lama dan mengganggu fungsi sel lain. Teori radikal bebas
diperlkenalkan pertama kali oleh Denham Harman pada tahun 1956,yang menyatakan
bahwa proses menua normal merupakan akibat kerusakan radikal bebas.Harman
menyatakan bahwa mitokondria sebagi generator radikal bebas ,juga merupakan target
kerusakan radikal bebas tersebut.
Radikal bebas adalah senyawa kimia yang bersisi electron tidak berpasangan
.Radikal bebas terbentuk sebagai hasil sampingan berbagi proses selular atau
metabolism normal yang melibatkan oksigen sebagai contoh adalah reactive oxygen
species (ROS) dan reactive nitrogen species (RNS) yang dihasilkan selama metabolism
normal karena elektronnya tidak berpasangan ,secar kimiawi radikal bebas akan
mencari pasangan electron lain dengan bereaksi dengan substansi lain terutam protein
dan lemak tak jenuh.Melalui proses oksidasi ,radikal bebas yang dihasilkan selam
fosforilasi oksidatif dapat menghasilkan berbagai modifikasi makromolekul .Sebagai
contoh ,karena membran mengandug sejumlah lemak
Sebenarnya tubuh diberi kekuatan untuk melawan radikal bebas berupa
antioksidan tersebut dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas
tersebut.
b. Teori Glikosilasi.
Teori glikosilasi yang menyatakan bahwa proses glikosilasi nonenzimatik yang
menghasilkan pertautan glukosa-protein yang disebut sebagai advanced glycation end
products (AGEs) dapat menyebabkan penumpukan protein dan makromolekul lain yang
termodifikasi sehingga terjadi disfungsi pada hhewan atau manusia yang menua.
8

Manakala manusia menua,AGEs berakumulasi di berbagai jaringan ,termasuk


kolagen ,hemoglobin ,lensa mata.Karena muatan kolagennyatinggi ,jaringan ikat
menjadi kurang elastic dan kaku Kondisi tersebut dapat mempengaruhi elasitasdinding
pembuluh darah.AGEs diduga juga berinteraksi dengan DNA dan kareanya mungkin
mengganggu kemampuan sel untuk memperbaiki perubahan pada DNA.
c. Teori DNA repair
Teori dna repair yang dikemukakan oleh Hart dan Setlow .Mereka menunjukkan bahwa
danya perbedaan pola laju perbaikan (repai) kerusakan DNA yang diinduksi sinar
ultraviolet (UV) pada berbagai fibroblast yang dikultur .Fibroblas pada spesies yang
mempunyai umur maksimum terpanjang menunjukkan laju DNA repair tebesar,korelasi
ini dapat ditunjukkan pada berbagi mamalia dan primate.
Selain teori-teori di atas,beberapa teori lain juga telah dikemikakan untuk
menjelaskan proses yang terjadi selama penuaan antara lain: aging by program, teori
gen dan mutasigen, crosslinkage theory, cellular garbage theory, wear-and-tear theory,
dan teori autoimun.
2. Batasan usia lanjut.
WHO
a. Middle age /usia pertengahan 45 59 th
b. Elderly /lanjut usia 60 74 th
c. Old /lanjut usia tua 75 90 th
d. Very old/ usia sangat tua diatas 90 th

Pembagian lain :
a. Lansia 65 -74 th
b. Lansia pertengahan 75 - 84 th
c. Sangat lansia 85 th keatas
UU RI No.13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan lanjut usia,lanjut usia adalah seseorang
yang telah mencapai 60 tahun keatas, pembagiannya berdasarkan:
a. Kelompok pertengahan (45-54 tahun)
b. Kelompok usia lanjut (55-64 tahun)
c. Kelompok usia lanjut (65 tahu keatas)
d. Kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (berusia 70 tahun keatas atau kelompok
usia lanjut yang hidup sendiri, terpenci, menderita penyakit beratatau cacat)

3. Penyebab kulit keriput.

Kulit keriput: Kulit keriput merupakan perubahan utama yang dapat terlihat jelas pada
pasien yang lanjut usia. Sebagian besar garis wajah maupun kerut keriput disebabkan oleh
pemaparan berlebihan terhadap sinar UV, baik UVA yg bertanggung jawab atas noda gelap,
kerut keriput dan melanoma. Maupun sinar UVB yang bertanggung jawab atas kulit
terbakar dan karsinoma. Kulit terdiri atas 3 lapisan, yakni epidermis, dermis dan subkutan.
Berikut ini beberapa perubahan yang terjadi pada lansia yaitu :
Epidermis :
o Berkurangnya ketebalan lapisan epidermis
o Berkurangnya sel melanosit
o Berkurangnya sel langerhans
o Taut epidermodermal mendatar
Dermis :
o Terjadi atrofi
o Berkurangnya jumlah sel mast
o Terdapat akhiran saraf yang abnormal
o Berkurangnya jumlah fibroblast
Pada lansia terjadi berkurangnya ketebalan lapisan dermis sebanyak 20%. Hal ini berkaitan
juga dengan berkurangnya fibroblast, sebagaimana fungsinya yakni mensintesis kolagen,
elastin maupun matriks-matriks lainnya. Hilangnya serat elastin dan kolagen akan
berdampak buruk terhadap kelembapan kulit maupun ketegangan kulit sehingga pada
lansia timbul kulit keriput.
4. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam aging proses
Berikut ini merupakan Perubahan yang terjadi pada berbagai system tubuh pada proses
menua, antara lain yaitu :
a. System Endokrin
Toleransi glukosa terganggu (gula darah puasa meningkat 1 mg/dl/decade: gula darah
postprandial meningkat 10 mg/dl/decade
Insulin serum meningkat, HbA1C meningkat, IGF-1 berkurang
Penurunan yang bermakna pada dehidroepiandrosteron (DHEA)
Penurunan testosteron bebas maupun yang bioavailable
Penurunan hormone T3
Peningkatan hormone paratiroid (PTH)
Penurunan produksi vitamin D oleh kulit
Ovarian failure disertai menurunnya hormone ovarium
Peningkatan kadar homosistein serum
b. Kardiovaskuler
Tidak ada perubahan frekuensi jantung saat istirahat, penurunan frekuensi jantung
maksimum
10

Berkurangnya pengisian ventrikel kiri


Berkurangnya sel pacu jantung (pacemaker) di nodus SA
Hipertrofi atrium kiri
Kontraksi dan relaksasi ventrikel kiri bertambah lama
Menurunnya respons inotropik, kronotropik, iusitropik terhadap stimulasi beta

adrenergic
Menurunnya curah jantung maksimal
Menurnnya hipertrofi sebagai respons terhadap peningkatan volume dan tekanan
Peningkatan atrial natreuritic peptide (ANP) serum
Lapisan subendotel menebal dengan jaringan ikat
Ukuran dan bentuk yang irregular pada sel-sel endotel
Fragmentasi elastin pada lapisan media dinding arteri
Peningkatan resistensi vaskuler perifer
c. Tekanan Darah
Peningkatan tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolic tidak berubah
Berkurangnya vasodilatasi yang dimediasi beta-adrenergik
Vasokonstriksi yang dimediasi alfa-adrenergik tidak berubah
Terganggunya perfusi autoregulasi otak
d. Paru-paru
Penurunan FEV1 dan FVC
Meningkatnya volume residual
Berkurangnya efektivitas batuk
Berkurangnya efektivitas fungsi silia
Ventilation perfusion mismatching yang menyebabkan PaO2 menurun seiring

bertambahnya usia: 100 (0,32 x umur)


Peningkatan diameter trakea dan saluran napas utama
Membesarnya duktus alveolaris akibat berkurangnya elastisitas struktur penyangga

parenkim paru, menyebabkan berkurangnya area permukaan


Penurunan masa jaringan paru
Ekspansi toraks
Penurunan tekanan maksimum inspirasi dan ekspirasi
Berkurangnya kekuatan otot-otot pernapasan
Kekakuan dinding dada
Berkurangnya difusi CO
Berkurangnya respons ventilasi akibat hiperkapnia
e. Hematologi
Berkurangnya cadangan sumsum tulang akibat kebutuhan yang meningkat
Attenuated retikulosis terhadap pemberian eritropoietin
f. Ginjal
Menurunnya bersihan kreatinin (creatinin clearance) dan laju filtrasi glomerulus
(GFR) 10 ml/decade
11

Penurunan massa ginjal sebanyak 25%, terutama dari korteks dengan peningkatan

relative perfusi nefron yukstamedular


Menurunnya ekskeresi dan konservasi natrium
Menurunnya ekskeresi dan konservasi kalium
Menurunnya kapasitas konsentrasi dan dilusi
Berkurangnya sekresi akibat pembebanan asam
Aksentuasi pelepasan ADH sebagai respons terhadap dehidrasi
Berkurangnya produksi nitrit oksida
Meningkatnya ketergantungan prostaglandin ginjal untuk mempertahankan perfusi
Menurunnya aktivasi vitamin D
g. Regulasi Suhu Tubuh
Berkurangnya vasokonstriksi dan vasodilatasi pembuluh darah kutaneus
Berkurangnya produksi keringat
Meningkatnya temperatur inti untuk mulai berkeringat
h. Otot
Massa otot berkurang secara bermakna (sarkopenia) karena berkurangnya serat otot
Efek penuaan paling kecil pada otot diafragma, lebih pada otot tungkai dibandingkan
lengan
Berkurangnya sintesis rantai berat miosin
Berkurangnya inervasi, meningkatnya jumlah myofibril per unit otot
Infiltrasi lemak ke berkas otot
Peningkatan fatigabilitas
Berkurangnya laju metabolism basal (berkurangnya 4%/decade setelah usia 50)
i. Tulang
Melambatnya penyembuhan fraktur
Berkurangnya massa tulang pada pria dan prempuan, baik pada tulang trabekular
maupun kortikal
Berkurangnya formasi osteoblas tulang
j. System Saraf Perifer
Hilangnya neuron motor spinal
Berkurangnya sensasi getar, terutama di kaki
Berkurangnya sensitivitas termal (hangat-dingin)
Berkurangnya amplitudo aksi potensial saraf sensorik
Berkurangnya ukuran serat yang termielinasi
Meningkatnya heterogenitas selaput akson mielin
k. System Saraf Pusat
Berkurangnya sedikit massa otak
Berkurangnya aliran darah otak dan terganggunya autoregulasi perfusi
Proliferasi astrosit
Berkurangnya densitas koneksi dendritik
Berkurangnya mielin dan total lipid otak
Berubahnya neurotransmitter, termasuk dopamine dan serotonin
12

Meningkatnya aktivitas monoamine oksidase


Berkurangnya reseptor glukokortikoid hipokampal
Melambatnya proses sentral dan waktu reaksi
l. Gastrointestinal
Berkurangnya ukuran dan aliran darah hati
Terganggunya clearance obat oleh hati sehingga membutuhkan metabolism fase I
yang lebih ekstensif
Terganggunya respons terhadap cedera pada mukosa lambung
Berkurasngnya massa pancreas dan cadangan enzimatik
Berkurangnya kontraksi kolon yang efektif
Berkurangnya absorpsi kalsium
m. Penglihatan
Terganggunya adaptasi gelap
Pengeruhan pada lensa
Ketidakmampuan untuk focus pada benda-benda jarak dekat (presbiopi)
Berkurangnya sensitivitas terhadap kontras
Berkurangnya lakrimasi
n. Penghidu
Deteksi penghidu berkurang 50%
o. Haus
Berkurangnya rasa haus
Terganggunya control haus oleh endorphin
p. Keseimbangan
Meningkatnya respons ambang vestibular
Berkurangnya jumlah sel rambut
q. Pendengaran
Hilangnya nada berfrekuensi tinggi secara bilateral
Defisit pada proses sentral
Kesulitan untuk membedakan sumber bunyi
Terganggunya kemampuan membedakan target dari noise
r. Jaringan ADIPOSA
Meningkatnya aktivitas aromatase
Peningkatan kemungkinan lipolisis
s. System Imun
Berkurangnya imunitas yang dimediasi sel
Rendahnya afinitas produksi antibody
Meningkatnya autoantibody
Banyaknya nonresponder terhadap vaksinasi
Berkurangnya hipersensitivitas tipe lambat
Terganggunya fungsi makrofag
Atrofi timus dan hilangnya hormon timus
Meningkatnya IL-6 dalam sirkulasi
Berkurangnya produksi sel B oleh sumsum tulang
13

t. Fungsi Kognitif
Kemampuan meningkatkan fungsi intelektual berkurang
Berkurangnya efisiensi tranmisi saraf di otak, menyebabkan proses informasi

melambat dan banyak informasi hilang selama tranmisi


Berkurangnya kemampuan mengakumulasi informasi baru dan mengambil informasi

dari memori
Kemampuan mengingat kejadian massa lalu lebih baik dibandingkan kemampuan
mengingat kejadian yang baru saja terjadi.

5. Faktor yang mempengaruhi kesuksesan lansia dan lansia yang dikatan sukses
Faktor yang mempengaruhi kesuksesan lanjut usia, dan lansia yang digolongkan sukses
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesuksesan dihari tua:
a. Persiapan untuk hari tua
Bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri secara psikis dan ekonomis untuk
menghadapi berbagai perubahan yang akan terjadi dihari tua, seringkali akan
mengalami trauma dalam melakukan penyesuaian tersebut.
b. Pengalaman masa lampau
Berbagai kesulitan dalam menyesuaikan diri pada lansia seringkali merupakan akibat
dari pelajaran tentang bentuk-bentuk tertentu dari pengalaman masa lalu, yang tidak
sesuai dengan periode usia lanjut dalam rentang kehidupanya.
c. Kepuasan dari kebutuhan
Untuk dapat menyesuaikan diri dengan baik dihari tua, baik pria maupun wanita harus
mampu memuaskan kebutuhan pribadi mereka dan berbuat sesuai dengan harapanharapan orang lain sepanjang rentang hidupnya.
d. Kenangan dengan sahabat lama
Semakin lama persahabatan antara orang-orang berusia lanjut dapat dipertahankan,
semakin baik mereka melakukan penyesuaian dan juga berbahagia.
e. Anak-anak yang telah dewasa
Sikap anak yang telah dewasa terhadap orang tua yang sudah berusia lanjut dan sering
berhubungan dengan mereka dapat menciptakan penyesuaian sosial dan personal yang
baik bagi orang-orang lansia.
f. Sikap sosial

14

Salah satu hambatan besar dalam melakukan penyesuaian yang baik dimasa lansia
adalah sikap sosial yang kurang senang dengan orang-orang berusia lanjut.
g. Sikap pribadi
Sikap menolak terhadap usia yang semakin bertambah tua, dan penyesuaian atas
perubahan yang terjadi karena bertanbahnya usia, merupakan hambatan serius bagi
penyesuaian diri yang berhasil dihari tua.
h. Metode penyesuaian diri
Metode Rasional (rasional methods) mencakup menerima batas usia, mengmbangkan
minat-minat baru, belajar melepaskan anak dan tidak memikirkan masa lalu. Metode
Irasional (irasional methods) meliputi menolak berbagai macam perubahan yang dating
bersamaan dengan bertambahnya usia dan mencoba melanjutkan seperti masa-masa
sebelumnya, asyik dengan hal-hal yang menyenangkan dimasa lampu, dan ingin
bergantung pada orang lain untuk merawat dirinya.
i. Kondisi penyakit
Penyakit yang kronis (menahun) merupak penghalang yang lebih besar dibandingkan
penyakit yang bersifat temporer dalam menyesuaiakan diri dengan masa lansia,
walaupun penyakit temporer tersebut lebih dideritanya dan lebih berbahaya.
j. Kondisi hidup
Apabila seseorang lansia disuruh tinggal disuatu tempat dimana mereka merasa rendah
diri, tidak sesuai dan membenci tempat itu, dapat mengakibatkan situasi yang tidak
menyenangkan dalam penyesuaian diri yang harus mereka lakukan pada usia lanjut.
k. Kondisi ekonomi
Orang lansia akan merasa sulit untuk menyesuaikan dengan permasalahan keuangan
karena mengetahui bahwa mereka mempunyai kesempatan yang kecil atau tidak sama
sekali dalam memecahkn masalah tersebut, tidak seperti dulu ketika mereka masih
muda.
Kesuksesan usia lanjut dapat dilihat dari:
a. Kesehatan

15

Menjadi seorang lanjut usia yang sehat, tidak mengalami penyakit yang berarti, dan yang
tentunya kesehatan masa tua ini dapat di peroleh dengan pola hidup sehat (nutrisi dan
olahraga) semenjak usia muda.
b. Sosial
Tetap dapat berperan dalam masyarakat, dan menjalankan proses sosial dengan baik, baik
itu dalam bentuk kegiatan komunikasi sehari-hari, ataupun ikut dalam kelompok yang
dibentuk oleh masyarakat demi mempertahankan fungsi sosial seseorang.
c. Spiritual
Semakin dekat dengan tuhan, dengan cara meningkatkan ibadah atau kegiatan yang
berbau agama, karena dengan kegiatan inilah seorang yang lanjut usia akan lebih bisa
menerima masa tuanya.
d. Psikologi
Memandang masa tua adalah suatu hal yang normal yang akan dijalani oleh semua orang,
dan menganggap ini adalah suatu berkah yang harus disyukuri karena tidak semua orang
mendapat umur yang panjang, dan menjalankan masa tua dengan senag hati dan ikhlas
sebagai bentuk rasa syukur terhadap tuhan karena telah diberikan umur yang panjang.
6. Pedoman Memberi Obat pada Pasien Geriatri serta Mengatasi Masalah Poliformasi Usia
lanjut dan pemberian obat :
- Mengapa pasien lanjut usia perlu mendapat perhatian khusus?
- Apakah pengelolaan pasien berumur lanjut dengan pasien dewasa berbeda?
- Hal tersebut menekankan perubahan penting pada usia lanjut, yaitu :
a. Farmakokinetik (respon tubuh terhadap obat)
1. Absorbsi
Makanan atau obat lain dapat mempengaruhi absorbs obat yang diberikan.
2. Distribusi, dipengaruhi oleh faktor:
a. Berat badan
b. Komposisi tubuh
- Cairan tubuh
- Massa otot
- Fungsi dan peredaran darah berbagai organ
- Organ yang mengatur ekskresi obat
3. Metabolism obat di hati, dipengaruhi oleh faktor:
a. Umur
b. Genotif
c. Life style
d. Curah jantung
e. Penyakit (hepatitis dan cirrhosis)
f. Interaksi antar berbagai obat
Mengecilnya massa hati dan adanya aging process dapat mempengaruhi
metaolisme obat.
16

4. Sekresi obat
Sekresi obat melalui terutama organ ginjal pedoman bersih kreatinin 24 jam
penting yang diperhatikan, yaitu untuk memperkirakan dosis awal. Kadar
kreatinin serum tidak menggambarkan berkurang pada proses menua. Akan tetapi,
yang digunakan yakni GFR (Glomerulo filter rate) lebih penting dan jika turun
10-15 ml/menit dosis obat harus diturunkan.
b. Farmakodinamik (respon obat terhadap tubuh)
Ada perubahan lain pada usia lanjut yaitu perubahan reaksi pada reseptor terhadap
obat.
Leipzig mengusulkan pedoman prinsip pemberian obat yang benar pada pasien
usia lanjut, meliputi:
a) Riwayat pengobatan yang lengkap
- Pasien harus membawa seemua obat (resep dokter, vitamin, obat herbal)
- Menanyakan tentang riwayat alergi, efek yang merugikan yang ditimbulkan
oleh obat tersebut (ADR= adverse drugreaction)
- Apakah mengkonsumsi alcohol atau tidak
- Apakah mengkonsumsi rokok atau tidak
- Siapa yang memberikan obat
b) Jangan memberikan obat sebelum waktunya
- Hindari memberikan obat sebelum diagnose ditegakkan
- Bila keluhan ringan atau tidak khas
c) Jangan menggunakan obat terlalu lama
- Lihat lagi daftar obat setiap pemeriksaan dan sesuai obat dengan kebutuhan
- Menghentikan obat yang tidak perlu
d) Kenali obat yang digunakan
- Kenali sifat farmakologis obat
- Efek merugikan
- Keracunan yang mungkin terjadi
- Nilai dengan teliti kemunduran segi fungsi dan mental yang mungkin
disebabkan obat
e) Mulai dengan dosis rendah naikkan perlahan
- Gunakan selalu dosis terendah terlebih dahulu untuk memulai terapi
- Jika dosis masih dirasakan belum tercapai, dosis dapat ditingkatkan perlahan
hingga mencapai dosis yang diinginkan.
f) Menggunakan obat sesuai patokan
- Gunakan dosis cukup untuk mencapai tujun terapi yang sesuai toleransi
g) Beri dorongan supaya patuh berobat
- Jelaskan kepada pasien tentang tujuan pengobatan dan cara mencapainya
- Membuat instruksi tertulis
- Mempertimbangkan sulit tidaknya jadwal pengobatan
- Biaya dan kemungkinan efek merugikan bila memilih obat
17

h) Hati-hati menggunakan obat baru


7. Penyebab konstipasi.
Penyebab konstipasi pada dasarnya konsepnya sama dengan konstipasi pada umur yang
lainnya yaitu kurang cairan dan kurang serat. Pada lansia terjadi penurunan fungsi dari
berbagai aspek dan adapun faktor yang mempengaruhi terjadinya konstipasi pada lansia
yaitu kurangnya aktifitas fisik, sering menunda buang air besar, kurang serat, aktivitas usus
besar sudah tidak sebagus saat muda, dan terjadi penurunan respon motorik sigmoid yang
disebabkan kurangnya rangsangan serat pada otot polos sirkuler yang mengakibatkan
memanjangnya waktu gerakan usus sehingga pengosongan isi usus sulit atau tertahan.
8. Penyebab BAK sering.
Buang air kecil adalah salah satu proses untuk menyeimbangkan keadaan homeostasis
tubuh, yaitu untuk menyeimbangkan cairan, salah satu proses penyeimbangan cairan
adalah dengan intake dan out put yang seimbang, sementara untuk pasien diskenario untuk
proses pengeluaran cairan tidak dapat dilakukan dengan keringat dan melalui feses karena
terjadi konstipasi, sehingga untuk pengeluaran cairan lebih banyak dilakukan melalui urin.
Selain karena proses homeostasis, banyak kencing terjadi karena otot spingter
eksternal pada lansia melemah, sehingga pasien tidak bisa menahan kencing.
9. Penyebab penglihatan kabur.
Pada lanjut usia terjadi ikatan glukosa dan protein menjadi glikosilasi, dan glikosilasi ini
biasanya menumpuk pada lensa, sehingga lensa tidak bisa melakukan akomodasi dan lensa
tidak bening lagi, sehingga penglihatan kabur.
10. Edukasi untuk pasien dan keluarga : mempertahankan kesehatan dengan cara makan
makanan yang bergizi dan seimbang, minum air putih 1,5 hingga 2 liter, olahraga teratur,
istirahat yang cukup serta menjaga kesehatan dan memeriksakan kesehatan secara teratur.
Proses untuk mencapai menua yang sukses :
a. Upayakan fisik dan mental selalu sehat. Lakukan latihan-latihan atau kegiatan fisik
yang teratur. Walaupun dianjurkan dilakukan sejak usia muda, latihan fisik teratur
yang dilakukan setelah usia tua pun tetap memberikan banyak manfaat. Dalam
melakukan latihan fisik seyogyanya disertai dengan kontak yang erat dan sehat dengan
lingkungan/orang-orang disekitar. Dengan demikian dan bercengkrama dengan cucucucu, selain bermanfaat secara fisik, gubungan sosial dan kondisi mentalpun akan

18

tetap terjaga bahkan meningkat sampai pada tahap optimal. Nikmati berbagai aktifitas
yang menjaga ketajaman pikiran, seperti membaca, menulis, bermain musik, dan
terlibat dalam pembicaraan atau diskusi yang santai dan serius. Jangan dilupakan tidur
yang cukup sangat dibutuhkan tubuh untuk tetap sehat secara fisik maupun psikis.
b. Upaya nutrisi yang baik. Walaupun status nutrisi yang buruk lebih mudah didapatkan
pada mereka yang berusia lanjut, namun bukan hal tidak mungkin meraka mampu
mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk mempertahankan kesehatan dan
kebugaran fisik. Pemenuhan kebutuhan nutrisi tidak semata-mata terbatas pada jenis
dan jumlah makanan, tetapi yang tidak kalah penting adalah aktifitas makan yang tentu
melibatkan hubungan sosial dan rekresi yang manfaatnya juga akan sangat dirasakan.
c. Perhatikan keinginan hati. Dalam menjalani hidup, keinginan yang berasal dari lubuk
hati yang paling dalam harus diperhatikan, tidak memaksakan kehendak dan jangan
biarkan apapun mengganggu keinginan hati.
d. Tingkatkan kesejahteraan material. Walaupun kekayaan dan kesejahteraan material
bukan merupakan hal paling penting dalam kehidupan, kemampuan pemenuhan
kebutuhan material baik untuk diri maupun keluarga berdampak pada tingkat
kesehatan fisik, mental, maupun sosial. Bagi seorang yang akan memasuki usia
pensiun, adalah sangat tepat dan bermanfaat bila dapat merencanakan masa-masa
pensiunnya tanpa harus kekurangan materi
e. Hubungan sosial yang sehat. Sahabat-sahabat sejati serta anggota keluarga yang
mendukung tentu merupakan obat yang mujarab, terutama pada masa akhir-akhir
kehidupan. Dengan membina hubungan yang positif dengan berbagai pihak, kita akan
semakin sehat, semakin panjang umur, dan makin menikmati hidup. Dikultur
masyarakat kita, sebenarnya peran sosial orang tua sudah sangat jelas. Sebagai seorang
yang dituakan, umumnya seorang berusia tua selalu diminta nasihat dan pemikiranpemikirannya dalam berbagai masalah. Perasaan telah memberikan manfaat bagi
orang lain ternyata sangat membantu baik dari segi mental maupun kesehatan fisik.
f. Sikap yang positif. Dalam perjalanan hidup menjadi tua, tentu banyak tantangan dan
kehilangan yang terjadi yang mendera seorang tua. Tetapi jangan berkecil hati, karena
berbagai masalah yang selama ini dihadapi tersebut merupakan pelajaran berharga
agar dapat bersikap positif terhadap kehidupan. Seorang yang bersikap positif
umumnya lebih mudah menerima berbagai peristiwa apapun yang terjadi, serta dapat

19

mengendalikan emosi pada keadaan apapun. Bersikap positif diyakini akan


memberikan manfaat yang lebih dalam kehidupan seorang usia lanjut yang berkualitas.
g. Tingkatkan vitalitas spritual. Kehidupan spritual yang baik, dimasyarakat dan kultur
kita, telah diyakini dapat memberikan makna lebih dalam menjalani kehidupan,
terutama bagi mereka yang menuju usia senja.
11. Faktor-faktor mempercepat/ memperlambat proses aging
a. Faktor yang mempercepat
Terdapat bermacam-macam faktor yang dapat mempercepat maupun memperlambat
proses penuaan. Radikal bebas adalah teori yang diterima oleh banyak pihak yang
merupakan penyebab kepada penuaan : Proses penuaan berlangsung ketika sel-sel
secara permanen dirusak oleh serangan terus-menerus dari sejumlah partikel kimia
yang disebut radikal bebas. Antioksidan merupakan bahan yang dapat ditemukan
dalam makanan yang dapat menghentikan sebagian besar mutasi-mutasi DNA
sehingga dapat menghambat proses kemerosotan sel dari banyak segi.

Radikal-radikal bebas
Molekul-molekul terdiri dari atom dan elektron, dan elektron biasanya berpasangan.
Terdapat kondisi dimana terdapat molekul-molekul yang mempunyai elektron yang
tidak berpasangan, maka molekul-molekul inilah yang dikenal sebagai radikal
bebas. Elektron yang tidak mempunyai pasangan akan mencari elektron lain untuk
dijadikan pasangan, maka radikal bebas ini akan menyerang molekul terdekat untuk
mendapatkan elektron. Dengan demikian ia menyebabkan kehancuran molekul lain.
Bila menimpa DNA, terutama pada mitokondria di dalam sel-sel, radikal itu
menyebabkan mutasi-mutasi yang dapat memacu sel-sel berlaku secara
menyimpang. Lama kelamaan kerusakan karena radikal bebas ini membuat tubuh
menua dan mendapat berbagai penyakit.
Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi terbentuknya radikal bebas,
antaranya adalah sinar matahari, zat kimia, zat pengawet, pewarna dan pelezat
makanan, polusi udara, dan pengobatan dengan sinar ultra violet jangka panjang.
Radikal bebas juga digenerasi dari tubuh manusia. Contohnya radikal bebas yang
tercipta sepanjang proses produksi energi oleh mitokondria yang menggunakan
oksigen sebagai bahan utamanya. Akhir dari proses metabolik tersebut akan
20

menghasilkan radikal bebas yang akan merusak sel-sel tubuh seterusnya


menyebabkan penuaan.

Antioksidan
Antioksidan adalah bahan kimia yang dapat memberikan sebuah elektron yang
diperlukan radikal bebas, tanpa menjadikan dirinya berbahaya. Secara kimiawi
antioksidan

dirancang

untuk

menawarkan

radikal

bebas

yang

merusak,

menghentikan serangan radikal bebas sehingga degenerasi dihambat atau proses


penuaan diperlambat.
Antara antioksidan yang terdapat dalam makanan yang dapat menunda proses
penuaan mencakup Vitamin B, Vitamin E, Vitamin C, Beta Karoten, Khromium,
Selenium, Kalsium, Zinc, Magnesium, dan Koenzim Q-10. Semuanya mempunyai
cara kerja dan efek yang berbeda.
Asam folat (vitamin B) yang terdapat pada sayuran hijau (dolasin), sangat
berperan dalam proses anti tua, mencegah kemerosotan fungsi mental dan
menghentikan kanker, yang lebih penting lagi dapat menyelamatkan kerusakan
arteri yang memicu serangan jantung dan stroke dengan merangsang enzim-enzim
untuk metabolism homosistein sehingga dapat mencegah penyumbatan arteri.
Vitamin E merupakan vitamin larut terhadap lemak yang berfungsi dalam
menghambat aterosklerosis. Vitamin E mempunyai peran dalam menghambat
aterosklerosis dengan memangkas oksidasi kolesterol LDL. Dengan demikian dapat
mencegah timbulnya kerusakan arteri dan timbulnya penyakit jantung.
Vitamin C pula merupakan salah satu bentuk vaksinasi melawan kanker,
terutama kanker lambung, esofagus, rongga mulut dan kemungkinan mulut rahim,
rektum dan payudara. Selain itu, Vitamin C juga dapat membantu menyelamatkan
arteri dengan mendorong naiknya kolesterol HDL sehingga menghambat
penyumbatan arteri, mencegah penyakit asma dan bronchitis kronis serta mencegah
katarak. Umumnya untuk rongga mulut, vitamin C melawan penyakit periodontal
yaitu gingiva mudah berdarah dan sariawan.
b. Faktor yang mempercepat aging
Berbagai faktor yang dapat mempercepat proses penuaan (Wibowo, 2003), yaitu :
1) Faktor lingkungan
21

Pencemaran linkungan yang berwujud bahan-bahan polutan dan kimia sebagai


hasil pembakaran pabrik, otomotif, dan rumah tangga) akan mempercepat

penuaan.
Pencemaran lingkungan berwujud suara bising. Dari berbagai penelitian ternyata
suara bising akan mampu meningkatkan kadar hormon prolaktin dan mampu

menyebabkan apoptosis di berbagai jaringan tubuh.


Kondisi lingkungan hidup kumuh serta kurangnya penyediaan air bersih akan

meningkatkan pemakaian energi tubuh untuk meningkatkan kekebalan.


Pemakaian obat-obat/jamu yang tidak terkontrol pemakaiannnya sehingga
menyebabkan turunnya hormon tubuh secara langsung atau tidak langsung

melalui mekanisme umpan balik (hormonal feedback mechanism).


Sinar matahari secara langsung yang dapat mempercepat penuaan kulit dengan
hilangnya elastisitas dan rusaknya kolagen kulit.

2) Faktor diet/makanan. Jumlah nutrisi yang cukup, jenis, dan kualitas makanan yang
tidak menggunakan pengawet, pewarna, perasa dari bahan kimia terlarang. Zat
beracun dalam makanan dapat menimbulkan kerusakan berbagai organ tubuh,
antara lain organ hati.
3) Faktor genetik
Genetik seseorang sangat ditentukan oleh genetik orang tuanya. Tetapi factor
genetik ternyata dapat berubah karena infeksi virus, radiasi, dan zat racun dalam
makanan/minuman/kulit yang diserap oleh tubuh.
4) Faktor psikik
Faktor stres ini ternyata mampu memacu proses apoptosis di berbagai
organ/jaringan tubuh.

5) Faktor organik
22

Secara umum, faktor organik adalah : rendahnya kebugaran/fitness, pola makan


kurang sehat, penurunan GH dan IGF-I, penurunan testosteron, penurunan
melatonin secara konstan setelah usia 30 tahun dan menyebabkan gangguan
circandian clock (ritme harian) selanjutnya kulit dan rambut akan berkurang
pigmentasinya dan terjadi pula gangguan tidur, peningkatan prolaktin yang sejalan
dengan perubahan emosi dan stress, perubahan Follicle Stimulating Hormone
(FSH) dan Luteinizing Hormone (LH).

BAB III
23

PENUTUP
KESIMPULAN
Penuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan. Menua (menjadi tua) adalah suatu
proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memeperbaiki
diri/mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap
infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita.
Proses menua bukan merupakan suatu penyakit, melainkan suatu masa atau tahap hidup
manusia, yaitu; bayi, kanak-kanak, dewasa, tua, dan lanjut usia. Orang mati bukan karena lanjut
usia tetapi karena suatu penyakit, atau juga suatu kecacatan.
Akan tetapi proses menua dapat menyebabkan berkurangnya daya tahan tubuh dalam
nenghadapi rangsangan dari dalam maupun luar tubuh. Walaupun demikian, memang harus
diakui bahwa ada berbagai penyakit yang sering menghinggapi kaum lanjut usia.
Ada beberapa teori tentang aging proses Teori Biologi, teori psikologis. Ada beberapa
teori tentang perlambatan dan percepatan proses aging dimana semuateori ini bertujuan untuk
membuat masa tua yang mandiri dan sejahtera.

24

DAFTAR PUSTAKA
Arthur C.Guyton.M.D. 2007. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi 11. EGC. Jakarta
Aru W Sudoyo. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Cetakan pertama. Interna Publhising.
Jakarta.
Dorland.W.A Newman.2002.Kamus kedokteran dorland. Cetakan pertama. EGC.Jakarta
Ismirayanti. 2010. Aging prosses. http://ismiriyanti.blogspot.com/2010/10.html diakses 10
September 2014
Narulita dewi. 2012. Aging prosses. http://growupclinic.com/2012/2/22-aging-proses-html.
Diakses tanggal 10 September 2014.
Satria perwira. 2008. Theory aging. http://satriaperwira.wordpress/2008/11.html Diakses 10
september 2014

25