Anda di halaman 1dari 6

KEAMANAN KOMPUTER

SEJARAH KRIPTOGRAFI

DISUSUN OLEH :

FAUZIAH LESTARI (1204411359)


KELAS : TI.G

FAKULTAS TEKNIK KOMPUTER


UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO
2014/2015

SEJARAH KRIPTOGRAFI
Kriptografi mempunyai sejarah yang sangat panjang. Kriptografi sudah
digunakan 4000 tahun yang lalu, diperkenalkan oleh orang orang Mesir lewat
hieroglyph. Jenis tulisan ini bukanlah bentuk standar untuk menulis pesan.

Gambar 2.1 Tulisan hieroglyph


(Ariyus, 2008, p13)

Kriptografi berasal dari bahasa Yunani, cryptos yang berarti rahasia dan
graphein yang berarti tulisan. Kriptografi adalah sebuah teknik dalam
mengamankan dan mengirim data dalam bentuk yang hanya diketahui oleh pihak
yang berhak membukanya. Kriptografi merupakan ilmu dan seni dalam
memproteksi informasi dengan mengubahnya ke dalam bentuk himpunan karakter
acak yang tidak dapat dibaca. Kriptografi adalah sebuah cara yang efektif dalam
mengamankan informasi-informasi penting baik yang tersimpan dalam media
penyimpanan maupun yang ditransmisikan melalui jaringan komunikasi (Ariyus,
2008, p13).
Kriptografi sudah digunakan sekitar 40 abad yang lalu oleh orang orang
Mesir untuk mengirim pesan ke pasukan yang berada di medan perang dan agar
pesan tersebut tidak terbaca oleh pihak musuh walaupun pembawa pesan tersebut
tertangkap oleh musuh. Sekitar 400 SM, kriptografi digunakan oleh bangsa
Spartan dalam bentuk sepotong papirus atau perkamen yang dibungkus dengan
batang kayu. Pada zaman Romawi kuno, ketika Julius Caesar ingin mengirimkan

pesan rahasia pada seorang Jendral di medan perang. Pesan tersebut harus
dikirimkan melalui seorang prajurit, tetapi karena pesan tersebut mengandung
rahasia, Julius Caesar tidak ingin pesan tersebut terbuka di tengah jalan. Di sini
Julius Caesar memikirkan bagaimana mengatasinya yaitu dengan mengacak isi
pesan tersebut menjadi suatu pesan yang tidak dapat dipahami oleh siapapun
kecuali hanya dapat dipahami oleh Jendralnya saja. Tentu sang Jendral telah
diberi tahu sebelumnya bagaimana cara membaca pesan yang teracak tersebut,
karena telah mengetahui kuncinya.
Kriptografi mulai digunakan dan disumbangkan pemikirannya pertama kali
oleh empat kelompok, yakni militer, korps diplomatik, diarist, dan orang yang
sedang jatuh cinta. Dari keempat kelompok orang tersebut, militer telah
memainkan peranan yang paling penting dan telah mengembangkan bidang ini. Di
dalam organisasi militer, pesan-pesan yang telah di-encode secara tradisional
diberikan kepada pekerja kode berupah rendah untuk selanjutnya dienkrip dan
ditransmisikan. Tugas ini diusahakan agar tidak dilakukan oleh spesialis yang elit.
Kendala tambahan telah menjadi kesulitan dalam peralihan yang cepat dari satu
algoritma kriptografi ke algoritma lainnya, karena hal ini memerlukan pelatihan
orang dalam jumlah banyak. Keadaan yang bertolak belakang ini telah
membentuk model enkripsi.
Pada perang dunia kedua, Jerman menggunakan mesin enigma atau juga
disebut dengan mesin rotor yang digunakan Hitler untuk mengirim pesan kepada
tentaranya di medan perang. Jerman sangat percaya bahwa pesan yang dienkripsi
menggunakan enigma tidak dapat dipecahkan. Tapi anggapan itu keliru, setelah
bertahun-tahun sekutu mempelajarinya dan berhasil memecahkan kode-kode
tersebut. Setelah Jerman mengetahui bahwa enigma dapat dipecahkan, maka
enigma mengalami beberapa kali perubahan. Enigma yang digunakan Jerman
dapat mengenkripsi suatu pesan sehingga mempunyai (15).(10)^18 kemungkinan
untuk dapat mendekripsi pesan.
Perkembangan komputer dan sistem komunikasi pada tahun 60-an
berdampak pada permintaan dari pihak pihak tertentu sebagai sarana untuk
melindungi informasi dalam bentuk digital dan untuk menyediakan layanan
keamanan. Dimulai dari usaha Feistel dari IBM di awal tahun 70-an dan mencapai

puncaknya pada 1977 dengan pengangkatan DES (Data Encryption Standard)


sebagai

standar

pemrosesan

informasi

federal

Amerika

Serikat

untuk

mengenkripsi informasi yang tidak belum diklasifikasi. DES merupakan


mekanisme kriptografi yang paling dikenal sepanjang sejarah.
Pengembangan paling mengejutkan dalam sejarah kriptografi terjadi pada
1976 saat Diffie dan Hellman mempublikasikan New Directions in
Cryptography. Tulisan ini memperkenalkan konsep revolusioner kriptografi
kunci publik dan juga memberikan metode baru untuk pertukaran kunci,
keamanan yang berdasar pada kekuatan masalah logaritma diskret. Meskipun
Diffie dan Hellman tidak memiliki realisasi praktis pada ide enkripsi kunci publik
saat itu, idenya sangat jelas dan menumbuhkan ketertarikan yang luas pada
komunitas kriptografi. Pada 1978 Rivest, Shamir dan Adleman menemukan
rancangan enkripsi kunci publik dan tanda tangan digital, yang sekarang disebut
RSA. Rancangan RSA berdasar pada masalah faktorisasi yang sulit untuk
kriptografi, dan menggiatkan kembali usaha untuk menemukan metode yang lebih
efisien untuk pemfaktoran. Tahun 80-an menunjukkan peningkatan luas di area
ini, sistem RSA masih aman. Sistem lain yang merupakan rancangan kunci publik
ditemukan oleh Taher ElGamal pada tahun 1985. Rancangan ini berdasar pada
masalah logaritma diskret.
Salah satu kontribusi penting dari kriptografi kunci publik adalah tanda
tangan digital. Pada 1991 standar internasional pertama untuk tanda tangan digital
diadopsi. Standar ini berdasar pada rancangan kunci publik RSA. Pada 1994
pemerintah Amerika Serikat mengadopsi Digital Signature Standard, sebuah
mekanisme kriptografi yang berdasar pada algoritma kunci publik ElGamal.
Secara singkat, Sejarah perkembangan kriptografi dapat dijabarkan seperti
berikut,
1. Tahun 1900 SM
Pertama kali digunakannya teknik transformasi cyptography di tomb
inscription,merupakan penggunaan kriptografi yang pertama kali
diketahui.
2. Tahun 475 SM

Sparta menggunakan kriptografi untuk komunikasi dan juga merancang


alat untuk mengenkripsi (skytale) yang menghasilkan transposition cipher.

3. Tahun 350 SM
Aenas The Tactician mengeluarkan tulisan pertama mengenai keamanan
komunikasi dan kriptografi.
4. Tahun 60 SM
Julius Caesar menjadi orang yang pertama kali yang diketahui
menggunakan substitution cipher.
5. Tahun 1412
Treatise tertua yang diketahui dalam kriptanalis yang diterbitkan oleh
Alkalkas Handi (Mesir)
6. Tahun 1917
Edward Hugh Hibern mengembangkan mesin motor yang pertama.
7. Tahun 1971
IBM mengembangkan teknik enkripsi Lucifer.
8. Tahun 1975
DES diumumkan (disetujui tahun 1977).
9. Tahun 1976
Presentasi terbuka pertama tentang konsep public key oleh Diffie dan
Helman.
10. Tahun 1977
Merkle mengembangkan algoritma knapsack dan memberikan hadiah
$100 bagi yang dapat memecahkan kuncinya (algoritma dengan satu kali
pengulangan). Algoritma Rivest-Shamir-Aldeman (RSA) diumumkan
kepada umum.
Sebagaimana banyak teknologi lainnya, selama bertahun-tahun kriptografi
menjadi bidang khusus yang hanya dipelajari oleh pihak militer. Agen Keamanan
Nasional Amerika (NSA = National Security Agency), Uni Soviet, Inggris,
Perancis, Israel dan negara lainnya telah membelanjakan miliaran dolar untuk
mengamankan komunikasi mereka dan pada saat yang bersamaan mereka pun
berusaha memecahkan kode rahasia negara saingannya.

Namun pada kurun waktu 30 tahun terakhir, penelitian akademik di bidang


kriptografi meledak dengan dahsyatnya. Kemajuan teknologi komputasi komputer
menambah cepatnya perkembangan kriptografi. Sekarang, kriptografi bukan lagi
monopoli militer, setiap individu berhak mengamankan komunikasinya tanpa
kuatir dimata-matai oleh pihak lain. Setiap individu berhak melindungi
komunikasi yang berisi rahasia keluarganya, bisnisnya, pekerjaannya, dan
pendapat-pendapatnya. Hal ini tentu bertentangan dengan kebijakan pemerintah
yang menginginkan agar setiap kegiatan rakyatnya dapat dikontrol, apalagi kalau
dianggap melawan pemerintah.
Bahkan di negara yang mengaku paling demokratis sedunia, Amerika,
pemerintahnya justru mengontrol dengan sangat ketat kriptografi. Bila anda
menginginkan produk kriptografi yang paling andal, jangan berharap anda dengan
mudah mendapatkannya dari negeri ini. Pemerintah Amerika bahkan melarang
ekspor produk kriptografi yang tidak mampu mereka pecahkan kode rahasianya.
Sementara untuk komunikasi dalam negeri, mereka mengizinkan penggunaan
produk kriptografi yang lebih kuat, karena pemerintah Amerika dapat melakukan
penyadapan komunikasi dengan mudah tanpa harus memecahkan kriptografinya.
Pemerintah Amerika menganggap produk kriptografi sebagai amunisi semacam
tank, rudal, pesawat pembom maupun kapal-kapal perangnya.