Anda di halaman 1dari 41

Laporan Kasus

Tonsilofaringitis akut
Jenes kapiler
Pembimbing
Dr. Kote N, Sp.THT

Identitas Pasien

Nama
: Tn, A
Usia
: 21 tahun
Jenis Kelamin : laki laki
Pekerjaan : mahasiswa
Alamat
: sukabumi

Anamnesis (autoanamnesis)

Keluhan Utama :
Nyeri saat menelan
Keluhan Tambahan :
Sakit menelan & demam
Riwayat Penyakit Sekarang :
awalnya 4 hari yang lalu di pagi hari pasien tiba tiba demam
tinggi,tidak menggigil dan di saat siang harinya pasien
langsung mengeluh nyeri saat menelan,saat minum air pun
terasa sangat sakit,mual (-) muntah (-),batuk (-) pilek
(-),gangguan pendengaran di sangkal

Riwayat Penyakit Dahulu :


Belum pernah pernah sakit seperti ini sebelumnya,sering
batuk pilek di sangkal
Riwayat Penyakit Keluarga:
Disangkal

Pemeriksaan Fisik

Kesadaran
: Kompos Mentis
Keadaan Umum : Sakit ringan
Tanda Vital
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi
: 80 x/menit
Pernapasan
: 19 x/menit
Suhu
: Afebris

Status THT
ADS
: Normal/Normal
CAE
: hiperemis -/-, secret -/-, massa -/-, laserasi -/-, serumen +/+
MT
: intak/intak
Nasal
: hiperemis -/-, sekret -/-, massa -/-, laserasi -/- konka inferior
eutrofi(-) , septum nasi di tengah
OROFARING : faring hiperemis +, tonsil : T2/T2 hiperemis, kripta tidak
melebar,garulasi (-)
KGB
: tidak teraba membesar
Maksilofasialis : simetris

DIAGNOSIS KERJA
Tonsillofaringitis akut

Hasil laboratorium
jumat,7-11-2014
Hb
: 12,6
Leukosit : 17.100
Trombosit : 225.000
Hematokrit : 37

senin,10-11-2014

Hb
: 12.4
Leukosit : 8700
Trombosit : 300.000
Hematokrit : 36

Penatalaksanaan

Medikamentosa :
1.
Cefriaxone 2x1 g
2.
Ranitidin 2x1
3.
Ketorolac 2x1
4.
Paracetamol
Non Medikamentosa :
1.
Istirahat dan minum air hangat yang cukup.
2.
Patuh minum obat.
3.
Hindari minum air es/panas

Prognosis

10

Quo ad Vitam
: Bonam
Quo ad Functionam : Bonam
Quo ad Sanationam : Bonam

Follow up
S : nyeri
menelan (+),demam (-) ,batuk (-)
Jumat,7-11-2014
pilek (O : ADS : dbn/dbn
OROFARING : faring hiperemis (+), tonsil :
T2/T2
hiperemis
(+),
kripta
tidak
melebar,garulasi (-)
A : tonsilofaringitis akut
P:
1.
cetriaxone 1x2 g
2.
Ketorolac 3x30 mg
3.
Metronidazole 3x500 mg
4.
Infus RL 20 tpm
5.
Diet cair
11

Sabtu,8-11-2014
S : nyeri menelan berkurang,Demam (-)
O : OROFARING : faring hiperemis (+), tonsil
: T2/T2 hiperemis (+), kripta tidak
melebar,garulasi (-)
A : tonsilofaringitis akut
P:
1.
cetriaxone 1x2 g
2.
Ketorolac 3x30 mg
3.
Metronidazole 3x500 mg
4.
Infus RL 20 tpm
5.
Diet cair

Senin,10-11-2014
S : nyeri menelan (-) demam (-) makan
nasi (+)
O : OROFARING : faring hiperemis (-),
tonsil : T2/T2 hiperemis (-),
A : tonsilofaringitis akut
P:
1. cetriaxone 1x2 g
2. Ketorolac 3x30 mg

12

Selasa,11-11-2014
S : tidak ada keluhan lagi
O : OROFARING : faring hiperemis
(-), tonsil : T2/T2 hiperemis (-),
A : tonsilofaringitis akut
P : rencana pulang hri ini

TINJAUAN PUSTAKA

13

DEFINISI
Tonsillitis inflamasi pada
tonsila palatine, disebabkan oleh
infeki virus atau bakteri yang
merupakan bagian dari cincin
Waldeyer.

14

Tonsillitis

Akut

Membranos
a

Kronis

42

Tonsillitis akut

Infeksi akut pada tonsil sering terjadi


pada anak-anak
Kemungkinan karena sistem imun yang
belum berkembang sempurna
Dapat terjadi pada orang dewasa tetapi
harus selalu dipertimbangkan diagnosa
banding dan faktor predisposisi yang lain

16

Etiologi

Grup A Steptokokus -hemolitikus


Haemophilus influenzae
Streptococcus pneumoniae
Stafilococcus
Mycobacteria pada pasien
imunokompromi.

17

Patofisiologi

Bakteri dan virus

18

antibody
terhadap infeksi
yang akan
datang.

tubuh

sistem kekebalan
tubuh

hidung / mulut,
tonsil

filter
menyelimuti
organisme
berbahaya
dengan sel-sel
darah putih

Bila fungsi
pertahanan

Tonsillitis

Gejala dan tanda

Nyeri tenggorok dan disfagia


Demam biasanya tinggi
Lesu
Tidak nafsu makan
Nafas bau (halitosis)
Nyeri telinga (referred pain)
Otitis media dapat terjadi sebagai
19
komplikasi.

Pemeriksaan

20

Tonsil membengkak
Hiperemis
Bercak-bercak,
kadang-kadang
diliputi eksudat
keabu-abuan atau
kekuning-kuningan
Kelenjar
submandibula
membengkak dan
nyeri tekan.

21

Tonsillitis akut
Gejala menyerupai common
Tonsillitis
cold
viral
Nyeri tenggorok
Etiologi : Epstein Barr
H. Influinzae Tonsillitis akut
supuratif
Coxchakie luka pada
palatum, tonsil sangat nyeri
Terapi : istirahat, minum
cukup, analgetik, antivirus bl

Tonsillitis
bakterial

Etiologi : Streptokokus viridan, Streptokokus


piogenes
Detritus
Inkubasi 2-4 hari
Nyeri tenggorok, nyeri menelan
Demam tinggi, lesu, nyeri sendi, otalgia, nafsu
makan
PF : Tonsil bengkak, hiperemis, detritus folikel, KGB
submandibula bengkak dan nyeri tekan
Terapi : Ab spektrum luas, antipiretik, obat kumur
desinfektan
Komplikasi : OMA, sinusitis, abses peritonsil, dll

Faringitis Virus

Faringitis Bakteri

Biasanya tidak ditemukan nanah di


tenggorokan

Sering ditemukan nanah di tenggorokan

Demam ringan atau tanpa demam

Demam ringan sampai sedang

Jumlah sel darah putih normal atau agak Jumlah sel darah putih meningkat ringan
meningkat
sampai sedang
Kelenjar getah bening normal atau
sedikit membesar

Pembengkakan ringan sampai sedang


pada kelenjar getah bening

Tes apus tenggorokan memberikan hasil Tes apus tenggorokan memberikan hasil
negatif
positif untuk strep throat
Pada biakan di laboratorium tidak
11
24 tumbuh bakteri

Bakteri tumbuh pada biakan di


laboratorium

Terapi

Antibiotik spektrum luas


Golongan penisilin/betalactam atau
eritromisin
Antipiretik
Obat kumur yang mengandung
desinfektan.

25

Komplikasi

Otitis media akut pada anak


Abses peritonsil dan parafaring
Sepsis
Bronkhitis
Nefritis akut
Miokarditis
Artritis.

26

FARINGITIS

27

FARINGITIS

28

Faringitis Akut
Faringitis Viral
Faringitis Bakterial
Faringitis Kronis
Hiperplastik
Atrofi
Faringitis Spesifik
Faringitis luetika
Faringitis tuberkulosis

Faringitis Akut
Faringitis Viral

menyerupai Common cold disertai rasa nyeri tenggorok.


Penyebab :

29

Rhinovirus,
Adenovirus,
Virus Epstein-Barr
Virus Herpes-Simpleks (tipe 1 dan 2)
Virus influenza
Virus parainfluenza (tipe 1-4)
Coronavirus
Human Immunodeficiency Virus,
H1N1
H5N1

Faringitis Akut
Faringitis Viral

30

Gejala klinis
Demam disertai rinorea, mual nyeri tenggorok, sulit menelan
Faring dan tonsil hiperemis
Virus influenza, coxsachievirus dan cytomegalovirus: lesi
vesikular di orofaring dan lesi kulit: maculopapular rash
HIV-1: nyeri tenggorok, nyeri menelan, mual, dan demam.
Faring hiperemis, eksudat, limfadenopati akut di leher,
lemah

Faringitis Akut
Faringitis Viral
Terapi
Istirahat dan minum yang cukup.
Kumur dengan air hangat.
Analgetika jika perlu dan tablet isap.
Anti
virus diberikan pada infeki herpes simpleks,
Isoprinosine dosis 60-100 mg/kgBB dibagi dalam 4-6
kali/hari pada orang dewasa dan anak < 5 tahun diberikan
50 mg/KgBB dibagi 4-6 kali/hari.
31

Faringitis Akut
Faringitis Bakterial
Penyebab :

Grup A Streptokokus hemolitikus

32

Protein M
Adhesin
Eksotoksin

Faringitis Akut
Faringitis Bakterial
Gejala & Tanda
Nyeri kepala hebat
Muntah
Kadang demam tinggi
Jarang disertai batuk

33

Faringitis Akut
Faringitis Bakterial
Gejala & Tanda

34

Tonsil hipertrofi
Faring dan tonsil hiperemis
Eksudat di permukaan
Petechie pada palatum & faring
Kelenjar limfa leher anterior membesar, kenyal, dan
nyeri pada penekanan

Faringitis Akut
Faringitis Bakterial

Terapi
Grup A Streptokokus hemolitikus:
Penisilin G Benzatin 50.000 mg/KgBB, IM dosis tunggal, atau
amoksisilin 50 mg/KgBB dosis dibagi 3x/hari selama 10 hari dan
pada dewasa 3x500 mg/hari selama 6-10 hari atau eritromisin
4x500 mg/hari.
Deksametason 8-16 mg, IM 1 kali
Analgetika
Kumur dengan air hangat atau antiseptik.

35

Faringitis Akut
Faringitis Bakterial
Komplikasi

36

Demam rematik
Penyakit jantung rematik
Glomerulonefritis,

Faringitis Akut
Faringitis Fungal
Gejala dan tanda
Keluhan nyeri tenggorok
Nyeri menelan.
Plak putih di orofaring dan mukosa faring lainnya
hiperemis

37

Faringitis Akut
Faringitis Fungal
Pemeriksaan penunjang
Pembiakan: Saboroud dextrosa
Terapi
Nistatin 100.000-400.000, 2x/hari.
Analgetik

38

Faringitis Akut
Faringitis Gonorea
Penyebab : Neisseria gonorea
Sering: kontak orogenital.
Sebabkan: ulserasi epitel dan infiltrasi leukosit PMN
Gejala dan tanda :
Biasanya asimtomatis
Sore throat, hipertrofi tonsil,
Adenopati servical
39

Faringitis Akut
Faringitis Gonorea
Pemeriksaan Penunjang
Kultur dalam agar cokelat
Terapi
Sefalosporin generasi ke-3, Seftriakson 250 mg, IM.

40

Terima Kasih

41