Anda di halaman 1dari 30

KARSINOMA

NASOFARING

DISUSUN OLEH:
MUTIARA DARA RATIH, S. Ked
Pembimbing:
dr. Moelyadhi Utomo, Sp. THT
Kepaniteraan Klinik
Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok
RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya
2015

PENDAHULUAN
Karsinoma nasofaring (KNF):tumor
ganas daerah kepala dan leher
terbanyak di Indonesia, angka
kejadian sebesar 60%
Cina Selatan (GuangDong)prevalensi 39,84/100.000
penduduk

4/7/15

Ras mongoloid berisiko terhadap


KNF:Cina bagian selatan, Hongkong,
Vietnam, Thailand, Malaysia,
Singapura dan Indonesia
Faktor risiko: infeksi Virus EbsteinBarr, letak geografis, rasial, jenis
kelamin, kebiasan hidup, dan genetik

4/7/15

Anatomi & Histologi


batas
atas:basisphenoid dan
basiocciput.
Posterior : lengkungan
vertebra atlas.
Dasar : palatum mole.
anterior :koana
lateral :muara tuba
eustachius torus
tubarius, fossa
Rosenmuller
4/7/15

FUNGSI NASOFARING
Menyalurkan udara dari hidung ke laring
dan trakea
Menyamakan tekanan antara tuba
eustacius dan nasofaring
Elevasi palatum mole:membantu proses
menelan, berbicara, dan muntah
Ruang resonansi produksi suara
Kanal drainase :sekresi mukus nasal dan
kelenjar nasofaring
4/7/15

Insiden di Amerika Utara berkulit


putih adalah 0,25% dari seluruh
kanker, sementara pada campuran
Cina dan Amerika sebesar 18%
jarang ditemukan di India dan
kejadiannya berkisar hanya 0,41%
dari seluruh kanker
Penduduk Cina Selatan, Taiwan dan
Indonesia adalah yang paling berisiko
tinggi terhadap kanker ini.
4/7/15

Free Template from www.brainybetty.com

Karsinoma Nasofaring :
Etiologi
karsinogen lingkungan:asap rokok,
kebiasaan mengkonsumsi ikan asin,
makanan yang diawetkan yang
mengandung nitrosamines
Kerentanan genetik:translokasi,
amplifikasi dan delesi dari kromosom
3p, 5p, dan 3q berkontribusi
terhadap KNF
Infeksi EBV: sel epitel, sel T, sel
makrosit, dan sel natural killer
4/7/15

PATOGENESIS

4/7/15

PREDILEKSI
Dekade ke 5-7
Jenis kelamin laki-laki 2-3 kali lebih
sering dibandingkan perempuan

4/7/15

GAMBARAN KLINIS
Berdasarkan pertumbuhan tumor:
Proliferatif: Saat tumor polipoid mengisi
nasofaring sehingga menimbulkan
gejala obstruksi nasal.
Ulseratif: Epistaksis gejala yang umum
didapatkan
Infiltratif: Pertumbuhan infiltratif secara
submukosa

4/7/15

10

4/7/15

Free Template from www.brainybetty.com

11

Gejala dibagi 4 kelompok:


a. Nasal: Obstruksi nasal, nasal
discharge, denasal speech
(rhinolalia clausa) dan epistaksis
b. Otologi: kehilangan pendengaran
konduktif, otitis media supuratif
atau serosa, tinitus

4/7/15

12

c. Ekstensi intrakranial: oftalmoplegia,


berkurangnya refleks kornea,
eksoftalmus dan kebutaan, jugular
foramen Syndrome, Trotter's triad.
d. Metastasi ke KGB
servikal

4/7/15

13

Diagnosis
Anamnesis:
keluhan pada
telinga, hidung,
gangguan saraf
kranial,
pembesaran KGB
Pemeriksaan fisik:
KGB servikal,
fungsi nervus
kranialis
4/7/15

Pemeriksaan
serologi EBV: -IgA,
EA-IgA, EBVDNAseAb
Pencitraan:

CT Scan
MRI
Bone scan
PET-CT

Biopsi
14

Diagnosis Banding

Kelainan hiperplastik nasofaring


Angiofibroma nasofaring
Limfadenitis koli
TB kelenjar leher
Limfoma malignum

4/7/15

15

Klasifikasi

4/7/15

16

4/7/15

17

Stadium
TNM menurut UICC (Union for
International Cancer Control ) 2002:

4/7/15

18

4/7/15

19

4/7/15

20

Penatalaksanaan
Stadium 1 = Radioterapi
Stadium II dan III: Kemoradiasi
Stadium IV dengan N<6 :
Kemoradiasi
Stadium IV dengan N>6 : Kemoterapi
dosis penuh dilanjutkan kemoradiasi

4/7/15

Free Template from www.brainybetty.com

21

Radiasi
Kemoterapi: adjuvan, neoadjuvan,
konkomitan
Pembedahan
rehabilitatif:
Psikis
Fisik

4/7/15

Free Template from www.brainybetty.com

22

4/7/15

Free Template from www.brainybetty.com

23

4/7/15

Free Template from www.brainybetty.com

24

Prognosis dan Faktor


Prediktif
Dengan menggunakan staging TNM
2002 menunjukkan disease-specificsurvival (DSS) 5 tahun untuk stadium
1 adalah 98%, stadium II A dan B
adalah 95%, stadium III 86%,
stadium IV A-B 73%.

4/7/15

Free Template from www.brainybetty.com

25

Prognosis diperburuk oleh beberapa faktor


seperti:

Stadium yang lebih lanjut


Usia lebih dari 40 tahun
SCC dan ditemukan infeksi EBV
Adanya pembesaran kelenjar leher
Adanya kelumpuhan saraf otak dan
adanya kerusakan tulang tengkorak
- Adanya metastasis jauh
4/7/15

Free Template from www.brainybetty.com

26

Kesimpulan
Karsinoma nasofaring adalah tumor ganas bagian
kepala leher tersering dengan lokasi predileks di
bagian fosa rosenmuller.
Insidensi KNF dipegaruhi oleh tiga faktor yaitu
karsinogen lingkungan, kerentanan genetik dan
infeksi Ebstein Barr Virus.
Gejala yang ditimbulkan dapat berupa gejala
nasal seperti obstruksi nasal, nasal discharge,
denasal speech, dan epistaksis; gejala otologi
berupa tintus, tuli konduktif dan dizziness; gejala
oftalmoneurologi berupa diplopia, eksoftalmus
dan kebutaan; dan metastasis metastasis KGB
servikal.
4/7/15
Free Template from www.brainybetty.com
27

KNF secara histopatologis dibagi menjadi tiga


jenis yaitu karsinoma berkeratin, karsinoma tidak
berkeratin berdiferensiasi, dan karsinoma tidak
berkeratin dan tidak berdiferensiasi.
Penatalaksanaan berdasarkan stadiumnya.
Stadium 1 = Radioterapi, Stadium II dan III:
Kemoradiasi, Stadium IV dengan N<6 :
Kemoradiasi, Stadium IV dengan N>6 :
Kemoterapi dosis penuh dilanjutkan kemoradiasi.
Prognosis ditentukan dari stadium, usia pasien,
jenis kelamin, ras, pembesaran KGB, kelumpuhan
saraf otak dan adanya metastasis jauh.
4/7/15

Free Template from www.brainybetty.com

28

4/7/15

Roezin A. Adham M. Karsinoma nasofaring. dalam: Soepardi EA, Iskandar N, bashiruddin J, Restuti
RD, editor. Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher. Edisi 7. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia; 2012. p. 158-63.
Snell R. Anatomi Klinik. Edisi 6. Jakarta: EGC, 2010. 366-48.
Dhingra PL, Dhingra S. Diseases of Ear, Nose and Throat. Edisi kelima. Gurgaon:Elsevier
India;2010. p. 262-6.
Human Protein Atlas. Nasopharynx [Internet]. Diakses 20 maret 2015. Available from:
http://www.proteinatlas.org/learn/dictionary/normal/nasopharynx
Ali MY. Histology of Human Nasopharyngeal mucosa. J anat. 1965;99(3): 657-72.
Wolden SL, editor. Cancer of nasopharynx. In: ACS Atlas of Clinical Oncology Cancer of Head and
Neck, BC Decker Inc Hamilton London 2001 : p.146-154.
Hoffman H. Patulous Eustachian Tube - Management of the Symptom of Autophony . [Internet]
2014. [Diakses 9 maret 2015]. Available
https://wiki.uiowa.edu/display/protocols/Patulous+Eustachian+Tube++-++Management+of+th
e+Symptom+of+Autophony
(7)
Jaiswal I. Nasopharynx. [Internet]2013. [Diakses 19 maret 2015]. Available from:
http://www.slideshare.net/ishajaiswal169/nasopharynx (8)
Ballenger JJ. Leher, orofaring dan nasofaring. Dalam: Penyakit telinga hidung tenggorok kepala
leher, Alih bahasa Samsurizal, ed 13. jilid 1. Jakarta: Bina Rupa Aksara;1994.p.295-416.
Xiang G, Taixing L. Tumor Kepala dan Leher. dalam: Desan W, editor. Buku Ajar Onkologi Klinis.
Edisi 2. Jakarta: Badan Penerbit FKUI;2013. p.263-77.

Free Template from www.brainybetty.com

29

4/7/15

Saad S, Wang TJC. Nasopharyngeal carcinoma: Current treatment options and future directions. J Nasopharyng
Carcinoma 2014;1(16):1-9.
Mu-Sheng Zeng and Yi-Xin Zeng. Pathogenesis and Etiology of Nasopharyngeal Carcinoma. In lLu JJ, Cooper JS,
Lee AWM. Nasopharyngeal cancer multidiciplinary management. Springer. 2010. 9-19.
Korcum AF, Ozyra E, Ayhan A. Epstein-Barr Virus Gene and Nasopharyngeal Cancer. Turkis Journal of
Cancer;2006: 36 (3).97-101.
Tanner J, Weis J,Fearon D,Whang Y,Kieff . E. Epstein-barr virus gp350/220 binding to the B lymphocyte C3d
receptor mediates adsorption, capping, and endocytosisVolume 50, Issue 2 , 17 July 1987, Pages 203213.
Nordin A. Nasopharyngeal carcinoma: East Malaysian perspective. [Internet] 2013. [Diakses 19 Maret 2015].
Available from:
http://www.mmgazette.com/nasopharyngeal-carcinoma-east-malaysian-perspective-dr-ahmad-nordin/ (15)
Razek AAKA, King A. MRI and CT of Nasopharyngeal Carcinoma. American Rontgen Ray Society 2012;198:11-7.
Thompson LDR. Update on Nasopharyngeal Carcinoma. Head and Neck Pathol (2007) 1:8186
Chan JKC, Bray F, McCarron P, Foo W, Lee AWM, Yip T, Kuo TT, Pilch BZ, Wenig BM, Huang D, Lo KW, Zeng YX, Jia
WH. Nasopharyngeal carcinoma. In: Barnes EL, Eveson JW, Reichart P, Sidransky D, editors. Pathology and
genetics of head and neck tumours. Kleihues P, Sobin LH, series editors. World Health Organization
Classification of Tumours. Lyon, France: IARC Press, 2005:8597.
American Society of Clinical Oncology. Nasopharyngeal Cancer-Stages and Grades [Internet]. [Diakses 19 maret
2015]. Available from: http://www.cancer.net/cancer-types/nasopharyngeal-cancer/stages-and-grades (18)
Alberta Health Service. Nasopharyngeal Treatment. [Internet] 2013. [Diakses pada 13 maret 2015]. Available
from: www.albertahealthservices.ca
Wei WI, Sham JS. Cancer of the nasopharynx. In: Cancer of the head and neck, ed. 3th, WB. Saunders
Company:Philadelphia;1996. p.16;277-91. [Diakses pada 19 Maret 2015]. Available from: http://highwirepress

Free Template from www.brainybetty.com

30