Anda di halaman 1dari 23

Konfigurasi Access Point RB433AH

Konfigurasi Bridge
Konfigurasi Bridge mempunyai fungsi sebagai penghubung, sehingga
memungkinkan tidak memerlukan konfigurasi routing, karena paket hanya
dilewatkan saja, melewati dua lancard router. Perintah yang digunakan untuk
konfigurasi bridge adalah sebagai berikut :
Menambahakan interface bridge
[admin@pemkab_ap] > interface bridge add name=bridge1
Selanjutnya atur interface yang akan di-bridge, yaitu interface ether1, wlan1, wlan2
dan wlan3 melalui bridge1 yang telah dibuat sebelumnya.
[admin@pemkab_ap]
[admin@pemkab_ap]
[admin@pemkab_ap]
[admin@pemkab_ap]

>
>
>
>

interface
interface
interface
interface

bridge
bridge
bridge
bridge

port
port
port
port

add
add
add
add

interface=ether1 bridge=bridge1
interface=wlan1 bridge=bridge1
interface=wlan2 bridge=bridge1
interface=wlan3 bridge=bridge1

Pada wlan terdapat 3 buah wlan, karena pada RB433AH terdapat 3 buah access
point (wlan), diantaranya yaitu wlan1, wlan2 dan wlan3. Bila anda menggunakan
Winbox, anda dapat melalui menuBridge / Port / Add, seperti gambar dibawah
ini :

Konfigurasi WDS
Langkah selanjutnya adalah penambahan wds, karena terdapat 3 wlan maka juga
harus ditambahkan 3 wds. Wds1 dibuat untuk master interface wlan1 begitu juga

wds2 dibuat untuk master interface wlan2 serta wds3 untuk wlan3, perintahnya
adalah sebagai berikut :
[admin@pemkab_ap] > interface wireless wds add name=wds1 masterinterface=wlan1 disabled=no
[admin@pemkab_ap] > interface wireless wds add name=wds2 masterinterface=wlan2 disabled=no
[admin@pemkab_ap] > interface wireless wds add name=wds3 masterinterface=wlan3 disabled=no
Jika anda menkonfigurasikannya dengan Winbox, maka dapat memulainya melalui
menu Wireless / Interface / Add / WDS, seperti gambar berikut ini :

Konfigurasi Security Profile


Security Profile dimaksudkan untuk keamanan access point, sehingga tidak semua
orang dapat mengakses atau terhubung dengan access point tersebut. Untuk dapat
terhubung maka setiap wireless client harus mengetahui/mengisikan password
pada security profile yang sama dengan password pada security profile di access
point. Untuk konfigurasi perintahnya adalah sebagai berikut :
[admin@pemkab_ap] > interface wireless security-profiles add name=profile1
mode=dynamic-keys authentication-types=wpa-psk,wpa2-psk wpa-pre-sharedkey=abcdefgh wpa2-pre-shared-key=abcdefgh
Untuk konfigurasi menggunakan Winbox, anda dapat melalui menu Wireless /
Security Profile / Add, seperti gambar berikut ini :

Konfigurasi IP Address
Berdasarkan pada recana yang telah dibuat, IP Address yang akan dikonfigurasikan
pada bridge1 adalah 17.12.89.1/27, perintah yang digunakan adalah sebagai
berikut :
[admin@pemkab_ap] > ip address add address=17.12.89.1/27 interface=bridge1
Jika menggunakan Winbox, maka konfigurasi dapat dilakukan melalui menu IP /
Address / tombol Add, seperti gambar berikut :

Konfigurasi Wireless
Pada konfigurasi wireless inilah wireless akan dikonfigurasikan sebagai Access Point,

maka anda harus mengkonfigurasikan pada interface wlan1, wlan2 dan wlan3.
Ketiga interface inilah yang akan menjadi Access Point, yang menjadi penghubung
ke wireless client dan sejenisnya ke jaringan anda. Karena interface wlan akan
difungsikan sebagai Access Point, maka mode dari interface wlan yang harus
gunakan adalah pada mode ap-bridge, Anda dapat mengkonfigurasikan dengan
menggunakan perintah sebagai berikut :
[admin@pemkab_ap] > interface wireless print
Flags: X - disabled, R - running
0 name="wlan1" mtu=1500 mac-address=D4:CA:6D:11:0F:21 arp=enabled
interface-type=Atheros AR5413 mode=bridge ssid="MikroTik" frequency=2412
band=2ghz-b channel-width=20mhz scan-list=default wirelessprotocol=unspecified antenna-mode=ant-a wds-mode=disabled wds-defaultbridge=none wds-ignore-ssid=no bridge-mode=enabled default-authentication=yes
default-forwarding=yes default-ap-tx-limit=0 default-client-tx-limit=0 hide-ssid=no
security-profile=default compression=no
1 name="wlan2" mtu=1500 mac-address=00:0C:42:6A:95:F7 arp=enabled
interface-type=Atheros AR5413 mode=bridge ssid="MikroTik" frequency=2412
band=2ghz-b channel-width=20mhz scan-list=default wirelessprotocol=unspecified antenna-mode=ant-a wds-mode=disabled wds-defaultbridge=none wds-ignore-ssid=no bridge-mode=enabled default-authentication=yes
default-forwarding=yes default-ap-tx-limit=0 default-client-tx-limit=0 hide-ssid=no
security-profile=default compression=no
2 name="wlan3" mtu=1500 mac-address=00:0C:42:67:31:D1 arp=enabled
interface-type=Atheros AR5413 mode=bridge ssid="MikroTik" frequency=2412
band=2ghz-b channel-width=20mhz scan-list=default wirelessprotocol=unspecified antenna-mode=ant-a wds-mode=disabled wds-defaultbridge=none wds-ignore-ssid=no bridge-mode=enabled default-authentication=yes
default-forwarding=yes default-ap-tx-limit=0 default-client-tx-limit=0 hide-ssid=no
security-profile=default compression=no
[admin@pemkab_ap] > interface wireless set numbers=0 name=wlan1 mode=apbridge band=2ghz-b/g channel-width=20mhz frequency=2412 ssid=pemkab-ap1
security-profile=profile1 wds-mode=dynamic wds-default-bridge=bridge1
[admin@pemkab_ap] > interface wireless set numbers=1 name=wlan2 mode=apbridge band=2ghz-b/g channel-width=20mhz frequency=2412 ssid=pemkab-ap2
security-profile=profile1 wds-mode=dynamic wds-default-bridge=bridge1
[admin@pemkab_ap] > interface wireless set numbers=2 name=wlan3 mode=apbridge band=2ghz-b/g channel-width=20mhz frequency=2412 ssid=pemkab-ap3
security-profile=profile1 wds-mode=dynamic wds-default-bridge=bridge1
Bila Anda mengkonfigurasikan menggunakan Winbox, maka perintahnya dapat
memulainnya dari menuWireless / Interface, yang seperti ditunjukkan gambar
berikut :

Konfigurasi Wireless Client RB411AH


Konfigurasi Bridge
Sama seperti konfigurasi diatas, konfigurasi bridge berfungsi sebagai penghubung,
sehingga memungkinkan untuk tidak memerlukan konfigurasi routing, karena paket
hanya dilewatkan saja melewati dua lancard router. Perintah yang digunakan untuk
konfigurasi bridge adalah sebagai berikut :
Menambahakan interface bridge
[admin@ptp-rsud] > interface bridge add name=bridge1
Selanjutnya atur interface yang akan di-bridge, yaitu interface ether1 dan wlan1
melalui bridge1 yang telah dibuat sebelumnya.
[admin@ptp-rsud] > interface bridge port add interface=ether1 bridge=bridge1
[admin@ptp-rsud] > interface bridge port add interface=wlan1 bridge=bridge1
Bila anda menggunakan Winbox, anda dapat melalui menu Bridge / Port / Add,
seperti gambar dibawah ini :

Konfigurasi WDS
Langkah selanjutnya adalah penambahan wds, yaitu wds1 dibuat untuk master
interface wlan1, perintahnya adalah sebagai berikut :
[admin@ptp-rsud] > interface wireless wds add name=wds1 masterinterface=wlan1 disabled=no
Jika anda menkonfigurasikannya dengan Winbox, maka dapat memulainya melalui
menu Wireless / Interface / Add / WDS, seperti gambar berikut ini :

Konfigurasi Security Profile


Security Profile dimaksudkan untuk keamanan, agar bisa mengakses atau
terhubung dengan access point. Untuk dapat terhubung ke Access Point (RB433AH)
maka setiap wireless client harus mengetahui/mengisikan password pada security
profile yang sama dengan password security profile pada access point. Untuk
konfigurasinya adalah sebagai berikut :
[admin@ptp-rsud] > interface wireless security-profiles add name=profile1
mode=dynamic-keys authentication-types=wpa-psk,wpa2-psk wpa-pre-sharedkey=abcdefgh wpa2-pre-shared-key=abcdefgh
Untuk konfigurasi menggunakan Winbox, anda dapat melalui menu Wireless /
Security Profile / Add, seperti gambar berikut ini :

Konfigurasi IP Address
Berdasarkan pada recana yang telah dibuat, IP Address bridge pada access point
adalah 17.12.89.1/27, sehingga konfigurasi bridge1 pada wireless client adalah
17.12.89.2/27, perintah yang digunakan adalah sebagai berikut :
[admin@ptp-rsud] > ip address add address=17.12.89.2/27 interface=bridge1
Jika anda menggunakan Winbox, maka konfigurasinya melalui menu IP /
Address / tombol Add, seperti gambar berikut :

Konfigurasi Wireless
Pada konfigurasi wireless inilah wireless akan dikonfigurasikan sebagai Wireless
Client (Receiver), maka yang harus anda konfigurasikan adalah pada interface
wlan1. Interface inilah yang akan menjadi Wireless Client, yang menjadi receiver
dari access point. Karena interface wlan akan difungsikan sebagai Wireless Client,
maka mode dari interface wlan yang harus gunakan adalah pada mode station
bridge, Anda dapat melihat konfigurasinya dengan perintah sebagai berikut :
[admin@ptp-rsud] > interface wireless print
Flags: X - disabled, R - running
0 name="wlan1" mtu=1500 mac-address=D4:CA:6D:11:10:7A arp=enabled
interface-type=Atheros AR5413 mode=station ssid="MikroTik" frequency=5180
band=5ghz-a channel-width=20mhz scan-list=default wirelessprotocol=unspecified antenna-mode=ant-a wds-mode=disabled wds-defaultbridge=none wds-ignore-ssid=no bridge-mode=enabled default-authentication=yes
default-forwarding=yes default-ap-tx-limit=0 default-client-tx-limit=0 hide-ssid=no
security-profile=default compression=no
Untuk mengkonfigurasikan pada mode station bridge, yaitu dengan menggunakan
perintah sebagai berikut :
[admin@ptp-rsud] > interface wireless set numbers=0 name=wlan1
mode=station-bridge band=2ghz-b/g channel-width=20mhz frequency=2412
security-profile=profile1 wds-mode=dynamic wds-default-bridge=bridge1
Bila Anda mengkonfigurasikan menggunakan Winbox, maka perintahnya dapat
memulainnya dari menuWireless / Interface, yang seperti ditunjukkan gambar
berikut :

Selanjutnya setelah konfigurasi selesai, anda tinggal mengkoneksikan dengan


access point, melalui menu Wireless / Interface / Scan dan pilih access point
dengan sinyal yang paling baik dan klik Connect, seperti yang terlihat gambar
dibawah ini :

Test Ping Koneksi


[admin@ptp-rsud] > ping 17.12.89.1
HOST
SIZE TTL
TIME
17.12.89.1
56 64
2ms
17.12.89.1
56 64
5ms
17.12.89.1
56 64
5ms
17.12.89.1
56 64
5ms
17.12.89.1
56 64
3ms
17.12.89.1
56 64
2ms

STATUS

17.12.89.1
17.12.89.1
17.12.89.1
17.12.89.1
17.12.89.1
17.12.89.1
17.12.89.1
17.12.89.1
17.12.89.1
17.12.89.1
17.12.89.1
17.12.89.1
17.12.89.1
17.12.89.1
sent=20 received=20

56 64
6ms
56 64
4ms
56 64
1ms
56 64
3ms
56 64
1ms
56 64
1ms
56 64
1ms
56 64
3ms
56 64
1ms
56 64
4ms
56 64
6ms
56 64
6ms
56 64
3ms
56 64
3ms
packet-loss=0% min-rtt=1ms avg-rtt=3ms max-rtt=6ms

NB : Jika anda menginginkan untuk menambah perangkat Wireless Client agar bisa
mengakses ke Access Point, maka konfigurasi yang digunakan sama seperti
konfigurasi diatas, hanya yang perlu diperhatikan atau dibedakan adalah pada
konfigurasi IP Address saja.
Misalnya anda akan menambahkan 2 perangkat Wireless Client baru untuk di Dinas
Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Kesehatan (Dinkes), konfigurasi yang berbeda
adalah pada Identity dan IP Address saja. Anda dapat mangganti Identity ptp-dpu
dengan IP Address 17.12.89.3/27 untuk Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Identity
ptp-dinkes dengan IP Address 17.12.89.4/27 untuk Dinas Kesehatan (Dinkes).

Konfigurasi RouterBOARD Server RB1100


Identity
Setiap router memiliki identitas atau hostname, yang berguna agar anda dapat
membedakan router yang satu dengan router yang lainnya. Secara default identity
yang digunakan adalah MikroTik. Untuk mengkonfigurasikan nama identity yang
baru, maka perintah yang digunakan adalah sebagai berikut :
[admin@MikroTik] > system identity set name=pemkab
[admin@pemkab] >
Jika menggunakan Winbox, maka konfigurasi dapat dilakukan melalui
menu System / Identity, seperti gambar berikut:

Username
Secara default Router Mikrotik akan menggunakan username admin dan tanpa
password (null password). Untuk menambahkan user baru (misalnya user operator
dengan password abcde) yang memiliki akses Full dan hanya dapat login ke Router
Mikrotik dari komputer dengan IP Address 192.168.11.17, maka perintah yang
digunakan adalah sebagai berikut :
[admin@pemkab] > user add name=operator group=full password=abcde
address=192.168.11.17
Untuk melihat daftar user di dalam Mikrotik, anda dapat menggunakan perintah
sebagai berikut :
[admin@pemkab] > user print
Flags: X - disabled
# NAME
GROUP
0 ;;; system default user
admin
full
1 operator
full

ADDRESS
192.168.11.17/32

Bila menggunakan Winbok melalui menu System / User / Add.

Mengganti Nama Interface


Sebelum memulai konfigurasi ip address, pada interface sebaiknya anda terlebih
dulu mengganti nama default interface dengan nama yang lain agar lebih mudah

dalam konfigurasi dan sebagai penanda interface tersebut yang akan dihubungkan
kemana, secara default pada interface 1 memiliki nama ether1, begitu juga pada
interface 2 dengan nama ether2, dan seterusnya.
Pada rencana yang telah dibuat, interface 1 (eth1-to-isp) dihubungkan ke internet
atau ISP, interface 2 (eth2-to-skpd) akan dihubungkan ke access point atau ke
RB411AH, sedangkan pada interface 5 (eth5-to-local) dihubungkan ke switch hub
yang selanjutnya di share ke komputer-komputer sebagai jaringan local. Untuk
konfigurasinya anda dapat menggunakan perintah seperti berikut:
[admin@pemkab] > interface set ether1 name=eth1-to-isp
Internet)
[admin@pemkab] > interface set ether2 name=eth1-to-skpd
SKPD)
[admin@pemkab] > interface set ether5 name=eth1-to-local

(Jaringan ke
(Jaringan ke
(Jaringan Local)

Setelah itu anda dapat melihat hasilnya dengan perintah sebagai berikut:
[admin@pemkab] > interface print
Flags: D - dynamic, X - disabled, R - running, S - slave
#
NAME
TYPE
MTU L2MTU
MAX-L2MTU
0
eth1-to-isp
ether
1500 1598
9498
1
eth2-to-skpd
ether
1500 1598
9498
2
ether3
ether
1500 1598
9498
3
ether4
ether
1500 1598
9498
4 R eth5-to-local
ether
1500 1598
9498
5
ether6
ether
1500 1598
9498
6
ether7
ether
1500 1598
9498
7
ether8
ether
1500 1598
9498
8
ether9
ether
1500 1598
9498
9
ether10
ether
1500 1598
9498
10 ether11
ether
1500 1600
9500
11 ether12
ether
1500 1600
9116
12 ether13
ether
1500 1600
9116
Anda juga dapat mengganti nama interface tersebut sesuai dengan keinginan anda,
pemberian nama di atas bertujuan agar mudah untuk diingat.
Konfigurasi IP Address
Berdasarkan pada topologi yang telah direncanakan, maka IP Address yang akan
dikonfigurasikan pada eth2-to-skpd adalah 12.12.12.1/27, eth5-to-local adalah
192.168.11.1/24 dan pada eth1-to-isp nantinya akan diberikan IP Address yang
telah diberikan dari ISP. Untuk konfigurasinya adalah sebagai berikut:
[admin@pemkab] > ip address add address=12.12.12.1/27 interface=eth2-to-skpd
[admin@pemkab] > ip address add address=192.168.11.1/24 interface=eth5-tolocal

Setelah IP Address dikonfigurasi, anda dapat melihat hasil konfigurasinya dengan


perintah sebagai berikut:
[admin@pemkab] > ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS
NETWORK
INTERFACE
0 12.12.12.1/27
12.12.12.0
eth2-to-skpd
1 192.168.11.1/24 192.168.11.0
eth5-to-local
Jika menggunakan Winbox, maka konfigurasi dapat dilakukan melalui menu IP /
Address / tombol Add, seperti gambar berikut:

Konfigurasi DHCP Server


DHCP adalah protocol jaringan yang memungkinkan sebuah perangkat jaringan
membagi konfigurasi IP Address kepada computer-komputer user yang
membutuhkan. Konfigurasi IP Address ini meliputi IP Address, Subnetmask, Default
Gateway dan DNS Server yang dibutuhkan untuk mengakses internet. DHCP Server
ini berfungsi agar setiap user akan mendapatkan IP Address secara otomatis, jadi
anda tidak perlu repot-repot lagi mengkonfigurasikan IP Address pada setiap
computer user. Anda dapat melakukan konfigurasinya dengan menggunakan
perintah sebagai berikut :
[admin@pemkab] > ip dhcp-server setup
Select interface to run DHCP server on
dhcp server interface: eth5-to-local
Select network for DHCP addresses

dhcp address space: 192.168.11.0/24


Select gateway for given network
gateway for dhcp network: 192.168.11.1
Select pool of ip addresses given out by DHCP server
addresses to give out: 192.168.11.2-192.168.11.254
Select DNS servers
dns servers: 192.168.11.1
Select lease time
lease time: 1d
Hasil konfigurasi di atas dapat dilihat dengan menggunakan perintah sebagai
berikut :
[admin@pemkab] > ip dhcp-server print
Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME
INTERFACE
RELAY
ADDRESS-POOL
0 dhcp1
eth5-to-local
dhcp_pool1

LEASE-TIME
1d

ADD-ARP
no

Jika menggunakan Winbox, maka konfigurasi dapat dilakukan melalui menu IP /


DHCP Server / tombolDHCP Setup, seperti gambar berikut:

Selanjutnya anda dapat melihat IP Address yang telah dipakai atau dipinjamkan
kepada computer user. Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut :
[admin@pemkab] > ip dhcp-server lease print
Flags: X - disabled, R - radius, D - dynamic, B - blocked
#
ADDRESS
MAC-ADDRESS
HOST-NAME
0 D 192.168.11.254 3C:97:0E:1C:CF:BF Baskoro-PC

SERVER
dhcp1

STATUS
bound

Agar lebih amannya anda dapat menambahkan perintah sebagai berikut :


[admin@pemkab] > ip dhcp-server set dhcp1 add-arp=yes always-broadcast=yes
Dengan menggunkan Winbox, dapat melakukan melalui menu IP / DHCP
Server / pilih nama DHCP Server (misalnya yang sebelumnya dhcp1), seperti
gambar berikut :

Konfigurasi IP Pool
IP Pool biasanya akan menambahkannya secara otomatis pada saat anda
mengkonfigurasikan DHCP Server. Akan tetapi anda mesti memasukkan IP Pool
sendiri dengan tujuan untuk Local Address pada PPPoe Server dan juga Remote
Address pada PPPoE Client dari masing-masing agar nantinya setiap clien yang
terhubung akan mendapat IP Remote. Konfigurasi yang digunakan adalah sebagai
berikut :
[admin@pemkab] > ip pool add name=pppoe ranges=7.7.7.2-7.7.7.30
Untuk melihat hasil konfigurasinya anda dapat menggunakan perintah sebagai
berikut :
[admin@pemkab] > ip pool print
#
NAME
RANGES
0
dhcp_pool1
192.168.11.2-192.168.11.254
1
pppoe
7.7.7.2-7.7.7.30
Bila menggunakan Winbox, anda dapat melakukannya melalui menu IP / Pool /
Add, seperti berikut:

Konfigurasi PPPoE Server


Konfigurasi PPPoE Server ini diimplementasikan agar nantinya tidak perlu repotrepot lagi mengkonfigurasikan routing pada setiap routerboard. Anda cukup
melakukan konfigurasi name, password, remote address, routes Routerboard Client
didalam Routerboard (RB) Server (Pusat). Serta pada Routerboard (RB) Client juga
harus dikonfigurasikan PPPoE Client, yang meliputi user dan password. Sehingga
name ada RB Server harus sesuai dengan user pada RB Clien, begitu juga pada
passwordnya juga harus disesuaikan serta IP Address yang akan dikonfigurasikan
pada interface yang akan di routingkan.
Yang harus dilakukan pertama pada konfigurasi PPPoE Server adalah melakukan
konfigurasi pada PPP Profile, perintah yang digunakan adalah sebagai berikut ini :
[admin@pemkab] > ppp profile add name= profile1(pppoe) local-address=7.7.7.1
remote-address=pppoe only-one=yes
Bila anda menggunakan Winbox, melalui menu PPP / Profile / Add yang
ditunjukkan gambar dibawah:

Setelah melakukan konfigurasi di atas, selanjutnya adalah melakukan konfigurasi


pada PPPoE Service, meliputi Service Name : service1(pppoe), Interface : eth2-to-

skpd, Default Profile : profile1(pppoe) dan One Session Per Host : Enable. Pada
konfigurasi Winbox adalah melalui menu PPP / PPPoE Servers / Add yang
ditunjukan seperti pada gambar berikut :

Selanjutnya yang terakhir adalah konfigurasi pada PPP Secret, meliputi name,
password, service, profile, local address, remote address dan routes. Anda dapat
melakukan konfigurasinya dengan menggunakan perintah sebagai berikut :
[admin@pemkab] > ppp secret add name=rsud password=12345678 localaddress=7.7.7.1 remote-address=7.7.7.2 routes=192.168.12.0/24 service=pppoe
profile=profile1
[admin@pemkab] > ppp secret add name=dpu password=12345678 localaddress=7.7.7.1 remote-address=7.7.7.3 routes=192.168.13.0/24 service=pppoe
profile=profile1
Untuk melihat hasil konfigurasi yang telah dibuat maka anda dapat menggunakan
perintah sebagai berikut:
[admin@pemkab] > ppp secret print
Flags: X - disabled
# NAME
SERVICE CALLER-ID
PASSWORD
ADDRESS
0 rsud
pppoe
12345678
1 dpu
pppoe
12345678
2 dinkes
pppoe
12345678
3 disdik
pppoe
12345678
4 dishut
pppoe
12345678
5 perikanan pppoe
12345678
6 dispenda pppoe
12345678
7 pde
pppoe
12345678
8 rujab
pppoe
12345678
9 gor
pppoe
12345678
10 bkd
pppoe
12345678
11 bkb
pppoe
12345678

PROFILE
profile1(pppoe)
profile1(pppoe)
profile1(pppoe)
profile1(pppoe)
profile1(pppoe)
profile1(pppoe)
profile1(pppoe)
profile1(pppoe)
profile1(pppoe)
profile1(pppoe)
profile1(pppoe)
profile1(pppoe)

REMOTE7.7.7.2
7.7.7.3
7.7.7.4
7.7.7.5
7.7.7.6
7.7.7.7
7.7.7.8
7.7.7.9
7.7.7.10
7.7.7.11
7.7.7.12
7.7.7.13

12 inspektorat pppoe

12345678

profile1(pppoe)

7.7.7.14

Bila menggunakan Winbox, maka konfigurasi dapat anda lakukan melalui


menu PPP / Secrets / Addyang ditunjukkan seperti gambar berikut :

Konfigurasi RouterBOARD Client RB750


Identity
Secara default identity yang digunakan adalah MikroTik. Untuk
mengkonfigurasikan nama identity yang baru, maka perintah yang digunakan
adalah sebagai berikut :
[admin@MikroTik] > system identity set name=rsud
[admin@rsud] >
Mengganti Nama Interface
Sebelum memulai konfigurasi ip address pada interface, sebaiknya anda terlebih
dulu mengganti nama default interface dengan nama yang lain agar lebih mudah
diingat dalam konfigurasi dan sebagai penanda. Pada rencana yang telah dibuat,
interface 1 (eth1-to-rb411) akan dihubungkan ke wireless atau RB411AH dan
interface 5 (eth5-to-local) dihubungkan ke switch hub yang selanjutnya di share ke
komputer-komputer sebagai jaringan local. Untuk memulainya anda dapat
menggunakan perintah seperti berikut:
[admin@rsud] > interface set ether1 name=eth1-to-rb411
RB411/Bridge)
[admin@rsud] > interface set ether5 name=eth1-to-local

(Jaringan ke
(Jaringan Local)

Setelah itu anda dapat melihat hasilnya dengan perintah sebagai berikut:
[admin@rsud] > interface print
Flags: D - dynamic, X - disabled, R - running, S - slave
#
NAME
TYPE MTU L2MTU
MAX-L2MTU

0
1
2
3
4R

eth1-to-rb411 ether 1500


ether2
ether 1500
ether3
ether 1500
ether4
ether 1500
eth5-to-local
ether 1500

1600
1598
1598
1598
1598

4076
2028
2028
2028
2028

Anda juga dapat mengganti nama interface tersebut sesuai dengan keinginan anda,
pemberian nama di atas bertujuan agar mudah untuk diingat.
Konfigurasi IP Address
Berdasarkan pada topologi yang telah direncanakan, maka IP Address yang akan
dikonfigurasikan pada eth1-to-rb411 adalah 12.12.12.2/27 dan pada eth5-to-local
adalah 192.168.12.1/24. Untuk konfigurasinya adalah sebagai berikut:
[admin@rsud] > ip address add address=12.12.12.2/27 interface=eth2-to-rb411
[admin@rsud] > ip address add address=192.168.12.1/24 interface=eth5-to-local
Setelah IP Address dikonfigurasi, anda dapat melihat hasil konfigurasinya dengan
perintah sebagai berikut:
[admin@pemkab] > ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS
NETWORK
INTERFACE
0 12.12.12.2/27
12.12.12.0
eth2-to-rb411
1 192.168.12.1/24 192.168.12.0
eth5-to-local
Jika menggunakan Winbox, maka konfigurasi dapat dilakukan melalui menu IP /
Address / tombol Add, seperti gambar berikut:

Konfigurasi DHCP Server


DHCP Server ini berfungsi agar setiap user akan mendapatkan IP Address secara
otomatis, jadi anda tidak perlu repot-repot lagi mengkonfigurasikan IP Address
pada setiap computer user. Anda dapat melakukan konfigurasinya dengan
menggunakan perintah sebagai berikut :
[admin@rsud] > ip dhcp-server setup
Select interface to run DHCP server on
dhcp server interface: eth5-to-local
Select network for DHCP addresses
dhcp address space: 192.168.12.0/24
Select gateway for given network
gateway for dhcp network: 192.168.12.1
Select pool of ip addresses given out by DHCP server
addresses to give out: 192.168.12.2-192.168.12.254
Select DNS servers
dns servers: 192.168.12.1
Select lease time
lease time: 1d
Hasil konfigurasi di atas dapat dilihat dengan menggunakan perintah sebagai
berikut :
[admin@rsud] > ip dhcp-server print
Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME
INTERFACE
RELAY
ARP
0 dhcp1
eth5-to-local
1d
no

ADDRESS-POOL

LEASE-TIME

ADD-

dhcp_pool1

Jika menggunakan Winbox, maka konfigurasi dapat dilakukan melalui menu IP /


DHCP Server / tombolDHCP Setup, seperti gambar berikut:

Selanjutnya anda dapat melihat IP Address yang telah dipakai atau dipinjamkan

kepada computer user. Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut :


[admin@rsud] > ip dhcp-server lease print
Flags: X - disabled, R - radius, D - dynamic, B - blocked
#
ADDRESS
MAC-ADDRESS
HOST-NAME
STATUS
0 D 192.168.12.254
3C:97:0E:1C:CF:BF
Baskoro-PC
bound

SERVER
dhcp1

Agar lebih amannya anda dapat menambahkan perintah sebagai berikut :


[admin@rsud] > ip dhcp-server set dhcp1 add-arp=yes always-broadcast=yes
Dengan menggunkan Winbox, dapat melakukan melalui menu IP / DHCP
Server / pilih nama DHCP Server (misalnya yang sebelumnya dhcp1), seperti
gambar berikut :

Konfigurasi PPPoE Client


Konfigurasi PPPoE Client ini diimplementasikan agar nantinya akan melakukan
routing secara otomatis dan anda tidak perlu repot-repot lagi mengkonfigurasikan
routing pada setiap routerboard. Yang sebelumnya sudah dikonfigurasikan dari
PPPoE Server di dalam Routerboard (RB) Server (Pusat). Di dalam PPPoE Client ini
anda cukup melakukan konfigurasi user dan password saja, yang harus disesuaikan
dengan name dan password pada PPPoE Server. Yang harus dilakukan dalam
konfigurasi PPPoE Client adalah melakukan konfigurasi sebagai berikut ini :
[admin@rsud] > interface pppoe-client add user=rsud password=12345678
interface=eth1-to -rb411 dial-on-demand=yes disabled=no

Bila anda menggunakan Winbox, melalui menu PPP /Interface Add / PPPoE
Client yang ditunjukkan gambar dibawah :

NB : Jika anda menginginkan menambah Client (RB750) yang lain agar bisa
mengakses ke Server (RB1100), maka konfigurasi yang digunakan sama seperti
konfigurasi diatas, hanya yang perlu diperhatikan atau dibedakan adalah pada
Konfigurasi IP Address dan Konfigurasi PPPoE Client.
Misalnya anda akan menambahkan 2 perangkat Client baru untuk di Dinas
Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Kesehatan (Dinkes), konfigurasi yang berbeda
adalah pada Identity, IP Address dan PPPoE Client. Anda dapat mangganti :
1. Dinas Pekerjaan Umum (DPU)
Identity dpu
IP Address eth1-to-rb411 12.12.12.3/27
eth5-to-local 192.168.13.1/24
PPPoE Client
User : dpu
Password : 12345678
2. Dinas Kesehatan (Dinkes)
Identity dinkes
IP Address eth1-to-rb411 12.12.12.4/27
eth5-to-local 192.168.14.1/24
PPPoE Client

User : dinkes
Password : 12345678