Anda di halaman 1dari 13

Ranny Ayu Farisah (1102014221)

1. Memahami dan menjelaskan General Medical Check Up


1.1 Definisi
a. suatu proses yang dilakukan seorang dokter dalam melakukan pemeriksaan pada
tubuh pasien untuk mencari adanya kejanggalan atau gejala dari suatu penyakit.
b. prevensi yang dapat dilakukan untuk menghindari kekecewaan dan kerugian yang
disebabkan
oleh
gangguan
kesehatan
yang
mendadak.
(sumber: http://www.tanyadok.com/kesehatan/a-z-medical-check-up/)
1.2 Fungsi
- Mengatahui penyakit sedini mungkin
- Mengatasi secepat mungkin gangguan kesehatan
- Mencegah penyakit agar tidak berlanjut
- Meningkatkan kualitas tidup
1.3 Tahapan
Tahapan dari general medical check up yaitu:
a. Anamnesa
Pada tahap ini, dokter akan melakukan Tanya jawab seputar riwayat penyakit, baik
yang pernah diderita ataupun yang sedang diderita, riwayat alergi (misalnya debu,
obat, makanan, dll), riwayat operasi, dan riwayat penyakit dalam keluarga. Dokter
juga akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada bagian yang pernah terkena
penyakit yang memiliki kemungkinan untuk kambuh kembali.
b. Pemeriksaan fisik
Setelah anamnesa, dilakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, mulai dari kepala
sampai kaki. Dicari adakah kelainan pada bagian tubuh pasien. Yang pertama
diperiksa tentunya tanda-tanda vital pasien, mulai dari tekanan darah, denyut nadi,
denyut nafas, dan suhu. Dari keempat komponen saja, dapat diketahui berpuluhpuluh penyakit tertentu, seperti darah tinggi, gangguan paru, adanya infeksi,
ataupun gangguan jantung. Setelah itu, baru dilakukan pemeriksaan menyeluruh
pada pasien, mulai dari bentuk tubuh, keadaan kulit, sampai pada reflex saraf
pasien tersebut. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan cara inspeksi (melihat),
palpasi (meraba), perkusi (mengetuk), dan auskultasi (menggunakan stetoskop)
c. Pemeriksaan laboratorium
Setelah pemeriksaan fisik, dilakukan pemeriksaan darah lengkap, urine lengkap,
rontgen thorax, dan rekam jantung (EKG). Kadang juga dilakukan pemeriksaan
USG sesuai dengan keperluan masing-masing, seperti untuk melihat jaringan
payudara wanita.
d. Pemeriksaan penunjang
1.4 Isi
1.5 Jenis
2. Memahami dan menjelaskan lipid
2.1 Definisi
a. Tiap kelompok heterogen lemak dan substansi serupa lemak, termasuk asam
lemak, lemak netral, lilin, dan steroid, yang tidak larut dalam air dan larut dalam
pelarut nonpolar. Lipid, yang mudah disimpan dalam tubuh, merupakan sumber
energy, bahan penting dalam struktur sel, dan mempunyai fungsi biologis lainnya.

Lipid majemuk terdiri atas glikolipid, lipoprotein, dan fosfolipid. (sumber: Kamus
Dorland)
b. Lipid adalah kelompok besar suatu substansi biologik yang dapat larut dengan
baik dalam zat pelarut organik seperti methanol, aseton, kloroform, dan benzene.
(sumber: Atlas Biokimia)
c. Lipid adalah sekelompok senyawa heterogen, meliputi lemak, minyak, malam
(wax), dan senyawa terkait, yang berkaitan lebih karena sifat fisiknya daripada
sifat kimianya. (sumber: Biokimia Harper)

2.2 Struktur
Struktur asam lemak

2.3 Jenis
a. Lipid sederhana (ester asam lemak dengan berbagai alcohol)
- Lemak (fat): asam lemak+gliserol
- Minyak (oil): lemak dalam keadaan cair
- Malam/lilin (wax): asam lemak+alcohol monohidrat
b. Lipid kompleks (asam lemak yang mengandung gugus selain alcohol dan asam
lemak)
- Fosfolipid: lipid yang mengandung suatu residu asam fosfor selain asam lemak
dan alkohol. Lipid ini sering memiliki basa yang mengandung nitrogen dan
substansi lain, misalnya alkohol pada gliserofosfolipid adalah gliserol dan alkohol
pada sfingofosfolipid adalah sfingosin.
- Glikolipid (glikosfingolipid): lipid yang mengandung asam lemak, sfingosin, dan
karbohidrat.
- Lipid kompleks lain: lipid seperti sulfolipid dan amino lipid, serta lipoprotein.
c. Prekursor lipid turunan: mencakup asam lemak, gliserol, steroid, alkohol lain,
aldehida lemak, dan badan keton, hidrokarbon, vitamin larut lemak, dan hormon.
Selain itu, asam lemak yang merupakan komponen lipid juga terbagi menjadi 2, yaitu:
a. Asam lemak jenuh (tidak mengandung ikatan rangkap)
b. Asam lemak tak jenuh (mengandung satu ikatan rangkap atau lebih)

Asam tidak jenuh tunggal (monoetenoid, monoenoat), mengandung satu ikatan


rangkap.
- Asam lemak tidak jenuh ganda (polietenoid, polienoat), mengandung dua atau
lebih ikatan rangkap.
- Eikosanoid: senyawa yang berasal dari asam lemak polienoat (20 karbon) eikosa
ini, terdiri dari prostanoid, leukotrin (LT), lipoksin (LX). Prostanoid
mencakup prostaglandin (PG), prostasiklin (PGI), tromboksan (TX).
Asam lemak tak jenuh yang dijumpai sering memiliki fungsi fisiologis:
Jenis
Nama
Sumber
Asam monoetanoat
Palmitoleat
Hampir semua lemak
Oleat
Minyak zaitun
Elaidat
Lemak terhidrogenasi dan ruminansia
Jagung, kacang tanah, biji kapas,
Asam dienoat
Linoleat
kedelai, dan sumber-sumber nabati.
Asam trienoat
-linoleat
Minyak biji rami
Minyak borage, asam lemak minor
-linoleat
pada hewan.
Asam tetraenoat
Arakidonat
Lemak hewan
Minyak ikan, misalnya hati ikan cod,
Asam pentaenoat
Timnidonat
mackerel, dan minyak salmon
Asam heksaenoat
Servonat
Minyak ikan, fosfolipid dalam otak
(sumber: Biokimia Harper)
Selain itu, asam lemak juga dibedakan menjadi asam lemak non-esensial (dapat
dibentuk sendiri oleh tubuh) dan asam lemak esensial (asam lemak yang tidak dapat
dibentuk oleh tubuh, sehingga untuk memenuhi kebutuhannya dalam tubuh hanya
bisa didapat dari makanan).
Fosfolipid
Fosfolipid merupakan komponen utama dari membran. Cirri-ciri umumnya adalah
adanya rantai asam fosfat yang teresterisasi dengan gugus hidroksi pada atom sn-C-3
dari gliserol. Bentuk paling sederhana dari fosfolipid adalah asam fosfatida. Dengan
bantuan enzim fosfolipase, akan dihasilkan asam fosfatida dari fosfolipid.
Fosfatidilkolin (lesitin) adalah fosfolipid yang paling sering terdapat pada membran.
Kolesterol
Steroid
Lipoprotein
Ada 4 klas mayor dari lipoprotein plasma yang masing-masing tersusun atas beberapa
jenis lipid, yaitu:

Perbandingan komposisi penyusun 4 klas besar lipoprotein


1. Kilomikron
Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus ke jaringan lain,
kecuali ginjal
2. VLDL (very low - density lypoproteins)
VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan mengangkutnya menuju jaringan lemak
3. LDL (low - density lypoproteins)
LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer
4. HDL (high - density lypoproteins)
HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut kolesterol ke hati.
2.4 Fungsi
Terdapat 3 fungsi biologis utama dari lipid, yaitu:
a. Lipid adalah senyawa pembawa energi yang penting dalam bahan makanan dan
secara kuantitatif merupakan cadangan energi terpenting bagi hewan. Lemak
terutama disimpan dalam butir-butir lipid di dalam sel dan dipakai sebagai bahan
bakar oleh organisme. Pada saat oksigen dibutuhkan, lipid di dalam mitokondria
akan dioksidasi menjadi air dan karbondioksida. Proses ini akan menghasilkan
ATP.
b. Lipid akan digunakan oleh sel-sel sebagai bahan pembentuk membran sel. Lipid
membran yang khas adalah fosfolipid, glikolipid, dan kolesterol. Sebaliknya, pada
membran tidak ditemukan adanya lemak.
c. Lipid merupakan isolator yang baik. Untuk menjalankan fungsi isolator termal
pada manusia, lipid berada bada jaringan subkutan dan menyelimuti berbagai
organ. Sebagai komponen utama dari membran sel, lipid berfungsi juga
mengisolasi sel dan memungkinkan pembentukan potensial membran elektrik.
(sumber: Altas Biokimia)
2.5 Mekanisme transport lipid

Diet

Trigliserida
Esterifikasi Lipolisis
Asam lemak

Steroid
Steroidogenesis

Lipid
LipogenesisOksidasi beta
Kolesterogenesis Kolesterol
Karbohidrat
Protein
Asetil-KoA+ ATP
Aseto asetat
Ketogenesis
Siklus asam sitrarsitrat
hidroksi butirat Aseton
ATP

CO2

H2O

Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid netral, yaitu
trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). Secara ringkas, hasil dari pencernaan
lipid adalah asam lemak dan gliserol, selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid.
Karena larut dalam air, gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. Asam-asam
lemak rantai pendek juga dapat melalui jalur ini.
Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air, maka diangkut
oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke dalam sel epitel usus
(enterosit). Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida segera dibentuk menjadi
trigliserida (lipid) dan berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron. Selanjutnya
kilomikron ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava,
sehingga bersatu dengan sirkulasi darah. Kilomikron ini kemudian ditransportasikan menuju
hati dan jaringan adiposa.
Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa, kilomikron segera dipecah menjadi asam-asam
lemak dan gliserol. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol tersebut, dibentuk kembali
menjadi simpanan trigliserida. Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan esterifikasi.
Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan energi dari lipid, trigliserida dipecah menjadi asam
lemak dan gliserol, untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi.
Proses pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Asam lemak tersebut
ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam
lemak bebas (free fatty acid/FFA).
Secara ringkas, hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan
gliserol. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi, maka asam lemak mengalami
esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan
energi jangka panjang. Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat
barulah asam lemak dioksidasi, baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah
cadangan trigliserida jaringan. Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan lipolisis.
Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA.
Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein, asetil
KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. Di
sisi lain, jika kebutuhan energi sudah mencukupi, asetil KoA dapat mengalami lipogenesis
menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida.
Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Asetil KoA mengalami
kolesterogenesis menjadi kolesterol. Selanjutnya kolesterol mengalami steroidogenesis
membentuk steroid. Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi

menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat, hidroksi butirat dan aseton). Proses ini
dinamakan ketogenesis. Badan-badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan
asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian.
Metabolisme gliserol
Gliserol sebagai hasil hidrolisis lipid (trigliserida) dapat menjadi sumber energi. Gliserol ini
selanjutnya masuk ke dalam jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis. Pada tahap awal,
gliserol mendapatkan 1 gugus fosfat dari ATP membentuk gliserol 3-fosfat. Selanjutnya
senyawa ini masuk ke dalam rantai respirasi membentuk dihidroksi aseton fosfat, suatu
produk antara dalam jalur glikolisis.
Oksidasi asam lemak (oksidasi beta)
Untuk memperoleh energi, asam lemak dapat dioksidasi dalam proses yang dinamakan
oksidasi beta. Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta, asam lemak harus diaktifkan
terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Dengan adanya ATP dan Koenzim A, asam lemak
diaktifkan dengan dikatalisir oleh enzim asil-KoA sintetase (Tiokinase).
Asam lemak bebas pada umumnya berupa asam-asam lemak rantai panjang. Asam lemak
rantai panjang ini akan dapat masuk ke dalam mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin,
dengan rumus (CH3)3N+-CH2-CH(OH)-CH2-COO-.

Asil karnitin

Karnitin

KoA

Asil-KoA

Karnitin palmitoil transferase I

Asil-KoA sintetase
(Tiokinase)

Asil-KoA

Langkah-langkah masuknya asil KoA ke dalam mitokondria dijelaskan sebagai berikut:


Asam lemak bebas (FFA) diaktifkan menjadi asil-KoA dengan dikatalisir oleh enzim
tiokinase.
Setelah menjadi bentuk aktif, asil-KoA dikonversikan oleh enzim karnitin palmitoil
transferase I yang terdapat pada membran eksterna mitokondria menjadi asil karnitin.
Setelah menjadi asil karnitin, barulah senyawa tersebut bisa menembus membran interna
mitokondria.
Pada membran interna mitokondria terdapat enzim karnitin asil karnitin translokase yang
bertindak sebagai pengangkut asil karnitin ke dalam dan karnitin keluar.
Asil karnitin yang masuk ke dalam mitokondria selanjutnya bereaksi dengan KoA dengan
dikatalisir oleh enzim karnitin palmitoiltransferase II yang ada di membran interna
mitokondria menjadi Asil Koa dan karnitin dibebaskan.
Asil KoA yang sudah berada dalam mitokondria ini selanjutnya masuk dalam proses
oksidasi beta.
Dalam oksidasi beta, asam lemak masuk ke dalam rangkaian siklus dengan 5 tahapan proses
dan pada setiap proses, diangkat 2 atom C dengan hasil akhir berupa asetil KoA. Selanjutnya
asetil KoA masuk ke dalam siklus asam sitrat. Dalam proses oksidasi ini, karbon asam
lemak dioksidasi menjadi keton.
Telah dijelaskan bahwa asam lemak dapat dioksidasi jika diaktifkan terlebih dahulu menjadi
asil-KoA. Proses aktivasi ini membutuhkan energi sebesar 2P. (-2P)
Setelah berada di dalam mitokondria, asil-KoA akan mengalami tahap-tahap perubahan
sebagai berikut:
1. Asil-KoA diubah menjadi delta2-trans-enoil-KoA. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi
dengan menghasilkan energi 2P (+2P)
2. delta2-trans-enoil-KoA diubah menjadi L(+)-3-hidroksi-asil-KoA
3. L(+)-3-hidroksi-asil-KoA diubah menjadi 3-Ketoasil-KoA. Pada tahap ini terjadi rantai
respirasi dengan menghasilkan energi 3P (+3P)
4. Selanjutnya terbentuklah asetil KoA yang mengandung 2 atom C dan asil-KoA yang telah
kehilangan 2 atom C.
Dalam satu oksidasi beta dihasilkan energi 2P dan 3P sehingga total energi satu kali oksidasi
beta adalah 5P. Karena pada umumnya asam lemak memiliki banyak atom C, maka asil-KoA
yang masih ada akan mengalami oksidasi beta kembali dan kehilangan lagi 2 atom C karena
membentuk asetil KoA. Demikian seterusnya hingga hasil yang terakhir adalah 2 asetil-KoA.
Asetil-KoA yang dihasilkan oleh oksidasi beta ini selanjutnya akan masuk siklus asam sitrat.
Penghitungan energi hasil metabolisme lipid
Dari uraian di atas kita bisa menghitung energi yang dihasilkan oleh oksidasi beta suatu asam
lemak. Misalnya tersedia sebuah asam lemak dengan 10 atom C, maka kita memerlukan
energi 2 ATP untuk aktivasi, dan energi yang di hasilkan oleh oksidasi beta adalah 10 dibagi 2
dikurangi 1, yaitu 4 kali oksidasi beta, berarti hasilnya adalah 4 x 5 = 20 ATP. Karena asam
lemak memiliki 10 atom C, maka asetil-KoA yang terbentuk adalah 5 buah.
Setiap asetil-KoA akan masuk ke dalam siklus Krebs yang masing-masing akan
menghasilkan 12 ATP, sehingga totalnya adalah 5 X 12 ATP = 60 ATP. Dengan demikian
sebuah asam lemak dengan 10 atom C, akan dimetabolisir dengan hasil -2 ATP (untuk
aktivasi) + 20 ATP (hasil oksidasi beta) + 60 ATP (hasil siklus Krebs) = 78 ATP.
Sebagian dari asetil-KoA akan berubah menjadi asetoasetat, selanjutnya asetoasetat berubah
menjadi hidroksi butirat dan aseton. Aseto asetat, hidroksi butirat dan aseton dikenal sebagai

badan-badan keton. Proses perubahan asetil-KoA menjadi benda-benda keton dinamakan


ketogenesis.
Sebagian dari asetil KoA dapat diubah menjadi kolesterol (prosesnya dinamakan
kolesterogenesis) yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan untuk disintesis menjadi
steroid (prosesnya dinamakan steroidogenesis).
Sintesis asam lemak
Makanan bukan satu-satunya sumber lemak. Semua organisme dapat men-sintesis asam
lemak sebagai cadangan energi jangka panjang dan sebagai penyusun struktur membran.
Pada manusia, kelebihan asetil KoA dikonversi menjadi ester asam lemak. Sintesis asam
lemak sesuai dengan degradasinya (oksidasi beta).
Sintesis asam lemak terjadi di dalam sitoplasma. ACP (acyl carrier protein) digunakan selama
sintesis sebagai titik pengikatan. Semua sintesis terjadi di dalam kompleks multi enzim-fatty
acid synthase. NADPH digunakan untuk sintesis.
Penyimpanan lemak dan penggunaannya kembali
Asam-asam lemak akan disimpan jika tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi.
Tempat penyimpanan utama asam lemak adalah jaringan adiposa. Adapun tahap-tahap
penyimpanan tersebut adalah:
Asam lemak ditransportasikan dari hati sebagai kompleks VLDL.
Asam lemak kemudian diubah menjadi trigliserida di sel adiposa untuk disimpan.
Gliserol 3-fosfat dibutuhkan untuk membuat trigliserida. Ini harus tersedia dari glukosa.
Akibatnya, kita tak dapat menyimpan lemak jika tak ada kelebihan glukosa di dalam tubuh.
Jika kebutuhan energi tidak dapat tercukupi oleh karbohidrat, maka simpanan trigliserida ini
dapat digunakan kembali. Trigliserida akan dipecah menjadi gliserol dan asam lemak.
Gliserol dapat menjadi sumber energi (lihat metabolisme gliserol). Sedangkan asam lemak
pun akan dioksidasi untuk memenuhi kebutuhan energi pula (lihat oksidasi beta).
(Sumber: Heru Santoso Wahito Nugroho, S.Kep., Ns., M.M.Kes)
2.6 Interpretasi nilai profil lipid darah
Pemeriksaan lemak
a) LDL (low density lipoprotein)
Nilai normal : <130 mg/dL SI: < 3,36 mmol/L
Nilai batas : 130 - 159 mg/dL SI: 3,36 - 4,11 mmol/L
Risiko tinggi: 160 mg/dL SI: 4,13 mmol/L
Deskripsi : LDL adalah B kolesterol
Implikasi klinik :
Nilai LDL tinggi dapat terjadi pada penyakit pembuluh darah koroner atau
hiperlipidemia bawaan. Peninggian kadar dapat terjadi pada sampel yang diambil
segera. Hal serupa terjadi pula pada hiperlipoproteinemia tipe Ha dan Hb, DM,
hipotiroidism, sakit kuning yang parah, sindrom nefrotik, hiperlipidemia bawaan dan
idiopatik serta penggunaan kontrasepsi oral yang mengandung estrogen.
Penurunan LDL dapat terjadi pada pasien dengan hipoproteinemia atau alfa-betalipoproteinemia.
b) HDL (High density lipoprotein)
Nilai normal : Dewasa: 30 - 70 mg/dL SI = 0,78 - 1,81 mmol/L
Deskripsi:
HDL merupakan produk sintetis oleh hati dan saluran cerna serta katabolisme
trigliserida
Implikasi klinik:
Terdapat hubungan antara HDL kolesterol dan penyakit arteri koroner

Peningkatan HDL dapat terjadi pada alkoholisme, sirosis bilier primer, tercemar
racun industri atau poliklorin hidrokarbon. Peningkatan kadar HDL juga dapat terjadi
pada pasien yang menggunakan klofi brat, estrogen, asam nikotinat, kontrasepsi oral
dan fenitoin.
Penurunan HDL terjadi dapat terjadi pada kasus fi brosis sistik, sirosis hati, DM,
sindrom nefrotik, malaria dan beberapa infeksi akut. Penurunan HDL juga dapat
terjadi pada pasien yang menggunakan probucol, hidroklortiazid, progestin dan infus
nutrisi parenteral.
a. Trigliserida
Nilai normal : Dewasa yang diharapkan
Pria : 40 - 160 mg/dL SI: 0,45 - 1,80 mmol/L
Wanita : 35 - 135 mg/dL SI: 0,4 - 1,53 mmol/L
Deskripsi :
Trigliserida ditemukan dalam plasma lipid dalam bentuk kilomikron dan VLDL
(very low density lipoproteins)
Implikasi klinik :
Trigliserida meningkat dapat terjadi pada pasien yang mengidap sirosis alkoholik,
alkoholisme, anoreksia nervosa, sirosis bilier, obstruksi bilier, trombosis cerebral,
gagal ginjal kronis, DM, Sindrom Downs, hipertensi, hiperkalsemia, idiopatik,
hiperlipoproteinemia (tipe I, II, III, IV, dan V), penyakit penimbunan glikogen (tipe I,
III, VI), gout, penyakit iskemia hati hipotiroidism, kehamilan, porfi ria akut yang
sering kambuh, sindrom sesak nafas, talasemia mayor, hepatitis viral dan sindrom
Werner,s
Kolestiramin, kortikosteroid, estrogen, etanol, diet karbohidrat, mikonazol i.v,
kontrasepsi oral dan spironolakton dapat meningkatkan trigliserida.
Penurunan trigliserida dapat terjadi pada obstruksi paru kronis, hiperparatiroidism,
hipolipoproteinemia, limfa ansietas, penyakit parenkim hati, malabsorbsi dan
malnutrisi.
Vitamin C, asparagin, klofibrat dan heparin dapat menurunkan konsentrasi serum
trigliserida.
(Sumber: Pedoman Interpretasi Data Klinik binfar.kemkes.go.id)
3. Memahami dan menjelaskan pola hidup sehat
3.1 Manfaat olahraga
Olahraga dapat meningkatkan kemampuan otak, latihan fisik yang rutin dapat
meningkatkan konsentrasi, kreativitas,dan kesehatan mental.
Olahraga dapat membantu menunda proses penuaan. Riset membuktikan bahwa
latihan sederhana seperti jalan kaki teratur dapat membantu mengurangi penurunan
mental pada penuaan.
Mengurangi stres. Olahraga dapat mengurangi kegelisahan dan bisa membantu
anda mengendalikan amarah. Latihan aerobik dapat meningkatkan kemampuan
jantung dan membuat anda lebih cepat mengatasi stres. Aktivitas seperti jalan kaki,
berenang, bersepeda, dan lari merupakan cara terbaik mengurangi stres.
Olahraga mampu menjaga kesehatan dan mencegah berbagai macam penyakit.
Berolahraga rutin dapat menjaga anda dari penyakit.

Olahraga juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Olahraga yang dilakukan
dengan teratur, akan meningkatkn fungsi hormon-hormon dalam tubuh dimana
hormon-hormon ini mampu meningkatkan daya tahan tubuh.
Dengan olahraga juga dapat membuat tidur kita nyenyak. Olahraga selain
membakar lemak anda juga membuat anda lelap tidur. Alasannya setelah kegiatan
fisik, kelelahan setelah itu akan membuat anda akan lebih lelap tidur. Jika anda tidur
dengan nyenyak maka konsetrasi akan terjaga dan tubuh akan menjadi bugar.
(Sumber: http://olahraga.kompasiana.com/atletik/2014/03/24/manfaat-olahraga-bagitubuh-643744.html )
Selain itu, berolah raga juga dapat menurunkan resiko berbagai macam penyakit, di
antaranya:
1. Mengurangi risiko penyakit jantung koroner sebanyak 35%
2. Mengurangi risiko diabetes mellitus sebanyak 50%
3. Mengurangi risiko kanker kolon sebanyak 50%
4. Mengurangi risiko kanker payudara sebanyak 20%
5. Mengurangi risiko meninggal di usia muda sebanyak 30%
6. Mengurangi risiko peradangan sendi sebanyak 83%
7. Mengurangi risiko patah tulang pinggang sebanyak 68%
8. Mengurangi risiko jatuh pada usia tua sebanyak 30%
9. Mengurangi risiko depresi sebanyak 30%
10. Mengurangi risiko penyakit dementia sebanyak 30%
Porsi waktu ideal manusia untuk berolahraga berdasarkan usia:
Anak anak di bawah usia 5 tahun : 180 menit setiap hari
Usia muda (5 18 tahun) : 60 menit setiap hari
Dewasa (19 64 tahun) : 150 menit setiap minggu
Usia Tua (65 tahun dan diatasnya) : 150 menit setiap minggu
(Sumber: http://klikdokter.com/healthnewstopics/health-topics/10-manfaat-olahraga )
3.2 Manfaat pola makan yang baik
Makan merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk melangsungkan hidupnya.
Melalui makanan, manusia mendapatkan kenikmatan berupa rasa kenyang dan juga
makanan bukan hanya sekedar penghilang lapar, tetapi kita harus makan makanan yang
baik untuk tubuh kita. Makanan sehat di dalam Islam sangatlah penting untuk disimak,
hal ini bukan hanya pada persoalan hukum halal atau haram makanan, tetapi kualitas
(bobot kandungan gizi) dan efek kesehatan makanan terhadap tubuh. Makanan yang
memenuhi syarat kesehatan atau makanan sehat adalah makanan yang higienis ( makanan
yang tidak mengandung penyakit atau zat yang dapat membahayakan kesehatan kita),
bergizi (makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin dalam
jumlah yang seimbang sesuai kebutuhan kita), dan berkecukupan (makanan yang dapat
memenuhi kebutuhan tubuh pada usia dan kondisi tertentu).
1.
2.
3.
4.

Manfaat makan sehat untuk tubuh kita :


Sebagai sumber energi
Sebagai pembangun tubuh
Sebagai pelindung tubuh
Menjaga tubuh dari kondisi stres

5.
6.

Meningkatkan inteligensi
Memelihara reproduksi
(Sumber: http://www.informasikesehatan.my.id/2013/02/makanan-sehat-untuk-tubuhkita.html )
Food combaining ala Rasulullah:

1.

Asupan awal kedalam tubuh Rasulullah adalah udara segar pada waktu subuh. Beliau
bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan,
udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zatzat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal itu sangat
besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian punuh.

2.

Di pagi hari pula Rasulullah saw membuka menu sarapannya dengan segelas air
dingin yang dicampur dengan sesendok madu asli. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu
berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan
sembelit, wasir dan peradangan.

3.

Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah senantiasa mengonsumsi


tujuh butih kurma.

4.

Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun.
Selain itu, Rasulullah juga mengonsumi makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak
sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit,
menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan
minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim
dingin.

5.

Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara
umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya
tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.

6.

Rasulullah saw tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih
dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga
mudah dicerna.
Selain itu, ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk tidak dikombinasikan untuk
dimakan secara bersama-sama. Makanan-makanan tersebut antara lain:
1.
Jangan minum susu bersama makan daging.
2.
Jangan makan ayam bersama minum susu.
3.

Jangan makan ikan bersama telur.

4.
Jangan makan ikan bersama daun salad.
5.
Jangan minum susu bersama cuka.
6.
Jangan makan buah bersama minum susu
Rasululah SAW pernah mengingatkan bahwa jangan pernah makan ikan bersama susu,
karena akan cepat mendapat penyakit. Hal ini terbukti karena para ilmuwan menemukan
bahwa daging ayam mengadung ion positif, sedangkan susu mengandung ion negatif. Oleh
karena ion yang berlawanan, maka akan terjadi suatu reaksi yang bisa merusak anggota

pencernaan. Rasulullah pun pernah mengingatkan kita untuk tidak makan makanan yang
berasal dari laut dan darat secara bersamaan. Belakangan ini diketahui bahwa ternyata kedua
jenis makanan tersebut memiliki tingkat kelarutan yang berbeda.
(Sumber:
http://nuranifkm.ui.ac.id/index.php/artikel/106-food-combining-alarasulullah)
4. Memahami dan menjelaskan halal dan thoyyibah
Hadits Rasulullah SAW: Daging mana saja yang tumbuh dari sesuatu yang haram
maka neraka lebih pantas untuknya.
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di
bumi. (QS. Al-Baqarah: 168)
Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka
segala yang buruk. (QS. Al-Araf: 157)
Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu;
dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging
babi, dan apa saja yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barang
siapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui
batar, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. An-Nahl: 114-115)
Penentuan mengenai makanan tersebut merupakan makanan yang thoyyib atau khobits:
1.
Makanan yang jelek (arab: khobits) ada dua jenis; yang jelek karena dzatnya -seperti:
darah, bangkai, dan babi- dan yang jelek karena salah dalam memperolehnya -seperti:
hasil riba dan perjudian-. Lihat Majmu Al-Fatawa (20/334).
2.
Adapun ukuran kapan suatu makanan dianggap thoyyib (baik) atau khobits (jelek),
maka hal ini dikembalikan kepada syariat. Maka apa-apa yang dihalalkan oleh syariat
maka dia adalahthoyyib dan apa-apa yang diharamkan oleh syariat maka dia adalah
khabits, ini adalah madzhab Malikiyah dan yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyah sebagaimana yang akan nampak dalam ucapan beliau.
(Sumber: http://al-atsariyyah.com/kriteria-makanan-halal.html )