Anda di halaman 1dari 3

Nama : Ismi Nurjannah

NIM

: 125130101111058

Program Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya


Kelas D
Jawaban Quiz Pendidikan Kewarganegaraan
1. Perbedaan mendasar antara Rechtsstaat, Rule of Law, dan Negara Hukum
Pancasila
Rechtsstaat : Ciri-ciri Rechtstaat meliputi Hak Asasi Manusia, pemisahan atau
pembagian kekuasaan untuk menjamin Hak Asasi Manusia yang biasa dikenal
sebagai trias politica pemerintahan berdasarkan peraturan peraturan dan peradilan
administrasi dalam perselisihan. Struktur dari masyarakatnya adalah komunal yaitu
menjunjung tinggi sama rasa dan sama rata. Untuk hukumnya hukum yang berlaku
adalah hukum tertulis lebih kuat dibandingkan hukum adat atau kebiasaan sehingga
hukum tertulis kedudukannya lebih tinggi dari norma atau etika yang berlaku.
Kelemahan dari rechtstaat adalah untuk hukumnya terasa agak kaku karena
semuanya harus dituliskan atau dijadikan hukum tertulis terlebih dahulu sebelum
dilaksanakan.
Rule of law : Ciri-ciri Rule of Law adalah adanya supremasi hukum, kedudukan
yang sama di depan hukum dan terjaminnya Hak Asasi Manusia dalam undangundang atau dalam keputusan pengadilan. Pada rule of law sifat masyarakatnya
individualis yaitu bebas melakukan apapun selama hal itu tidak melanggar hukum
yang ada. Selain itu hukum kebiasaan banyak digunakan walaupun hukum tertulis
tetap berlaku sifat hukum yang ada fleksibel. Pada suatu permasalahan jika dengan
menggunakan hukum kebiasaan sudah dapat terselesaikan maka tidak perlu
digunakan hukum tertulis dalam penyelesaiannya. Pada sisitem peradilannya
terdapat system penjurian. Juri adalah sebuah dewan untuk menilai atau
menghakimi sesuatu permasalahan ataupun seseorang. Juri akan memiliki
kekuasaan yang mutlak untuk mempengaruhi keputusan hakim. Keputusan yang
diambil merupakan kesepakatan oleh para juri.
Negara hukum pancasila : Ciri-ciri khusus yang membedakan negara hukum
pancasila dengan faham negara hukum lainnya dapat terlihat dari hal-hal sebagai
berikut :

Negara hukum Pancasila bertitik pangkal dari asas kekeluargaan dan

kerukunan;
Tidak mengenal sekulerisme mutlak;
Kebebasan beragama dalam arti positif, setiap orang diharuskan beragama;
HAM bukanlah titik sentral, tapi keserasian hubungan antara pemerintah &

rakyat lebih diutamakan.


Demokrasi disusun dalam bingkai permusyawaratan perwakilan.
Latar belakang lahirnya Negara Hukum Pancasila didasari oleh semangat

kebersamaan untuk bebas dari penjajahan dengan cita-cita terbentuknya Indonesia


merdeka yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur dengan pengakuan tegas
adanya kekuasaan Tuhan. Karena itu, prinsip ketuhanan

adalah elemen paling

utama dari elemen negara hukum Indonesia. Unsur lain dari negara hukum
Pancasila ini adalah adanya prinsip musyawarah, keadilan sosial, serta hukum yang
tuntuk pada kepentingan nasional dan persatuan Indonesia yang melindungi
segenap tumpah darah Indonesia. Prinsip musyawarah dan keadilan sosial nampak
sederhana, tetapi mengandung makna yang dalam bagi elemen negara hukum
Indonesia. Prinsip musyawarah merupakan salah satu dasar yang pokok bagi
hukum tata negara Indonesia sehingga merupakan salah satu elemen negara
hukum Indonesia. Prinsip keadilan sosial menjadi elemen penting berikutnya dari
negara hukum Indonesia. Prinsip keadilan sosial didasari oleh pandangan tentang
kesejahteraan sosial dan sifat kekeluargaan serta gotong royong dari masyarakat
Indonesia. Konstitusionalisme merupakan faham pembatasan kekuasaan negara
dalam tingkat yang lebih nyata dan operasional. Unsur terakhir dari negara hukum
pancasila ini adalah peradilan bebas dan tidak memihak (independent and impartial
judiciary).
2. Sifat konstitusi di Indonesia
Konstitusi indonesia sifatnya adalah luas karena sifatnya dapat menyesuaikan
dengan keadaan zaman dan dengan perubahan-perubahan yang terjadi, dalam
UUD 1945 juga telah diatur mengenai amandemen dan perubahan dalam pasalpasal undang-undang dasar yang diatur pada bab XVI menenai perubahan undangundang dasar. Hal ini menunjukan bahwa sifat dari konstitusi indonesia adalah luas
dan juga fleksibel

3. Keterkaitan antara identitas nasional dan integrasi nasional.


Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan
perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan
keselarasan secara nasional. Sedangkan Identitas nasional secara terminologis
adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan
bangsa tersebut dengan bangsa yang lain. Antara Integrasi nasional dan identitas
nasional negara Indonesia sangatlah tekait. Indonesia memiliki banyak suku, dan
ragam kebudayaan yang sangat luas dan semua itu dipersatukan melalui persatuan
dibawah bendera merah putih dan Bhineka Tunggal Ika melalui proses ini terjadi
proses integrasi nasional dimana perbedaan yang ada dipersatukan sehingga
tercipta keselarasan. Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda namun tetap
satu jua menjadi identitas dari bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk
yang kaya akan suku, tradisi dan bahasa. Di Indonesia integrasi nasional dan
identitas nasional memiliki keterkaitan, karena dalam hal ini, di Indonesia Integrasi
nasional di jadikan sebagai salah satu identitas nasional dimana konsep Bhineka
Tunggal Ika yang merupakan hasil dari integrasi nasional dijadikan sebagai identitas
nasional dan tentunya hanya Indonesia yang memiliki semua itu sehingga semboyan
Bhineka Tunggal Ika menjadi pembeda Indonesia dengan negara lainnya dan
menjadi identitas bangsa.