Anda di halaman 1dari 58

REFRAT PSIKIATRI

PSIKOGERIATRI
Disusun oleh:
Anindita Putri H. G99141012
Siska Dewi A. G99141013
Candra Aji S. G99141014
Avamira Rosita P. G99141015
Elizabeth Puji Y. G99141016

Pembimbing:
Istar Yuliardi, dr., M.Si
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PENDAHULUAN

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

Psikogeriatri mempelajari tentang


pencegahan, diagnosis, dan terapi
gangguan fisik dan psikologik atau
psikiatri pada lanjut usia (Maramis,
2009).
Keberhasilan pembangunan dalam
bidang kesehatan jumlah
penduduk lanjut usia meningkat
(Depkes, 2005).
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

Masalah khusus dalam usia lanjut:


Gangguan fisik (penyakit) yang
berhubungan dengan usia lanjut
Kehilangan dalam bidang sosial
ekonomi (pensiun dari pekerjaan)
Masalah seks pada usia lanjut
(Maramis, 2009)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

Diperkirakan sebanyak 25%


memiliki gejala psikiatri
yang signifikan.
Angka
morbiditas
gangguan psikiatri pada
pasien
lanjut
usia
diperkirakan meningkat.
(Kaplan et al., 2010)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

PROSES PENUAAN PADA


LANJUT USIA

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

BATASAN LANJUT
USIA

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

TEORI PENUAAN

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

PERUBAHAN YANG
TERJADI PADA
PENUAAN

Lanjut
usia
(elderly)
adalah
seseorang yang berumur 60 tahun
atau lebih (WHO, 1989).
Menua
adalah
proses
yang
mengubah seorang dewasa sehat
menjadi seorang yang frail dengan
berkurangnya
sebagian
besar
cadangan sistem fisiologis dan
meningkatnya kerentanan terhadap
FAKULTAS KEDOKTERAN
berbagai
dan kematian
UNIVERSITAS
SEBELAS penyakit

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

BATASAN LANJUT
USIA

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

TEORI PENUAAN

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

PERUBAHAN YANG
TERJADI PADA
PENUAAN

Beberapa teori tentang menua yang


dapat diterima saat ini, antara lain:
Teori radikal bebas
Teori glikosilasi
Teori DNA repair

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

BATASAN LANJUT
USIA

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

TEORI PENUAAN

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

KESIMPULA
N

PERUBAHAN YANG
TERJADI PADA
PENUAAN

Teori Radikal Bebas

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

TATALAKSA
NA

(Setiati et al., 2007)

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

BATASAN LANJUT
USIA

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

TEORI PENUAAN

Teori Glikosilasi

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

PERUBAHAN YANG
TERJADI PADA
PENUAAN
(Setiati et al., 2007)

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

BATASAN LANJUT
USIA

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TEORI PENUAAN

Teori DNA Repair

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

PERUBAHAN YANG
TERJADI PADA
PENUAAN
(Setiati et al., 2007)

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

BATASAN LANJUT
USIA

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

TEORI PENUAAN

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

PERUBAHAN YANG
TERJADI PADA
PENUAAN

Konsep homeostenosis
Homeostenosis yang merupakan
karakteristik fisiologi penuaan
adalah keadaan penyempitan
(berkurangnya)
cadangan
homeostasis yang terjadi seiring
meningkatnya usia pada setia
sistem organ (Setiati et al., 2007).
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

BATASAN LANJUT
USIA

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

TEORI PENUAAN

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

PERUBAHAN YANG
TERJADI PADA
PENUAAN

Contoh perubahan yang terjadi selama


proses penuaan (sistem saraf pusat
dan fungsi kognitif):
Sistem saraf pusat:
o Berkurangnya sedikit massa otak
o Berkurangnya aliran darah otak
o Melambatnya proses sentral dan
waktu reaksi, dll.
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

(Setiati et al., 2007)

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

BATASAN LANJUT
USIA

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

TEORI PENUAAN

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

PERUBAHAN YANG
TERJADI PADA
PENUAAN

Fungsi kognitif:
o Kemampuan meningkatkan
fungsi intelektual berkurang
o Berkurangnya efisiensi
transmisi saraf di otak,
sehingga proses informasi
melambat dan banyak
informasi menghilang selama
transmisi
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

(Setiati et al., 2007)

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

BATASAN LANJUT
USIA
Aspek
Biologis
Atrofi otot
hingga
80%
Atrofi kulit
Katarak
Presbiakusi
s
Presbiopia
Penurunan
kapasitas
vital paru
Hipertrofi
otot
jantung

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

PERUBAHAN YANG
TEORI PENUAAN
TERJADI PADA
PENUAAN
Aspek
Aspek
Aspek Sosial
Psikologis
Kognitif

Penurunan
kognitif
Rigiditas
Penurunan
kemampua
n
mengambil
risiko
Berusaha
meningkatk
an gairah
seksual
Takut
kematian

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

Menjadi
kakeknenek
Merasakan
kematian
kerabat
Pensiun
dari
pekerjaan
Menarik diri
dari
aktivitas
sosial

Lambat
dalam
mengingat
kembali
memori
Disorientasi
Kesulitan
mengingat

(Sakauye, 2008)

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

FAKTOR RESIKO GANGGUAN


MENTAL PADA LANSIA

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

FAKTOR RISIKO SOSIAL


DEMOGRAFIS

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

FAKTOR RISIKO NON


DEMOGRAFIS

Umur
Status
Sosial
Ekonomi

Jenis
Kelamin

Faktor
Sosial
Demogr
af
Status
Perkawin
an

Status
Pekerjaan

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

Tingkat
Pendidik
an

(Marini, 2008)

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

FAKTOR RISIKO SOSIAL


DEMOGRAFIS
Penyakit Kronis

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

FAKTOR RISIKO NON


DEMOGRAFIS

Keterbatasan mobilitas, ketergantungan


orang lain, nyeri

Penggunaan Obat
dan Alkohol

Risiko cemas 13,8 kali dan depresi 18,8


kali

Kemandirian Fisik

Menggunakan skor ADL. Tidak mandiri


rentan depresi

Religi

Lansia non religius angka kematiannya dua


kali lebih besar

Dukungan Sosial

Dukungan sosial tinggi risiko depresi

Status Gizi

Status gizi yang baik risiko penyakit


degeneratif

Riwayat Gangguan Adanya riwayat meningkatkan risiko


terjadinya gangguan jiwa
Jiwa
FAKULTAS
KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

(Soedjono et al., 2006)

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

Pemeriksaan Psikiatri

PEMERIKSAAN
PSIKIATRI
PADA LANSIA

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

Pemeriksaan Psikiatri
MENTAL STATUS
HISTORY TAKING

EXAMINATION

(Kaplan et al.,
2009)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

Pemeriksaan
Pemeriksaan
Psikiatri
Psikiatri
MENTAL STATUS
HISTORY TAKING

KESIMPULA
N

EXAMINATION

(Kaplan et al., 2009)


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

Pemeriksaan Psikiatri

EPIDEMIOLOGI
GANGGUAN MENTAL
PADA LANSIA

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

Epidemiologi Gangguan
Pemeriksaan Psikiatri
Mental
EPIDEMIOLOGI GANGGUAN MENTAL PADA LANSIA

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

Prevalensi nasional: 6,0% (37.728


orang dari subyek yang dianalisis)
berdasarkan
Self
Reported
Questionnarie
Geografis: prevalensi tertinggi di
Sulawesi Tengah (11,6%), sedangkan
yang terendah di Lampung (1,2%)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

(Riskesdas, 2013)

Epidemiologi Gangguan
Pemeriksaan Psikiatri
Mental
EPIDEMIOLOGI GANGGUAN MENTAL PADA LANSIA

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

Demografis: tertinggi pada kelompok umur 75 tahun


ke atas (33,7%), perempuan (14,0%), tidak sekolah
(21,6%), tidak bekerja (19,6%), tinggal di
pedesaan
(Riskesdas,
2013)
(12,3%)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

Pemeriksaan Psikiatri

GANGGUAN MENTAL
PADA LANJUT USIA

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

Gangguan mental terbanyak pada


lansia

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

GANGGUAN MENTAL PADA LANJUT USIA

DEMENSIA

Gangguan intelektual,umumnya
progresif
dan
ireversibel,
prevalensi
meningkat
seiring
dengan bertambahnya usia.
(Goldberg, 2015; Passmore, 2014)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

GANGGUAN MENTAL PADA LANJUT USIA

(Goldberg, 2015; Passmore, 2014)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

GANGGUAN MENTAL PADA LANJUT USIA

DEMENSIA
TIPE ALZHEIMER
Tipe demensia tersering
Prevalensi : wanita > pria
Penyebab tidak diketahui
Ditandai penurunan fungsi kognitif, onset
bertahap dan progresif
Urutan umum defsit: daya ingat bahasa
fungsi visuospasial
Terapi bersifat paliatif nutrisi tepat, latihan,
pengawasan aktivitas sehari- hari dan
medikasi.
(Goldberg, 2015; Passmore, 2014)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

GANGGUAN MENTAL PADA LANJUT USIA

DEMENSIA
VASKULAR

Tipe demensia kedua yang tersering


Ditandai defsit kognitif yang sama seperti
demensia tipe Alzheimer, tetapi ada gejala
neurologis fokal
Onset tiba-tiba
Dapat dicegah dengan menurunkan faktor
risiko yang diketahui, seperti hipertensi,
diabetes, merokok, dan aritmia.
Diagnosis ditegakkan dengan MRI dan
pemeriksaan aliran darah serebral
(Goldberg, 2015; Passmore, 2014)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

GANGGUAN MENTAL PADA LANJUT USIA

DEPRESI
Tanda dan gejala yang sering:
energi,konsentrasi, nafsu makan
dan berat badan;
Gangguan tidur;
Keluhan somatik; dan
Perasaan bersalah.
Kadang terdapat gangguan kognitif
sindroma pseudodemensia defsit
konsentrasi & atensi dan jarang disertai
dengan gangguan
berbahasa.
(Robinson
et al., 2014; Covino, 2006)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

GANGGUAN MENTAL PADA LANJUT USIA

GANGGUAN
BIPOLAR
Tanda dan gejala mania:
mood elasi, ekspansif, atau mudah
tersinggung;
penurunan kebutuhan tidur;
distraktibilitas;
impulsivitas
Terapi untuk mania: Lithium
dimonitor
(Robinson et al., 2014)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

GANGGUAN MENTAL PADA LANJUT USIA

SKIZOFRENIA
Biasanya mulai pada masa remaja
akhir/dewasa muda dan menetap
seumur hidup.
Wanita > laki-laki (onset lambat)
Respon baik terhadap obat antipsikotik.
Dosis yang lebih rendah efektif .
(Moran dan Lawlor, 2005).

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

GANGGUAN MENTAL PADA LANJUT USIA

GANGGUAN
DELUSIONAL
usia 40 s/d 55 tahun
Waham tersering waham kejar
Gangguan delusional dengan onset lambat
ditandai dengan waham kejar
parafrenia
Timbul selama beberapa tahun, tanpa
demensia.
Prognosis cukup baik (sebagian besar) hasil
terbaik dengan kombinasi psikoterapi dan
farmakoterapi
(Kaplan et al., 2010a; Busse dan Blazer, 1997;
Sadock BJ dan Sadock VA, 2007; Moran dan
FAKULTAS KEDOKTERAN
Lawlor,
2005).
UNIVERSITAS
SEBELAS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

GANGGUAN MENTAL PADA LANJUT USIA

GANGGUAN
KECEMASAN
Berupa:
Gangguan panik (paling sering);
Fobia;
Gangguan obsesif kompulsif;
Gangguan kecemasan umum;
Gangguan stres akut;dan
Gangguan stress paskatraumatik.
(Kaplan et al., 2010b; Busse dan Blazer,
1997)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

GANGGUAN MENTAL PADA LANJUT USIA

GANGGUAN
SOMATOFORM
Ditandai
gejala

fsik

menyerupai

penyakit medis.
Hipokondriasis sering pada pasien usia
>60 tahun.
Gangguan biasanya kronis
Pemeriksaan fsik ulang berguna untuk
menentramkan pasien bahwa mereka
tidak
memiliki
penyakit
yang
mematikan.
(Kaplan et al., 2010b; Busse dan Blazer,
1997; Sadock BJ dan Sadock VA, 2007)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

GANGGUAN MENTAL PADA LANJUT USIA

GANGGUAN TIDUR
Penyebab: perubahan fsiologis dan
sistem regulasi, gangguan tidur primer,
gangguan mental lain, kondisi medis
umum,
serta
faktor
sosial
dan
lingkungan.
(Kaplan et al., 2010b; Sadock BJ dan
Sadock VA, 2004)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

GANGGUAN MENTAL PADA LANJUT USIA

GANGGUAN
PENGGUNAAN
ALKOHOL DAN ZAT
LAIN

Riwayat minum alkohol berlebihan


(mulai remaja/dewasa pertengahan)
Biasanya memiliki penyakit medis,
terutama penyakit hati.
Lebih sering Ketergantungan zat
tertentu seperti hipnotik, ansiolitik, dan
narkotik.
(Maramis WF, 2009).

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

GANGGUAN MENTAL PADA LANJUT USIA

GPPD
GPPD (gejala perilaku dan psikologis
pada demensia) merupakan gejala nonkognitif dari gangguan persepsi, isi
pikir, alam perasaan atau perilaku
dengan penyebab multifaktor.
Gejala yang muncul, antara lain;
agresi,agitasi, teriak-teriak, aktivitas
motorik berulang, cemas, psikosis,
depresi, gangguan tidur.
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

PERMASALAHAN DALAM
ASPEK SOSIAL, EKONOMI,
DAN PSIKOLOGI
PADA USIA LANJUT

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

PERMASALAHAN PADA USIA LANJUT

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

(Azizah, 2011)

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

ASPEK
PSIKOSOSIA
L

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

ASPEK
PEKERJAAN

ASPEK
PSIKOSOSIAL

(Azizah, 2011)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

EPIDEMIOL
OGI

ASPEK
SOSIAL

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

PERUBAHAN
MINAT

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

ASPEK
PSIKOLOGIS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

ASPEK
PSIKOSOSIA
L

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

ASPEK
PEKERJAAN

EPIDEMIOL
OGI

ASPEK
SOSIAL

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

PERUBAHAN
MINAT

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

ASPEK
PSIKOLOGIS

ASPEK
Kuntjoro (dalam Azizah, 2011)
Menurut
PSIKOSOSIAL
ada
enam tipe kepribadian pada lanjut
usia sebagai berikut:
1.Tipe Kepribadian Konstruktif
(Construction personality);
2.Tipe Kepribadian Mandiri (Independent
personality);
3.Tipe Kepribadian Tergantung
(Dependent personality);
4.Tipe Kepribadian Bermusuhan (Hostility
personality);
5.Tipe Kepribadian Defensif; dan
6.Tipe Kepribadian Kritik Diri (Self Hate
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS
SEBELAS
personalitiy).

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

ASPEK
PSIKOSOSIA
L

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

ASPEK
PEKERJAAN

EPIDEMIOL
OGI

ASPEK
SOSIAL

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

PERUBAHAN
MINAT

TATALAKSA
NA

ASPEK
PSIKOLOGIS

ASPEK
EKONOMI/PEKERJA
AN ketika masa pensiun Reaksi
Diawali

tergantung model kepribadiannya.


Agar pensiun lebih berdampak positif
persiapan berencana, terorganisasi dan
terarah.
Lansia pensiun akan mengalami
kehilangan-kehilangan antara lain (BudiDarmojo dan H Martono, 2011) :
1.Finansial;
2.Status;
3.Teman/kenalan; dan
4.Kegiatan/pekerjaan.

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

ASPEK
PSIKOSOSIA
L

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

ASPEK
PEKERJAAN

EPIDEMIOL
OGI

ASPEK
SOSIAL

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

PERUBAHAN
MINAT

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

ASPEK
PSIKOLOGIS

ASPEK SOSIAL
Berkurangnya fungsi indera, gerak fsik
dan sebagainya gangguan fungsional
keterasingan perilaku regresi.
Pentingnya Panti Werdha sebagai
tempat pemeliharaan, perawatan dan
long stay rehabilitation bagi lansia yang
tinggal sendirian
(Azizah, 2011)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

ASPEK
PSIKOSOSIA
L

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

ASPEK
PEKERJAAN

EPIDEMIOL
OGI

ASPEK
SOSIAL

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

PERUBAHAN
MINAT

TATALAKSA
NA

ASPEK
PSIKOLOGIS

PERUBAHAN
MINAT
Lansia juga mengalami perubahan
minat yakni:
1.minat terhadap diri
2.minat terhadap penampilan
3.minat terhadap uang
4.kebutuhan terhadap kegiatan rekreasi
tak berubah hanya cenderung
menyempit
(Azizah, 2011)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

ASPEK
PSIKOSOSIA
L

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

ASPEK
PEKERJAAN

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

ASPEK
SOSIAL

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

PERUBAHAN
MINAT

TATALAKSA
NA

ASPEK
PSIKOLOGIS

PERUBAHAN
MINAT
Perubahan

Minat

Pola hidup

Penyesuaian

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

KESIMPULA
N

(Azizah, 2011)

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

ASPEK
PSIKOSOSIA
L

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

ASPEK
PEKERJAAN

EPIDEMIOL
OGI

ASPEK
SOSIAL

ASPEK
PSIKOLOGIS
Kesepian/L
oneliness

(Azizah, 2011)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

Perlu
peran
organisasi
sosial

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

PERUBAHAN
MINAT

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

ASPEK
PSIKOLOGIS

Untuk:
Menghibur
memberikan
motivasi
peran
penderita
memberikan
bantuan
pengerjaan
pekerjaan
dirumah (bila
terdapat
disabilitas)

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

TATALAKSANA

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

PSIKOFARMAKOLOGIS

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

PSIKOTERAPI

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

PSIKOFARMAKOLOGIS

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

PSIKOTERAPI

Prinsip Psikofarmakologis
Prinsip dasar dalam psikofarmakologi
geriatri adalah individualisasi dosis.
Klinisi
harus
sering
memeriksa
kembali untuk menentukan perlunya
medikasi pemeliharaan, perubahan
dosis,dan
perkembangan
efek
samping.
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

Psikoterapi
PSIKOFARMAKOLOGIS

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

PSIKOTERAPI

Psikoterapi berorientasi tilikan, psikoterapi


suportif, terapi kognitif, terapi kelompok
dan terapi keluarga harus tersedia bagi
pasien lanjut usia.
Psikoterapi disesuaikan dengan situasi dan
masalah,
berusaha
mencari
pemecahannya dengan cara melalui
pembentukan kerangka kepribadian.
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

PSIKOFARMAKOLOGIS

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

PSIKOTERAPI

Manfaat Psikoterapi

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

KESIMPULAN

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

PENDAHUL
UAN

PROSES
PENUAAN

FAKTOR
RISIKO

PEMERIKSA
AN
PSIKIATRIK

EPIDEMIOL
OGI

GANGGUAN
MENTAL
PADA
LANSIA

PERMASALA
HAN
HAN PADA
PADA
LANSIA
LANSIA

TATALAKSA
NA

KESIMPULA
N

Permasalahan yang dialami lansia


meliputi aspek psikogeriatri seperti
kesepian,
aspek
psikososial,
perubahan
peran
sosial
di
masyarakat,
dan
perubahanperubahan yang diakibatkan karena
kehilangan pekerjaan.
Seluruh stressor pada pasien lanjut
usia
harus
dapat
dinilai
agar
penatalaksanaan yang holistik dapat
tercapai.
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS

TERIMA
KASIH
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS