Anda di halaman 1dari 4

LEMPAR LEMBING

D
I
S
U
S
U
N
O
L
E
H
Raden Bamandhityo Rizky
No: 32
Kelas: X-1

Sejarah Lempar lembing


Belum diketahui secara pasti, tetapi lempar lembing termasuk olahraga paling tua
bersama lari, loncat dan gulat yang dipertandingkan dalam Olimpiade kuno di Yunani.
Lempar lembing berawal dari kegiatan manusia zaman dulu dalam berburu binatang yang
sering menggunakan lembing dalam saat berburu.

Lempar lembing
Lembing adalah sebuah alat dalam salah satu nomor olahraga atletik. Lembing
berbentuk seperti tombak dengan sudut tajam disalah satu ujungnya.
Melempar adalah melakukan gerakan menolak / mendorong seperti membuang sesuatu
dari tangan kita. Dalam proses melempar terjadi pengaliran tenaga dari tangan terhadap
media yang dipegang tangan.
Berat media, stabilitas media, dinamika gerakan tubuh, kuat tenaga, statistika
ritme, akan mempengaruhi seberapa jauh lemparan anda.
Lemparan terdapat proses, penyaluran tenaga, tolakan, pelepasan tenaga dan media, daya
layang dan jatuh media di tanah (grafitasi).
Lempar Lembing dapat diartikan, melakukan gerakan untuk mendorong lepas
lembing dari tangan dengan tenaga ke arah yang diinginkan.
Lembing terbuat dari bambu dengan mata lembing terbuat dari logam

Peraturan lomba Lempar lembing


-

Lembing harus di pegang pada bagian pegangannya, dan harus di lempar lewat
atas bahu atau bagian teratas dari lengan si pelempar dan harus tidak dilempar
secara membandul.Gaya non orthodox tidaklah di izinkan untuk dipakai.
Lemparan itu tidak sah apabila mata lembing tidak menggores tanah sebelum
bagian lembing lainnya.
Pelempar pada waktu membuat awalan lempar tidak boleh memotong salah satu
garis atau jalur paralel.
Lemparan tidak sah bila si pelempar menyentuh dengan bagian tubuhnya atau
anggota badan garis lempar, atau garis perpanjangan (garis lempar) yang siku-siku
terhadap garis paralel, atau menyentuh tanah didepan garis lempar dan garis-garis
itu semua.
Sesudah membuat gerakan awalan lempar sampai lembingnya dilepaskan dan
mengudara, tidak sekali-kali pelempar memutar tubuhnya penuh sehingga
punggungnya membelakangi sektor lemparan.
Pelempar tidak boleh meninggalkan jalur lari awalan sebelum lembing yang
dilemparkan jatuh ke tanah. Dari sikap berdiri meninggalkan jalur lari awalan dari
belakang lengkung garis lempar dan garis perpanjangan.

Teknik Dasar lempar Lembing


Cara Memegang Lembing
Cara Amerika
Dilakukan dengan cara memegang lembing dibagian belakang lilitan lembing dengan jari
telunjuk melingkar di belakang lilitan dan ibu jari menekannya di bagian permukaan yang
lain, sementara itu jari-jari turut melingkar di badan lembing dengan longgar.
Cara Finlandia
Dilakukan dengan cara memegang lembing pada bagian belakang lilitan lembing dengan
jari tengah dan ibu jari, sementara telunjuk berada sepanjang batang lembing dan agak
serong ke arah yang wajar, jari-jari lainnya turut melingkar di badan lembing dengan
longgar.
Cara pegangan V
Tapi cara ini sudah jarang dipakai karena dianggap tidak menguntungkan.

Cara membawa lembing


-

Lembing di bawa diatas bahu dengan mata lembing menghadap kearah serong
atas.
Lembing dibawa di belakang badan sepanjang alur lengan dengan mata lembing
menghadap kearah depan serong atas.
Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong kearah
bawah

Beberapa Hal Yang Perlu di Perhatikan Dalam Mempelajari


Teknik Lempar Lembing
Beberapa Hal Yang di Sarankan
-

Memegang lembing sepanjang jalur lengan


Melebarkan langkah terakhir dan membengkokkan secara perlahan-lahan tungkai
kanan
Berlari lurus selama melakukan awalan
Bawalah berat badan melewati tungkai belakang
Dapatkan sebuah pilihan antara tubuh bagian atas dan bagian bawah (bahu kiri
dalam posisi tertutup)
Luruskan lengan lempar dan telapak tangan lempar dalam posisi menghadap
keatas
Langkahkan tungkai kiri jauh ke depan dan cakarkan
Busungkan badan dalam posisi lempar dan bawalah sikut keatas sewaktu
melakukan lemparan.

Beberapa hal yang harus dihindari


-

Memegang lembing dengan kepalan tangan penuh (menggenggam)


Meloncat ke atas pada langkah terakhir
Melakukan dua kali atau lebih langkah silang

Membawa ke dua bahu menghadap kedepan


Pinggul di tekuk sehingga badan membungkuk ke depan
Membengkokkan lengan lempar pada saat mulai melakukan lemparan
Penempatan kaki depan di tanah terlalu jauh ke kiri
Melempar berputar melalui samping kanan badan.

Peralatan
Lembing
-

Konstruksi : Lembing terdiri dari 3 bagian : (1) mata lembing (2) badan lembing
dan (3) tali pegangan
Badan lembing di buat dari metal dan pada ujung depan terpasang kokoh sebuah
mata lembing yang runcing
Tali pegangan (melilit pada badan lembing) berada dititik pusat gravitasi dan tidak
melibihi garis tengah badan lembing dari 8 mm. Lilitan tali pegangan lembing
harus sama tebal dan bergerigi, tanpa sabuk atau benjolan.
Panjang lembing untuk putra adalah 2,6 2,7 m dan putri adalah 2,2 2,3 m.
Berat untuk putra 800 gr dan putri 600 gr.

Jalur lari awalan


-

Panjang jalur awalan lempar harus tidak lebih dari 36,5 m dan tak kurang dari 30
m dan harus di batasi dengan dua garis paralel selebar 5 cm yang saling terpisah
sejauh 4 m.
Kemiringan kesamping dari jalur lari awalan max 1 : 1.000.

Garis lengkung lemparan


-

Lemparan harus dilakukan dari belakang garis lengkung lempar atau sebuah busur
dengan jari-jari 8 cm. Garis lempar ini terdiri dari garis batas lempar dicat putih
selebar 7 cm, atau terbuat dari kayu atau metal dan dipasang rata dengan tanah.
Garis lempar ini di perpanjang ke arah kanan dan kiri 75 cm di buat siku-siku atau
tegak lurus dengan garis paralel 4 m. Garis perpanjangan ini pun dicat putih, lebar
7 cm dan panjangnya 0,75 m.

Sektor lemparan
-

Semua lemparan (lembing) yang di anggap sah harus jatuh di dalam sektor
lemparan, suatu daerah yang dibatasi oleh garis 5 cm di sebelah kanan dan kiri
garis lempar. Garis 5 cm ini di buat di tanah dari titik A yaitu titik dari busur atau
garis lempar, garis itu ditarik melalui titik Bdan C pada titik mana busur atau garis
lempar itu berpotongan dengan garis 5cm untuk membentuk sektor lemparan.
Sektor lemparan ini boleh atau dapat di beri tanda jarak : 30 cm, 50 cm, 70 cm,
dst.