Anda di halaman 1dari 1

I.

PENDAHULUAN
I.1

Latar Belakang
Pembangunan saat ini menjadi isu strategis yang sangat gencar

diperbincangkan

oleh

negara-negara

di

dunia

terutama

negara-negara

berkembang. Pembangunan menuntut suatu negara untuk bekerja keras agar dapat
mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki, sehingga mendatangkan
kesejahteraan bagi warga negaranya. Agar pembangunan yang berkelanjutan
terwujud dibutuhkan langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan. Salah
satunya melalui program pemberdayaan masyarakat.
Ife (dalam Martono, 2011) mendefinisikan pemberdayaan masyarakat
sebagai proses menyiapkan masyarakat dengan berbagai sumber daya,
kesempatan, pengetahuan, dan keahlian untuk meningkatkan kapasitas diri
masyarakat di dalam menentukan masa depan mereka, serta berpartisipasi dan
memengaruhi kehidupan dalam komunitas masyarakat itu sendiri. Pemberdayaan
masyarakat bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri, mampu
menggali dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada didaerahnya, dan
membantu masyarakat untuk terbebas dari keterbelakangan atau kemiskinan.
Dalam

praktiknya

program

pemberdayaan

sering

kali

mengalami

permasalahan, salah satunya adalah tidak meratanya program pemberdayaan yang


diterima oleh masyarakat. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor salah
satunya yaitu perbedaan jenis kelamin yang sering kali menghambat masyarakat
dengan jenis kelamin tertentu (misal perempuan) untuk berpartisi aktif dalam
program pemberdayaan terutama dalam masyarakat yang menganut budaya
patriarki.

Martono, Nanang. 2011. Sosiologi Perubahan Sosial: Perspektif Klasik,


Modern, Posmodern, dan Poskolonial. Rajawali Press: Jakarta.