Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam era perkembangan teknologi sekarang ini tidak lepas dari kemajuan
teknologinya baik dibidang industri maupun bidang yang lain. Masyarakat
sekarang dalam menunjang kebutuhan hidupnya tidak lepas dari peralatanperlatan elektronika misalnya TV, HP, speaker, dan lain-lain. Perlatan-peralatan
tersebut kalau kita simak secara seksama bahwasanya tidak dapat bekerja dengan
baik tampa komponen-komponen elektronika yang menunjangnya. Seperti
transistor, thyristor, unjiction transistor, SCR, diac dan triac. Serta penggunaannya
dalam suatu rangkaian.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini yaitu antara lain :
1.
2.
3.
4.

Mampu menjelaskan pengertian dan prinsip kerja dari Dioda.


Mampu menjelaskan pengertian dan prinsip kerja dari Transistor.
Mampu menjelaskan pengertian dan prinsip kerja dari Thyristor.
Mampu menjelaskan pengertian dan prinsip kerja dari Unjuction

Transistor.
5. Mampu menjelaskan pengertian dan prinsip kerja dari SCR.
6. Mampu menjelaskan pengertian dan prinsip kerja dari Diac.
7. Mampu menjelaskan pengertian dan prinsip kerja dari Triac.
1.3 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini yaitu antara lain :
1. Untuk mengetahui pengertian dan prinsip kerja dari
2. Untuk mengetahui pengertian dan prinsip kerja dari Dioda.
3. Untuk mengetahui pengertian dan prinsip kerja dari Transistor.
4. Untuk mengetahui pengertian dan prinsip kerja dari Thyristor.
5. Untuk mengetahui pengertian dan prinsip kerja dari Unjuction Transistor.
6. Untuk mengetahui pengertian dan prinsip kerja dari SCR.
7. Untuk mengetahui pengertian dan prinsip kerja dari Diac.
8. Untuk mengetahui pengertian dan prinsip kerja dari Triac.
1.4 Batasan Masalah

Dalam penulisan makalah ini hanya membahas penjelasan mengenai


komponen-komponen elektronika yang biasa digunakan dalam rangkaian, yaitu
dioda, transistor, thyristor, unjiction transistor, SCR, diac dan triac. Serta
penggunaannya dalam suatu rangkaian.
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan makalah ini terdiri dari beberapa bab diantaranya :
BAB I PENDAHULUAN
pada bab ini berisi mengenai latar belakang,
tujuan, rumusan masalah, batasan masalah,
serta sistematika penulisan.
BAB II PEMBAHASAN

pada bab ini berisi penjelasan mengenai


dioda,

transistor,

thyristor,

unjiction

transistor, SCR, diac dan triac. Serta


penggunaannya dalam suatu rangkaian.
BAB III

pada bab ini berisi mengenai kesimpulan dan saran.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Dioda
Dioda adalah komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat
semikonduktor, yang memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah (kondisi
panjar maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya (kondisi panjar mundur).
Diode dapat disamakan sebagai fungsi katup di dalam bidang elektronika. Diode
sebenarnya tidak menunjukkan karakteristik kesearahan yang sempurna,
melainkan mempunyai karakteristik hubungan arus dan tegangan kompleks yang

tidak linier dan seringkali tergantung pada teknologi atau material yang digunakan
serta parameter penggunaan. Beberapa jenis diode juga mempunyai fungsi yang
tidak ditujukan untuk penggunaan penyearahan. Simbol untuk dioda dapat dilihat
pada gambar 2.1.1.

Gambar 2.1.1. simbol dioda


Prinsip Kerja Dioda
Hampir semua peralatan elektronika memerlukan sumber arus searah.
Penyearahdigunakan untuk mendapatkan arus searah dari suatu arus bolak-balik.
Arus atau tegangantersebut harus benar-benar rata tidak boleh berdenyut-denyut
agar

tidak

menimbulkangangguan

bagi

peralatan

yang

dicatu.Dioda

semikonduktor hanya dapat melewatkan arus pada satu arah saja, yaitu padasaat
dioda memperoleh catu arah/bias maju (forward bias). Karena di dalam dioda
terdapat junction (pertemuan) dimana daerah semikonduktor type-p dan semi
konduktor type-nbertemu. Pada kondisi ini dioda dikatakan bahwa dioda dalam
keadaan konduksi ataumenghantar dan mempunyai tahanan dalam dioda relative
kecil. Sedangkan bila dioda dibericatu arah/bias mundur (Reverse bias) maka
dioda tidak bekerja dan pada kondisi ini diodamempunyai tahanan dalam yang
tinggi sehingga arus sulit mengalir. Apabila dioda silicondialiri arus AC, maka
yang mangalir hanya satu arah saja sehingga arus output dioda berupaarus DC.

Dari kondisi tersebut maka dioda hanya digunakan pada beberapa pemakaian
sajaantara lain sebagai penyearah setengah gelombang (Half Wave Rectifier),
penyearahgelombang penuh (Full Wave Rectifier), rangkaian pemotong (Clipper),
rangkaian penjepit(Clamper) maupun pengganda tegangan (Voltage Multiplier)
2.2 Transistor
Transistor sebagai salah satu komponen aktif elektronika terbuat dari
bahan semikonduktor Germanium, Silikon, dan Gallium Arsenide yang memiliki
beberapa fungsi di antaranya sebagai penguat, saklar ( switching ), dan modulasi
sinyal. Dua jenis transistor yang sering dipakai adalah tipe NPN dan PNP
(N=Negatif, P=Positif). Transistor tipe NPN akan bekerja jika basis diberi arus
positif, colector positif, dan emitor negatif, sedangkan transistor PNP akan bekerja
jika basis diberi arus negatif, colector negatif, dan emitor positif.

Aplikasi pada sebuah sistem elektronik tentu tidak sesederhana itu, ada
beberapa perhitungan dasar yang harus dilakukan sesuai dengan karateristik
transistor. Bentuk transistor dapat dilihat pada gambar 2.2.1.

Gambar.2.2.1. gambar transistor.


Prinsip Kerja Transistor

Transistor

sebagai

Penguat

dan

Saklar

Transistor

adalah

alat

semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan


penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi
lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus
inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik
yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. Pada umumnya, transistor
memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektot (C). Tegangan yang
di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan
tegangan yang akan dikuatkan melalui kolektor.Selain digunakan untuk penguat
transistor bisa juga digunakan sebagai saklar. Caranya dengan memberikan arus
yang cukup besar pada basis transistor hingga mencapai titik jenuh. Pada kondisi
seperti ini kolektor dan emitor bagai kawat yang terhubung atau saklar tertutup,
dan sebaliknya jika arus basis teramat kecil maka kolektor dan emitor bagai saklar
terbuka. Dengan sifat pensaklaran seperti ini transistor bisa digunakan sebagai
gerbang atau yang sering kita dengar dengan sebutan TTL yaitu Transistor
Transistor Logic. Prinsip Kerja Transistor | Transistor sebagai Penguat dan Saklar
Prinsip Kerja Transistor | Transistor sebagai Penguat dan Saklar Prinsip Kerja
Transistor | Transistor sebagai Penguat dan Saklar Gambar bentuk fisik transistor
Note : Prinsip Transistor sebagai Penguat (amplifier): artinya transistor bekerja
pada wilayah antara titik jenuh dan kondisi terbuka (cut off), tetapi tidak pada
kondisi keduanya. Prinsip Transistor sebagai penghubung (saklar) : transistor akan
mengalami Cutoff apabila arus yang melalaui basis sangat kecil sekali sehingga
kolektor dan emitor akan seperti kawat yang terbuka, dan Transistor akan

mengalami jenuh apabila arus yang melalui basis terlalu besar sehingga antara
kolektor dan emitor bagaikan kawat terhubung dengan begitu tegangan antara
kolektor dan emitor Vce adalah 0 Volt dari cara kerja diataslah kenapa transistor
dapat difungsikan sebagai saklar. Adapun prinsip kerja dari transistor dapat dilihat
pada gambar 2.2.2.

Gambar 2.2.2 simbol transistor.

2.3 Thyristor
Thyristor adalah sebuah alat yang terdiri dari 4 lapisan semikonduktor
yang menggunakan umpan balik dalam (internal feedback) untuk mendapatkan
perilaku penahanan (latching). Thyristor umumnya digunakan sebagai switch.
Penggunaan utamanya adalah pada pengendalian arus beban yang besar pada
motor, pemanas, instalasi penerangan dan sejenisnya. Adapun bentuk dari
thyristor dapat dilihat pada gambar 2.3.1.

Gambar 2.3.1 thyristor


Prinsip Kerja Thyristor
Prinsip kerja thyristor dapat dijelaskan dengan menggunakan model
penahan ideal seperti ditunjukkan pada gambar 4.1. Transistor Q1 adalah PNP dan
transistor Q2 adalah NPN. Kolektor dari transistor Q1 menjalankan basis transistor
Q2 dan kolektor transistor Q2 menjalankan basis transistor Q1. Dengan susunan
seperti

ini

akan

diperoleh

umpan

balik

positif

yang

dinamakan

sebagai regenerasi. Artinya apabila arus basis Q2 naik, maka arus kolektor Q2 juga
naik. Kenaikan arus kolektor Q2 ini mengakibatkan kenaikan pada arus basis Q1,
sehingga arus kolektor Q1 juga ikut naik, yang mengakibatkan arus basis Q2 akan
semakin besar. Kenaikan arus yang terus menerus ini akan terus berlangsung
sampai kedua transistor menjadi jenuh. Pada keadaan ini penahan akan berlaku
sebagai switch yang tertutup.

Gambar 2.3.2. Rangkaian penahan ideal

2.4 Unjiction Transistor


Uni Junktion Transistor (UJT) adalah transistor yang mempunyai satu kaki
emitor dan dua basis. Kegunaan transistor ini adalah terutama untuk switch
elektronis. Ada Dua jenis UJT ialah UJT Kanal N dan UJT Kanal P.
Prinsip Kerja Unjiction Transistor
Prinsip kerja UJT tak ubahnya sebagai saklar Input dari jenis Transistor,
ini diambil dari Emitor yang mempunyai tahanan dan tahanan ini dengan cepat
menurun nilaianya jika tegangan Input naik sampai level tertentu.

Gambar 2.5.1 Unjiction Transistor

Cara Kerja UJT


1.

Perhatikan Gambar, antara terminal-terminal B1- B2 kita beri


tegangan UB1 B2 = 9 Volt. Maka terjadilah pembagian tegangan
antara RB1 dan RB2, Dioda tidak bekerja.

2.

Mula-mula tegangan catu pada Emiter sama dengan nol, maka


Dioda Emiter berada dalam keadaan Reverse bias. Bila tegangan ini

diperbesar maka UE akan ikut bertambah besar,tetapi Emiter tetap


tidak akan menghantar sebelum UE>U1 + UK. UK = Knee
3.

Voltage dari Dioda tersebut.

4.

Setelah UE>U1+ UK, maka Dioda dalam keadaan Forward bias


dan dia mulai menghantar. Oleh karena daerah P mendapat doping
yang berat sedangkan daerah N didoping ringan, maka pada saat
forward bias banyak hole dari daerah P ini yang tidak dapat
berkombinasi dengan elektron bebas dari daerah N.

5.

Hole-hole tersebut akan merupakan suatu pembawa muatan positip


pada daerah basis 1 (B1). hal ini menyebabkan tahanan RB1 pada
daerah basis turun hingga mencapai suatu harga yang kecil sekali,
sehingga dapat dikatakan antara Emiter dan basis 1 (B1) terjadi
hubung singkat.

6.

Dari sini jelas bahwa dioda Emitor pada UJT berfungsi sebagai
saklar dan saklar ini akan tetap tinggal tertutup selama arus Emitor
masih lebih besar dari suatu harga tertentu yang disebut Valley
Current

2.5 SCR
Silicon controlled rectifier (SCR) atau thyristor merupakan device
semikonduktor yang mempunyai perilaku cenderung tetap on setelah diaktifkan
dan cenderung tetap off setelah dimatikan (bersifat histeresis) dan biasa digunakan
sebagai saklar elektronik, protektor, dan lain sebagainya. Adapun bentuk dari SCR
sendiri dapat dilihat pada gambar 2.5.1.

Gambar 2.5.1 SCR


Sebelum kita mengetahui lebih dalam tentang pengertian dan prinsip kerja
dasar dari Silicon controlled rectifier (SCR), sebaiknya kita tahu terlebih dulu
tentang definisi dari dioda shockley. Karena SCR itu sendiri memang device yang
dikembangkan dari sebuah dioda shockley, yaitu dioda yang terdiri dari empat
lapisan bahan semikonduktor, atau yang juga biasa disebut sebagai dioda PNPN.
Prinsip Kerja SCR
SCR biasanya digunakan untuk mengontrol khususnya pada tegangan
tinggi karena SCR dapat dilewatkan tegangan dari 0 sampai 220 Volt tergantung
pada spesifik dan tipe dari SCR tersebut. SCR tidak akan menghantar atau on,
meskipun diberikan tegangan maju sampai pada tegangan breakovernya SCR
tersebut dicapai (VBRF). SCR akan menghantar jika pada terminal gate diberi
pemicuan yang berupa arus dengan tegangan positip dan SCR akan tetap on bila
arus yang mengalir pada SCR lebih besar dari arus yang penahan (IH).
SCR akan aktif apabila arus IGT (arus pemicu gate) masuk melalui
tahanan dan memicu PNPN menjadi PN. Ketika SCR dialirkan arus AC maka
berubah menjadi ON, dan harus ditrigger dengan sudut penyulutan.

10

Gambar 2.5.2 prinsip kerja SCR


Contoh Pemakaian SCR
Contoh penggunaan SCR pada sirkuit DC adalah sebagai perangkat atau
device crowbar yang berfungsi untuk memproteksi bila terjadi tegangan lebih
(over voltage). Sirkuit crowbar terdiri dari sebuah SCR yang dihubungkan pararel
dengan output dari power supply DC. Rusaknya SCR dan power supply dapat
dicegah dengan pemasangan secara benar dan bijaksana sebuah fuse atau
resistansi seri yang besar setelah SCR untuk membatasi arus hubung singkat dari
rangkaian.

Gambar 2.5.3 contoh penggunaan SCR pada rangakain.


2.6 Diac
Istilah diac diambil dari Dioda AC yang merupakan salah satu dari
keluarga thyristor dan termasuk dalam jenis Bidirectional Thyristor. Diac
mempunyai dua buah elektroda atau terminal dan dapat menghantar dari kedua
11

arah oleh karenanya diac dianggap sebagai homo atau non-polar. Diac tersusun
dari empat lapis semikonduktor seperti dioda lapis empat. Gambar ini
memperlihatkan ekuivalen dan simbol diac

Gambar 2.6.1 simbol Diac


Prinsip Kerja Diac
Diac mempunyai impedansi yang tinggi dalam dua arah,guna mencapai
titik konduknya diperlukan tegangan antara 28 sampai 36 volt. Kita perhatikan
gambar a diatas, jika tegangan diberikan pada diac menyamai atau melebihi
tegangan konduknya, maka salah satu saklar akan menutup, demikian sebaliknya
untuk kondisi yang sama salah satu saklarnya juga akan menutup
Contoh penggunaan Diac
Umumnya, DIAC digunakan sebagai pemicu TRIAC agar ON pada tegangan
masukan yang relatif tinggi. Contoh aplikasinya adalah dimmer lampu. Jika I GT
TRIAC diketahui sebesar 10 mA dan VGT=0,7 volt, sedangkan Vbo DIAC sebesar
20 V, maka TRIAC akan ON pada:

V = IGT(R)+Vbo+VGT = 120.7 V

Biasanya, Resistor R pada rangkaian dimmer diganti dengan rangkaian


seri resistor dan potensiometer. Kapasitor C dengan rangkaian R digunakan untuk
menggeser fasa tegangan VAC. Lampu dapat menyala redup dan terang
bergantung kapan TRIAC dipicu.
12

gambar 2.6.2 contoh penggunaan Diac


2.7 Triac
Triac atau Triode for Alternating Curren (Trioda untuk arus bolak-balik)
adalah sebuah komponen elektronik yang kira-kira ekivalen dengan dua SCR
yang disambungkan anti parallel dan kaki gerbangnya disambungkan bersama.
Nama lain TRIAC adalah Bidirectional Triode Thyristor. Ini menunjukkan saklar
dua arah yang dapat mengalirkan arus listrik ke kedua arah ketika dipicu
(dihidupkan). Ini dapat dipicu baik dengan tegangan positif ataupun negative pada
elektroda gerbang. Sekali dipicu, komponen ini akan terus menghantarkan sampai
arus yang mengalir lebih rendah dari arus genggamnya, misalnya pada akhir paruh
siklus dari arus bolak-balik. Hal tersebut membuat TRIAC sangat cocok untuk
mengendalikan tegangan AC, memungkinkan pengendalian arus yang sangat
tinggi dengan arus kendali yang sangat rendah.

Prinsip Kerja Triac


Triac akan tersambung (on) ketika berada di quadran I yaitu saat arus
positif kecil melewati terminal gate ke MT1,dan polaritas MT2 lebih tinggi dari
MT1, saat triac terhubung dan rangkaian gate tidak memegang kendali, maka triac

13

tetap tersambung selama polaritas MT2 tetap lebih tinggi dari MT1 dan arus yang
mengalir lebih besar dari arus genggamnya (holding current/Ih), dan triac juga
akan tersambung saat arus negatif melewati terminal gate ke MT1,dan polaritas
MT1 lebih tinggi dari MT2, dan triac akan tetap terhubung walaupun rangkaian
gate tidak memegang kendali selama polaritas MT1 lebih tinggi dari MT2. Selain
dengan cara memberi pemicuan melalui teminal gate, triac juga dapat dibuat
tersambung (on) dengan cara memberikan tegangan yang tinggi sehingga
melampaui tegangan breakover-nya terhadap terminal MT1 dan MT2, namun cara
ini tidak diizinkan karena dapat menyebabkan triac akan rusak. Pada saat triac
tersambung (on) maka tegangan jatuh maju antara terminal MT1 dan MT2
sangatlah kecil yaitu berkisar antara 0.5 volt sampai dengan 2 volt. Adapun
prinsip kerja dari Triac dapat dilihat pada gambar 2.7.1

Gambar 2.7.1 Triac dan simbolnya


Contoh penggunaan Triac
Triac dapat digunakan untuk merubah arus ac rata-rata menjadi beban ac
seperti terlihat pada Gambar 8. Rangkaian trigger mengontrol titik dari bentuk
gelombang ac di mana triac yang dihubungkan ON. Bentuk gelombang yang
14

terjadi adalah masih arus bolak-balik, tapi arus rata-rata diubah. Pada rangkaian
penerangan, perubahan arus menjadi lampu pijar akan merubah jumlah cahaya
yang dipancarkan oleh lampu. Jadi, triac dapat digunakan sebagai pengontrol
keredupan cahaya. Pada rangkaian motor yang sama, perubahan arus itu akan
merubah kecepatan motor. Diac adalah alat seperti transistor dua terminal yang
digunakan untuk mengontrol trigger SCR dan triac. Penggunaanya dapat dilihat
pada gambar 2.7.2.
Beban

R1
3K3

220V

C1
220n

50K
2W

R3
5 ,6
0 ,5 W
R2
5K6
2W

C3
220n

C2
100n

Gambar 2.7.2 penggunaan Triac pada rangkaian.

15

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari penuisan makalah ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa dalam
membuat atau mendesign suatu rangkaian maka tidak lepas dari komponenkomponen elektronika. Komponen-komponen elektronika yang biasa digunakan
diantaranya dioad, transistor, thyristor, unjiction transistor, SCR, diac dan triac.
Dan apabila dalam pemasangannya komponen harus sesuai dengan fungsi dan
prinsip

kerja

masing-masing

agar

tidak

mengalami

gangguan

dalam

pemasangannya.
3.2 Saran
Semoga dalam penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca,
serta menjadi acuan bagi penulis untuk selalu meningkatkan disiplin ilmunya
dalam dunia elektro. Ucapan trimakasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam menyelesaiakan tugas ini.

16

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Diode
https://www.academia.edu/8811515/Prinsip_Kerja_Transistor_Transistor_sebagai
http://m-edukasi.kemdikbud.go.id/online/2008/thyristor/sumateth.html
http://www.gatewan.com/2014/08/mengenal-ujt-uni-junctiontransistor.html#axzz3W3wTO8NU
http://www.gatewan.com/2014/08/mengenal-ujt-uni-junctiontransistor.html#axzz3W3wTO8NU
http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2014/03/Pengertian-SiliconControlled-Rectifier.html
http://bimopraks.blogspot.com/

17