Anda di halaman 1dari 4

Struktur Protein

Protein merupakan polimer L--amino. Suatu asam amino adalah senyawa


yang mengandung gugus amino dan gugus karboksil. Pada asam amino -amino,
kedua gugus ini terikat pada atom karbon yang sama, yang dinamakan sebagai
karbon-. karbon- setiap asam amino juga berikatan dengan atom H dan berbagai
pengganti, dinamakan gugus R atau rantai samping (Murray, 2009).
Terdapat 20 asam amino yang lazim didapat dan membentuk protein.
Sembilan belas asam amino hanya berbeda pada rantai samping R atau karboksil
yang terikat pada karbon-. Yang kedua puluh, yaitu prolin berbeda pada rantai
sampingnya yang merupakan struktur cincin yang mengandung nitrogen amino.
Berikut ini adalah 20 asam amino yang membentuk protein (Murray, 2009).

Gambar 1. Tabel asam amino (sumber: biokimia harper, Murray, 2009)

Ikatan peptide merupakan polimer tak bercabang. Selama polimerisasi


gugus - bereaksi dengan - karboksil dari asam amino lainnya membentuk ikatan
amida yang dikenal sebagai ikatan peptide. Karena alasan ini protein juga
dinamakan polipeptida (Murray, 2009).
Rantai polipeptida dapat dianggap memiliki 2 komponen, yaitu rangka
monoton berulang, dimana karbon- dan ikatan peptide saling bergantian; dan
berbagai rantai samping yang berupa asam amino yang terikat pada karbon-.
Semua gugus -amino, kecuali -amino yang terdapat pada asam amino pertama dan
semua gugus -karboksil, kecuali yang terletak pada asam amino terakhir
berperanan dalam ikatan peptide. Jadi setiap rantai protein hanya mempunyai satu
gugus -amino bebas dan satu gugus -karboksil bebas, masing-masing pada N dan
C terminal (Murray, 2009).

Sebagian besar protein tubuh berbentuk globular atau elips dan dinamakan
protein globular. Umumnya larut dalam air atau larutan garam. Dengan
electrophoresis dapat dilihat perbedaan banyaknya albumin, alpha, beta dan gamma
globulin serta fibrinogen (Lintang, 2003). Protein total diukur untuk mengukur
jumlah total dua kelas protein yaitu albumin dan globulin (Dugdale, 2011).
Terdapat 4 tingkat struktur protein, yaitu primer, sekunder, tersier, dan
kuartener. Struktur primer protein adalah urutan linear asam amino dan terminal N
sampai terminal C. struktur primer protein menentukan identitas. Tubuh manusia
mengandung beribu-ribu spesies protein, seperti hemoglobin, pembawa oksigen
dalam darah, dan tripsin, suatu ezim pencernaan yang dihasilkan oleh pancreas.
Masing-masing spesies protein berbeda berbeda dari protein lainnya dalam struktur
primernya. Sebaliknya semua molekul spesies protein tertentu mempunyai struktur
primerb yang sama. Struktur primer juga menentukan pelipatan polipeptida. Jadi
struktur primer menentukan struktur sekunder, tersier, dan kuartener protein
(Murray, 2009).
Struktur sekunder terdiri atas gambaran lipatan lokal dalam suatu bagian
rantai polipeptida. Struktur sekunder terutama distabilkan oleh ikatan H yang
terdapat antara gugus NH dan CO dari rantai peptide. Suatu polipeptida cenderung
membentuk struktur sekunder karena regularitas rangka rantai dan karena struktur
sekunder membuat maksimal jumlah ikatan H yang dapat dibentuk. Pada protein
tertentu, lebih dari 60 % residu asam amino berperanan dalam 2 jenis struktur
sekunder, heliks, pleated sheets, dan reverse turn. Struktur tersier adalah pelipatan
secara keseluruhan suatu rantai polipeptida. Sedangkan struktur kuartener adalah
susunan polipeptida bersama-sama dalam kompleks ranai multiple (Murray, 2009).

Dapus
Murray, K Robert. 2009. Biokimia Harper Edisi 27. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Dugdale, D.C. 2011. MedlinePlus: Total Protein. Wahington: University of Washington
School of Medicine.

Lintang, L.S. 2003. Gambaran Fraksi Protein Darah Pada Preeklampsia dan Hamil
Normotensif. Medan: Universitas Sumatera Utara.