Anda di halaman 1dari 3

Lampiran 3.

Pemecahan Masalah Setiap Program


No
.
I

Kegiatan dan Hasil Cakupan

1.

Bayi
Mendapat
Eksklusif (40%)

II

KESEHATAN
LINGKUNGAN
Inspeksi sanitasi tempat Masih
banyak
pemilik Melakukan pemeriksaan
pengelolaan makanan (60%) tempat
pengelolaan secara berkala.
makanan
yang
kurang
memenuhi syarat karena
pemilik yang kurang peduli.

1.

Penyebab Masalah

Pemecahan Masalah

PROMOSI KESEHATAN
ASI Kurangnya
kesadaran
masyarakat akan pentingnya
pemberian ASI eksklusif
pada bayi usia 0-6 bulan.

Penyuluhan
ASI
eksklusif.
Pembinaan kader di
Posyandu.

2.

Inspeksi
sanitasi
sarana Kesadaran
masyarakat
pembuangan sampah dan masih kurang mengenai cara
limbah (50%)
membuang sampah dengan
benar

3.

Inspeksi sanitasi tempat- Masih banyak pemilik TTU Melakukan pemeriksaan


tempat umum (65%)
yang kurang memperhatikan secara berkala
kebersihan

III

KESEHATAN IBU DAN


ANAK
TERMASUK
KELUARGA
BERENCANA
Kesehatan Ibu (74,05%)
Ibu hamil belum memasukin
usia kehamilan > 32
minggu, sehingga tidak
dapat dimasukkan ke K-4.

1.

2.

3.

Melakukan pemeriksaan
secara berkala

Perlu
pemantauan
selanjutnya supaya ibu
hamil melakukan K-4
pada umur kehamilan
>32 minggu.
Kesehatan Bayi (38,87%)
Program tahun 2013 belum Menyelesaikan program
selesai berjalan sehingga sampai akhir tahun
angka cakupan 80%. 2013.
Masih ada beberapa bulan
untuk mencakup semua
target sasaran yang telah
ditetapkan.
Upaya Kesehatan Anak Usia Program tahun 2013 belum Menyelesaikan program
Sekolah
dan
Remaja selesai berjalan sehingga sampai akhir tahun
35

4.

IV

1.

(14,89%)
angka cakupan 80%.
Pelayanan
Keluarga Program tahun 2013 belum
Berencana (55,15%)
selesai berjalan sehingga
angka cakupan 80%.
Pencegahan
dan
Pemberantasan Penyakit
Menular
TB Paru (61,65%)
1.CDR BTA Postif sangat
kurang.
2.Penemuan
dan
pemeriksaan suspec kurang

2013.
Menyelesaikan program
sampai akhir tahun
2013.

Meningkatkan rujukan
dari pelayanan luar
gedung (Polindes,Pustu)
Bekerjasama dg praktek
swasta
di
wilayah
Pusk.Mlonggo.(Bidan
Desa)
Bekerjasama dg BP4
dan RSU RA.Kartini
Penyuluhan

2.

Malaria (6,30%)

1.Malaria yg sdh terlupakan Kewaspadaan


dini
2.Migrasi penduduk sulit penyakit Malaria pada
dipantau.
penduduk yg bekerja
didaerah endemis.

3.

Kusta (23,90%)

Deteksi dini kusta oleh


petugas kesehatan kurang.
Penemuan kasus
kusta
sudah cacat tingkat II.

4.

Pelayanan
(78,60%)

5.

Diare (70%)

Penemuan kasus sedini


mungkin dengan cara
penyebarluasan
informasi ttg tanda dan
gejala penyakut kusta
kepada
bpetugas
kesehatan
dan
masyarakat.

Imunisasi Masih tingginya angka DO Penyuluhan


tentang
DPT Campak
imunisasi.
Kerjasama dengan kader
dan pihak Puskesmas.
Kasus diare yg ditangani
oleh kader tidak terlaporkan
( Kader kalau diberi oralit
akan melaporkan tetapo
kalau tidak ada oralit tidak
melaporkan).

36

Mendata
kembali
laporan kasus dari kader
(dengan
bertemu
langsung kader).

6.

ISPA (31,05%)

Penemuan kasus Pneumonia Rujukan kasus


masih sangat kurang.
dilaporkan.
Penemuan dan rujukan
kasus
Pneumonia Berat
tidak tercatat.

7.

Demam Berdarah Dengue ABJ semua desa < 85 %


(67,50%)
Pemberantasan
Sarang
Nyamuk
tidak
dpt
terlaksana secara rutin

8.

Pencegahan
penanggulangan
(22,50%)

Pengobatan (55,26%)

VI

Pengembangan

1.

Pencegahan
penanggulangan
gigi (23,52%)

PNB

Melaksanakan
pemantauan
pemeriksaan jentik oleh
kader secara rutin.
Pemberantasan Sarang
Nyamuk secara rutin
dan bersama sama.
Abatisasi pada musim
penularan.

dan Ruangan
yg
kurang Pengajuan
untuk
PMS. memadai karena menjadi ruangan tersendiri.
satu dg Ruang Imunisasi.
Pelayanan
IMS/HIV
dipungkruk
kurang
maksimal tidak adanya
dukungan dari pemilik cafe.
Data penyakit belum masuk
SIK.
Staf juga baru saja belajar
untuk memasukkan data ke
dalam SIK.

Melengkapi data yang


belum masuk ke dalam
SIK.
Pelatihan kepada staf
tentang
penggunaan
SIK.

dan Program Gigi terkadang Bekerjasama


dengan
penyakit masih mengikuti program UKGS untuk membuat
dari
UKGS
seperti penjadwalan rutin.
pembinaan kesehatan gigi
pada TK, SD/MI.
Terdapat kegiatan yang
belum berjalan.

37