Anda di halaman 1dari 3

Haloperidol

Penyebab skizoprenia secara farmakologis adalah peningkatan aktivitas neuron dopaminergik


pada otak (SSP), sehingga golongan obat yang digunakan untuk pengobatan skizoprenia adalah
menurunkan aktivitas neuron dopamin. Mekanisme Kerja Obat Neuroleptika (Antiskizoprenia)
secara umum adalah menghambat reseptor dopamin dalam otak dan perifer dan serotonin dalam
otak. Memblok reseptor dopaminergik D1 dan D2 di postsinaptik mesolimbik otak. Menekan
penglepasan hormon hipotalamus dan hipofisa, menekan Reticular Activating System (RAS)
sehingga mempengaruhi metabolisme basal, temperatur tubuh, kesiagaan, tonus vasomotor dan
emesis.
Merupakan golongan Butirofenon, obat Skizoprenia ini berguna untuk menenangkan keadaan
mania pada penderita psikosis yang karena hal tertentu tidak dapat diberi Fenotiazin
nama dagang
- Lodomer

- Serenace

- Haldol

dosis
Anak-anak 3-12 tahun
Oral :

Awal : 0,05 mg/kg/hari atau 0,25-0,5 mg/hari dibagi dalam 2-3 dosis; peningkatan 0,250,5 mg setiap 5-7 hari maksimum 0,15 mg/kg/hari.
Dosis lazim pemeliharaan :

Agitasi/hiperkinesia : 0,01-0,003 mg/kg/hari, sehari satu kali.;

Gangguan nonpsikosis : 0,05-0,075 mg/kg/hari dibagi dalam 2-3 dosis;

Gangguan psikosis : 0,05-15 mg/kg/hari dibagi dalam 2-3 dosis.


Anak-anak 6-12 tahun:

Gangguan psikosis/sedasi : i.im. sebagai laktat: 1-3 mg/dosis setiap 4-8 jam ditingkatkan
sampai maksimum 0,15 mg/kg/hari; ubah ke terapi oral sesegera mungkin.

Dewasa :
Psikosis :

Oral : 0,5-5 mg, sehari 2-3 kali, maksimum lazimnya 30 mg/hari.


I.m. sebagai laktat : 2-5 mg setiap 4-8 jam sesuai kebutuhan;
Sebagai dekanoat : awal 10-20 x dosis harian oral, diberikan dengan interval 4 minggu.
Dosis pemeliharaan : 10-15 kali dosis awal oral, digunakan untuk menstabilkan gejala
psikiatri.
Delirium di unit perawatan intensif:
Iv.: 2-10 mg; dapat diulang secara bolus setiap 20-30 menit sampai dicapai kondisi tenang,
kemudian berikan 25% dosis maksimum setiap 6 jam, monitor EKG dan interval QT.
IV intermiten : 0,03-0,15 mg/kg setiap 30 menit sampai 6 jam.
Oral :
Agitasi : 5-10 mg; infus iv. 100mg/100 ml D5W (dextrosa 5%), kecepatan 3-25 mg/jam.
Agitasi berat : setiap 30-60 menit 5-10 mg oral atau 5 mg im., dosis pemeliharaan total 1020 mg.
Orang tua :
Awal 0,25-0,5 mg oral sehari 1-2 kali, tingkatkan dosis 0,25-0,5 mg/hari setiap interval 4-7
hari,
Naikkan interval pemberian sehari 2 kali, sehari 3 kali dan seterusnya bila diperlukan untuk
mengontrol efek samping.

indikasi
Penanganan shcizofrenia, sindroma Tourette pada anak dan dewasa, masalah perilaku yang berat
pada anak.

kontraindikasi
Hipersensitif terhadap haloperidol atau komponen lain formulasi, penyakit Parkinson, depresi
berat SSP, supresi sumsum tulang, penyakit jantung atau hati berat, koma.

efek samping
KV : takikardia, hiper/hipotensi, aritmia, gelombang T abnormal dengan perpanjangan
repolarisasi ventrikel, torsade de pointes (sekitar 4%).
SSP : gelisah, cemas, reaksi ekstrapiramidal, reaksi distonik, tanda pseudoparkinson, diskinesia
tardif, sindroma neurolepsi malignan, perubahan pengaturan temperatur tubuh, akathisia, distonia
tardif, insomnia, eforia, agitasi, pusing, depresi, lelah,sakit kepala, mengantuk, bingung, vertigo,
kejang.

Thp
Triheksifenidil adalah antikolinergik yang mempunyai efek sentral lebih kuat daripada perifer,
sehingga banyak digunakan untuk terapi penyakit parkinson. Senyawa ini bekerja dengan
menghambat pelepasan asetil kolin endogen dan eksogen. Efek sentral terhadap susunan saraf
pusat akan merangsang pada dosis rendah dan mendepresi pada dosis toksik
Efek yang paling sering terjadi dari penggunaan obat antipsikotik adalah akatasia
dan gejala lir-parkinson berupa rigiditas dan tremor. Oleh sebab itu, untuk
mengurangi efek samping tersebut penggunaan obat antagonis reseptor dopamine
dikombinasikan dengan obat antimuskarinik. Salah satu obat muskarinik adalah
Triheksifenidil. Obat antimuskarinik ini dapat mengobati tremor dan rigiditas
Parkinson yang sering timbul akibat efek samping obat antagonis reseptor
dopamine.

Clozapin