Anda di halaman 1dari 4

Nama : Abieza Budi Hastomo

NIM

: H0214001

Prodi

: Ilmu Tanah

HUKUM ISLAM
Agama Islam adalah agama yang terakhir yang dibawa oleh Nabi
Muhammad SAW. Ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah mencakup segala
aspek kehidupan manusia yang berlaku bagi seluruh umat manusia di seluruh
penjuru dunia. Di dalam Agama Islam mempunyai hukum-hukum yang harus
dipatuhi yaaitu Hukum Islam. Dimana pengertian Hukum Islam adalah hukum
yang ditetapkan oleh Allah SWT kepada umat-Nya sebagai penuntun dari
problematika kehidupan manusia yang telah terbaur dengan kemodernsasian agar
tidak melanggar dari ketentuan yang dijarkan Islam. Dengan maraknya masa
modernisasi, globalisasi, dan adat/kebudayaan sekarang ini, membuat manusia
sulit untuk menelaah apakah Hukum Islam yang berlaku di dalam kehidupan
sehari-hari sesuai dengan Hukum Islam yang berlaku dalam Islam? Hal ini dapat
menimbulkan kontravensi di dalam kehidupan masyarakat.
Pengertian dan Tujuan Hukum Islam
Secara etimologis, kata hukum bermakna menetapkan sesuatu pada yang
lain, sedangkan menurut istilah hukum adalah titah Allah yang berkaitan dengan
perbuatan mukallaf, baik berupa tuntunan,pilihan maupun wadhi.
Sedangakan hukum Islam adalah hukum yang ditetapkan Allah melalui
wahyu-Nya, yang kini terdapat dalam Al-Quran dan dijelaskan Nabi Muhammad
SAW sebagai Rasulnya,melalui sunah beliau yang kini terhimpun dengan baik
dalam kitab-kitab hadis.syariat Islam atau Islamic law dalam bahasa Inggris dan
Islamic Jurisprudence dalam fikih Islam atau sering disebut fikih. Syariat Islam
dan fikih adalah dua istilah yang sangat erat hubungannya dan tidak bisa
dipisahkan karena syariaat merupakan landasan fikihdan fikih merupakan
pemahaman orang yang memenuhi syarat syariat. Hukum Islam dalam pengertian
syariat maupun fikih dibagi menjadi dua yaitu: bidang ibadah dan bidang
muamalah.
Tujuan Hukum Islam
Adapun tujuan hukum Islam secara umum adalah untuk mencegah
kerusakan manusia dan mendatangkan kemaslahatan bagi mereka serta
mengarahkan mereka pada kebenaran. Hal itu dimaksutkan untuk mencapai
kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat kelak, dengan jalan mengambil
segala manfaat dan mencegah yang madlarat yakni yang tidak berguna bagi hidup
dan kehidupan manusia. Abu Ishaq al- Shatibi merumuskan lima tujuan hukum
Isalam, yakni memelihara Agama, jiwa , akal, keteurunan, dan harta yang disebut
(Maqashid al-khamsah).

Konsep hukum Islam adalah mengakkan keadilan dan kebersamaan dalam


kebaikan (Q.S. 16:90). Artinya bahwa penerapan hukum tak pandang bulu
semuanya sama di dalam hukum.
SUMBER HUKUM ISLAM
Secara etimologis (arab) hukum adalah itsbatu syaiin ;ala
syaiin(memutuskan suatu perkara berdasarkan suatu aturan). Secara terminologis
adalah perturan yang ditetapkan allah untuk hamba-Nya yang mukallaf. Syariat
Islam secara garis besar mencakup tiga hal:
1. Ahkam syariyyah Itiqadiyah yaitu hukum-hukum yang berkenaan dengan
aqidah atau keimanan.
2. Ahkam Syariyyah Khuluqiyah yaitu hukum-hukum yang berkenaan dengan
akhlak.
3. Ahkam Syaiyyah amaliyah yaitu hukum-hukum yang berkenaan dengan
pelaksanaan (amaliyah) syariah dalam pengertian khusus.
Pada umumnya, ulama mengajarkan bahwa sumber hukum Islam adalah
empat, yaitu Al-Quran, hadis, Ijma dan qiyas.
1. Al-Quran
Dari bahasa Al-Quran berarti bermacam-macam, bacaaan, yang
dibaca. Ditinjau dari segi terminology Al-Qur;an adalah firman Allah yang
merupakan mukjizat, yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul terakhir dengan
perantara malaikat Jibril dan tertulis di dalam mushaf yang disampaikan
kepada kita secara mutawasir dan diperintahkan membacanya, serta dimulai
dengan surah Al-fatihah dan ditutup dengan surah An-Nas.
2. As-Sunah atau Al-Hadis
Secara etimologis
Sedangkan
dalam
perkataan,perbuatan,dan
sunah adalah kalau Hadis
Nabi Muhammad SAW.

berarti jalan, tata laku atau cara bertindak.


Terminologi
sunah
diartikan
dengan
taqrir nabi.Letak perbedaan antara Hadis dengan
adalah segala peristiwa yang disandarkankepada

Fungsi dan Kedudukan Hadis Sebagai Sumber Hukum


Sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Quran sunah/hadis berfungsi antara
lain:
1. Berfungsi menetapkan dan memperkuat hukum-hukum yang telah ditentukan
oleh Al-Quran (bayan taqid).Contoh seperti larangan menyekutukan Allah.
2. Berfungsi member penjelasan terhadap ayat-ayat Al-Quran. Contohnya
seperti suruhan untuk melaksanakan shalat yang masih bersifat global.
3. Berfungsi untuk menetapkan hukum yang tidak ada penjelasannya dalam Alquran. Contoh seperti telah diuraikan bahwa Al-Quran menentukan secara
jelas tentang keharaman 4 macam hal, yaitu: bangkai, darah, daging babi, dan
binatang yang disembelih selain untuk Allah.
FUNGSI HUKUM ISLAM DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
Peranan dan fungsi hukum Islam dalam kehidupan bermasyarakat adalah
untuk mengatur agar hubungan itu berjalan dengan baik menuju keseimbangan
hidup manusia antara kehidupan dunia dan akhirat. Adapun peranan utamanya
antara lain:
1. Fungsi ibadah
Fungsi paling uatama hukum Islam adalah untuk beribadah kepada Allah
SWT.
2. Fungsi amar maruf nahi munkar
Fungsi dan peranan hukum adalah menciptakan kebaikan dan menghindari
kemudaratan.
3. Fungsi zawajir
Fungsi hukumIslam sebagai sarana pemaksa, melindungi warga masyarakat
dari segala bentuk ancaman serta perbuatan yang membahayakan.
4. Fungsi tanzim wa Islah al-ummah
Adalah sebagai sarana untuk mengatur sebaik mungkin dan memperlancar
proses interaksi sosial.
PROSPEK HUKUM ISLAM DI INDONESIA
Pendidikan Agama Islam yang sejak tahun enam puluh diwajibkan di
sekolah-sekolah dibawah naungan departemen Pendidikan dan kebudayaan.selain
itu perkembangan hukum isalm di Indonesia ditunjang pula oleh sikap pemerintah
terhadap hukum Isalm yang dipergunakan sebagai sarana untuk memperlancar
pelaksanaan kebijakan pemerintah misalnya program keluara berencana dll.
Pembaharuan Hukum Islam bidang muamalah di Indonesia adalaah contohcontoh dari penerapan hukum Islam dalam kehidupan di Negara Indonesia.

Kesimpulan
Kemungkinan pada umat Islam, untuk selalu melakukan pengkajian
hukum islam sesuai dengan dinamika kehidupan social masyarakat. Hal itu
disebabkan antar lain karena Al-Quran dan Hadis sebagai sumber utama hukum
Islam. Oleh karena itu menjadi kewajiban umat Islam untuk selalu ber ijtihad,
supaya dapat memecahkan berbagai persoalalan yang muncul dalam kehidupan
dengan pendekatan kekinian dan kemodernan.
Dalam melakukan Ijtihad sebagai upaya memecahkan problematika kehidupan
social perlu memerhatikan beberapa hal yaiut: pertama jiwa hukum Islam yakti
mewujudkan kemaslahatan dan memecahkan kemelaratan, kedua hukum Islam
yakni memelihara agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta, ketiga asas pembinaan
hukum Islam anatar lain tidak memberatkan, keseimbangan antara aspek
keduniaan dan keakhiratan, serta menerapkan hukum secara bertahap.
Apabila umat Islam Indonesia mau melakukan pengkajian hukum Islam dengan
memerhatikan beberapa hal-hal tersebut di atas, maka kontribusi umat Islam
dalam perumusan hukum nasional yang bernafaskan hukum Islam semakin besar.
Di samping itu berbagai problematika hukum Islam yang muncul dalam
kehidupan sosial dapat dipecahkan dengan tepat.