Anda di halaman 1dari 19

KODING

I.
Pengertian
Pengertian koding adalah penetapan kode dengan menggunakan huruf atau angka
atau kombinasi huruf dalam angka yang mewakili komponen data. Tujuan
kegiatan koding antara lain:
1. Sebagai standarisasi penggunaan istilah yang seragam atau kesatuan bahasa
untuk mempermudah pengelompokkan penyakit bagi kebutuhan dan
pelaporan
2. Untuk menyeragamkan nama dan golongan penyakit, cidera, gejala dan faktor
yang mempengaruhi kesehatan.
II.
Ruang Lingkup
Kegiatan koding dilaksanakan oleh petugas rekam medis yang kompeten untuk
standarisasi pengelompokkan penyakit pasien baik pasien rawat jalan maupun
pasien rawat inap.
III.
Tata Laksana Koding
1. Baca diagnosa penyakit yang terdapat pada berkas rekam medis pada tanggal
2.
3.
4.
5.
IV.

hari ini berobat.


Pencarian kode diagnosa pada buku indeks ICD 10 vol. III
Cek kebenaran kode pada ICD vol I
Transfer nomor kode diagnosa pada daftar tabulasi dasar (DTD)
Masukkan kode penyakit tersebut ke dalam komputer
Dokumentasi

Koding yang sudah terprogram ke dalam Sistem Informasi Rumah Sakit.

BAB

PENYAKIT INFEKSI DAN PARASIT TERTENTU

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

A 00

Kolera

002

A 01

Demam tifoid dan paratifoid

003

A 03

Sigelosis

004.0

A 06.4

Abses hati amuba

004.9

A 06.0-.3.5-.9

Amubiasis lainnya

005

A 09

Diare & gastroenteritis oleh penyebab

001

infeksi tertentu (kolitis infeksi)


006

A 02.A 04-A
05.

Penyakit infeksi usus lainnya

A 07-A 08
007.0

A 15.0

Tuberkulosis (TB) paru BTA (+) dengan/ tanpa biakan kuman TB

007.1

A 15.1-A 16.2

Tuberkulosis paru lainnya

007.9

A 16.3-.9

Tuberkulosis alat napas lainnya

008.0

A 17.0

Meningitis tuberkulosa

008.1

A 17.1 - .9

Tuberkulosis susunan saraf pusat lainnya

008.2

A 18.0

Tuberkulosis tulang dan sendi

008.3

A 18.2

Limfadenitis tuberkulosa

008.4

A 19

Tuberkulosis milier

008.9

A 18.1.3-.8

Tuberkulosis lainnya

009

A 20

Sampar/Pes

010

A 23

Bruselosis

011

A 30

Lepra/Kusta

012

A 33

Tetanus neonatorum

013

A 34-A 35

Tetanus lainnya

014

A 36

Difteria

015

A 37

Pertusis/Batuk rejan

016

A 39

Infeksi meningokok

017

A 40-A 41

Septisemia

A 22

Anthraks
Penyakit bakteria lainnya

018.0
018.9

A 21,24-28
A 31-32,38-4249

019

A 50

Sifilis bawaan

020

A 51

Sifilis dini

021

A 52 - A 53

Sifilis lainnya

022

A 54

Infeksi gonokok

023

A 55 - A 56

Penyakit klamidia yg ditularkan melalui

024

A 57 - A 64

025

A 68

hubungan seksual
Infeksi lainnya yang terutama ditularkan
melalui hubungan seksual
Demam bolak balik

026

A 71

Trakoma

027

A 75

Demam tifus

028

A 80

Poliomielitis akut

029

A 82

Rabies

030

A 83- A 86

Ensefalitis virus

031

A 95

Demam kuning

032.0

A 90, A 92

Demam dengue dan demam virus tular nyamuk

032.1

A 91

Demam berdarah dengue

032.9

A 93 - A 94

Demam virus dan demam berdarah virus tular

A 96 - A 99

serangga lainnya

033

B 00

034

B 01 - B 02

Infeksi herpesvirus (Herpes simpleks)


Varisela (cacar air) dan zoster (herpes zoster)

035

B 05

Campak

036

B 06

Rubela

037

B 16

Hepatitis B akut

038.0

B 15

Hepatitis A akut

038.1

B 17.1

Hepatitis C akut

038.2

B 17.2

Hepatitis E akut

038.9

B17.0.8.B18B19

Hepatitis virus lainnya

039

B 20 - B 24

Penyakit virus gangguan defisiensi imun


pada manusia (HIV)

040

B 26

Gondong

041

A 81, A87-A89

Penyakit virus lainnya

B 03- B04,
B07-B09
B 25, B 27-B
34
042

B 35 - B 49

Mikosis

043

B 50 - B 54

Malaria (Included all malaria)

044

B 55

Lesmaniasis

045

B 56 - B 57

Tripanosomiasis

046

B 65

Skistosomiasis (Bilharziasis)

047

B 66

Infeksi trematoda lainnya

048

B 67

Ekinokokosis

049

B 72

Drakunkuliasis

050

B 73

Onkosersiasis

051

B 74

Filariasis

052

B 76

Penyakit cacing tambang

053

B 68-B 71,B
75,

Helmintiasis lain

B 77 - B 83
054.0

B 90.9.1

Paru/lobus luluh akibat TB

054.1

B 90.9.2

Sindrom obstruksi pasca TB

054.9

B 90.0 - .8

Sekuele (gejala sisa) TB lainnya

055

B 91

Sekuele (gejala sisa) poliomielitis

056

B 92

Sekuele (gejala sisa) lepra

057.0

A 66

Patek (Frambusia)

057.1

A 70

Infeksi Klamedia

057.2

B 58

Toksoplasmosis

057.9

A 65,
A67,A69-A70

Penyakit infeksi dan parasit lainnya

A 74, A77 - A
79,
B 58-64,8589,94-99

BAB

II

NEOPLASMA

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

058.0

C 00 - C 10

Neoplasma ganas bibir, rongga mulut,


kelenjar liur, faring, tonsil

058.1

C 11

Neoplasma ganas nasofaring

058.9

C 12 - C 14

Neoplasma ganas bibir, rongga mulut,


faring, lainnya & YTT

059

C 15

Neoplasma ganas esofagus

060

C 16

Neoplasma ganas lambung

061

C 18

Neoplasma ganas kolon

062

C 19 - C 21

Neoplasma ganas daerah rektosigmoid,


rektum dan anus
Neoplasma ganas hati dan saluran empedu
Intrahepatik
Neoplasma ganas pankreas

063

C 22

064

C 25

065

C 17, C 23C 24,C26

Neoplasma ganas usus halus dan alat cerna lainnya

066

C 32

Neoplasma ganas laring

067.0

C 33

Neoplasma ganas trakea

067.9

C 34

Neoplasma ganas bronkus dan paru

068.0

C 38.1-.8

Neoplasma ganas mediastinum

068.9

C 30, C 31,

Neoplasma ganas sistem napas dan alat

C 37-C38.0,C
39

rongga dada lainnya

069

C 40 - C 41

Neoplasma ganas tulang dan tulang rawan sendi

070

C 43

Melanoma ganas kulit

071

C 44

Neoplasma ganas kulit lainnya

072.0

C 45

Mesotelioma

C 46 - C 49

Neoplasma ganas jaringan ikat & jaringan

072 .9

Lunak
073

C 50

Neoplasma ganas payudara

074

C 53

Neoplasma ganas serviks uterus

075.0

C 54

Neoplasma ganas korpus uteri

075.9

C 55

Neoplasma ganas bagian uterus lainnya

dan YTT
076.0

C 56

Neoplasma ganas ovarium (indung telur)

076.1

C 58

Neoplasma ganas plasenta (uri)

076.9

C 51-C 52,C
57

Neoplasma ganas alat kelamin perempuan

Lainnya
077

C 61

Neoplasma ganas prostat

078.0

C 60

Neoplasma ganas penis

078.1

C 62

Neoplasma ganas testis

078.9

C 63

Neoplasma ganas alat kelamin pria lainnya

079

C 67

Neoplasma ganas kandung kemih (buli-buli)

080.0

C 64 - C 65

Neoplasma ganas ginjal, pelvis ginjal

080.9

C 66 , C 68

Neoplasma ganas alat kemih lainnya

081

C 69

Neoplasma ganas mata dan adneksa

082

C 71

Neoplasma ganas otak

083

C 70, C 72

Neoplasma ganas bagian susunan saraf pusat

084.0

C 73

Neoplasma ganas kelenjar tiroid

084.1

C 74 - C 75

Neoplasma ganas kelenjar endokrin lain dan


dan struktur terkait

084.2

C 76

Neoplasma ganas tempat lain dan yang tidak


jelas batasannya

084.3

C 77 - C 80

Neoplasma ganas sekunder dan neoplasma


ganas kelenjar getah bening YTT

084.9

C 97

Neoplasma ganas primer tempat multipel

085

C 81

Penyakit Hodgkin

086

C 82 - C 85

Limfoma non Hodgkin

087

C 91 - C 95

Leukemia

088

C 88-C 90,C
96

Neoplasma ganas lain dari limfoid,

hematopoetik dan jaringan terkait lainnya


089

D 06

Karsinoma in situ serviks uterus

090

D 22 - D 23

Neoplasma jinak kulit

091

D 24

Neoplasma jinak payudara

092

D 25

Leiomioma uterus

093

D 27

Neoplasma jinak ovarium (indung telur)

094

D 30

Neoplasma jinak alat kemih

095

D 33

Neoplasma jinak otak dan susunan saraf


pusat lainnya

096.0

D 04

Karsinoma in situ kulit

096.1

D 05

Karsinoma in situ payudara

096.2

D 00 - D 03

Karsinoma in situ lainnya

D 07 - D 09
096.3

D 12.6

Polip gastrointestinal

096.4

D 14.1 - .4

Neoplasma jinak sistem napas lainnya

096.5

D 15.2

Neoplasma jinak mediastinum

096.6

D 10 D12.0-.5,.7-.9
, D 13 D14.0

Neoplasma jinak lainnya

D15.0.1 D .
7.9-D12,
D 21.D 26, D
28-29, D31
32
D34-D36
096.9

D 37 - D 48

Neoplasma yang tak menentu perangainya


dan yang tak diketahui sifatnya

BAB
III
PENYAKIT DARAH DAN ORGAN PEMBUAT DARAH & GANGGUAN TERTENTU YANG
MELIBATKAN IMUN
NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

BAB

097

D 50

Anemia defisiensi zat besi

098 .0

D 59

Anemia Hemolitik

098 .1

D 61

Anemia aplastik lainnya

098 .9

D 51 D 58,
D60, D62 - D
64

Anemia lainnya

099 .0

D 70

Agranulositosus

099 .1

D 74

Metahaemoglobinema

099 .9

D 65 D 69,
D 71 D 73,
D 75 D 77

Kondisi hemoragik dan penyakit darah dan organ pembuat darah lainnya

100

D 80 D 89

Penyakit tertentu yang menyangkut mekanisme

IV

PENYAKIT ENDOKRIN, NUTRISI DAN METABOLIK

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

101

E 00 - E 02

Gangguan tiroid berhubungan dengan


Defisiensi iodium

102

E 05

Tirotoksikosis (hipertiroidisme)

103.0

E 03

Hipotiroidisme lain

103.1

E 04

Penyakit gondok nontoksik lain

BAB

103.2

E 06

Tiroiditis

103.9

E 07

Gangguan kelenjar tiroid lainnya

104.0

E 10

Diabetes melitus bergantung insulin

104.1

E 11

Diabetes melitus tidak bergantung insulin

104.2

E 12

Diabetes melitus berhubungan malnutrisi

104.3

E 13

Diabetes melitus YDT lainnya

104.9

E 14

Diabetes melitus YTT

105

E 40 - E 46

Malnutrisi

106

E 50

Defisiensi vitamin A

107

E 51 - E 56

Defisiensi vitamin lainnya

108

E 64

Gejala sisa malnutrisi dan defisiensi gizi

109

E 66

Lainnya
Obesitas

110

E 86

Deplesi volume (dehidrasi)

111

E15-35,58
63,65,67-

Gangguan endokrin, nutrisi dan metabolik

E85,87-90

Lainnya

GANGGUAN MENTAL DAN PERILAKU

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

112

F 00 - F 03

Demensia

113

F 10

Gangguan mental dan perilaku akibat

114.0

F 11,F 12, F
14

penggunaan alcohol
Gangguan mental dan perilaku akibat
penggunaan opioida, atau kanabinoida
atau kokain

114.1

F 13,F 15, F
16

Gangguan mental dan perilaku akibat


penggunaan sedativa atau hipnotika, atau
stimulansia lain, atau halusinogenika

114.9

F 17,F 18,F 19

115.0
115 .1

F 20, F 21,
F 23
F 22, F 24

Gangguan mental dan perilaku akibat


penggunaan tembakau, atau pelarut yang
mudah menguap, atau zat multipel dan zat
zat psikoaktif lainnya
Skizofrenia, gangguan skizotipal, psikotik
akut dan sementara
Gangguan waham menetap dan induksi

115 .2

F 25

Gangguan skizoafektif

115 .9

F 28 - F 29

116 .0

F 30, F 31

Gangguan psikotik nonorganik lainnya atau


YTT
Episode manik dan gangguan afektif bipolar

116 .9

F 32 - F 39

117 .0

F 40, F 41

117 .1

F 42

Episoda depresif, gangguan depresif


berulang, gangguan suasana perasaan (mood
afektif) menetap, lainnya atau YTT
Gangguan anxietas fobik, gangguan anxietas
Lainnya
Gangguan obsesif kompulsif

117 .2

F 43.1

Gangguan stress pasca trauma

117 .3

F
F
F
F

Reaksi terhadap stres berat dan gangguan


penyesuaian, gangguan somatoform, gangguan neurotik lainnya
Gangguan disosiatif [konversi]
Retardasi mental

117 .9
118

43.0, F 43.2,
45, F 48
44
70 - F 79

119 .0

BAB

119 .1

F 04, F 07,
F 09
F 50 - F 59

119 .2

F 60 - F 69

119 .3
119 .4

F 80 - F 89
F 05-F06,F90F 98

119 .9

F 99

VI

Sindrom amnesik dan gangguan mental


Organik
Sindrom makan, gangguan tidur, disfungsi
seksual, gangguan perilaku lainnya
Gangguan kepribadian, gangguan kebiasaan
dan impuls, gangguan identitas, gangguan
prevensi seksual
Gangguan perkembangan psikologis
Gangguan hiperkinetik, perilaku, emosional
atau fungsi sosial khas, sosial khas,
gangguan "tic", dan gangguan mental
dan emosional lainnya
Gangguan jiwa YTT

PENYAKIT SUSUNAN SARAF

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

120

G 00 - G 09

Penyakit radang susunan saraf pusat

121

G 20

Penyakit Parkinson

122

G 30

Penyakit Alzheimer

123

G 35

Sklerosis multiple

124

G 40 - G 41

Epilepsi

125

G 43 - G 44

Migren dan sindrom nyeri kepala lainnya

126

G 45

127 .0

G 56.0

Gangguan serangan peredaran otak sepintas


dan sindrom yang terkait
Sindroma carpal tunnel

127 .1

G 56.2

Lesi saraf ulnaris

127 .2

G 56.3

Lesi saraf radialis

127 .3

G 56.8

Mononeuropati anggota tubuh bagian atas lainnya

127 .9

G 50 G 55,

Gangguan saraf, radiks dan pleksus saraf

G 57 - G 59
128 .0

G 80

Infantil cerebral palsy

128 .9

G 81-G 83

Sindrom paralitik lainnya

129 .0

G 21

Parkinson sekunder

129 .1

G 92

129 .9

G 10-13,G26

Toksik insefalopati
Penyakit susunan saraf lainnya

G 31-32,B36-B37
G 46-47G60-73,
G 90-G91,G93G99

BAB

VII

PENYAKIT MATA DAN ADNEKSA

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

130

H 00 - H 01

Radang kelopak mata

131

H 10 - H 13

Konjungtivitis dan gangguan lain konjungtiva

132

H 15 - H 19

Keratitis dan gangguan lain sklera dan kornea

133

H 25 - H 28

Katarak dan gangguan lain lensa

134

H 33

Ablasi dan kerusakan retina

135

H 40 - H 42

Glaukoma

BAB

136

H 49 - H 50

Strabismus

137

H 52

Gangguan refraksi dan akomodasi

138

H 54

Buta dan rabun

139 .0

H 02 - H 03

Gangguan lain kelopak mata

139 .1

H 04 - H 06

Gangguan sistim lakrimal dan orbita

139 .2

H 20 - H 22

139 .3

H 30 - H 32

Iridosiklitis dan gangguan lain iris dan


badan silier
Gangguan koroid dan korioretina

139 .4

H 34

Sumbatan vaskular retina

139 .5

H 35 - H 36

Gangguan lain retina

139 .6

H 43 - H 45

Gangguan badan kaca dan bola mata

139 .7

H 46 - H 48

Gangguan saraf optik dan saraf penglihatan

139 .8

H 51

Gangguan lain gerakan mata binocular

139 .9

H 53

Gangguan daya lihat

139.10

H 55

Nistagmus & pergerakan mata yang tidak teratur lainnya

VIII

PENYAKIT TELINGA & PROS MASTOIDEUS

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

BAB

140

H 65 - H 75

141

H 90 - H 91

Otitis media dan gangguan mastoid dan


telinga tengah
Gangguan daya dengar

142 .0

H 61.8

Fistula/Kista preaurikel

142.1

H 83.3

Efek kebisingan telinga bagian dalam

142 .9

H60-61.3.9 H62
H 80H83.0,H83.2H83.8H83.9H92-H95

Penyakit telinga dan prosesus mastoid

IX

PENYAKIT SISTEM SIRKULASI DARAH

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

143

I 00 - I 02

Demam reumatik akut

144

I 05 - I 09

Penyakit jantung reumatik kronik

145

I 10

Hipertensi esensial (primer)

146

I 11 - I 15

Penyakit hipertensi lainnya

147

I 21 - I 22

Infark miokard akut

148

I 20,I23-I 25

Penyakit jantung iskemik lainnya

149

I 26

Emboli paru

150

I 44 - I 49

Gangguan hantaran dan aritmia jantung

151

I 50

Gagal jantung

152 .0

I 42 - I 43

Kardiomiopati

152 .9

Penyakit jantung lainnya

153

I 27 - I 41,5152
I 60 - I 62

154

I 63

Infark serebral

155

I 64

Strok tak menyebut perdarahan atau infark

156

I 65 - I 69

Penyakit serebrovaskular lainnya

157

I 70

Aterosklerosis

158 .0

I 73.0

Sindroma raynauds

158 .9

I 73, I 73,8

Penyakit pembuluh darah perifer lainnya

Perdarahan intracranial

I 73,9

BAB

159

I 74

Emboli dan trombosis arteri

160

I 71 - I 72,7779
I 80 - I 82
I 83

Penyakit arteri, arteriol dan kapiler lainnya

161
162
163

I 84

Hemoroid/Wasir

164 .0

I 85

Varises esophagus

164 .9

I 86 - I 99

Penyakit sistem sirkulasi lainnya

Flebitis, tromboflebitis, emboli dan trombosis vena


Varises vena ekstremitas bawah

PENYAKIT SISTEM NAPAS

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

165 .0

J 02

Faringitis akut

165 .9

J 03

Tonsilitis akut

166

J 04

Laringitis dan trakeitis akut

167

J 00 - J 01
J 05 - J 06

Infeksi saluran napas bagian atas akut


Lainnya

168

J 10 - J 11

Influensa

169

J 12 - J 18

Pneumonia

170

J 20 - J 21

Bronkitis akut dan bronkiolitis akut

171

J 32

Sinusitis kronik

172.0

J 30.3

Alergi Rhinitis akibat kerja

172.1

J 34.8

Ucus mucosa hidung dan perforasi septum nasi

172 .9

J 30.0 - J 30.2,

Penyakit hidung dan sinus hidung lainnya

J 30.4 - J 31,
J 33 - J 34.0, J
34.3

173

J 35

Penyakit tonsil dan adenoid kronik

174

J 36 - J 39

Penyakit saluran napas bagian atas lainnya

175

J 40 - J 44

Bronkitis, emfisema dan penyakit paru

176 .0

J 45

Asma

176.9

J 46

Status Asmatikus

177

J 47

Bronkiektasis

178

J 60 - J 65

Pneumokoniosis

179.0

J 85.1.2

Abses paru

179.1

J 93

Pneumotoraks

obstruktif kronik lainnya

10

179.2

J 86

Piotoraks [empiema]

179..3

J 90 - J 91

Efusi pleura (empiema)

179.4

J 66.0

Bisinosis

179.5

J 67

Pneumonitis Hipersensitivity akibat abu organik

179.6

J 68

Gangguan pernapasan akibat menghirup zat kimia, gas, asap dan uap

179.7

J 92

Plak pleural

179.9

J 22, J 66.1 -2,


J 66.8, J 69 -

Penyakit sistem napas lainnya

J 85.0,.3 J 89
J 94 - J 99

BAB

XI

PENYAKIT SISTEM CERNA

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

180

K 02

Karies gigi

181.0

K 00 K 01

Gangguan perkembangan dan erupsi gigi termasuk impaksi

181.1

K 03

Penyakit jaringan keras gigi lainnya

181.2

K 04

Penyakit pulpa dan periapikal

181.3

K 05 K 06

Penyakit gusi, jaringan periodontal dan tulang alveolar

181 .9

K 07 K 08

Kelainan dentofasial termasuk maloklusi

182 .0

K 09 K 10

Kista rongga mulut dan penyakit pada rahang

182 .1

K 11

Penyakit kelenjar liur

182 .2

K 12

182 .9

K 13 - K 14

Penyakit jaringan lunak mulut (Stomatitis) dan lesi yang berkaitan


Penyakit bibir, mukosa mulut lainnya dan lidah

183

K 25 - K 27

Tukak lambung dan duodenum

184

K 29

Gastritis dan duodenitis

185 .0

K 30

Dispepsia

185. 9

K 20 - K 23,
K 28 - K 31

Penyakit esofagus, lambung dan duodenum lainnya

186

K 35 - K 38

Penyakit apendiks

187

K 40

Hernia inguinal

188

K 41 - K 46

Hernia lainnya

189

K 50 - K 51

Penyakit Crohn dan tukak kolitis

190

K 56

Ileus paralitik dan obstruksi usus tanpa Hernia

191

K 57

Penyakit Divertikel usus

192 .0

K 58

Sindrom usus ringkih (Irritable bowel syndrome)

192 .9

K 52-K55,5967

Penyakit usus dan peritoneum lainnya

193

K 70

Penyakit Hati Alkohol

194 .0

K 72

Koma hepatikum dan hepatitis fulminan

194 .1

K 73

Hepatitis kronik

194 .2

K 74.6

Sirosis hati

194 .3

K 76.0

Perlemakan hati

194 .4

K 76.6

Hipertensi portal

194 .5

K 76.7

Sindrom hepatorenal

194 .6

K 71

Penyakit hati akibat bahan beracun di tempat kerja

194 .9

K 71,K74.0-5,

Penyakit hati lainnya

K 75,
K76.1-.5,.8,.9
K 77
195 .0

K 80

Kolelitiasis

195 .9

K 81

Kolesistitis

196

K 85 - K 86

Pankreatitis akut dan penyakit pankreas lainnya

197

K 82 - K 83,

Penyakit sistem cerna lainnya

K87-K93

11

BAB

XII

PENYAKIT KULIT DAN JARINGAN SUB KUTAN

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

BAB

198

L 00 - L 08

Infeksi kulit dan jaringan subkutan

199.0

L 23 - L 24

Dermatosis akibat kerja

199.9

L 10 L22, L
25 L99

Penyakit kulit dan jaringan subkutan lainnya

XIII

PENYAKIT SISTEM MUSKULOSKELETAL DAN JARINGAN IKAT

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

BAB

200 .0

M 05 - M 06

Artritis rheumatoid

200 .1

M 07

Psoriasis dan artropati enteropati

200 .2

M 08 - M 09

Artritis belia

200 .3

M 10 - M 11

Psoriasis dan atropati lainnya

200 .9

M 12 - M 14

Artropati dan arthritis

201

M 15 - M 19

Artrosis

202

M 20 - M 21

203 .0

M 00 - M 01

Derformitas tungkai didapat


Artritis piogenik dan artritis pada penyakit infeksi dan parasit YDK di tempat
lain

203 .1

M 02 - M 03

Artropati reaktif

203 .9

M 22 - M 25

Kelainan sendi lainnya

204 .0

M 32

204 .9

Lupus eritemateus sistemik


Gangguan jaringan ikat sistemik lainnya

205

M 30 - M 31,
M 33 - M 36
M 50 - M 51

206 .0

M 45 - M 49

Spondiloartropati seronegatif

206.1

M 54.5

206 .9

M 40 - M 44,
M 53 - M 54.0,
M 54.4,
M54.6,
M54.8,.9

Nyeri punggung bawah


Dorsopati lainnya

207 .0

M 60 M 64,
M 65.0-M 65.3 .8
.9 M 68

Miopati dan reumatisme

207.1

M 65.4

Penyakit de quervain

207.2

M 70

Gangguan jaringan lunak akibat yang berhubungan dengan penggunaan


tekanan berlebihan

207 .9

M 71 - M 79

Gangguan jaringan lunak lainnya

208

M 80 - M 85

Gangguan struktur dan densitas tulang

209

M 86

210

M 87 - M 99

Osteomielitis
Penyakit sistem muskuloskeletal dan jaringan ikat lainnya

XIV

Gangguan diskus servikal dan intervertebral lainnya

PENYAKIT SISTEM KEMIH KELAMIN

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

211

N 00 - N 01

Sindrom nefritik progresif cepat dan akut

212 .0

N 04

Sindrom nefrotik

212 .2

N 02.8

Nefropati Imunoglobulin A (Ig A)

212 .9

N 02.0
-.7,.9,N03,

Penyakit glomerulus lainnya

N 05 - N 08
213 .0

N 12

Nefritis tubulo - interstitial, tidak

12

ditentukan akut atau kronik/pielonefritis


213.1

N 14.3

Nefropati disebabkan oleh logam logam berat

213 .9

N 10 - N 11,
N 13, 14.02.4, 16

Penyakit tubulo-interstitial ginjal lainnya

214 .0

N 17.8

Gagal ginjal akut akibat asam jengkol

214 .9

N 17.0-.2,.9N19

Gagal ginjal lainnya

215

N 20 - N 23

Urolitiasis

216

N 30

Sistitis

217

N 25 - N 29,

Penyakit sistem kemih lainnya

N 31 - N 39
218

N 40

Hiperplasia prostat

219

N 41 - N 42

Gangguan prostat lainnya

220

N 43

Hidrokel dan spermatokel

221

N 47

Prepusium berlebih, fimosis dan parafimosis

222

N 44 - N 46

Penyakit alat kelamin laki lainnya

N 48 - N 51
223

N 60 - N 64

Gangguan pada payudara

224

N 70

Salpingitis dan ooforitis

225

N 72

Radang serviks

226 .0

N 73

Radang panggul perempuan lainnya

226 .1

N 75.0.1

Kista dan abses kelenjar Bartholin

226 .9

N 71, N 74,

Radang alat dalam panggul perempuan lainnya

N 75.8-N 77

(adneksitis)

227

N 80

Endometriosis

228

N 81

Prolaps alat kelamin perempuan

229

N 83

Gangguan bukan radang pada indung telur,

230 .0

N 91.0,.1,.2

Amenore

230 .1

N 92.0,.1

Menoragi atau metroragi

230 .9

N
91.3-.5,92.2-.
6

Gangguan haid Lainnya

231

N 95

Gangguan dalam masa menopause dan perime nopause lainnya

232

N 97

Infertilitas perempuan

233

N 82,N84N90,N93-

Gangguan sistem kemih kelamin lainnya

saluran telur dan ligamentum latum

N
94,N96,N98N99

13

BAB

XV

KEHAMILAN, PERSALINAN DAN MASA NIFAS

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

234

O 03

Abortus spontan

235

O 04

Abortus medik

236 .0

O 00

Kehamilan ektopik

236 .1

O 01

Mola hidatidosa

236 .2

O 05

Abortus lainnya

236 .9

O 02. O 06-O
08

Kehamilan lain yang berakhir dengan abortus

237 .0

O 14

237 .1

O 15

Hipertensi gestasional (akibat kehamilan)


dengan proteinuria yang nyata/preeklamsia
Eklampsia

237 .9

O 10-O13,
O16

Edema, proteinuria dan gangguan hipertensi


dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas

238 .0

O 44

Plasenta previa

238 .1

O 45

Solusio plasenta

238 .9

O 46

Perdarahan antepartum YTK ditempat lain

239 .0

O 30

Kehamilan multipel

239 .1

O 40

Hidramnion

239 .2

O 42

Ketuban pecah dini

239 .3

O 48

Kehamilan lewat waktu

239 .9

O 31 - O 39

Perawatan ibu yang berkaitan dengan janin

O 41, O 43,O
47

dan ketuban dan masalah persalinan

240 .

O 64 - O 66

Persalinan macet

241

O 72

Pendarahan pasca persalinan

242 .0

O 24

Diabetes melitus dalam kehamilan

242 .1

O 60

Persalinan prematur

242 .2

O 68

Persalinan dengan penyulit gawat janin

242 .3

O 84

Persalinan multipel

242 .9

O 20O23,O25-O29

Penyulit kehamilan dan persalinan lainnya

O 61-O 63,O
67,
O 69-71
O 73O75,O81-O83
243

O 80

Persalinan tunggal spontan

244

O 85 - O 99

Penyulit yang lebih banyak berhubungan


dengan masa nifas dan kondisi obstetrik
lainnya, YTK ditempat lain

BAB

XVI

KONDISI TERTENTU YANG BERMULA PADA MASA PERINATAL

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

245

P 00 - P 04

Janin dan bayi baru lahir yang dipengaruhi


oleh faktor dan penyulit kehamilan persalinan dan kelahiran

246

P 05 - P 07

Pertumbuhan janin lamban, malnutrisi janin


dan gangguan yang berhubungan dengan ke-

14

hamilan pendek dan berat badan lahir rendah


247

P 10 - P 15

Cedera lahir

248

P 20 - P 21

249

P 22 - P 28

Hipoksia intrauterus dan asfiksia lahir


Gangguan saluran napas lainnya yang berHubungan dengan masa perinatal

BAB

250

P 35 - P 37

Penyakit infeksi dan parasit kongenital

251

P 38 - P 39

Infeksi khusus lainnya pada masa perinatal

252

P 55

Penyakit hemolitik pd janin & bayi baru lahir

253 .0

P 95

Lahir mati

253 .9

P 08,P29,P5054

Kondisi lain yang bermula pada masa

P 56-P94,P96

Perinatal

XVII

MALFORMASI, DEFORMITAS KONGENITAL DAN KELAINAN KROMOSOM

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

254

Q 05

Spina bifida

255 .0

Q 03

Hidrosefalus kongenital

255 .9

Q 00 - Q 02

Malformasi kongenital susunan saraf lain

Q 04, Q 06, Q
07
256

Q 20 - Q 28

Malformasi kongenital sistem peredaran darah

257

Q 35 - Q 37

Bibir celah dan langit-langit celah

258

Q 41

Tidak ada, atresia dan stenosis usus halus

259

Q 38,Q40,Q42Q45

Malformasi kongenital sistem cerna lainnya

260

Q 53

Testis tidak turun

261 .0

Q 50 - Q 52

Malformasi kongenital alat kelamin wanita

261 .1

Q 54 - Q 56

Malformasi kongenital alat kelamin laki

261 .9

Q 60 - Q 64

Malformasi kongenital sistem kemih lainnya

262

Q 65

Deformasi kongenital sendi panggul

263

Q 66

Deformasi kongenital kaki

264

Q 67 - Q 79

Malformasi dan deformasi kongenital sistem


muskuloskeletal lain

265

Q 10-Q18,Q30Q34,
Q 80Q89

Malformasi kengenital lainnya

266 .0

Q 90

Sindrom Down

266 .9

Q 91 - Q 99

Kelainan kromosom YTK ditempat lain

15

BAB

XVIII

GEJALA, TANDA DAN TANDA PENEMUAN LABORATORIUM, KLINIK ABNORMAL YTK

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

267

R 10

Nyeri perut dan panggul

268

R 50

Demam yang sebabnya tidak diketahui

269

R 54

Senilitas

270 .0

R 00 - R 01

Gejala pada jantung

270 .1

R 09.2

Gagal napas

270 .2

R 33

Retensi urin

270 .3

R 56

Kejang YTT

270 .4

R 75

Hasil laboratorium positif HIV

270 .5

R 95

Sindrom mati mendadak pada bayi

270 .9

R 02R09.0,.1,.3,.8

Gejala, tanda dan penemuan klinik dan

R 11-R32,R34R49,

laboratorium tidak normal lainnya, YTK di

R 51R53,R55,R57-

tempat lain

R 74,76- R94,9699

BAB

XIX

CEDERA, KERACUNAN DAN AKIBAT SEBAB LUAR TERTENTU LAINNYA

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

271

S 02

Fraktur tengkorak dan tulang muka

272

S 12, 22, 32,


T08

Fraktur leher, toraks atau panggul

273

S 72

Fraktur paha

274

S
42,S52,S62,8
2
S 92, T10,T12

Fraktur tulang anggota gerak lainnya

275

T 02

Fraktur meliputi daerah badan multipel

276

S 03,13,
23,33,43,53

Dislokasi, terkilir, teregang YDT dan daerah

S 63,73,83,93 T
03

badan multipel

277

S 05

Cedera mata dan orbita

278

S 06

Cedera intrakranial

279

S 26 - S 27,

Cedera alat dalam lainnya

S 36 - S 37
280

S 07-08,1718,28,38,

Cedera remuk dan trauma amputasi YDT dan

S 47-48,S57-58,

daerah badan multipel

S67-68,7778,87-88
S 97-98, T04-05

281

S 00-01,04,0911,
S14-16,1921,24-25, S2931,34-35,39-41,
S44-46,4951,54-56, S59-

Cedera YDT lainnya, YTT dan daerah badan Multipel

16

61,64-66,69-71,
S74-S76, S79S81, S84-S86
S89-91,94-96,99
T 00-01,0607,09,11
T 13 - T14

282 .0

T 16

Benda asing pada telinga

282 .9

T 15, T 17 T19

Akibat dari kemasukan benda asing melalui

283

T 20 - T 32

Luka bakar dan korosi

284

T 36 - T 50

Keracunan obat dan preparat biologik

285.0

T 52

Keracunan pelarut organik

285.1

T 56

Keracunan logam

285.2

T 59

Keracunan gas, asap dan uap lain

285.3

T 60

Keracunan pestisida

285 .9

T 51, T 53 -T55
-T57, 58, T61- T
65

Efek toksik bahan non medisinal lainnya

286

T 74

Sindrom salah perlakuan

287 .0

T 66

Efek radiasi YTT

287 .1

T 67

Efek panas dan pencahayaan

287 .2

T 70

287 .9

Efek tekanan udara dan tekanan air


Efek sebab luar lainnya dan YTT
pembedahan dan perawatan YTK di tempat lain

288

T 33-T 35, T
68 - T 69, T
71 T 73,
T 75-T 78
T 79 - T 88

289

T 90 - T 98

lubang tubuh

Penyulit awal trauma tertentu dan penyulit


pembedahan dan perawatan YTK di tempat lain
Gejala sisa cedera, keracunan dan akibat
lanjut sebab luar

BAB
XXI
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEADAAN KESEHATAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN
PELAYANAN KESEHATAN
NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

Pemeriksaan kesehatan umum


Pemeriksaan kesehatan bayi dan anak secara
Rutin
Orang yang mendapatkan pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan khusus
dan investigasi lainnya

290 .0

Z 00.0

290 .1

Z 00.1

290 .9

Z 00.2 - Z 13

291

Z 21

Keadaan infeksi HIV asimtomatik

292 .0

Z2 3. 2

Imunisasi BCG

292 .1

Z2 3. 5

Imunisasi tetanus

292 .2

Z 24. 0

Imunisasi poliomielitis

292 .3

Z 24. 2

Imunisasi rabies

292 .4

Z 24. 4

Imunisasi campak

292 .6

Z 24. 6

292 .7

Z 27. 1

Imunisasi hepatitis virus


Imunisasi gabungan DPT (Difteri, Pertusis,
Tetanus)

292 .8

Z
23.0,.1,.3-.4,.6-.
8Z
24.1,.3.5,Z25-

Imunisasi dan kemoterapi pencegahan lainnya

Z 27.0,.2-Z29

292 .9

Z 20, Z 22

Orang lain dengan risiko gangguan kesehatan


yang berkaitan dengan penyakit menular

293

Z 30

Pengelolaan kontrasepsi

294 .0

Z 34

Pengawasan kehamilan normal

294 .1

Z 35

Pengawasan kehamilan dengan risiko tinggi

294 .9

Z 36

Seleksi antenatal

295

Z 38

Bayi lahir hidup sesuai tempat lahir

296

Z 39

297 .0

Z 46.0

Perawatan dan pemeriksaan pasca persalinan


Pemasangan dan penyesuaian kacamata dan

17

lensa kontak
297 .1

Z 41.2

Khitanan menurut agama dan adat kebiasaan

297 .2

Z 46.3

297 .3

Z 50

Pemasangan dan penyesuaian gigi palsu


Pelayanan yang melibatkan gangguan prosedur rehabilitasi

297 .9

Z 40-Z41.0.1.3-.
Z46,1.2.4-.9-Z49
Z 51-Z54
Z 31-Z33,Z37.

Orang yang mengunjungi pelayanan kesehatan


untuk tindakan perawatan khusus lainnya

Z 55-Z99

Lainnya

298

BAB

XX

Penunjang sarana kesehatan untuk alasan

SEBAB LUAR MORBIDITAS DAN MORTALITAS

NO

NO.DAFTAR

DTD

TERPERINCI

GOLONGAN SEBAB-SEBAB SAKIT

299.0

V 01 - V 89

Kecelakaan angkutan darat

299.1

V 90 - V 94

Kecelakaan angkutan air

299.2

V 95 - V 97

Kecelakaan angkutan udara dan ruang angkasa

299.9

V 98 -V 99

Kecelakaan angkutan lain

300

W 00 - W 19

Jatuh

301

W 65 - W 74

Kecelakaan tenggelam dan terbenam

302

X 00 - X 09

Terdedah asap, api dan uap

303 .0

X 45

Keracunan akibat pemaparan alkohol

303 .1

X 46

Keracunan akibat pemaparan pelarut organik & hidrokarbon serta uapnya

303 .2

X 47

Keracunan akibat pemaparan gas-gas & uap-uap lainnya

303 .3

X 48

Keracunan akibat pemaparan pestisida

303. 4

X 49

Keracunan akibat pemaparan bahan beracun berbahaya lainnya

303 .9

X 40 - X 44

Kecelakaan keracunan dan terdedah oleh bahan beracun lainnya

304.0

X 60 - X 69

Sengaja mencederai diri dengan bahan beracun

304.9

X 70 - X 84

Sengaja mencederai diri lainnya

305

X 85 - Y 09

Dicederai

306.0

X 10 - X 19

Kontak dengan bahan panas

306.1

X 20 - X 29

Kontak dengan binatang & tumbuhan beracun

306.2

X 30 - X 39

Terdedah faktor alam

306 .3

Y 40 - Y 59

Efeksamping pengguna obat, bahan obat dan bahan biologik

306 .4

Y 60 - Y 84

Kesalahan pada pasien selama perawatan medis non bedah

306.5

W 42

Pemaparan bising

306 .6

W 43

Pemaparan getaran

306 .7

W 88

Pemaparan radiasi pengion

306 .8

W 89

Pemaparan sinar ultra violet dan man-mide visible

306 .9

W 90

Pemaparan radiasi pengion lain

306 .
10

W 91

Pemaparan radiasi YTT

306 .
11

X 50

Gangguan gerakan berulang-ulang dengan kekuatan berlebih

306 .
12

X 96

Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan

306 .
13

W20-W41,
W44, W64.,
W75, W87,
W92-99
X51-59, Y1039 Y85, Y95,
Y97-Y98

Sebab luar lainnya

18

19