Anda di halaman 1dari 6

BAB III

PEREKAYASAAN PELAPORAN KEUANGAN


Ni Kadek Riana Trisna Dewi
NIM.1214081033
1. Pengertian Perekayasaan Pelaporan Keuangan dan Langkah-langkahnya
Perekayasaan pelaporan keuangan adalah proses pemikiran logis, deduktif dan
objektif untuk memilih dan mengaplikasi ideologi, teori, konsep dasar, teknik, prosedur, dan
teknologi yang tersedia secara teoritis dan praktis untuk mencapai tujuan negara melalui
tujuan pelaporan keuangan dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomik, politik, dan
budaya negara. Hasil perekayasaan dituangkan dalam suatu dokumen resmi yang disebut
rerangka konseptual yang fungsinya dapat dianalogi dengan konstitusi.
Proses perekayasaan pelaporan keuangan akan diilustrasikan dalam gambar dibawah
Gambar 1. Proses perekayasaan pelaporan keuangan
Tujuan ekonomik dan sosial negara

Tujuan pelaporan keuangan :


Menyediakan informasi keuangan untuk dasar pengambilan keputusan ekonomik dan sosial

Konsep-konsep dasar apa yang relevan?


Siapa subjek pelaporan (entitas pelapor)?
Siapa yang dituju oleh informasi?
Informasi apa yang dilaporkan?
simbol atau elemen apa yang digunakan untuk melaporkan?
Dasar pengukuran apa untuk mengkuantifikasi?
Apa saja kriteria pengakuan hasil pengukuran??
Medium apa yang digunakan untuk melaporkan?
Bagaimana informasi disajikan dalam medium?

Rerangka konseptual
Dijabarkan dalam standar akuntansi dan acuan lainnya sehingga membentuk prinsip akuntansi berterima umum (PA

Media pelaporan (bentuk, isi, dan jenis)

Informasi Akuntansi

Perekayasaan Sebagai Proses Deduktif


1

Sebagai penalaran deduktif-normatif, Hendriksen (1982) menguraikan aspek-aspek


yang harus dipertimbangkan dalam proses perekayasaan untuk menghasilkan rerangka
teoritis akuntansi, yaitu : 1) pernyataan postulat yang menggambarkan karakteristik unit-unit
usaha (entitas pelapor) dan lingkungannya; 2) pernyataan tentang tujuan pelaporan keuangan
yang diturunkan dari pernyataan postulat; 3) evaluasi tentang kebutuhan informasi oleh pihak
yang dituju dan kemampuan pemakai untuk memahami, menginterpretasikan, dan
menganalisis informasi yang disajikan; 4) penentuan atau pemilihan tentang apa yang harus
dilaporkan; 5) evaluasi tentang pengukuran dan proses penyajian untuk mengkomunikasikan
informasi tentang perusahaan dan lingkungannya; 6) penentuan dan evaluasi terhadap
kendala-kendala pengukuran dan deskripsi unit usaha beserta lingkungannya; 7)
pengembangan dan penyusunan pernyataan umum yang dituangkan dalam bentuk suatu
dokumen resmi yang menjadi pedoman umum dalam menyusun standar akuntansi; dan 8)
perancangbangunan struktur

dan format sistem informasi akuntansi untuk menciptakan,

menangkap, mengolah, meringkas, dan menyajikan informasi sesuai dengan standar atau
prinsip akuntansi berterima umum.
Perekayasaan bukanlah suatu upaya perseorangan tapi merupakan upaya tim yang
melibatkan berbagai disiplin intelektual dan kekuatan politik mengingat perekayasaan
tersebut merupakan suatu proses yang serius dan hasilnya akan berdampak luas dan jangka
panjang. Sesuai dengan anggaran rumah tangga IAI, penerbitan standar oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan atau standar profesional oleh Dewan Standar profesional Akuntan
Publik harus mengikuti prosedur berikut, yaitu :
1) Sebelum suatu standar diputuskan untuk diberlakukan, konsep usulan materi
yang akan dijadikan standar tersebut harus disebarluaskan secara umum,
termasuk kepada cabang-cabang dan anggota untuk dimintakan tanggapan,
sekurang-kurangnya selama tiga bulan.
2) Dengan mempertimbangkan tanggapan yang diterima dari masyarakat, komite
dalam rapatnya dapat mengambil keputusan untuk mnegusulkan kepada
Pengurus Pusat agar memberlakukan/mengesahkan standar tersebut.
3) Berdasarkan usulan ini, Pengurus Pusat memutuskan untuk memberlakukan atau
mengesahkannya.

2. Informasi Semantik Akuntansi

Dari segi semantika dalam teori komunikasi, perekayasaan pelaporan keuangan


adalah proses untuk menentukan bagaimana kegiatan fisis operasi perusahaan disimbolkan
dalam bentuk elemen-elemen statemen keuangan sehingga orang yang dituju oleh statemen
keuangan dapat membayangkan operasi perusahaan tanpa harus menyaksikan secara fisis
kegiatan perusahaan. Perekayasaan dilakukan oleh pihak yang mempunyai wewenang di
tingkat nasional dan mempunyai wawasan teori akuntansi yang kuat.
Gambar 2. Informasi Semantik Akuntansi
Prinsip akuntansi berterima umum
Ukuran

Elemen 1

Elemen 2
Ukuran

Elemen 3

Ukuran

Ukuran

Elemen 4

3. Rerangka Konseptual dan Komponen-komponen Serta Manfaatnya


Dalam perekayasaan akuntansi, jawaban atas pertanyaan perekayasaan akan menjadi
konsep-konsep terpilih yang dituangkan dalam dokumen resmi yang di Amerika disebut
rerangka konseptual (conceptual framework). Sebagai dokumen, rerangka konseptual akan
berisi komponen konsep yang terdiri dari tujuan dan hal-hal mendasar yang saling berkaitan.
Komponen konsep yang biasanya dicakupi dalam rerangka konseptual adalah tujuan
pelaporan keuangan, kriteria kualitas informasi, elemen-elemen statemen keuangan, dan
pengukuran dan pengakuan. Sebagai konstitusi, rerangka menjelaskan, menentukan, dan
mengarahkan sifat, fungsi dan lingkup pelaporan dan statemen keuangan dalam suatu negara.
Hasil perekayasaan akhirnya terefleksi dalam bentuk, isi dan susunan statemen
keuangan. Berbeda dengan pelaporan keuangan yang bersasaran lebih luas, satatemen
keuangan merupakan medium utama atau ciri sentral pelaporan keuangan. Pelaporan
keuangan bersasaran menghasilkan informasi lebih daripada apa yang dapat dituangkan
dalam bentuk statemen keuangan. Sasaran pelaporan keuangan adalah penyediaan segala
informasi yang mengandung kebermanfaatan dalam keputusan dan tidak terbatas pada apa
yang dapat disampaikan melalui statemen keuangan.
3

Kam (1990) menguraikan manfaat-manfaat rerangka konseptual, sebagai berikut :


1) Memberi pengarahan atau pedoman kepada badan yang bertanggungjawab dalam
penyusunan/penetap standar akuntansi,
2) Menjadi acuan dalam memecahkan masalah-masalah akuntansi yang dijumpai
dalam parktik yang perlakuannya belum diatur dalam standar atau pedoman
spesifik.
3) Menentukan batas-batas pertimbangan dalam penyusunan statemen keuangan.
4) Meningkatkan pemahaman pemakai statemen keuangan dan meningkatkan
keyakinan terhadap statemen keuangan.
5) Meningkatkan keterbandingan statemen keuangan antarperusahaan.
4. Model Rerangka Konseptual Versi FASB
Rerangka konseptual versi FASB mempunyai keunggulan dalam aspek kependidikan
dibandingkan dengan rerangka konseptual versi IASC. Rerangka konseptual versi FASB
memuat secara komprehensif penalaraan dan argumen yang melekat dalam tiap penjelasan
komponen konsep. Penalaran dan argumen tersebut membentuk pengetahuanyang dapat
dipandang sebagai suatu teori deduktif-normatif untuk memahami mengapa konsep-konsep
tertentu dipilih dan apa implikasinya. Informasi yang dicakup oleh pelaporan keuangan versi
FASB sangatlah luas. Informasi selain yang dituangkan dalam statemen keuangan dapat
disediakan dalam berbagai cara dan media. Informasi lain-lain meliputi laporan analisis
keuangan dan pasar modal, statistik ekonomik, artikel tentang perusahaan dalam media
massa, dan informasi dari jumpa pers manajer.
Gambar 3. Rerangka Konseptual Versi FASB

Tujuan Pelaporan Keuangan


(SFAC No. 1 dan SFAC No. 4)

Kriteria Kualitas Informasi


(SFAC No. 2)

Pengukuran dan Pengakuan


(SFAC No. 5 dan SFAC No. 7)

TIDAK nonfinansial

TIDAK Finansial

Memenuhi kriteria pengakuan?

Ya
Elemen-elemen
Statemen Keuangan
(SFAC No. 6)

Informasi lain-lain
Media pelaporan keuangan lainnya

Informasi pelengkap
Statemen Keuangan
(a central feature)

Penjelasan/catatan Statemen Keuangan

5. Pengertian Prinsip Akuntansi Berterima Umum


Agar operasional dan efektif dalam mempengaruhi praktik, rerangka konseptual
harus dijabarkan dalam bentuk standar akuntansi sebagai pedoman dalam perlakuan
akuntansi suatu objek atau elemen. Karena tidak semua perlakuan dapat diatur langsung
dengan standar akuntansi, perlu suatu rerangka pedoman untuk menentukan perlakuan
akuntansi yang tepat/wajar dalam suatu lingkungan akuntansi atau negara. Rerangka
pedoman ini disebut dengan prinsip akuntansi berterima umum (PABU). Berbagai sumber
mendeskripsikan PABU sesuai dengan lingkup yang diharapkan atau perkembangan praktik
sehingga terdapat beberapa versi PABU.
Tiga pengertian penting yang perlu dibedakan atau dikenali saling hubungannya
adalah prinsip akuntansi, standar akuntansi, dan PABU. Prinsip akuntansi adalah segala
ideologi, gagasan, asumsi, postulat, konsep, kaidah, prosedur, metoda, dan teknik akuntansi
5

yang tersedia baik secara teoritis maupun praktis yang berfungsi sebagai pengetahuan.
Standar akuntansi adalah konsep, prinsip, metoda, teknik, dan lainnya yang sengaja dipilih
dan diberlakukan dalam suatu lingkungan/negara dan dituangkan dalam bentuk dokumen
resmi(pernyataan) untuk dijadikan pedoman utama praktik akuntansi. PABU adalah suatu
rerangka pedoman yang terdiri dari standar akuntansi dan sumber-sumber lain yang didukung
berlakunya secara resmi, yuridis, teoritis, dan praktis. PABU (terutama standar akuntansi)
memberi pedoman tentang definisi, pengukuran, penilaian, pengakuan, penyajian, dan
pengungkapan objek, elemen, atau pos.
6. Pengertian Struktur Akuntansi dan Manfaatnya
Struktur akuntansi adalah diagram yang dapat melukiskan pengertian akuntansi dan
teori akuntansi secara luas apabila proses perekayasaan telah selesai serta diaplikasi, rerangka
pedoman PABU telah ditentukan, dan secara operasional pelaporan keuangan telah
berlangsung. Struktur akuntansi menggambarkan pihak-pihak dan sarana-sarana yang terlibat
dalam dan terpengaruh oleh perekayasaan informasi keuangan dan saling-hubungan antara
berbagai pihak dan sarana tersebut.
Selain menggambarkan pengertian akuntansi secara luas dan sempit, struktur
akuntansi juga mempunyai beberapa manfaat pada berbagai bidang, yaitu :
1) Bidang Studi : struktur akuntansi dapat menjadi basis untuk mengenali mata
kuliah apa saja yang harus ditawarkan dalam program studi akuntansi serta
kompetensi apayang harus dicapai oleh tiap mata kuliah.
2) Bidang profesi : struktur akuntansi dapat menggambarkan kesempatan karier
bagi mereka yang menguasai seperangkat pengetahuan akuntansi.
3) Fungsi auditor independen : struktur akuntansi mampu menggambarkan hal
penting dalam fungsi auditor independen (akuntan publik) dalam pelaporan
keuangan.