Anda di halaman 1dari 8

Ringkasan Mata Kuliah

Pengukuran dan Penskalaan


Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian

Dosen : Sutrisno T., SE., M.Si., Dr., Ak., Prof

Disusun oleh :
Elok Hendiono

125020307111050
Kelas CB

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
JURUSAN AKUNTANSI
MALANG

2015

PENGUKURAN DAN PENSKALAAN


Pengukuran adalah bagian penting dalam pengukuran tetapi elemen data bisa jadi sudah
diukur besarannya ataupun tidak. Pengukuran (measurement) adalah pemberian nilai properti dari
suatu obyek. Yang diukur adalah obyek, dapat berupa perusahaan, manusia, karyawan, dan lain-lain.
Properti (property) adalah karakteristik dari obyek. Properti dapat berupa properti fisik, properti
psikologi dan properti sosial.
1. Properti fisik
Jika obyeknya adalah manusia, maka properti fisiknya adalah tinggi badan, warna rambut,
umur dan lainnya. Jika obyeknya perusahaan, maka properti fisiknya adalah ukuran
perusahaan, lokasinya, dan lainnya.
2. Properti psikologi
Misalnya sikap manusia, kepintaran, motivasi dan lainnya. Pengukuran ini lebih sulit karena
hasil observasi yang abstrak
3. Properti sosial
Misalnya status sosial, persepsi masyarakat dan lainnya. Sama seperti properti psikologi,
pengukuran observasi ini lebih sulit karena hasil yang abstrak

DEFINISI OPERASIONAL : DIMENSI DAN ELEMEN


Teknik pengukuran adalah dengan pengoperasionalan konsep (operationalizing the concept)
atau disebut dengan mendefinisikan konsep secara operasi adalah menjelaskan karakteristik dari
obyek (properti) ke dalam elemen-elemen yang dapat diobservasi yang menyebabkan konsep dapat
diukur dan dioperasionalkan di dalam riset.
Dimensi dari suatu konsep adalah bagian-bagian dari properti yang menunjukkan
karakteristik-karakteristik utama dari properti konsep tersebut. Dimensi ini masih belum dapat
diukur sehingga perlu dipecah kembali menjadi elemen-elemen.
Sekaran (2003) memberi usulan dengan mendefinisikan konsep belajar yang hanya tidak
cukup diukur dengan ujian. Maka secara operasi dan memecahnya menjadi tiga dimensi, yaitu:
1. Dimensi memahami (understanding) dapat diukur dengan elemen-elemen:
a.

Dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan benar

b.

Dapat memberikan contoh-contoh yang tepat

2. Dimensi retensi (retention) dapat diukur dengan elemen:


Dapat memanggil materi dari otak setelah beberap waktu lamanya.
3. Dimensi aplikasi (application) dapat diukur dengan elemen-elemen:

a.

Mampu memecahkan masalah dengan menerapkan konsep-konsep yang dipahami

b.

Mampu mengintegrasikan dengan semua materi-materi lainnya yang relevan

SKALA
Skala (scale) adalah suatu alat atau mekanisme yang dapat digunakan untuk membedakan
individual-individual ke dalam variabel-variabel yang akan digunakan di dalam riset. Terdapat
empat tipe skala dasar, yaitu:
1. Skala Nominal
Skala yang memungkinkan peneliti untuk menempatkan subjek pada kategori atau kelompok
tertentu (bernilai klasifikasi). Misalnya terkait dengan variabel gender (pria wanita) dan diberi
kode pada masing-masing
2. Skala Ordinal
Yaitu mengkategorikan variabel-variabel untuk menunjukkan perbedaan di antara berbagai
kategori dan mengurutkannya ke dalam beberapa cara. Contoh:
Responden diminta untuk menunjukkan pilihan berdasarkan urutan kepentingannya dari terbaik
ke terburuk (sangat baik, baik, kurang baik) dan diberi nomor 1,2, dan seterusnya.
3. Skala Interval
Skala interval memungkinkan kita melakukan operasi aritmetika tertentu terhadap data yang
dikumpulkan dari responden. Skala interval tidak hanya mengelompokkan individu menurut
kategori tertentu dan menentukan urutan kelompok, namun juga mengukur besaran (magnitude)
perbedaan preferensi antarindividu. Contoh: dari skala likert 1 sampai dengan 5, jarak 1 sampai
dengan 2 mempunyai jarak yang sama dengan 2 sampai dengan 3.
4. Skala rasio
Yaitu skala yang bernilai klasifikasi, order (ada urutannya), berjarak (distance) dan mempunyai
nilai awal (origin) nol. Misalnya unit waktu sebesar 20 menit yang mempunyai nilai awal 0.
Rasio dalam hal ini tidak harus dalam pembagian.

Nilai data di variabel dapat juga diklasifikasikan sebagai data metrik dan data nonmetrik.
Data metrik : adalah data kuantitatif dan yang termasuk data metrik adalah tipe data interval
dan rasio.

Data nonmetrik : adalah data kualitatif yang dapat berbentuk suatu atribut, karakteristik atau
kategori atau dikotomi. Yang termasuk data nonmetrik adalah tipe data nominal dan ordinal.

METODE PENSKALAAN
Pemberian nilai-nilai ke variabel disebut dengan metode penskalaan. Terdapat dua macam
metode penskalaan, yaitu:
1. Skala Rating (Rating Scale)
Skala rating digunakan untuk memberikan nilai (rating) ke suatu variabel. Beberapa skala
rating yang sering digunakan adalah sebagai berikut:
a.

Skala dikotomi

Digunakan untuk memperoleh jawaban Ya atau Tidak. Skala nominal digunakan untuk
mengungkap respon.
b.

Skala kategori

Menggunakan beberapa item untuk mendapatkan respon tunggal (untuk dipilih). Skala nominal
digunakan untuk mengungkap respon.
c.

Skala Likert

Skala ini digunakan untuk mengukur respon subyek ke dalam 5 poin skala dengan interval yang
sama. Dengan demikian tipe data yang digunakan adalah tipe interval.
d.

Skala diferensial semantik

Beberapa atribut berkutub dua (bipolar) diidentifikasi pada skala ekstrim, dan responden diminta
untuk menunjukkan sikap mereka pada hal yang bisa disebut sebagai jarak semantik terhadap
individu, objek atau kejadian tertentu pada masing-masing atribut.
e.

Skala numerikal

Skala ini sama dengan skala diferensial semantik hanya mengganti ruang semantik yang
disediakan dengan angka-angka numerik. Skala yang digunakan adalah skala interval.
f.

Skala peringkat terperinci

Skala 5 titik atau 7 titik dengan titik panduan atau jangkar (anchor), sesuai keperluan,
disediakan untuk tiap item dan responden menyatakan nomor yang tepat di sebelah masingmasing item, atau melingkari nomor relevan untuk tiap item.
g.

Skala peringkat jumlah konstan atau tetap

Responden diminta untuk mendistribusikan sejumlah poin yang diberikan ke berbagai item
dengan jumlah yang tetap.
h. Skala konsensus
Skala yang dibuat berdasarkan consensus, dimana panel juri memilih item tertentu, megukur
konsep yang menurut mereka relevan.
h.

Skala lainnya
Skala multidimensional (multidimensional scaling), dimana objek, orang, atau keduaduanya diskalakan secara visual, dan dilakukan analisis gabungan (conjoint). Hal tersebut
memberikan gambar visual mengenai hubungan yang ada di antara dimensi sebuah konsep.

2. Skala Ranking
Skala ranking digunakan untuk mengungkap preferensi antara dua atau lebih objek atau item
(bersifat ordinal). Metode yang digunakan adalah perbandingan berpasangan, pilihan yang
diharuskan, dan skala komparatif.
a. Perbandingan Berpasangan
Skala perbandingan berpasangan digunakan ketika di antara sejumlah kecil objek, responden
diminta untuk memilih antara dua objek pada suatu waktu. Perbandingan berpasangan
merupakan metode yang baik jika jumlah stimulus yang diberikan sedikit.
b. Pilihan yang Diharuskan
Pilihan yang diharuskan memungkinkan responden meranking objek secara relatif satu sama
lain, si antara alternatif yang disediakan. Hal ini mempermudah responden, khususnya jika
jumlah pilihan yang harus diranking terbatas jumlahnya.
c. Skala Komparatif
Skala komparatif memberikan standar atau poin referensi untuk menilai sikap terhadap
objek, kejadian, atau situasi saat ini yang diteliti.
KETEPATAN PENGUKURAN
Ketepatan pengukuran dilakukan dengan :
1) Analisis Item
Analisis item (item analysis) dilakukan untuk melihat apakah item dalam instrumen
memang sudah berada dalam instrumen atau tidak. Tiap item diuji kemampuannya untuk
membedakan objek yang total skornya tinggi, dan yang rendah. Setelah dilakukan analisis item,

dilakukan uji keandalan instrumen dan validitas ukuran ditentukan.


2) Keandalan
Keandalan (reliability) suatu pengukuran menunjukkan sejauh mana pengukuran tersebut
tanpa bias (bebas kesalahan) dan menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas
beragam item dalam instrumen.
Stabilitas Pengukuran
Kemampuan suatu pengukuran untuk tetap sama sepanjang waktu, meskipun terdapat
kondisi pengujian yang tidak dapat dikontrol. Uji stabilitas terdiri dari:
1. Keandalan tes ulang (test-retest reliability)
Koefisien keandalan yang diperoleh dengan pengulangan ukuran yang sama pada kesempatan
kedua.
2. Keandalan Bentuk Paralel (parallel-form reliability)
Jika dua tes serupa yang mengungkapkan ide yang sama menunjukkan korelasi tinggi, maka kita
memperoleh keandalan bentuk parallel. Yang ingin dibuktikan disini adalah kesalahan
keandalan berasal dari susunan kata dan urutan pertanyaan. Bila dua tes tersebut menghasilkan
skor yang berkorelasi tinggi maka bisa cukup yakin bahwa ukuran tersebut secara logis dan
dapat dipercaya.
Konsistensi Internal Ukuran
Konsistensi internal ukuran merupakan indikasi homogenitas item dalam ukuran yang
mengungkap ide. Yaitu sejauh mana tes atau prosedur menilai karakteristik keterampilan, atau
kualitas yang sama. Ini adalah ukuran presisi antara pengamat atau alat ukur yang digunakan dalam
penelitian.
Konsistensi dapat diuji melalui keandalan antar item dan uji keandalan belah dua.
1. Keandalan Konsistensi Antar-Item (interitem consistency reliability)
Merupakan pengujian konsistensi jawaban responden atas semua item yang diukur. Sampai
tingkat dimana item-item merupakan ukuran bebas dari konsep yang sama, mereka akan
berkorelasi satu sama lain. Uji ini biasanya dilakukan dengan cronbach alpha. Semakin tinggi
koefisien, semakin baik instrumen pengukuran.
2. Keandalan Belah-Dua (split-half reliability)
Split Half Reliability adalah teknik pengujian reliabilitas instrumen dengan cara membaginya
menjadi dua bagian. Indeks reliabilitas dicerminkan dari korelasi antara dua bagian instrumen..
Estimasi akan berbeda-beda tergantung pada bagaimana item dalam pengukuran dibelah
menjadi dua bagian.

VALIDITAS
Validitas (validity) memastikan kemampuan sebuah skala untuk mengukur konsep yang
dimaksudkan. Ada beberapa jenis validitas yang digunakan untuk menguji ketepatan ukuran :
1. Validitas Isi
Validitas isi atau content validity memastikan bahwa pengukuran memasukkan sekumpulan
item yang memadai dan mewakili yang mengungkap konsep. Semakin item skala
mencerminkan kawasan atau keseluruh konsep yang diukur, semakin besar validitas isi atau
berarti fungsi seberapa baik dimensi dan elemen sebuah konsep yang telah digambarkan.
Validitas muka (face validity) dianggap sebagai indeks validitas isi yang paling dasar dan
sangat minimum. Validitas isi menunjukkan bahwa item-item yang dimaksudkan untuk
mengukur sebuah konsep, memberikan kesan mampu mengungkap konsep yang hendak di ukur.
2. Validitas Berdasar Kriteria
Validitas ini terpenuhi jika pengukuran membedakan individu menurut suatu kriteria yang
diharapkan diprediksi. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menghasilkan validitas konkuren
(concurrent validity) atau validitas prediktif (predictive validity)
Validitas konkuren dihasilkan jika skala membedakan individu yang diketahui berbeda,
yaitu mereka harus menghasilkan skor yang berbeda pada instrumen.
Validitas prediktif dimaksudkan untuk menjawab sejauh mana tes memprediksi kemampuan
peserta di masa mendatang.
3. Validitas Konsep
Validitas konsep atau concept validity menunjukkan seberapa baik hasil yang diperoleh dari
pengukuran cocok dengan teori yang mendasari desain test. Hal ini dapat dinilai :
Validitas konvergen terpenuhi jika skor yang diperoleh dengan dua instrumen berbeda yang
mengukur konsep yang sama menunjukkan korelasi yang tinggi.
Validitas diskriminan terpenuhi jika berdasarkan teori, dua variabel diprediksi tidak
berkorelasi, dan skor yang diperoleh dengan mengukurnya benar-benar secara empiris
membuktikan hal tersebut.
Secara umum, validitas dibagi sebagai berikut :
1. Validitas isi yaitu apakah pengukuran benar-benar mengukur konsep ?
2. Validitas muka yaitu apakah para ahli mengesahkan bahwa instrumen mengukur apa yang

seharusnya diukur
3. Validitas berdasarkan kriteria yaitu apakah pengukuran membedakan cara yang
membantu memprediksi kriteria variabel
4. Validitas konkuren yaitu apakah pengukuran membedakan cara yang membantu
memprediksi kriteria saat ini ?
5. Validitas prediktif yaitu apakah pengukuran membedakan individual dalam membantu
memprediksi di masa depan ?
6. Validitas Konsep yaitu apakah instrumen menyediakan konsep sebagai teori ?
7. Validitas konvergen yaitu apakah dua instrumen mengukur konsep dengan korelasi yang
tinggi ?
8. Validitas diskriminan yaitu apakah pengukuran memiliki korelasi rendah dengan variabel
yang diperkiraka tidak ada hubungannya dengan variabel tersebut

Anda mungkin juga menyukai