Anda di halaman 1dari 8

Kondisi pendidikan di indonesia saat ini sangat memperhatinkan hal ini kita buktikan

dari fakta dan fenomena-fenomena yang terjadi dalam dunia pendidikan . Seperti

yang dimuat dalam media antara news memberitakan bahwa karena


tidak membuat PR maka guru melakukan aksi kekerasan , dalam
harian kompas memberitakan bahwa

tindak kekerasan tersebut

diakibatkan

kurang

guru

mendisiplinkan siswa,
republika

yang

kreatif

dalam

fenomena lain juga diberitakan dalam harian

republika disebutkan bahwa sebagian guru belum mampu

menggunakkan metode mengajar aktif dalam PBM.


Untuk mengatasi fenomena-fenomena tersebut maka fokus
masalah dalam makalah ini adalah:
1.
2.
3.
4.

Hakekat dan filosofi teaching and learning.


Urgensi teaching and learning dalam pendidikan.
Pendekatan psikologi siswa dalam pengembangan teaching and learning.
Teknik-teknik teaching and learning yang efektif dan edukatif (PAIKEM).

pengertian belajar adalah :


suatu aktivitas yang ditunjukan dengan perubahan prilaku sebagai hasil dari
pengalaman (cronbach)
perubahan prilaku positif yang permanen merupakan hasil interaksi dengan
lingkungan yang melibatkan proses kognitif (muhibin)

proses

kegiatan

pengalaman

untuk

memperoleh

perubahan

tingkahlaku

sebagai

hasil

dan interaksi lingkungan yang menyangkut proses kognitif afektif dan

psikomotor.
Mengapa harus belajar
1. Ingin tahu---apa yang tidak kita tau dengan belajar maka semuanya jadi tahu
misalnya kita ketika kecil coba memainkan senter Jarak rata-rata Bumi-Bulan
dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar 30 kali diameter

2. Ingin menguasai IPTEK

karena tuntutan jaman dan gak di bilang gaptek

maka kita perlu belajar. Dengan belajar kita akan tau perkembangan IPTEK
3. Kebutuhan (untuk aktualisasi diri ataupun kebutuhan biologis) orang yang
merasa belajar itu sebuah kebutuhan maka akan merasa haus akan ilmu dan
merasa bodoh ketika dia terus belajar karena dengan belajar ternyata banyak
sekali ilmu yang belum kita ketahui.
4. Penyempurnaan dari ilmu pengetahuan yang telah dimiliki misalya ilmu yang
kita miliki adalah konsep gaya gesekan..kita hanya tau kita berjalan terjadi
gesekan antara sepatu dengan lantai,tapi ketika SMP ilmu tersebut menjadi
lebih sempurna ternyata ada gesekan statis dan koefisiennya yanng kita
amati ketika kita berjalan.
5. Dengan ilmu kita lebih mudah bereadaptasi dan bersosialisai dengan
lingkungan,karena dengan bekal ilmu saat ada orang yang mengajak kita
berbicara tetang sebuah topik tertentu maka kita akan nyambung dan
sebaliknya ya pak?
6. Untuk mengembangkan potensi dirinya dan kempuan intelektualnya, dengan
terus belajar maka secara langsung potensi2 yang ada dalam diri kita akan
berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya..belajar adalah mengasah
otak jadi akan menjadi pintar
7. Untuk meraih cita-cita dan harapan karena pada dasarnya bapak dan ibu bisa
sampai kulliah di jakarta dengan meninggalkan keluarga dan mengorbankan

suami dan anak untuk melanjutkan pendidikan didasarkan oleh cita-cita


dong..?
8. Untuk mengisi waktu luang-----kalo begini penting tidak penting ya...??hal ini
sering kita temui pada bapak/ibu yang sudah pensiun dari pada nganngur
kuliah lagi dehhh.
Mengajar adalah sebuah proses teransfer ilmu yang melibatkan guru dan siswa
dengan menggunkan metode dan cara mengajar. Dalam mengajar ada prsoes
interaksi yang terjadi antara siswa dan guru sehingga terjadi ekplorasi, elaborasi dan
konfirmasi dan keilmuan yang diberikan 2 arah.
Tahapan mengajar menurut muhibin
1. Pra instruksional
Persiapan berupa dokumen RPP yang berisi metode, media alat dan sumber
serta instrumen penilaian
2. Tahap intuksional
Yaitu tahap pelakasanaan pembelajaran
3. Tahap evaluasi
Dilakukan untuk melihat ketercapaian siswa dalam mengikuti pembelajaran
atau mengetahui tingkat pemahaman siswa dari hasil belajar. Setelah kita
ketahui hasil belajar siswa maka kita dapat melakukan tindaklanjut
Pembelajaran
Kamus indo : pembelajaran adalah proses menjadikan manusia untuk belajar
Duffy dan Roehler; Pembelajaran adalah usaha sadar yang dilkukan oleh seorang
guru untuk menggunakan kemampuan profesionalnya/ ilmu keguruan ataupun
bidang keahlian untuk mencapai tujuan yang diharapkkan.

Gagne: pembelajaran adalah sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar
siswa melalui RPP yang mencakup langkah-langkah dan metode pembelajaran
mendukung proses belajar siswa yang bersifat internal.
Winkel: Separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar
siswa dengan mmperhitungkan kejadian-kejadian ekstrim yang dialami siswa
Intinya

pembelajaran

pendukung berupa

sudah

dikondisikan

dengan

menggunakan

instrumen

kurikulum metode buku literatur dan bahan ajar. Sehingga

terjadilah proses belajar yang ideal Hasil belajar tersebut diharapkan dapat melekat
dalam diri siswa secara permanen baik dari aspek kognitif, afektif dan psikiomotorik
Jenis-jenis belajar menurut Gagne sebagai berikut ;
1. Belajar isyarat (signal learning). Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan
isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat
kemudian diturunkan.
2. Belajar merangsang ketaggapan (stimulus respon). Contohnya yaitu seorang guru
memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang
kemudian ditanggapi oleh muridnya.
3. Belajar merantaikan (chaining). Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang
dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya.
4. Belajar asosiasi verbal (verbal Association
jika anak diperlihatkan suatu bangun geometris, maka dia akan bisa
mengatakan persegi atau jajar genjang karena dia sudah mengenal
bentuk bentuk geometris

5. Belajar membedakan (discrimination). Contohnya yaitu seorang guru memberikan


sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai
jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam
jawaban yang benar. Misalnya sebutkan ciri2 tumbuhan di kotil Monokotil:
Monokotil : Biji berkeping satu Berakar serabut Bertulang daun sejajar
-Jumlah mahkota bunga 3/kelipatannya
#Dikotil:
-Biji berkeping dua
-Bertulang daun menjari
-Bertulang daun menyirip
-Berakar tunggang
-Jumlah mahkota bunga 4/5 atau kelipatanny

6. Belajar konsep (concept learning).


Untuk memahami suatu konsep, seseorang harus bisa mendiskriminasi untuk
membedakan apa yang masuk dan apa yang tidak masuk dalam konsep itu.
Misalnya, orang yang tidak mempunyai persepsi yang jelas tentang variasi
dalam bentuk ukuran, dan warna tanaman, akan mengalami kesulitan dalam
menggolong-golongkan suatu tanaman.

7. Belajar dalil (rule learning). Tipe ini merupakan tipe belajar untuk menghasilkan
aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. Hubungan
antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat.
8. Belajar memecahkan masalah (problem solving). Contohnya seorang guru
memberikan kasus atau permasalahan kepada siswanya untuk memancing otak
mereka mencari jawaban penyelesaian masalahnya.

Selanjutnya

Gagne

membuat

sistematika

jenis

belajar

dengan

mengelompokan hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu rumpun
katagori, yaitu ;
1. Keterampilan intelektual, kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan
lingkungannya dengan menggunakan simbol huruf, angka, kata atau gambar.
2. Informasi verbal, seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta
atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis, termasuk dengan cara
menggambar.
3. Strategi kognitif, kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya
sendiri, mengingat dan berfikir.
4. Keterampilan motorik, seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam
urutan tertentu (organized motor act). Ciri khas keterampilan motorik adalah
otomatism yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar
dan luwes.
5. sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihanpilihan dalam bertindak.

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak


atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang
merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang
sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi,

menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran


dengan cakupan teoretis tertentu
, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk
mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan
nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa
metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan
strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi;
(4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming;
(8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.
teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang
dalam

mengimplementasikan

suatu

metode

secara

spesifik.

Misalkan,

penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif
banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan
berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya
terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan
teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas
yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti
teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode
atau teknik

pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang


sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat
berbeda dalam taktik yang digunakannya
model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan
bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan
secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan
bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik
pembelajaran.
Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur
umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk
kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu
setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan
pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe
atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah
modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan
yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue
print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan
urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai
dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang
akan dibangun.