Anda di halaman 1dari 14

Dalam tubuh manusia, ternyata banyak sekali terdapat unsur-unsur kimia.

Mari kita
simak apa sajakah unsur-unsur tersebut dan seberapa banyakkah mereka mengisi
tubuh kita ?
Oksigen (65%) dan Hidrogen (10%). Kedua unsur ini terdapat dalam air. Hampir 60%
tubuh manusia terisi oleh air, tidak salah jika oksigen mempunyai persentase terbesar
dibandingkan dengan unsur yang lainnya.
Karbon (18%) merupakan unsur terbanyak kedua setelah oksigen. Unsur ini
merupakan unsur yang paling stabil.
Nitrogen (3%) ditemukan dalam molekul organik, termasuk asam amino yang
membentuk protein, dan asam nukleat yang membentuk DNA.
Kalsium (1,5%) adalah mineral yang paling umum di tubuh manusia, hampir
semuanya ditemukan dalam tulang dan gigi. Tubuh akan menarik kalsium dari tulang
(masalah yang menyebabkan seperti osteoporosis) jika tidak cukup unsur dalam tubuh
seseorang.
Fosfor (1%) dapat ditemukan pada bagian tulang, tetapi juga terdapat dalam molekul
ATP, yang menyediakan energi dalam sel untuk menjalankan reaksi kimia.
Kalium (0,25%) adalah elektrolit penting (yang berarti membawa muatan dalam
larutan). Kalium membantu mengatur detak jantung dan sangat penting bagi sinyal
listrik di saraf.
Sulfur (0,25%) dapat ditemukan dalam dua asam amino yang penting untuk
memberikan protein.
Natrium (0,15%) adalah elektrolit yang sangat vital bagi sinyal listrik di saraf. Natrium
juga mengatur jumlah air dalam tubuh.
Klor (0,15%) biasanya ditemukan di dalam tubuh sebagai ion negatif, yang disebut
klorida. Elektrolit ini penting untuk menjaga keseimbangan cairan.
Magnesium (0,05%) merupakan unsur yang mempunyai peran penting dalam struktur
kerangka dan otot.
Besi (0,006%) merupakan unsur kunci dalam metabolisme (hampir semua makhluk
hidup mengandung besi). Hal ini juga ditemukan dalam hemoglobin, yang merupakan
pembawa oksigen dalam sel darah merah.
Fluor (0,0037%) dapat ditemukan pada bagian gigi dan tulang.
Seng (0,0032%) adalah unsur penting bagi semua bentuk kehidupan. Beberapa
protein mengandung struktur yang disebut jari seng membantu untuk mengatur gen.
Di negara berkembang, kekurangan seng telah dikenal sebagai penyebab dwarfisme.

Tembaga (0,0001%) merupakan unsur penting sebagai donor elektron dalam reaksi
biologis. Tanpa cukup tembaga, besi tidak akan berfungsi dengan baik dalam tubuh.
Yodium (0.000016%) diperlukan untuk membuat hormon tiroid, yang mengatur tingkat
metabolisme dan fungsi seluler lainnya. Kekurangan yodium dapat menyebabkan
gondok dan kerusakan otak.
Selenium (0.000019%) sangat penting untuk enzim tertentu, termasuk beberapa antioksidan.
Kromium (0.0000024%) membantu mengatur kadar gula dengan berinteraksi dengan
insulin.
Mangan (0.000017%) sangat penting untuk enzim tertentu, khususnya mereka yang
melindungi mitokondria, tempat di mana energi yang dapat digunakan dihasilkan di
dalam sel dari oksidan berbahaya.
Molibdenum (0.000013%) sangat penting untuk hampir semua bentuk kehidupan.
Pada manusia, molibdenum berguna untuk mengubah belerang menjadi bentuk yang
bermanfaat. Pada bakteri pengikat nitrogen, berguna untuk mengubah nitrogen menjadi
bentuk yang bermanfaat.
Cobalt (0.0000021%) terkandung dalam vitamin B12, berguna dalam pembentukan
protein dan regulasi DNA.

Kegunaan Unsur-Unsur Kimia Dalam Kehidupan sehari-hari


A. UNSUR-UNSUR LOGAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Pada umumnya, logam-logam terkandung dalam batuan sebagai senyawa yang disebut mineral/
bijih logam, contoh : Hematit (Fe2O3), Bauksit (Al2O3.2H2O), Kalkopirit (CuFeS2).
Untuk memperoleh logam dari bijihnya/ mineral, dilakukan proses sebagai berikut :
Pemekatan bijih
Yaitu pemisahan bijih logam dari batu-batuan lain yang tidak berguna
Pemanggangan
Yaitu mengubah logam menjadi oksidanya.
Reduksi
Yaitu mengambil logam dari oksidanya dengan cara mereduksi
Pemurnian (Refining)
Logam yang diperoleh secara reduksi masih mengandung sedikit pengotor (belum murni),
untuk itu perlu dilakukan pemurnian dengan berbagai cara : elektrolisis, destilasi, peleburan
ulang, pemurnian zona
BESI (Fe)
Terdapat dalam bijih : Hematit (Fe2O3), Magnetit (Fe3O4), Siderit (FeCO3), Pirit (FeS2)
Pengolahan :
Pengolahan besi melalui tahap pemanggangan (Untuk pengeringan dan mengubah bijih yang
berupa karbonat dan sulfida menjadi oksida)
FeCO3 (s)
FeO(s) + CO2 (g)
4 FeS2(s) + 11O2 (g)

2Fe2O3 (s) + 8 SO2 (g)

dan tahap peleburan (reduksi). Peleburan besi dilakukan dalam suatu Tanur tinggi yang
disebut Tanur tiup.
Hasil yang diperoleh dari proses tersebut berupa :
Besi tuang, diperoleh dengan cara mendinginkan besi kasar yang diperoleh dari tanur, dengan
memasukkannya ke dalam cetakan yang tersedia, biasanya besi tuang ini masih mengandung 24 % C, sehingga besi bersifat keras tapi rapuh (digunakan sebagai pipa ledeng, radiator).
Besi tempa diperoleh dengan cara mengurangi C sampai kadar karbonnya 0,02% (caranya
besi dipanaskan sehingga karbonnya teroksidasi menjadi CO 2), sifatnya lebih lunak dari besi
tuang, tetapi lebih kuat (digunakan sebagai peralatan seperti cangkul, golok, baut, mur).
Baja, mengandung 0,02-2% C, sifatnya lebih keras dari besi tempa. Baja dibuat dengan
menambah logam lain, seperti Ni, Cr, Mn, V, Mo, sesuai dengan baja yang diinginkan.
Sifat sifat besi :
Besi murni adalah logam yang berwarna putih mengkilap dan relatif lunak
Cukup reaktif sehingga mudah terkorosi dalam udara lembab
Memiliki sifat logam dan mudah berkarat. Karat besi, Fe2O3.nH2O sangat berpori dan selalu

mengelupas. Oleh karena itu perkaratan besi akan berlanjut sampai tuntas (besinya habis).
Kegunaan Besi dalam kehidupan sehari-hari :
Bahan bangunan
Senyawanya : FeCl3 . 6H2O untuk pengecatan, Fe(OH)3 sebagai bahan cat, FeSO4 sebagai
bahan pembuatan tinta dan dalam bidang kedokteran untuk menambah darah (sebagai zat besi),
dll.
Besi Baja
Jenis-jenis baja :
Baja karbon, terutama terdiri dari besi dan karbon
Baja tahan karat (stainless steels), baja dengan kadar karbon rendah dan mengandung sekitar
14% kromium
Baja aliase, yaitu baja spesial yang mengandung unsur tertentu sesuai dengan sifat yang
diinginkan

Contoh Baja

Jenis
Baja mangan
Baja Nikel
Baja CromVanadium
Baja Stainless
Baja Wolfram

Unsur
Tambahan
0,4-0,9% C dan
11-14% Mn
25 % Ni
1-10% Cr dan
0,15 % V
0,2-0,4 % C,
14-18% Cr, dan
7-9% Ni
0,4 0,9 % C
dan 5 % W

Sifat

Kegunaan

Keras & kuat

Rel kereta api, lapis baja,


kendaraan perang.
Kuat & tahan karat
Alat pengukur (meteran),
kawat, persenjataan
Kuat & tahan terhadap As kendaraan
beban
Tahan Karat
Alat-alat rumah tangga
dan industri
Sangat keras

Ujung alat pemotong

ALUMINIUM (Al)
Terdapat dalam bijih : Bauksit (Al2O3.2H2O), Kriolit (Na3AlF6)
b. Pengolahan : melalui proses HALL, yaitu elektrolisis larutan bauksit dalam kryolit cair
Pengolahan aluminium dari bauksit terdiri atas 2 tahap :
Pemurnian bauksit : untuk mendapatkan alumina murni
- bauksit + larutan NaOH. Aluminium oksida akan larut membentuk NaAl(OH)4

Al2O3(s) + 2NaOH(aq) + 3H2O(l)

2NaAl(OH)4 (aq)

larutan disaring, kemudian filtrat yg mengandung NaAl(OH)3 diasamkan dengan


mengalirkan gas karbondioksida. Aluminium mengendap sebagai Al(OH)3
2NaAl(OH)4 (aq) + CO2 (g)
2Al(OH)3 (s) + Na2CO3 (aq) + H2O(l)
Endapan Al(OH)3 disaring dan dipanaskan sehingga diperoleh Al2O3 tak berair
2Al(OH)3 (s)
Al2O3 (s) + 3H2O (g)
Peleburan atau reduksi alumina dengan elektrolisis
Reaksi elektrolisis menguraikan Al2O3 menjadi aluminium (di katode) dan oksigen
(di
anode).
2Al2O3 (l)
4Al(l) + 3O2 (g)
Aluminium yang terbentuk berupa zat cair dan berkumpul di dasar wadah. Kemudian
dikeluarkan secara periodik ke dalam cetakan untuk mendapatkan aluminium batangan (ingot).
Sifat-sifat :
Logam berwarna putih perak dan ringan (massa jenisnya 2,7 gr/cm-3)
Aluminium murni relatif lunak dan tidak kuat. Akan tetapi, logam ini dapat dibuat paduan
(aliase) dengan logam lain sehingga menjadi kuat serta meningkatkan sifat menguntungkan
yang diinginkan
Memiliki sifat umum logam
Mudah bereaksi dengan O2, lapisan oksidanya dpt melindungi logam dari perkaratan
Bersifat amfoter, dapat bereaksi dengan asam maupun basa
Kegunaan :
Peralatan rumah tangga, barang kerajinan
Lapisan pembungkus, aluminium foil, kaleng aluminium.
Sebagai paduan logam, digunakan untuk membuat badan pesawat, contoh magnalium
(campuran Al dan Mg)
Dalam
persenyawaannya
: tawas /
K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O
untuk
penjernihan
air; Alumina (Al2O3) untuk industri keramik, gelas, ampelas; Al(OH) 3dalam antasid digunakan
utk menetralkan asam klorida dalam lambung ; termit (campuran serbuk aluminium dengan
serbuk besi (III) oksida ) digunakan untuk mengelas baja di tempat, misalnya untuk
menyambung rel kereta api. Reaksinya sangat eksoterm sehingga panas yang dihasilkan dapat
melelehkan baja dan besi yang terbentuk akan menyambung baja yang dilas.
Reaksinya : 2Al + Fe2O3
Al2O3 + 2Fe
TIMAH (Sn)
Terdapat dalam bijih : Kasiterit (SnO2)
Pengolahan : Kasiterit direduksi dengan C, reaksinya :
SnO2 (s) + 2 C(s)
Sn(l) + 2 CO(g)
Sifat-sifat :
Timah terdapat dalam 2 bentuk allotropi, yaitu timah putih dan timah abu-abu. Timah putih
berwarna putih perak dan dapat ditempa, stabil pada suhu di atas 13,2 0C jika di bawah suhu
tersebut timah putih berubah menjadi timah abu-abu yg berbentuk serbuk (seperti melapuk).
Pelapukan ini mula-mula berlangsung lambat. Akan tetapi, begitu terbentuk timah abu-abu
maka proses selanjutnya berlangsung cepat karena timah abu-abu yang terbentuk dapat
mengkatalisis proses selanjutnya.

Relatif lunak, tahan karat, dan titik lelehnya rendah


Memiliki sifat umum logam
Timah mengalami oksidasi (korosi) pada permukaannya. Lapisan oksida yang terbentuk
menutupi seluruh permukaannya sehingga terlindungi dari korosi selanjutnya.
Kegunaan :
Melapisi besi (membuat kaleng/tin plate) kemasan berbagai macam produk. Besi yang dilapisi
timah ini tidak mengalami korosi selama lapisannya utuh (tidak tergores dan tidak bocor).
Untuk paduan logam (perunggu : paduan Cu, Sn, Zn dan solder : Sn, Pb)
Dalam persenyawaannya, SnCl2 digunakan sebagai pereduksi dalam pembuatan zat warna,
SnF2 digunakan dalam pasta gigi yang mengandung fluorin untuk menguatkan gigi karena
SnF2 larut dalam air.
NIKEL (Ni)
Terdapat dalam bijih : Pentlandit (FeNi)S, Garnierit : H2(NiMg)SiO4 . 2 H2O
Nikel Sulfida : NiS
Pengolahan : melalui proses oksidasi NiS, kemudian hasil oksidasinya direduksi dengan C
pada suhu tinggi, reaksi :
2NiS + 3 O2
2NiO + 2 SO2
NiO + C

Ni + CO

Sifat-sifat :
Berwarna putih perak (mengkilap) ,keras ,tahan korosi, dan sangat mengilap bila digosok
Memiliki sifat umum logam
Lapisan oksidanya melindungi logam lain sehingga tidak berkarat
Kegunaan :
Melapisi barang-barang yang terbuat dari besi, baja, tembaga, untuk melindunginya terhadap
korosi dan memperbaiki penampilan
Karena sifat-sifatnya tersebut, nikel digunakan untuk paduan logam :
Monel (Ni, Cu, Fe) untuk alat rumah tangga & alat transmisi listrik
Nikrom (Ni, Fe, Cr) digunakan sebagai elemen pemanas listrik
Alniko (Al, Ni, Fe, Co) untuk membuat magnet. Magnet yang terbuat dari alniko ini sangat
kuat karena mampu mengangkat besi hingga 4000 kali massa magnetnya.
Baja nikel ( Ni, Fe) untuk meteran, kawat, & persenjataan
Paltinit dan Invar merupakan paduan nikel yang mempunyai koefisien muai yang sama dengan
gelas. Digunakan sebagai kawat listrik yang ditanam dalam kaca, misalnya pada bohlam lampu
pijar.
Serbuk nikel digunakan sebagai katalisator, misalnya pada pembuatan margarin, hidrogenasi
(pemadatan) minyak kelapa, cracking minyak bumi.

TEMBAGA (Cu)
Banyak terdapat dalam keadaan bebas
Terdapat dalam bijih : Kalkopirit /CuFeS; Malasit /Cu2(OH)2CO3 ; Kuprit /Cu2O; Kalkosit/

Cu2S
Pengolahan :
Bijih yang mengandung tembaga bebas mula-mula dihancurkan lalu dipisahkan dari batu reja
(gangue). Kemudian dipanaskan sehingga tembaga mencair dan terpisah.
Bijih yang berupa oksida atau karbonat biasanya dipisahkan dengan melarutkannya
dalam asam sulfat. Tembaga dipisahkan dari larutan Tembaga (II) Sulfat yang terbentuk dengan
elektrolisis.
Bijih sulfida biasanya mengandung kurang dari 10% tembaga. Bijih sulfida ini mula-mula
dihancurkan, lalu senyawa tembaga dipisahkan dengan pengapungan (floatasi). Bijih pekat
tersebut dipanggang di bawah titik leleh untuk mengeringkan dan untuk mengoksidasikan
sebagian belerang. Campuran yang tersisa, yang mengandung Cu 2S, FeS, dan SiO2 kemudian
dicairkan bersama-sama dengan CaCO3 sebagai fluks. Fluks ini akan mengikat besi dan SiO2.
CaCO3 + SiO2
CaSiO3 + CO2

FeS + SiO2
FeSiO3 + FeSiO3
CaSiO3 dan FeSiO3 yang terbentuk akan membentuk terak yang mengapung ke atas. Setelah
terak ini dikeluarkan, ditiupkan lagi udara ke dalam tanur yang akan mengubah Cu 2S menjadi
Cu2O. Kemudian Cu2O yang terbentuk segera akan mereduksi Cu2S yang lain membentuk
tembaga.
2Cu2S + 3 O2
2Cu2O + 2SO2
2Cu2O + Cu2S
6Cu + SO2
Dari proses di atas diperoleh tembaga tak murni batangan. Pemurnian selanjutnya dilakukan
dengan elektrolisis yang dapat menghasilkan tembaga 99,95%. Kotoran pada anoda
mengandung Ag, Au, dan Pt.
Sifat-sifat :
Tembaga murni berwarna kuning kemerahan, relatif lunak, mudah dibengkokkan, dapat dibuat
lembaran-lembaran tipis, serta penghantar panas dan listrik yang baik
Memiliki sifat umum logam
Tergolong logam yang kurang aktif
Kegunaan :
Penghantar (kabel) listrik dan komponen elektronika
Peralatan rumah tangga
Paduan logam/aliase : Kuningan (60-82%Cu & 18-40%Zn), Perunggu (70-95%Cu, 1-25%Zn
& 1-18% Sn), Perunggu aluminium (90-98%Cu, 2-8%Al), Perak Jerman (50-60% Cu, 20%
Zn, 20-25% Ni)
Selongsong peluru dan komponen persenjataan yang lain
Dalam persenyawaannya, terusi/ blue vitriol CuSO4.5H2O, digunakan untuk membunuh jamur
(sebagai fungisida)

EMAS (Au)
Dalam keadaan bebas sebagai butiran yang bercampur dengan perak dan tembaga
Pengolahan melalui 3 cara :
Pasir yang mengandung emas dicuci menggunakan pendulang, emas yang BJ nya besar akan
tertinggal dalam pendulang
Emas yang tercampur kotoran dilarutkan dalam air raksa sehingga terbentuk amalgama, untuk
memisahkan emas dari larutannya maka air raksa diuapkan dengan cara destilasi
Bijih emas dilarutkan dalam larutan NaCN selama beberapa hari, kemudian emas diendapkan
dari larutannya dengan menambahkan serbuk seng. Campuran emas dan perak dapat
dipisahkan dengan melarutkan perak dalam asam nitrat.
Sifat-sifat :
Memiliki sifat umum logam
Logam yang lunak, berwarna kuning, logam yang paling dapat ditempa (paling malleable) dan
paling dapat mulur (paling ductile).
Tidak berkarat karena tidak bereaksi dengan oksigen dan tidak terkorosi di udara
Unsur inert (sangat stabil) sehingga disebut logam mulia
Emas tidak larut dalam asam basa tunggal apapun, tetapi larut dalam aqua regia, yaitu larutan
HCl pekat dan HNO3 pekat dengan perbandingan 3 : 1
Au(s) + 3HCl(aq) + HNO3(aq)
HAuCl4(aq) + NO(g) + 2H2O(l)
Emas juga larut dalam larutan natrium sianida dan udara (sumber O2)
Au(s) + 8CN-(aq) + O2(g) + H2O(l)
4 Au(CN)-2(aq) + 4OH-(aq)
Kemurnian emas dinyatakan dengan satuan karat, dimana emas murni berharga 24 karat yang
berisi 100% emas
Kegunaan :
Mata uang
Perhiasan (Emas murni terlalu lunak sehingga dicampur dengan tembaga atau perak atau
logam lain). Emas kuning atau emas merah dibuat dengan dicampur tembaga, emas putih
mengandung paladium, nikel, atau seng.
Komponen listrik kualitas tinggi
Sebagai jaminan moneter
PERAK (Ag)
Sebagian besar ditemukan dalam keadaan bebas sebagai butiran yang biasanya tercampur
dengan emas dan tembaga.
Bijih Perak : Argentit, Ag2S
Pengolahan : Pada umumnya untuk memperolah perak, dilakukan bersama-sama dengan
emas.
Produksi perak pada umumnya diperoleh sebagai hasil sampingan pada pengolahan logam
lain.
Pengolahan perak dari bijihnya sering dilakukan dengan proses yang disebut hidrometallurgi,
yaitu pemisahan suatu logam dari campurannya dengan melarutkannya dalam air sebagai
senyawa kompleks kemudian mengendapkannya sebagai unsur bebas dengan suatu reduktor.
Dengan adanya udara, perak dan semua senyawa perak dapat larut dalam sianida logam alkali
sebagai ion Ag(CN)2- : disianoargetat (I)

Contoh :
4 Ag(s) + 8CN-(aq) + O2 (g) + 2H2O(l)
4Ag(CN)2-(aq) + 4OH-(aq)
4 Ag(s) + 8CN (aq) + O2 (g) + 2H2O(l)
4Ag(CN)2-(aq) + 2 S(s) + 4OH-(aq)
AgCl(s) + 2CN-(aq)
Ag(CN)2-(aq) + Cl-(aq)
Perak kemudian dibebaskan dengan menambahkan seng atau aluminium sebagai reduktor
2Ag(CN)2-(aq) + Zn(s)
2 Ag(s) + Zn(CN)4-(aq)
Sifat-sifat :
Perak murni berwarna putih dan sangat mengilap
Penghantar listrik yang sangat baik (Daya hantar listrik perak jauh lebih baik dibandingkan
tembaga karena hambatan jenis perak jauh lebih kecil dibandingkan tembaga. Akan tetapi,
tembaga lebih banyak digunakan sebab perak lebih mahal daripada tembaga)
Tahan korosi, dan mudah ditempa
Logam yang tidak reaktif dan tidak teroksidasi oleh oksigen di udara
Kegunaan :
Mata uang, medali, perhiasan, barang kerajinan
Fotografi (Senyawa perak, yaitu AgBr dan AgI, digunakan untuk membuat film foto dan
kertas foto karena mudah diuraikan oleh cahaya).
2 AgX + cahaya
2 Ag + X2 (X = Br atau I)
Endapan perak menghitamkan film sehingga menghasilkan film negatif
Bahan penambal gigi
Industri penyepuhan (elektroplating). Logam yang akan disepuh digunakan sebagai katode
(kutub negatif) dan perak sebagai anode (kutub positif), sedangkan elektrolit yang digunakan
adalah NaAg(CN)2
B. UNSUR-UNSUR NON LOGAM DALAM KEHIDUPAN

1. OKSIGEN (O)
Terdapat : - Dalam keadaan bebas di udara (O2) sebesar 20 % volume
Dalam persenyawaan : air (H2O), pasir (SiO2), silika (SiO32-), dan oksida logam lainnya.
b. Pembuatan :
Penguraian Katalitik H2O2
MnO2

2 H2O2(l)
2H2O(l) + O2(g)
Pembuatan gas oksigen dalam laboratorium dapat dilakukan dengan cara memanaskan
senyawa oksidanya, seperti yang dilakukan Priesley.
2 HgO (s)
2Hg (s) + O2(g)
2 KClO3(s)
2KCl(s) + 3O2(g)
Secara alami terbentuk melalui proses fotosintesis
CO2 + H2O
C6H12O6 + O2
Secara komersial, oksigen (bersama dengan nitrogen) dibuat melalui Destilasi Udara Cair.
Proses : udara bersih dimasukkan ke dalam kompresor untuk dicairkan dengan tekanan tinggi,
kemudian udara cair didinginkan dan dilakukan penyaringan untuk menghilangkan CO 2 dan
hidrokarbon yang terdapat didalamnya. Udara cair yang sudah bersih selanjutnya dialirkan ke

dalam kolom destilasi untuk memisahkan Nitrogen, Argon, dan Oksigen. Pemisahan ini
didasarkan pada perbedaan titik didih gas-gas tsb. Titik didih Nitrogen : -195,8 0C, Argon :
-185,70C, Oksigen : -1830C (karena ttk didih nitrogen paling rendah, maka nitrogen akan
menguap lebih dahulu dan ditampung, diikuti dengan argon dan oksigen
Sifat-sifat :
Pada suhu kamar tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, titik didih : -183 0C dan titik beku :
-218,40C. Berupa molekul diatomik
Oksigen tidak terbakar, tetapi merupakan komponen yg diperlukan dalam pembakaran
Pada suhu dan tekanan normal oksigen tidak begitu reaktif, tetapi menjadi sangat reaktif pada
suhu tinggi.
Kelarutan dalam air : 5 ml O2 dapat larut dalam 100 ml air. Oksigen yang larut inilah yang
membuat berbagai organisme hidup dalam air.
Kegunaan :
Pernafasan makhluk hidup
Bersama gas asetilena digunakan untuk memotong dan mengelas logam (baja)
Oksigen cair bersama dengan hidrogen cair digunakan sebagai bahan bakar roket untuk
mendorong pesawat ruang angkasa. Oksigen juga digunakan dalam berbagai industri kimia
untuk mengoksidasi berbagai zat.
Digunakan untuk pembakaran atau reaksi kimia tertentu
Proses pengolahan limbah (aerasi)
Pembuatan ozon (O3)
3 O2(g)
2 O3(g)

2. NITROGEN (N)
Terdapat : - Dalam keadaan bebas di udara sebanyak 78%
- Dalam persenyawaan : Sendawa (KNO3), dan Sendawa Chili (Na2CO3)
b. Pembuatan :
Dalam laboratorium dibuat dengan memanaskan larutan NH4Cl dan larutan NaNO2
NH4Cl(aq) + NaNO2(aq)
NaCl(aq) + 2 H2O(l) + N2(g)
a.

Dapat juga dibuat dengan reaksi :


2NH3 (g) + 3CuO
3Cu(s) + 3H2O(l) + N2(g)
2Cu( s) + 2 NO(g)
2CuO + N2(g)
Secara komersial, nitrogen dibuat bersama-sama dengan oksigen dengan cara destilasi
bertingkat udara cair
c. Sifat-sifat :

Pada suhu kamar, tidak berbau, tidak reaktif, tidak berwarna

Titik didih : -195,80C dan titik leleh : -2100C


Sukar bereaksi karena ikatannya yang kuat (energi ikatannya sangat besar). N2 hanya bereaksi
pada suhu tinggi

d. Kegunaan :
Pengisi bola lampu pijar
Nitrogen cair digunakan sebagai pendingin untuk membuat suhu yang sangat rendah Nitrogen
digunakan untuk melepaskan oksigen (atmosfer inert) untuk berbagai industri yang terganggu
oleh oksigen karena sifat nitrogen yang kurang reaktif. (penyimpanan buah-buahan dan
sayuran sehingga tidak cepat busuk dalam kemasan kaleng, pembuatan larutan injeksi, industri
elektronika yang menginginkan udara tanpa oksigen, penyimpanan produk yang mudah
terbakar).
Bahan baku pembuatan amoniak (Proses Haber-Bosch)
N2(s) + 2H2(g)
2NH3(g)
Dalam persenyawaan :
Amonia (NH3) : gas yang tidak berwarna, berbau merangsang, dan mudah mencair, titik didih
330C dan titik beku 780C.
Digunakan untuk : pembuatan pupuk urea
dan ZA (zwavel
amonia)

, pembuatan NH4Cl pada baterai, pembuatan asam nitrat (HNO 3)

pendingin dalam pabrik es, pembuatan hidrasin (N2H4) yang digunakan sebagai bahan bakar
roket, sebagai bahan dasar pembuatan : (bahan peledak, kertas, plastik, dan detergen).
HNO3
Pembuatan asam nitrat dengan proses Oswald.
4NH3(g) + 5 O2(g)
4NO)g) + 6H2O(g)

2NO(g) + O2(g)
2NO2 (g)
4NO2(g) + O2(g) + 2H2O(l)
4HNO3(g)
HNO3 digunakan untuk pembuatan pupuk amonium nitrat (NH 4NO3), bahan peledak seperti
(TNT /trinitrotoluena, nitrogliserin dan nitroselulosa), sebagai nitrasi senyawa organik yang
digunakan untuk produksi zat warna, obat-obatan, pestisida, dan detergen.
Siklus nitrogen
Senyawa organik yang khas dari nitrogen adalah protein. Nitrogen masuk ke dalam rantai
makanan melalui tumbuhan. Tumbuhan umumnya memperoleh nitrogen dari dalam tanah
berupa mineral yang larut dalam air, yaitu nitrat dan amonium. Hanya tumbuhan polongpolongan (legum) yang dapat mengikat nitrogen dari udara berkat bantuan sejenis bakteri yang
terdapat pada bintil akar tumbuhan tersebut. Nitrogen dalam tanah berasal dari fikasasi
nitrogen atmosfer atau dari hasil perombakan senyawa nitrogen organik (sisa organisme) oleh
kerja bakteri. Fiksasi nitrogen terjadi menurut dua jalur, yaitu karena pengaruh petir dan
bakteri. Petir dapat melangsungkan reaksi nitrogen dengan oksigen membentuk nitrogen
monoksida (NO)
N2(g) + O2(g)
2NO(g)

NO tersebut teroksidasi lebih lanjut membentuk nitrogen dioksida. Nitrogen dioksida dalam air
hujan membentuk asam nitrat.
2NO(g) + O2(g)
2NO2(g)
3NO2(g) + H2O(g)
2HNO3(g) + NO(g)
KARBON (C)
Terdapat : dalam senyawa organik, anorganik, dan dalam keadaan bebas
Pengolahan : Karbon yang paling murni diperoleh melalui pemanasan gula pasir (sukrosa)
tanpa udara
C12H22O11(s)
12C(s) + 11H2O(g)
Sifat-sifat & kegunaan :
Karbon ditemukan dalam bentuk Allotropi yaitu Intan (kristal karbon dengan struktur
tetrahedral, bersifat isolator, titik leleh sangat tinggi, digunakan untuk perhiasan dan alat
pemotong kaca, pengebor, pengasah). Intan buatan dibuat dari grafit melalui pemanasan pada
suhu sekitar 30000C dan tekanan sekitar 125.000 atm. Grafit (kristal karbon dengan pola
berlapis-lapis dan berbentuk heksagonal yang simetri, bersifat konduktor, digunakan untuk
elektrode batu baterai, pelumas, dan inti pensil yang merupakan campuran grafit dengan tanah
liat).
Serta dalam bentuk Amorf (bersifat lebih rapuh), yaitu Batubara (terbentuk dari fosilisasi
tumbuhan, digunakan sebagai bahan bakar dan bahan baku untuk pembuatan senyawa
hidrokarbon dengan proses gasifikasi batu bara.
Batubara
C(s) + CH4(g)

C(s) + H2O(g)
CO(g)+ H2(g)
CO(g) + 3H2(g)
CH4(g)+ H2O(g)
C(s) + 2H2(g)
CH4(g)
Kokas (di buat dari pemanasan batubara pada suhu tinggi tanpa udara/ destilasi destruktif)
digunakan sebagai reduktor pada pengolahan berbagai jenis logam seperti besi, timah dan
nikel, Arang (dibuat dari kayu atau serbuk gergaji dengan pemanasan
pada suhu tinggi tanpa udara), arang merupakan kristal halus dengan struktur seperti grafit.
Ruang antarlapisan atom dalam arang yang dibubuk halus dapat menyerap (mengadsorpsi)
atom atau molekul lain sehingga zat itu mempunyai daya adsorpsi yang besar. digunakan untuk
mengadsorpsi zat warna dan bahan polutan lainnya pada pengolahan air, adsorpsi zat warna
yang terdapat dalam air tebu pada pengolahan gula, sebagai obat sakit perut atau
keracunan. Karbon hitam (merupakan jelaga yang dibuat dari pembakaran hidrokarbon dengan
oksigen yang terbatas) digunakan untuk vulkanisai karet pada industri ban, dan sebagai pigmen
warna hitam, tinta cetak.

Karbon dalam persenyawaan :


CO (karbon monoksida) : gas yang sangat beracun karena dapat mengikat hemoglobin dalam
darah sehingga menghalangi fungsi utama hemoglobin sebagai pengangkut oksigen, terbentuk
pada pembakaran tak sempurna bahan bakar yang mengandung karbon seperti kayu dan
bensin, karena sifatnya yang dapat terbakar dan menghasilkan panas, maka gas ini digunakan
sebagai bahan bakar gas, sebagai reduktor pada pengolahan logam, membuat metanol.

CO2 (karbon dioksida) : gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, tidak beracun, tetapi dapat
mengusir oksigen sehingga jika kadarnya terlalu besar (10-20% volume) dapat membuat orang
pingsan dan mengganggu pernafasan, terbentuk pada pembakaran sempurna bahan bakar yang
mengandung karbon dan dari pernapasan makhluk hidup, digunakan untuk membuat es kering
(dry ice) yaitu CO2 padat yang digunakan sebagai pendingin, untuk memadamkan kebakaran
(tabung pemadam kebakaran berisi CO2 cair dengan tekanan 60 atm. Jika katupnya dilepas
maka CO2 cair akan langsung menjadi gas dan menghalangi oksigen masuk kelokasi yang
sedang terbakar sehingga api padam), untuk minuman bersoda.
NaHCO3 (natrium hidrogen karbonat) disebut juga natrium bikarbonat yang dalam sehari-hari
disebut soda kue yang digunakan sebagai pengembang adonan, digunakan sebagai bahan
pembuat kaca, bahan pembuat natrium silikat yang digunakan untuk pembuatan kertas,
proteksi logam, dan detergen, serta untuk menghilangkan kesadahan air
POSFORUS (P)
a. Terdapat sebagai fosfat dalam berbagai mineral. Mineral terpenting adalah fluoroapatit /
2
Ca3(PO4).CaF2
b. Pengolahan :
Unsur fosfor diproduksi dari batuan fosfat dengan dipanaskan bersama-sama silika dan kokas
dalam tanur listrik
2 Ca3(PO4)2(s) + 10 C(s) + 6 SiO2(s)
6CaSiO3(l) + 10 CO(g) + P4(g)
Fosfor yg terbentuk adalah fosfor putih, kemudian terkondensasi dan akhirnya terkumpul di
bawah air sebagai padatan
c. Sifat-sifat :
Pada suhu biasa fosfor mempunyai beberapa bentuk allotropi, yaitu fosfor putih, fosfor merah,
dan fosfor hitam
Fosfor putih bersifat lunak (berwujud padat seperti lilin), titik leleh rendah (44,1 0C), sangat
reaktif (menyala spontan bila bersinggungan dengan udara), tidak larut dalam air, larut dalam
CS2, sangat beracun, bahan fosforesen yang berpendar dalam gelap. Jika fosfor putih
dipanaskan sampai 4000C akan berubah menjadi fosfor merah
Fosfor merah merupakan serbuk merah coklat (padat), kurang reaktif, dan relatif tidak beracun
Fosfor hitam, bentuknya paling stabil, terbentuk dari fosfor putih melalui pemanasan dengan
katalis Hg pada tekanan tinggi. Mempunyai struktur kristal berlapis seperti grafit, tetapi
lapisan-lapisannya terikat kuat. Bersifat semikonduktor
Kegunaan :
Sebagian besar fosfor putih digunakan untuk pembuatan asam fosfat (fosforus putih
direaksikan dengan udara berlebihan, lalu disiram dengan air)
P4(s) + 5O2(g)
P4O10
O10 + 6 H2O(l)
4H3PO4(aq)
Fosfor merah digunakan untuk pembuatan korek api
Digunakan untuk menjadi pupuk
Fosfor termasuk unsur makro, yaitu unsur yang diperlukan tumbuhan dalam jumlah yang
cukup banyak. Sementara itu fosfor di alam terutama terdapat sebagai batuan fosfat yang tidak
larut dalam air sehingga tidak diserap oleh tumbuhan. Oleh karena itu batuan fosfat direaksikan

dengan asam sulfat atau asam fosfat, dimana batuan fosfat di ubah menjadi kalsium
hidrogenfosfat atau kalsium fosfat primer Ca(H2PO4)2 yang
Jika ada amilum, maka ketika larutan dipanaskan dan ditambah iodin akan menjadi biru
Larut dalam air.
Ca3(PO4)2 + 2H2SO4
2CaSO4 + Ca(H2PO4)2
Ca3(PO4)2 + 4H3PO4
3Ca(H2PO4)2
Pupuk yang mengandung Ca(H2PO4)2 dan CaSO4 disebut pupuk superfosfat karena mudah larut
dalam air. Pupuk TSP (tripel super fosfat) yang mempunyai kadar fosfat tinggi dibuat dengan
cara menambahkan asam fosfat ke dalam gerusan batuan fosfat Ca3(PO4)2. Juga ada pupuk
campuran fosfat dan nitrogen yang dikenal sebagai pupuk nitrofos, yaitu :
Ca(H2PO4)2 + Ca(NO3)2
Senyawanya : Natrium Tri Poli Fosfat (STTP), Na 5P3O10 digunakan sebagai bahan penunjang
dalam detergen, yaitu untuk mengikat ion kalsium/ magnesium dari air sadah sehingga tidak
mengganggu (tidak mengendapkan) deterjen.

Pembuatan aliase logam (perunggu tertentu)

Campuran untuk bom asap

Racun serangga (pestisida)


IODIN (I)
a. Pengolahan : Reduksi natrium iodat (NaIO3), yang terdapat dalam sendawa chili (NaNO3).
Sebagai reduktor digunakan natrium bisulfit (NaHSO3)
2NaIO3(aq) + 5NaHSO3(aq)
I2(aq) + 3NaHSO4(aq) + 2Na2SO4(aq) + H2O(l)
Iodin yang terbentuk dimurnikan dengan cara sublimasi.
Sifat-sifat :
Unsur nonlogam (golongan VII A)
Tidak dijumpai dalam keadaan bebas di alam. Iodin terdapat dalam sendawa chili NaNO 3 yang
mengandung NaIO3 (natrium iodat)
Pada suhu kamar berwujud padat berwarna hitam, mudah menyublim
Berbentuk molekul diatomik
Uap iodin berwarna ungu (Iodin berasal dari bahasa Yunani, iodes yang artinya ungu)
Larut dalam alkohol disebut Iodin tinktur
c. Kegunaan :
Sebagai antiseptik, seperti iodium tinktur (I2 dalam alkohol)
Mencegah penyakit gondok. Untuk itu ke dalam garam dapur (NaCl) ditambah
NaIO3
Sebagai indikator, untuk menguji apakah ada amilum dalam suatu larutan (campuran).
Jika ada amilum, maka ketika larutan dipanaskan dan ditambah iodin akan menjadi biru
AgI untuk fotografi