Anda di halaman 1dari 2

Cara Menjadi Pembicara yang Efektif

Bicara di depan umum adalah hal yang menyeramkan, apalagi jika Anda belum berpengalaman dan/atau akan bicara di panggung yang sama dengan orang yang
Anda kagumi. Lantas, bagaimana agar Anda bisa menghilangkan rasa panik dan gugup dan bicara di depan umum dengan tenang dan percaya diri? Cara terbaik
tentunya dengan memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi. Tapi ada beberapa cara lain yang bisa membantu Anda menjadi lebih percaya diri meskipun Anda
belum begitu berpengalaman.
#PREPARATION
1. Cari tahu siapa peserta atau hadirinnya. Mengetahui siapa yang akan
duduk mendengarkan Anda mulai dari umurnya, tingkat pengetahuannya,
dan jumlah yang akan datang akan sangat membantu Anda dalam
mempersiapkan apa yang akan Anda bawakan. Jika Anda tahu apa yang
dicari atau ingin didengarkan oleh para hadirin ini, maka persiapan Anda
akan lebih mudah dan efektif lagi.
2. Cari tahu tingkat wawasan dan pengetahuan peserta atau hadirin
Anda.Meskipun topiknya sama, isi pidato atau materi Anda akan berbeda
tergantung seberapa ahli peserta Anda dalam topik tersebut. Anda tidak
mungkin memberikan materi yang terlalu rumit dan dalam jika peserta
Anda adalah pemula dalam topik yang Anda bawakan. Sebaliknya, Anda
mungkin harus melakukan riset jika peserta yang Anda hadapi adalah para
ahli dan memastikan bahwa apa yang akan Anda sampaikan bukanlah hal
yang mereka sudah ketahui.
3. Sesuaikan nada bicara Anda dengan jumlah peserta atau
hadirinnya. Jika pesertanya berjumlah banyak (50 orang atau lebih), maka
Anda perlu membawa materi Anda dengan lebih formal. Jika pesertanya
tidak terlalu banyak, Anda bisa sedikit lebih interaktif seperti melempar
pertanyaan.
4. Pastikan Anda siap beradaptasi jika kondisi sebenarnya ternyata
berbeda dengan yang Anda kira. Misalnya, jika awalnya Anda mengira
peserta Anda akan terdiri dari 50 sampai 70 orang yang cukup ahli tentang
topik yang Anda bawakan, namun karena satu dan lain hal Anda harus bisa
membawakan materi Anda degan sedikit santai dan tidak terlalu rumit,
maka Anda harus bisa menyesuaikan diri, baik dari materi maupun
penyampaian Anda.
5. Lakukan riset. Semakin bagus persiapan materi Anda, semain bagus
penampilan Anda nantinya. Jadi, lakukanlah persiapan sebaik mungkin.
Pastikan semua fakta dan informasi yang Anda sajikan di materi Anda
akurat, serta pastikan Anda tahu bagaimana Anda harus membawakannya,
serta latihan.
Untuk pemula, Anda mungkin merasa perlu menulis apa yang Anda katakan
kata per kata untuk naskah Anda (lalu mencoba membawakannya senatural
mungkin). Tapi seiring pengalaman, Anda hanya perlu kertas kecil berisi
kata-kata kunci hanya untuk berjaga-jaga jika Anda lupa apa yang akan
Anda katakan berikutnya.
6. Review materi Anda dan prediksi pertanyaan yang akan
muncul. Periksa kembali materi Anda, apakah ada lubang dan/atau
beberapa hal yang kurang jelas yang mungkin akan menjadi pertanyaan?

7.

8.

9.

Jika ada, perbaiki materi Anda jika memang diperbaiki, atau pastikan Anda
tahu jawaban dari pertanyaan tersebut, untuk berjaga-jaga jika pertanyaan
tersebut betul-betul muncul nantinya.
Jika Anda menjumpai pertanyaan yang tidak bisa Anda jawab, akui
bahwa Anda tidak tahu. Akan lebih baik untuk mengakui bahwa Anda
tidak bisa menjawab pertanyaan seseorang daripada membuat jawaban
yang mengada-ada dan memberi informasi yang salah. Lagipula, Anda bisa
menutupi ketidaktahuan Anda dengan kalimat seperti saya belum mencari
tahu tentang itu, atau pertanyaan/pemikiran bagus, saya belum berpikir
sampai ke situ.
Ukur durasi bicara Anda. Anda pasti diberi batas waktu untuk
membawakan materi Anda. Jadi manfaatkan waktu tersebut sebaik-baiknya.
Jangan menyiapkan materi yang terlalu sedikit atau bicara terlalu cepat
sehingga Anda selesai bicara jauh sebelum batas waktu yang diberikan. Tapi
jangan juga menyampaikan terlalu banyak hal sehingga Anda melewati
batas waktu yang diberikan. Terlalu cepat bisa saja membuat materi Anda
mudah dilupakan, sedangkan terlalu lama dari waktu yang ditentukan akan
membuat peserta Anda merasa jenuh.
Latihan. Persiapan paling penting tentunya latihan. Pastikan Anda latihan
dengan serius, lalu review sendiri penampilan Anda, baik dari materi,
penyampaian, maupun durasi.

# EXECUTION
1. Tentukan gaya pembawaan Anda. Di luar sana ada banyak contoh
pembicara yang gayanya bisa Anda tiru. Tapi bagaimanapun, Anda harus
memiliki gaya penyampaian yang sesuai dan natural dari diri sendiri. Jangan
memaksakan gaya penyampaian tertentu jika Anda memang tidak cocok.
2. Sampaikan materi Anda dengan gaya dan persona Anda. Jika Anda
memang biasanya tidak pernah bercanda, jangan memaksa untuk bercanda
(yang nantinya malah tidak lucu). Sekali lagi, gunakan gaya dan persona
yang cocok dengan Anda asalkan sesuai dengan jenis acaranya.
3. Pastikan penyampaian Anda jelas dan ringkas. Sebagus apapun
materi yang Anda bawakan, jika cara bicara Anda tidak jelas, maka peserta
Anda tidak akan paham. Selain itu, jangan sampai Anda terlalu bertele-tele
membawakan materi Anda.
4. Seiring pengalaman, cobalah cara atau metode baru. Metode baru ini
mulai dari cara penyampaian sampai menyiapkan materi dan naskah.

5.

Dengan mencoba berbagai hal, Anda nantinya akan tahu bagaimana cara
terbaik bagi Anda untuk menyiapkan dan membawakan sebuah materi.
Baca kembali materi Anda sebelum naik ke panggung dan
membawakannya. Ini akan membuat materi tersebut tetap segar

tersimpan di kepala Anda sehingga Anda tidak perlu lagi melihat naskah
Anda. Selain itu, ingat bahwa Andalah yang paling tahu apa yang akan Anda
sampaikan, jadi jika Anda melewatkan sesuatu, tidak akan ada yang tahu.