Anda di halaman 1dari 22

BAB 6

TABULASI DATA

No

Tegangan
Sistem (V)

Setting

Setting

Setting

Keterangan

tegangan histerisis delay time delay


relay (%)
30

(%)

1
20
2

Setting

189

20
10

100

time (s)
10

Trip (1,8 detik)

Trip (0,5 detik)

1
10

Trip (0,01 detik)


*

Trip (0,01 detik)

1
10

Trip (0,01 detik)


*

Trip (0,1 detik)

Trip (0,1 detik)

*langsung trip sebelum dihubungkan dengan sumber beban

LEMBARAN PENGAMATAN

RETNO ANJASARI - 1101024023

Praktikum yang dilakukan oleh praktikan kali ini bertujuan untuk


mengetahui karakteristik dari relay OVR UVR. OVR UVR ini merupakan relay
yang bekerja berdasarkan tegangan. OVR (over voltage relay) akan bekerja
apabila tegangan sistem melebihi nilai tegangan nominal atau tegangan
settingannya. UVR (under voltage relay) akan bekerja apabila tegangan sistem
lebih kecil dari tegangan nominal atau tegangan setting. Lamanya relai ini bekerja
tergantung dari settingan time delay pada relay.
Setting relay yang diberikan adalah
<10 % dari tegangan nominal (Un)
>5 % dari tegangan nominal (Un)
Pada saat praktikum dicari nilai setting tegangan (dalam persen %) untuk
relay. Kemudian dilakukan pengaturan terhadap nilai histerisis, besar time delay
dalam persen dan besar time delay dalam sekon.
Percobaan yang dilakukan merupakan percobaan 3 fasa dengan motor
sebagai bebannya. Untuk beban 3 fasa dan beban 1 fasa digunakan OVR UVR
yang sama hanya saja cara merangkainya yang berbeda. Untuk percobaan 3 fasa
ini digunakan terminal B3 dan C. Dua buah fasa dihubungkan pada terminal ini
seperti fasa R dan S, sedangkan untuk percobaan 1 fasa hanya digunakan 1
terminal saja yaitu terminal B2 saja.
Berikut adalah prinsip kerja dari relay OVR UVR. Azas kerja OVR yang
banyak digunakan adalah :
1.
2.

Elekto mekanik (Induksi Piringan)


Elektro Statik

Kedua azas kerja tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :


1. Azas Elektomekanik(Induksi Piringan)

RETNO ANJASARI - 1101024023

Type induksi piringan terdiri dari inti bentuk E , piringan yang membawa
kotak dan pegas. Kaki tengah inti E di beri kumparan Utama dan settingan trafo
untuk settingan tegangan (Plug setting). Pada kaki kiri di beri kumparan lagging
(kumparan Lagging) , dimana koil ini akan menimbulkan torsi pada piringan.
Tegangan yang di pasang pada rele akan mengakibatkan arus pada kumparan
utama dan bilamana akan berputar serta menutupi kontaknya.
2. Azas Elektronika/static terdiri dari :
- Rangkaian Peubah Tegangan AC menjadi DC
- Rangkaian Setting
- Level Detector yang membandingkan tegangan input dengan tegangan
reverensi.
Bila Vin > Vref maka akan muncul Vout, dan bila Vout akan mengerjakan Rele RL
untuk menutup kontaknya.

Untuk rele tegangan dengan penundaan waktu, maka pada rangkaian tersebut
dapat ditambahkan dengan Timer.

RETNO ANJASARI - 1101024023

BAB 7
ANALISA

A. ANALISA RANGKAIAN

RETNO ANJASARI - 1101024023

Pada praktikum kali ini praktikan melakukan percobaan untuk mengetahui


karakteristik dari OVR dan UVR. Praktikan harus mengetahui karakteristik dari
OVR dan UVR untuk menentukan besar setting tegangan dan waktu pada relay
tersebut.
Untuk itu praktikan merangkai rangkaian percobaan yang terdiri atas power
supply 3 fasa, MCB 3 fasa, kontaktor, OVR UVR, lampu pijar sebagai indikator
dan motor induksi 3 fasa serta alat ukur berupa amperemeter, voltmeter dan
stopwatch. Alat ukur yang terpasang digunakan untuk mendapatkan data sesuai
dengan parameter yang ada pada tabel.
Rangkaian pada percobaan ini hanya satu jenis saja, yaitu rangkaian OVR
dan UVR 3 fasa. Untuk percobaan satu fasa tidak dilakukan. Rangkaian satu fasa
dengan tiga fasa berbeda, selain pada beban dan sumber yang digunakan,
rangkaian pada OVR dan UVRnya pun juga berbeda.
Komponen utama untuk rangkaian ini adalah OVR dan UVR. Under Voltage
Relay (UVR) adalah rele yang bekerja dengan menggunakan tegangan sebagai
besaran ukur. Under Voltage Relay (UVR) berfungsi sebagai pendeteksi apabila
terjadinya turun tegangan dibawah tegangan nominal yang ditentukan dengan
membandingkan nilai setting dengan pengukuran tegangan dari fasa ke fasa atau
fasa ke netral dan dengan jangka waktu yang telah ditentukan.
Rele ini akan bekerja jika mendeteksi adanya penurunan tegangan
melampaui batas yang telah ditetapkan. Untuk waktu yang relatif lama tegangan
turun adalah lebih kecil dari 5% dari tegangan nominal dan dalam jangka waktu
jam beberapa peralatn yang beroperasi dengan tegangan di bawah 10% akan
mengalami penurunan efisiensi.
OVR merupakan Over Voltage Relay, pada OVR rating tegangan (tegangan
nominal) yang digunakan adalah batas maksimum karena Rele Tegangan Lebih

RETNO ANJASARI - 1101024023

(Over Voltage Relay) bekerja berdasarkan kenaikan tegangan mencapai/melebihi


nilai settingan OVR .
Pada rangkaian ini motor induksi 3 fasa dijadikan sebagai beban dan
peralatan yang akan dilindungi. Untuk rangkian relai, terdiri dari dua jenis
rangkaian, pertama yaitu rangkaian yang berfungsi untuk sensor atau elemen
sensor. Elemen sensor ini berfungsi memberi respon adanya perubahan-perubahan
yang berarti adanya gangguan seperti perubahan tegangan. Yang kedua adalah
rangkaian elemen pemutus. Elemen ini berfungsi untuk menghubungkan atau
memutuskan hubungan antara supply dan beban. Jadi sumber yang digunakan
oleh relai UVR dan OVR ini ada dua, pertama sumber tegangan untuk rangkaian
sensor dan sumber tegangan untuk rangkaian pemutus.
Rangkaian pada OVR UVR untuk elemen pemutus berasal dari tegangan
AC 1 fasa yang diambil langsung dari jala-jala PLN. Fasa dihubungkan dengan
A1 dan netral dihubungkan dengan A2. Kemudian pada rele ini terdapat dua anak
kontak, masing-masing anak kontak mempunyai keluaran NO dan NC. Anak
kontak ini merupakan anak kontak 15 dan 25. Dua buah anak kontak ini praktikan
gunakan. Pertama anak kontak 15 dihubungkan dengan fasa pada sumber,
kemudian keluarannya yaitu NO 18 dan NC 16 dihubungkan ke dua buah lampu
pijar 100W yang berfungsi sebagai indikator dari bekerja atau tidaknya relay.
Kemudian anak kontak 25 digunakan untuk mengaktifkan kontaktor. Anak kontak
25 dihubungkan dengan fasa pada sumber kemudian disini dipakan hanya anak
kontak NC 26. Anak kontak NC 26 ini menjadi masukan bagi kontaktor yaitu A1.
Kontaktor mengambil netral pada sumber dan dihubungkan ke A2. Nantiya relai
ini akan menghubungkan kontaktor dengan rangkaian, apabila relay bekerja maka
relay akan memutus rangkaian melalui kontaktor.
Kemudian untuk rangkaian beban, dari sumber tegangan tiga fasa, rangkaian
dihubungkan ke MCB 3 fasa. Keluaran dari MCB masuk ke kontaktor. Keluaran
dari MCB ini juga masuk ke OVR UVR dengan ketentuan salah satu fasa
dihubungkan ke anak kontak B3 dan fasa yang lain dihubungkan dengan anak

RETNO ANJASARI - 1101024023

kontak C. Disini relai berfungsi sebagai elemen sensor. Tegangan sistem yang
masuk ke relai akan dibaca dan disensor apakah terjadi undervoltage atau
overvoltage.

Prinsip kerja rangkaian:


Pada rangkaian ini akan dilihat perilaku rele terhdap keadaan tegangan
lebih dan tegangan kurang untuk setting-setting yang berbeda dan mengukur
penundaan (keterlambatan) waktu operasi, pengaturan waktu operasi dan
konsumsi daya. Rele tegangan lebih adalah rele yang bekerja untuk mendeteksi
keadaan tegangan lebih. Apabila tegangan yang dikenakan kepada rele lebih besar
dari nilai nominalnya (settingnya) dan berlangsung dalam waktu yang melampaui
batas waktu tertentu (lebih besar dari setting waktunya), maka rele tegangan lebih
akan beroperasi atau bekerja. Demikian juga halnya dengan rele tegangan kurang,
yaitu bahwa rele akan beroperasi apabila tegangan yang dikenakkan kepadanya
kurang dari nilai tertentu (sesuai settingnya) dan berlangsung melampaui batas
waktu tertentu (setting waktunya) maka rele tegangan kurang akan beroperasi.
Rele tegangan lebih dan rele tegangan kurang yang digunakan dalam praktikum
ini adalah rele jenis statis. Rele ini adalah didisain untukk bekerja sebagai sebuah
kombinasi rele tegangan lebih dan rele tegangan kurang tipe time lag untuk
memonitoring sistem jaringan tiga fasa 380 volt. Nilai-nilai tegangan operasi dari
rele dapat diatur bervariasi dengan range 0.7 hingga 0.95 Un untuk menentukkan
tegangan-tegangan kurang dan dengan range 1.05 hingga 1.3 Un untuk
menentukkan tegangan-tegangan lebih. Rele ini adalah dilengkapi dengan
komponen waktu tunda yang mana dapat disetting dalam range 0.5 detik hingga 5
detik. Rele ini mempunyai dua terminal keluaran yang bekerja secara terpisah.
Pada relay ini terdapat lampu indikator merah dan hijau.
1. Indikator merah menunjukkan keadaan tegangan lebih dan menunjukkan
keadaan tegangan kurang. Artinya dalam kondisi ini relay sedang bekerja
memutus rangkaian.

RETNO ANJASARI - 1101024023

2. Indikator hijau menunjukkan kondisi operasi dari relai.


Setelah melakukan pengaturan tegangan, waktu dihitung dengan menggunakan
stopwatch, setelah itu stopwatch dimatikan saat relay bekerja dan indikator
menyala. Hasill pengukuran ini dimasukkan ke dalam tabel. percobaan dilakukan
untuk kondisi undervoltage dan overvoltage.

Gambar. Diagram rangkaian OVR UVR

RETNO ANJASARI - 1101024023

Pada saat pengambilan data, dilakukan pengaturan terhadap relay. Terdapat 4


parameter yang harus diatur yaitu:
1.
2.
3.
4.

Setting range dari nilai overvoltage dan undervoltage


Setting histerisis yang digunakan yaitu dari 5 30%
Setting time delay dalam % dari setting range nilai maksimum
Setting time delay dalam sekon yaitu dari 1-30 s.

RETNO ANJASARI - 1101024023

B. ANALISA DATA

Setelah melakukan praktikum tentang Karakteristik OVR UVR ini


didapatkan data yang diperlukan untuk mengetahui karakteristik dari relay
tersebut. Data yang telah praktikan didapatkan dilampirkan pada bagian tabulasi
data dalam laporan ini.
OVR UVR yang digunakan untuk memonitoring sistem jaringan tiga fasa
380 volt. Jadi relay ini dikhususkan untuk tegangan sistem 380 V. Pada praktikum
yang praktikan lakukan, terjadi kesalahan. Hal ini dikarenakan tegangan pada
power supply tidak bisa mencapai 380 V.
Data yang praktikum cari didapatkan dengan cara mengatur harga settingan
tegangan lebih, harga settingan tegangan kurang dan waktu tunda. Settingan ini
dilakukan dengan mengatur angka-angka pada OVR UVR.
Setting untuk tegangan lebih adalah +5% sementara untuk tegangan kurang
adalah sebesar -10%. Dengan mencari hasil perhitungan, nilai ini diatur pada
power supply. Kemudian dilakukan pengaturan terhadap delay waktu, delay
waktu ini berkisar antara 1-30 s.
Berdasarkan parameter tersebut, dilakukan pengambilan data waktu kerja
dari OVR UVR. Berdasarkan data yang praktikan dapatkan (mengacu pada
tabulasi data), maka dapat diketahui beberapa hal, yaitu:

OVR UVR merupakan relay yang bekerja berdasarkan tegangan.


OVR atau overvoltage relay akan bekerja apabila tegangan pada siste
melebihi tegangan nominal (tegangan setting) pada relay. Relay akan

bekerja sesuai dengan settingan waktu yang ada.


UVR atau undervoltage relay akan bekerja apabila tegangan pada sistem
kuran dari tegangan nominal (tegangan setting) pada relay. Relay akan

bekerja sesuai dengan settingan waktu.


Besarnya setting relay yaitu

RETNO ANJASARI - 1101024023

<10 % x Un
>5% x Un
Apabila tegangan lebih besar dari setting tegangan overload maka output
relay akan bekerja dengan atau tanpa delay time berdasarkan pada
settingan yang telah diatur. Apabila tegangan bernilai rendah dari
tegangan overvoltage, berdasarkan pada setting histerisis, relay secara

otomatis akan kembali normal atau akan hidup kembali.


Pada keadaan undervoltage apabila tegangan lebih kecil dari settingan
tegangan undervoltage, maka relay output akan bekerja dengan atau
tanpa delay time, sesuai dengan settingan pada alat. Kemudian saat
tegangan kembali pada tegangan normal, berdasarkan pada pengaturan
histerisis, relay akan secara otomatis normal kembali atau hidup

kembali.
Pada relay, dilakukan 4 buah pengaturan pada nilai parameter yang ada,
yaitu pengaturan nilai tegangan over dan undervoltage, pengaturan nilai
histerisis, pengaturan persen dari time delay dan pengaturan besar time

delay.
Setalah

dilakukan

pengaturan

terhadap

range

nilai

over

dan

undervoltage, pada saat diberi nilai yang lebih besar dari settingan, maka
OVR akan bekerja dan lampu merah akan menyala. Berarti pada kondisi

ini OVR bekerja memutus rangkaian.


Pada saat diberikan tegangan yang lebih rendah dari range undervoltage
maka UVR akan bekerja memutus rangkaian dan indikator lampu merah

menyala.
Lamanya waktu yang diperlukan oleh OVR dan UVR untuk bekerja
bergantung pada settingan time delay yang telah diatur sebelumnya.
Semakin besar setting delay maka waktu kerja Ovr UVR akan semakin

lama dan sebaliknya.


OVR UVR akan kembali normal apabila tegangan sudah dalam nilai

range tegangan nominal.


C. ANALISA PERBANDINGAN

RETNO ANJASARI - 1101024023

Pada analisa ini akan dibandingkan teori yang ada dengan data yang
praktikkan dapatkan untuk memastikan bahwa praktikum yang praktikan lakukan
benar.
Pertama, dilihat dari hasil data yang praktikan dapatkan terjadi kesalahan
dalam pemberian nilai tegangan sistem. Pada alat atau relay OVR UVR tertera
besar tegangan kerja yang diberikan adalah sebesar 300-500V. Hal ini terlihat
pada gambar berikut:

Besar tegangan
kerja

Pada saat praktikum, tegangan yang praktikan berikan dibawah nilai


tersebut yaitu sebesar 189 Volt. Seharusnya besar tegangan yang praktikan berikan
adalah tegangan kerja 380 V. Hal ini dikarenakan karena power supply yang
digunakan tidak dapat mencapai angka nominal 380 V.
Kemudian untuk perhitungan data, seharusnya dilakukan seperti ini:
Untuk tegangan kerja 380 V, pada keadaan overvoltage tegangan yang
dibolehkan adalah >5%. Sehingga dilakukan pengaturan terhadap rangakian:

Un = 380 V
U1= 380 + 5% .380
= 380 + 19

RETNO ANJASARI - 1101024023

= 399 V

Besar pengaturan pada relay

399 100
380

= 105 %

Un = 380 V
U1 = 380 + 7% .380
= 380 + 26,6
= 406,6 V

Besar pengaturan pada relay

406,6 100
380

= 107 %

Untuk kondisi undervoltage, tegangan yang diperbolehkan adalah


sebesar Un-10%. Sehingga dilakukan perhitungan terhadap rangkaian:
Un = 380 V
U1 = 380 10% .380
= 380 38
= 342 V

Besar pengaturan pada relay

342 100
380

= 90 %

Un = 380 V
U1 = 380 5% .380
= 380 19
= 361 V

Besar pengaturan pada relay

RETNO ANJASARI - 1101024023

361 100
380

= 95 %
Kemudian dilakukan pengaturan terhadap besar histerisis, histerisis yang
digunakan biasanya adalah 20%. Setalah itu dilakukan pengaturan terhadap persen
delay time dan delay time. Delay time yang praktikan gunakan bervariasi yaitu
sebesar 1 s, 3 s dan 10 s.
Secara teori, dengan pengaturan seperti di atas, jika kita berikan tegangan
yang melebihi dari tegangan overvoltage, maka OVR akan bekerja setelah sekian
detik untuk memutuskan rangkaian, begitu juga halnya dengan UVR. Saat
diberikan tegangan dengan harga nominal maka UVR OVR akan kembali normal
secara otomatis.
Pada saat praktikum praktikan menggunakan besar tegangan 189 V dan
persen tegangan settingan 30%, 20%, dan 10%. Pengaturan ini praktikkan
dapatkan tanpa melakukan perhitungan. Sehingga data yang praktikan peroleh
dapat dikatakan salah. Tetapi jika dilihat dari data tersebut, akan terlihat kerja dari
OVR UVR, apabila diberikan tegangan yang diberikan melebihi dari nilai
tegangan setting alat maka relai tersebut akan bekerja. Pada saat diberikan
tegangan yang lebih rendah relai tidak bekerja. Jadi pada saat praktikum relai
akan bekerja pada saat satu kondisi saja yaitu kondisi overvoltage.
Selain itu didapatkan dari data praktikum, besarnya setting time delay
berpengaruh pada waktu kerja relai. Semakin besar waktu setting maka semakin
lama pula relai akan bekerja dan semakin kecil waktu setting maka semakin cepat
pula relai akan bekerja.

D. ANALISA RELEVANSI

RETNO ANJASARI - 1101024023

Untuk meningkatkan kualitas daya listrik, perlu dilakukan pengurangan


berbagai permasalahan yang menyebabkan buruknya kualitas daya listrik.
Beberapa dari permasalahn tersebut adalah undervoltage dan overvoltage.
Undervoltage dan overvoltage termasuk ke dalam long duration, dimana
waktu kejadiannya adalah lama. Penyebab terjadinya undervoltage adalah karena
pengkawatan pada sistem yang kurang baik dan pembebanan yang berlebih pada
sistem (overloaded). Sedangkan penyebab terjadinya overvoltage adalah karena
seting tap transformator yang kurang sesuai dan pembebanan yang kurang pada
sistem (underloaded). Selain itu dapat disebabkan oleh AVR (automatic Voltage
Regulator) yang rusak.
Akibat dari undervoltage dan overvoltage adalah terjadinya pengurangan
atau kelebihan konsumsi listrik pada beban sehingga menyebabkan panas tinggi
pada alat, hal ini akan menyebabkan efisiensi alat menurun dan terjadinya
kerusakan. Hal ini juga menyebabkan terjadinya degradasi pada peralatan
elektronik (berkurangnya masa penggunaan alat), dapat merusak belitan rotor,
motor cepat panas.
Cara mengatasi undervoltage dan overvoltage dapat digunakan UVR
(undervotage relay). Sedangkan untk overvoltage dapat digunakan OVR
(overvoltage relay).
OVR UVR ini banyak dipakai pada genset, gardu pembangkit dan beban
yang mempunyai tingkat keandalan tinggi seperti pada industri. OVR UVR ini
sangat diperlukan untuk menjaga kualitas dari lsitrik yang disalurkan oleh PLN.
Peralatan-peralatan listrik membutuhkan tegangan yang konstan/stabil dalam
operasionalnya agar peralatan tidak mengalami kerusakan. Seperti pada industi,
jika terjadi kehilangan salah satu fasa pada motor maka tegangan menjadi
unbalance yang akan mengakibatkan panas pana motor sehingga motor
mengalami kerusakan.
Rele Tegangan Lebih (Over Voltage Relay) bekerja berdasarkan kenaikan
tegangan mencapai/melebihi nilai settingan OVR . OVR

sebagai pengaman

tegangan lebih pada sistem jaringan /pembangkit berguna sebagai:


a. Sebagai pengaman gangguan fasa ke tanah (Pergeseran titik netral) pada
jaringan yang disuplay dari Trafo tenaga dimana titik netralnya di
tanahkan melalui tahanan tinggi/ mengambang.

RETNO ANJASARI - 1101024023

b. Sebagai pengaman gangguan fasa ke tanah stator generator dimana titik


netral generator ditanahkan lewat trafo distribusi.
c. Sebagai pengaman Overspeed pada generator.

BAB 8
PENUTUP

A. KESIMPULAN

RETNO ANJASARI - 1101024023

Setalah melakukan praktikum tentang Karakteristik OVR UVR maka


praktikan mendapatkan kesimpulan sebagai berikut:
1. OVR dan UVR merupakan relay yang bekerja berdasarkan parameter
tegangan.
2. OVR atau over voltage relay merupakan relay yang akan bekerja jika
tegangan pada sistem melebihi dari nilai tegangan nominal atau tegangan
yang telah disetting pada relay.
3. UVR atau under voltage relay merupakan relay yang akan bekerja jika
tegangan pada sistem bernilai dibahwah tegangan nominal atau tegangan
setting pada relay.
4. OVR UVR akan otomatis hidup kembali apabila tegangan pada sistem
sudah kembali ke harga nominal.
5. OVR UVR bekerja berdasarkan prinsip elektro mekanik dan elektro statik.
6. Dilakukan beberapa penyettingan pdaan OVR UVR yaitu pengaturan
terhadap besarnya tegangan nominal (dalam%), pengaturan terhadap
histerisis, pengaturan delay time (dalam %) dan pengaturan waktu delay
(dalam sekon).
7. Terdapat banyak terminal pada OVR UVR, terminal tersebut ada yang
digunakan sebagai supply untuk elemen sensor dan ada untuk elemen
pemutus.
8. OVR UVR bekerja dalam range <10% x Un untuk kondisi undervoltage dan
>5% x Un untuk kondisi overvoltage.
9. OVR UVR banyak dipakai pada genset, gardu pembangkit, dan tempat yang
terdapat beban yang mempunyai tingkat keandalan tinggi yaitu industri.
10. Akibat adanya overvoltage dan undervoltage adalah dapat merusak
peralatan elektronik seperti motor dan barang lainnya dan juga akan
menyebabkan ledakan. Hal ini dikarenakan PMT akan reload terus menerus.
Hal ini akan menimbulkan panas pada permukaan kontak yang
berkelanjutan yang jika berlangsung pada waktu yang lama akan
menimbulkan kebakaran.
11. Penyettingan OVR UVR dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

RETNO ANJASARI - 1101024023

B. SARAN

Untuk kelancaran praktikum selanjutnya maka praktikan disarankan agar:


1. Memahami dan mengerti tujuan percobaan.
2. Merangkaian rangkaian sesuai dengan diagram percobaan.
3. Melakukan perhitungan terlebih dahulu untuk pengaturan besar tegangan
pada sistem dan parameter pada relay.
4. Melakukan praktikum dengan tertib.

RETNO ANJASARI - 1101024023

DAFTAR PUSTAKA
[1]. A.S. Pabla, Ir.A.Hadi,Sistem Distribusi Daya Listrik, Erlangga
Jakarta, 1980.
[2]. ------------ ;Buku Panduan Pemeliharaan Trafo Tenaga, PT.PLN
P3B Jawa-Bali
[3]. J.J. Kelly S.D, Myers R.H.Parrish,A Guide to Transformer
maintenance TMI, Akron, Ohio.
[4]. Lythall.R.T, The JSP Switchgear Book, Newnes-Butterworths
London.
[5]. Neidle, Michael, Teknologi Instalasi Listrik Erlangga Jakarta, 1991.
[6]. Siemens, Electrical Instalation Handbook, 1989.

RETNO ANJASARI - 1101024023

LAMPIRAN
a. Gambar diagram fungsi dari OVR UVR

b. Gambar terminal dari OVR UVR

RETNO ANJASARI - 1101024023

c. Dokumentasi percobaan

d. OVR UVR yang digunakan

RETNO ANJASARI - 1101024023

RETNO ANJASARI - 1101024023