Anda di halaman 1dari 2

ESKALASI BIAYA

Proyek proyek yg besar dan memakan

Biasanya harga-harga bahan, alat-alat ataupun upah diambil sebagai harga patokan
adalah ketika para pelaksana sedang menghitung harga tender dan ini dianggap
sbg harga nol atau harga permulaan.
Harga-harga didapat dari tempat-tempat dimana kita membeli bahan tsb dan
harga-harga itu hrga asli dari pabrik
Jadi belum ditambah ongkos angkut/transportasi dll yg tentunya menyebabkan
harga menjadi berlainan ditiap daerah.
Rumus eskalasi
Rumus-rumus eskalasi biasanya sudah ada di dalam dokumen-dokumen tender
diserahkan.

Untuk pekerjaan beton


KA = 0,15+0,30*Lt/Lo+0,35*Ct/Co+0,20*Ert/Ero
Untuk pekerjaan beton bertulang
KB = 0,15+0,15*Lt/Lo + 0,60*St/So+0,10*Ert/Ero
Untuk pekerjaan tanah
KC = 0,15+0,25*Lt/Lo + 0,15*Ft/Fo+0,45*Ert/Ero
Untuk pekerjaan pengaspalan (Hotmix)
KD = 0,15+0,20*Lt/Lo + 0,10*Ft/Fo+0,25*At/Ao+0,45*Ert/Ero

Jumlah dari koefisien- koefisien adalah


Artinya ialah bahwa biaya beton beton bertulang yg jumlahnya 1 atau 100% terdiri
dari:
0,15 = 15% upah buruh (L)
0,60 = 60% besi beton
Semen = c
Kayu = t
Besi = s

Upah = L
Pasir = P
Kerikil = K
Harga beton tahun ke o Rp. 2.453.955,099/m3
KB = 0,17+0,07Ct/Co+0,15Tt/To+0,03Kt/Ko+0,02Pt/Po+0,10St/So+0,46Lt/Lo
Harga beton = KB * Rp. 2.453.955,099/m3