Anda di halaman 1dari 5

HASIL PRAKTIKUM

Resultan 3 Vektor

Disusun oleh :
RAHMAT BAYU
M.IQBAL
BAMBANG AJI
RENALDO ADI
Kelas X IPA 1

SMA NEGERI 12
Jl. Sememi Benowo

SURABAYA
Tahun ajaran 2013-2014

Praktikum Resultan 3 Vektor


A. Tujuan

Menentukan resultan vektor


B. Alat dan bahan
1. Statif
2. Beban
3. Benang Kasur
4. Kertas
5. Busur Derajat
C. Langkah Percobaan
1. Susunlah statif, katrol bertangkai, kertas dan beban seperti pada gambar berikut

2. Aturlah beban A, B, dan C sehingga mencapai keseimbangan (sistem tidak bergerak


lagi).
3. Ukurlah sudut , kemudian masukkan data percobaan ke dalam tabel.
4. Ulangi langkah diatas sebanyak 5 kali.

D. Hasil Pengamatan
NO

M1

M2

M3

F1

F2

F3

1.

0,13 kg

0,15 kg

0,1 kg

1,3 N

1,5 N

1N

= 17o
= 19o
= 144o
Keterangan :
g = 10 m2 /s 2
F1 = M 1 . g
F2 = M 2 . g
F3 = M 3 . g
Cara :
1. M1 = 130 gr
= 0,13 kg
M2 = 150 gr
= 0,15 kg
M3 = 100 gr
= 0,1 kg
F1 = M 1 . g
= 0,13 kg . 10 m2 /s 2
= 1,3 N
F2 = M 2 . g
= 0,15 kg . 10 m2 /s 2
= 1,5 N
F3 = M 3 . g
= 0,1 kg . 10 m2 /s 2
=1N

E. Analisa Data

NO F

Fx

Fy

1.

F1

-1,25

0,38

2.

F2

1,43

0,5

3.

F3

-1

Jumlah 0,18

-0,12

Cara :
1. Fx1 = F1 cos 17o
= 1,3 . 0,96
= 1,25 N
= -1,25 N (arah sebelah kiri)
2. Fx2 = F2 cos 19o
= 1,5 . 0,95
= 1,43 N

Fy1 = F1 sin 17o


= 1,3 . 0,29
= 0,38 N
Fy2 = F2 sin 19o
= 1,5 . 0,33
= 0,5 N

3. Fx3 = 0 (tegak lurus sumbu x)

Fy3 = 1 N (sudah diketahui)


= -1 N (arah sumbu y bawah)

Total Fx = (-1,25 N) + 1,43 N + 0 N


= 0,18 N
Total Fy = 0,38 N + 0,5 N + (-1 N)
= -0,12 N
R

KESIMPULAN
1) Menentukan gaya berat dapat dilakukan dengan pengukuran gaya secara statis menggunakan
statif dan tali. Nilai gaya berat dilihat dari resultan sudut dan massa beban.
2) Perubahan yang terjadi pada F1, F2, dan F3 akan menghasilkan sudut yang berbeda.
3) Besarnya sudut tidak hanya dipengaruhi oleh F3 melainkan juga dipengaruhi oleh besar
gaya lain yang bekerja pada sistem.
4) Semakin besar sudut yang dibentuk, menghasilkan F3 yang semakin kecil (F3 berbanding
terbalik dengan besar sudut). Ini berlaku bila kondisi F1 dan F2 dibuat sama.