Anda di halaman 1dari 38

LAUT

HERMAWAN
ANDI HERMANSAH
M. TIAS RANDIANTO
ADAM KURNIA

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.............................................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................1
1.

Latar Belakang................................................................................1

2.

Pengertian Laut............................................................................... 2

3.

Jenis-jenis laut................................................................................. 2
a.

Jenis laut Berdasarkan cara terjadinya..............................................2

b.

Jenis laut berdasarkan letaknya.......................................................3

c.

Jenis laut berdasarkan kedalamannya...............................................3


Manfaat Laut................................................................................... 5

4.
a.

Laut sebagai sumber makanan.........................................................5

b.

Untuk mengontrol iklim dunia.........................................................6

c.

Laut sebagai tempat rekreasi dan Hiburan.........................................7

d.

Sebagai Pembangkit Listrik.............................................................8

e.

Laut sebagai tempat barang tambang................................................9

f.

Sebagai Objek Riset Penelitian.........................................................9

g.

Laut sebagai Jalur Transportasi.....................................................10

h.

Manfaat Laut bagi penduduk lokal.................................................10

BAB II PEMBAHASAN............................................................................ 12
1.

Keanekaragaman Laut....................................................................12
a.

Ekosistem pantai.........................................................................13

b.

Ekosistem estuari atau muara........................................................13

c.

Ekosistem terumbu karang............................................................14

d.

Zona Fiotik (Euphotic zone)..........................................................15

e.

Zona Twilight (Disphotic zone).......................................................16

f.

Zona Afotik (Aphotic zone)............................................................17

2.

Kerusakan Ekosistem laut................................................................18


a.

Penangkapan ikan mengunakan pukau harimau...............................19

b.

Menangkap ikan di laut dengan menggunakan bom...........................21

c.

Menggunakan Racun Sianida sangat mematikan terumbu karang........22

d.

Bubu......................................................................................... 23

DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 25

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah senantiasa melimpahkan Rahmat
dan Hidayah-NYA sehingga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dalam
menjalankan aktifitas sehari-hari. Kami juga panjatkan kehadiran ALLAH SWT
karena hanya dengan keridoan-NYA makalah dengan judul LAUT ini dapat
terselesaikan.
Kami juga menyadari betul sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak,
makalah ini tidak akan terwujud dan masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
dengan segala kerendahan hati kami berharap saran dan kritik demi perbaikanperbaikan lebih lanjut.
kami berharap, semoga makalah
membutuhkan.

ini dapat memberikan manfaat bagi yang

cimahi,29 november 2014

kelompok 5

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Gambar laut

Laut merupakan suatu ekosistem yang kaya dengan sumber daya alam
yang dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran dan kesejahteraan manusia.
Sebagaimana

diketahui

bahwa

70%

permukaan

bumi

ditutup

oleh

perairan/lautan dan lebih dari 90% kehidupan biomassa di planet bumi hidup di
laut. Oleh karena itu lautan merupakan bagian penting dari kelangsungan hidup
manusia (Sudrajad, 2006).
Sebagian besar wilayah Republik Indonesia terdiri dari perairan laut yang
letaknya sangat strategis. Perairan laut Indonesia selain dimanfaatkan sebagai
sarana perhubungan lokal maupun internasional, juga memiliki sumber daya
laut yang sangat kaya dan penting antara lain sumber daya perikanan, terumbu
karang, mangrove, bahan tambang, dan daerah pesisirnya dapat dimanfaatkan
sebagai obyek wisata yang menarik.

2. Pengertian Laut
Laut adalah kumpulan air asin dalam jumlah yang banyak dan luas yang
menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau. Ilmu yang
mempelajari tentang laut disebut oseanografi. Laut yang sangat luas dan
terletak di antara benua disebut samudra. Contoh laut samudra, misalnya
Samudra Pasifik, Samudra Hindia, Samudra Atlantik, dll. Laut juga adalah
perairan yang terletak di antara pulau-pulau (bagian muka bumi yang tertutup
air dan punya kadar garam tinggi), misalnya Laut Tengah, Laut Kaspia, Laut
Jawa, dll. Sedangkan, laut yang relatif melewati dua pulau yang sangat dekat
disebut selat, contohnya selat Malaka. Ada juga bagian laut yang menjorok ke
daratan disebut teluk, misalnya Teluk Benggala dan Teluk Jakarta. Terdapat
juga laut sengaja digali atau dikeruk untuk menghubungkan daratan dan lautan
untuk pelayaran disebut terusan.
Dari sisi Bahasa Indonesia pengertian laut adalah kumpulan air asin dalam
jumlah yang banyak dan luas yang menggenangi dan membagi daratan atas
benua atau pulau. Jadi laut adalah air yang menutupi permukaan tanah yang
sangat luas dan umumnya mengandung garam dan berasa asin. Biasanya air
mengalir yang ada di darat akan bermuara ke laut.
3. Jenis-jenis laut
Jenis-jenis laut dapat dibagi dalam 3 jenis yaitu jenis laut berdasarkan cara
terjadinya, jenis laut berdasarkan letaknya dan jenis laut berdasarkan
kedalamannya.
a. Jenis laut Berdasarkan cara terjadinya
Berdasarkan cara terjadinya dibagi menjadi 3 bagian yaitu sebagai berikut:
Laut Transgresi

Laut transgesi adalah laut yang terjadi karena genangan air laut
terhadap daratan akibat kenaikan permukaan air laut 60-70 m pada
zaman berakhirnya zaman es, Hal ini mengakibatkan daerah dataran
rendah Indonesia Barat dan Timur yang semula darat berubah menjadi
laut dangkal. Contoh: Laut Jawa. Selat Karimata, Laut Cina Selatan. dan
Laut Arafuru.
Laut Ingresi
Laut ingresi adalah laut dalam karena dasar laut mengalami gerakan
menurun/turunnya tanah di dasar laut. Contoh: Laut Banda. Laut Flores,
Laut Sulawesi, dan Laut Maluku.
Laut Regresi
Laut regresi adalah laut yang menyempit terjadi pada zaman es.
Karena terjadi penurunan muka air laut akibat temperatur di muka bumi
pada umumnya turun 4-5 derajat celcius. Penyempitan laut banyak terjadi
di pantai utara pulau Jawa.
b. Jenis laut berdasarkan letaknya
Berdasarkan letaknya dibagi menjadi 3 bagian yaitu sebagai berikut:
Laut Tepi
Laut tepi adalah laut yang letaknya di tepi benua seakan-akan
terpisah oleh deretan pulau atau jazirah. Contoh: Laut Cina Selatan,
dipisahkan oleh Kepulauan Indonesia dan Kepulauan Filipina.
Laut Pertengahan
Laut pertengahan adalah laut yang terletak di antara benua-benua.
Contoh: laut tengah,antara benua Asia-Eropa Afrika.
Laut Pedalaman

Laut pedalaman adalah laut yang terletak di tengah-tengah benua


atau dikelilingi daratan. Contoh: Laut Kaspia,Laut Hitam dan Laut Mati.
c. Jenis laut berdasarkan kedalamannya
Berdasarkan kedalamannya dibagi menjadi 5 zona, yaitu:
Zona litoral
Zona litoral adalah laut yang terletak antara garis pasang dan garis
surut.
Zona neritis
Zona neritis adalah laut yang terletak pada kedalaman 0-200 meter.
Ciri pada zona ini adalah sinar matahari masih bisa tembus. kedalaman <
200 meter. dan merupakan zona paling subur bagi ikan.
Zona batial
Zona batial adalah laut yang terletak pada kedalaman 200-2.000
meter. secara geologis merupakan batas antara daratan dengan perairan.
Ciri zona ini adalah kedalaman 200-2.000 m dan sinar matahari tidak
bisa masuk.
Zona abisal
Zona abisal adalah laut yang tertetak pada kedalaman atau isobath
1.000-6.000 m.
Zona palung
Zona palung adalah laut yang terletak pada kedalaman atau isobath >
6000 m. Contoh: Palung Jawa. Palung Weber, Palung Sulawesi, dan
Palung Mindanau.

Gambar zona-zona kedalaman laut

4. Manfaat Laut

Pemamfaatan laut untuk budidaya rumput laut

Laut merupakan bagian dari samudera. Lautan adalah laut yang sangat
luas.Laut merupakan kumpulan air asin dalam jumlah yang sangat banyak dan
menggenangi yang membagi daratan atas benua atau pulau. Air merupakan

sumber utama yang dibutuhkan setiap makhluk hidup.Air memiliki peranan


yang sangat kuat di dalam kehidupan. Di dalam dan di atas laut terdapat
kekayaan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan.Berikut akan diuraikan
beberapa manfaat laut bagi kehidupan manusia. Yaitu :
a. Laut sebagai sumber makanan

Dikatakan laut sebagai sumber makanan,karena makanan yang biasa


kita makan berasal dari laut,seperti ikan,rumput laut,garam,dsb.Ikan banyak
dijumpai di daerah pertemuan arus panas dan dingin seperti yang terdapat di
Jepang,Selat Malaka,New Foundlandbank.
b. Untuk mengontrol iklim dunia

Tanpa peranan laut,maka hampir keseluruhan planet Bumi ini akan


menjadi terlalu dingin bagi manusia untuk hidup,karena laut memiliki
peranan penting dalam mengontrol iklim dunia dengan memindahkan panas
dari daerah ekuator menuju daerah kutub.Hampir 60% penduduk hidup atau
tinggal di daerah sekitar pantai.Bumi ditutupi oleh air yaitu sekitar 70%
dikelilingi oleh air.
Air laut bergerak secara terus-menerus mengelilingi Bumi dalam satuan
sabuk aliran yang sangat besar yang disebut dengan Global Conveyor Belt
bergerak dari permukaan ke dalam samudera dan kembali lagi ke
eprmukaan.Angin,temperatur dan salinitas(kadar garam air laut) air laut
mengontrol sabuk aliran global.Sabuk aliran ini

yang kemudian

memindahkan energi panas yang dipancarkan oleh Matahari ke Bumi.


Angin laut membawa uap yang merupkaan sumber untuk turunnya
hujan didaratan ataupun lautan.Arus laut panas dapat memperbaiki keadaan
iklim di daerah-daerah yang didatangi arus tersebut,sebab dengan datang
nya arus panas ke arus dingin akan menyebabkan pertemuan kedua arus
sehingga menjadikan atau membentuk arus baru.
Lautan berperan menangkap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer
dalam jumlah yang sangat besar.Sekitar CO2 tersebut diserap dan
disimpan dilautan.CO2 yang tersimpan di dlaam laut hingga berabad-abad
mampu mengurangi pemanasan global atau bahasa keren nya Global
Warming.
Laut memilik peranna yang sangat besar bagi kehidupan makhluk
hidup.Manusia sebagai makhluk yang paling tinggi derajat nya dan
memiliki akal pikiran maka sudah seharusnya menjaga laut dan tetap
melestarikaknnya,bukan malah merusaknya (mengambil keuntungan nya
saja tanpa memikirkan akibat nya di masa yanga kan datang).
Jika ekosistem laut berkurang maka kemampuan laut untuk menyerap
CO2 akan berkurang pula,maksud dari berkurang nya ekosistem lauta

seperti rusaknya terumbu karang dan hutan bakau.Kerusakan hutan bakau


semakin marak terjadi karena banyak masyarakat yang mengalihkan fungsi
lahan.Dan kerusakan terumbu karang seperti eksploitasi terumbu karang
tanpa ada penanaman nya kembali.
c. Laut sebagai tempat rekreasi dan Hiburan

Selain digunakan untuk iklim dunia dan sumber makanan,laut juga


dapat

dijadikan

salah

satu

pilihan

untuk

dijadikan

tempat

berwisata/rekreasi.Misalnya :
Jika airnya jernih maka dapat digunakan untuk tempat pemandian.
Dapat dijadikan objek tourisme jika memiliki teluk-teluk yang indah.
Dapat dijadikan tempat menyelam,jika laut itu memiliki terumbu
karang yang indah dan makhluk laut yang ada di sekitar terumbu karang
itu.

d. Sebagai Pembangkit Listrik

Air laut di era modern ini telah banyak dimanfaatkan banyak negara
sebagai sumber energi alternatif dan sebagai bahan yang bisa dimanfaatkan
untuk membuat sesuatu yang berguna, jika dimanfaatakan secara besarbesaran air laut ini akan berpotensi besar untuk mencukupi sumber energi
listrik di masyarakat untuk memenuhi kebutuhan energi listrik.
Krisis energi telah menjadi permasalahan yang terus berlarut di
Indonesia dan negara yang lain. Kebutuhan energi akan terus meningkat
seiring dengan kemajuan teknologi dan pertambahan jumlah penduduk,
karena itu pemanfaatan air laut ini sangat berguna untuk mengatasi krisis
energi listrik yang melanda diberbagai Negara. Ada beberapa cara untuk
memanfaatkan air laut, bukan hanya sebagai sumber listrik, tetapi bisa
dijadikan sebagai bahan pangan.

e. Laut sebagai tempat barang tambang

Di Laut dangkal sekitar Asia Tenggara telah terbukti banyak ditemukan


barang tambang serta minyak bumi.Saat ini kita tinggal menikmati hasil dari
pengendapan makhluk-makhluk laut yang telah mati jutaan tahun yang lalu
yang kita kenal dengan namaminyak bumi.
Di laut pinggiran daerah Continental Self banyak terdapat endapan
mineral yang sangat berguna bagi industri,seperti yang terdapat di Bangka
dan Belitung.
f. Sebagai Objek Riset Penelitian

Laut sering digunakan sebagai tempat dan alat bantu untuk penelitian
yang terkait tentang morfologi dasar laut,gerakan air laut,salinitas air
10

laut,proses-proses yang terjadi didalam laut,bagaimana kehidupan di dalam


laut serta manfaat laut bagi manusia,terutama penduduk sekitar.
g. Laut sebagai Jalur Transportasi

Sebelum ada jalan darat dan udara,maka laut lah yang berperan penting
dalam proses transportasi.Laut merupakan jalur transportasi yang baik dan
mudah sebab tidak perlu membuad jalan seperti jalur transportasi darat.
h. Manfaat Laut bagi penduduk lokal

Peranan laut bagi penduduk lokal sangat lah besar.Karena selain sebagai
mata pencaharian mereka ,laut juga merupakan bagian yang tak terlepas dari
tanggungjawab mereka sebagai nelayan untuk dikelola dan di pelihara
dengan penuh rasa tanggungjawab.
11

Awalnya penduduk lokal mengartikan laut sebagai salah satu bagian


saja dari wilayah negara kita yang diciptakan oleh sang pencipta,namun
setelah mereka merasakan fungsi yang begitu besar dari laut itu maka
penduudk lokal menempatkan laut itu sebagai lahan dan sumber kehidupan
bagi mereka untuk melanjutkan dan mempertahankan kehidupan dalam
rangka menuju kepada kehidupan yang sejahtera dan lebih baik.Fungsi laut
bagi kehidupa pneduduk lokal yaitu:

Laut sebagai lahan mereka menggantungkan hidup dan meneruskan

hidup(sebagai tempat mata pencaharian).


Laut berfungsi sebagai sarana bagi

penduduk

lokal

mengembangkan keterampilan mereka di bidang perikanan.

12

untuk

BAB II
PEMBAHASAN
1. Keanekaragaman Laut

Keanekaragaman

genetik (genetic

diversity)

adalah

suatu

tingkatan kehidupan yang merujuk pada jumlah total variasi genetik dalam
keseluruhan spesies yang mendiami sebagian atau seluruh permukaan bumi
yang dapat didiami. Laut adalah kumpulan air asin yang sangat banyak dan
luas di permukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan suatu benua
dengan benua lainnya dan suatu pulau dengan pulau lainnya.
Di dalam keanekaragaman laut terdapat ekosistem yang memiliki peranan
penting bagi masyarakat dunia dalam skala yang lebih besar. Ekosistem
merupakan keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang
berfungsi sebagai suatu satuan ekologi di alam, komunitas organik yang terdiri
atas tumbuhan dan hewan bersama habitatnya, keadaan khusus tempat
komunitas suatu organisme lain dan komponen organisme tidak hidup dari
suatu lingkungan yang saling beriteraksi. Berikut jenis-jenis ekosistem yang
terdapat di laut :

13

a. Ekosistem pantai

Yaitu ekosistem yang ada di wilayah perbatasan antara air laut dan
daratan, yang terdiri dari komponen biotik dan komponen abiotik.
Komponen biotik pantai terdiri dari tumbuhan dan hewan yang hidup di
aerah

pantai,

sedangkan

abiotik

pantai

terdiri

dari

gelombang,arus,angin,pasir,batuan dan sebagainya.


b. Ekosistem estuari atau muara

Yaitu tempat bersatunya air sungai dengan air laut, sering dipengaruhi
oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Estuari
sebagai perairan semi tertutup terdapat dilihir sungai dan masih
berhubungan dengan laut. Sehinga memungkinkan terjadinya percampuran

14

air laut dan air tawar dari sungai yang berasal dari muara sungai,teluk,rawa
pasang surut.
c. Ekosistem terumbu karang
Yaitu

Terumbu

karang

adalah

sekumpulan hewan

karang yang

bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae.


Hewan karang bentuknya aneh, menyerupai batu dan mempunyai warna dan
bentuk beraneka rupa. Hewan ini disebut polip, merupakan hewan
pembentuk utama terumbu karang yang menghasilkan zat kapur. Polip-polip
ini selama ribuan tahun membentuk terumbu karang. Zooxanthellae adalah
suatu jenis algae yang bersimbiosis dalam jaringan karang.

Laut merupakan wilayah perairan yang sangat luas dan di dalamnya


terdapat beberapa ekosistem yang bervariasi.Sinar matahari merupakan salah
satu faktor yang berperan dalam tumbuh kembang biota laut.Cahaya matahari

15

tidak seluruhnya dapat menembus dalamnya lautan. Berikut ini adalah


pembagian zona laut berdasarkan intensitas cahaya matahari.

d. Zona Fiotik (Euphotic zone)


Wilayah perairan laut yang dapat ditembus sinar matahari, kedalamnnya
hingga mencapai kurang lebih 200 m. Beragam jenis biota hidup di zona ini
seperti terumbu karang, ikan, rumput laut dan lainnya.

16

e. Zona Twilight (Disphotic zone)


Wilayah titik remang-remang yang minim cahaya sehingga jumlah
produsen kurang, sebab mereka tidak bisa melakukan aktifitas fotosintesis.
Kedalamannya antara 200 sampai 2000 meter.Contoh hewan laut yang
hidup di zona ini diantaranya ikan paus, hiu dan gurita.

17

f. Zona Afotik (Aphotic zone)


Wilayah dimana tidak sedikitpun cahaya matahari dapat menembus
kedalaman lautan. Zona ini disebut laut dalam dan biota yang hidup disini
adalah biota-biota unik seperti biota yang memiliki kemampuan
menghasilkan cahaya sendiri atau sering disebut juga bioluminescene.
Pendaran cahaya tersebut dihasilkan dari reaksi zat kimia tertentu yang
diproduksi oleh mahluk tersebut.

18

19

2. Kerusakan Ekosistem laut

Laut adalah salah satu tempat atau lingkungan yang mendapatkan imbas
pengaruh dari kehidupan manusia. Karena memang di dalam laut ini terdapat
beberapa hal yang dapat dimanfaatkan oleh manusia tersebut di dalam
kehidupannya. Sehingga bisa saja dalam melakukan hal ini, manusia membuat
kerusakan lingkungan laut.
Yang dimaksud dengan kerusakan lingkungan yang ada di laut adalah
keadaan lingkungan laut yang menjadi rusak atau laut yang dalam keadaan tak
seperti awalnya. Fungsi laut tak dapat lagi diambil atau dirasakan. Contoh dari
keadaan lingkungan laut yang rusak ini adalah hilangnya terumbu karang dan
hewan laut lain yang ada di dalam laut. Dengan hal ini, keadaan di dalam laut
tak lagi menjadi hal yang indah dan menyenangkan untuk diamati oleh para
penyelam.
Penyebab kerusakan lingkungan yang ada di laut ini kebanyakan juga
dilakukan oleh tangan manusia. Misalnya seperti apa yang telah disebutkan di
atas seperti rusaknya terumbu karang yang ada di laut adalah disebabkan oleh
manusia yang ingin untuk mendapatkan keuntungan yang kebih dari laut tanpa
mau melihat kerugian yang dihasilkan dari kegiatan tersebut.
20

Berikut adalah kegiatan-kegiatan yang merusak ekosistem laut :


a. Penangkapan ikan mengunakan pukau harimau

Overfishing atau penangkapan ikan berlebih secara sederhana dapat


dipahami

sebagai

eksploitasi

sumberdaya

ikan

yang

melebihi

kemampuannya untuk beregenerasi secara lestari Prinsipnya, ikan


merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui karena dapat beregenerasi
secara alamiah. Hanya saja keberlangsungan regenerasi suatu jenis ikan
akan sangat dibatasi dan dipengaruhi oleh sejauhmana ikan-ikan tersebut
mendapatkan kesempatan dan waktu mencapai

ukuran dewasa dan

melewati satu atau dapat mengulangi sebuah siklus reproduksi secara


lengkap. Semakin banyak ikan yang gagal atau dengan kata lain tertangkap
sebelum mencapai kesempurnaan siklus perdana reproduksinya, maka
sumberdaya ikan dari jenis tertentu tersebut akan dihadapkan pada kondisi
penurunan populasi, kelangkaan sebaran dan akhirnya mengalami
kepunahan.

21

Penyebab utama Penangkapan Ikan Berlebih (overfishing) adalah


meningkatnya jumlah armada dan kapasitas penangkapan namun tidak
diikuti dengan upaya yang optimal untuk melakukan pengendalian dan
penentuan jumlah armada, kapasitas, metoda, alat, wilayah, waktu, jenis
ikan dan kuota tangkap.
Oleh karena itu, kondisi ovefishing sangat terkait dan dipicu oleh apa
yang lazim kita kenal dengan sebutan IUU (illegal, unreported &
unregulated) fishing, dimana armada tangkap suatu negara melakukan
pencurian atau penjarahan ikan di wilayah suatu negara lainnya tanpa izin,
sebuah armada melakukan penangkapan ikan dengan cara, alat dan bahan
yang merusak dan tidak mematuhi ketentuan peraturan yang telah
ditetapkan oleh peraturan perundangan, serta tiadanya pelaporan hasil
tangkapan dengan benar dan transparan oleh suatu armada tangkap kepada
otoritas terkait.

22

Praktek IUU fishing, terutama yang dilakukan oleh armada tangkap


asing telah menyebabkan laut Nusantara saat ini sedang mengalami kondisi
Penangkapan Ikan Berlebih (overfishing). Praktek penangkapan ikan tidak
bertanggungjawab tersebut juga turut dalam penghancuran terumbu karang,
tempat dimana berbagai jenis ikan bergantung pada kesehatan ekosistem
vital tersebut untuk beregenerasi.
b. Menangkap ikan di laut dengan menggunakan bom
Awalnya, penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak
diperkenalkan di Indonesia pada masa perang dunia ke dua. Penangkapan
ikan dengan cara ini sangat banyak digunakan, sehingga sering dianggap
sebagai cara penangkapan ikan tradisional

23

Meskipun peledak yang digunakan berubah dari waktu ke waktu hingga


yang paling sederhana yaitu dengan menggunakan minyak tanah dan pupuk
kimia dalam botol, cara penangkapan yang merusak ini pada dasarnya sama
saja. Para penangkap ikan mencari gerombol ikan yang terlihat dan didekati
dengan perahunya. Dengan jarak sekitar 5 meter, peledak yang umumnya
memiliki berat sekitar satu kilogram ini dilemparkan ke tengah tengah
gerombol ikan tersebut. Setelah meledak, para nelayan tersebut memasuki
wilayah perairan untuk mengumpulkan ikan yang mati atau terkejut karena
gelombang yang dihasilkan ledakan dengan menyelam langsung atau
dengan menggunakan kompresor. Ledakan tersebut dapat mematikan ikan
yang berada dalam 10 hingga 20 m radius peledak dan dapat menciptakan
lubang sekitar satu hingga dua meter pada terumbu karang tempat ikan
tersebut tinggal dan berkembang biak.
c. Menggunakan Racun Sianida sangat mematikan terumbu karang
Penggunaan racun sianida ini (sodium sianida) yang dilarutkan dalam
air laut banyak digunakan untuk menangkap ikan atau organisme yang
hidup di terumbu karang dalam keadaan hidup. Racun sianida yang sering
disebut sebagai bius biasanya merupakan cara favorit untuk menangkap
ikan hias, ikan karang yang dimakan (seperti keluarga kerapu dan Napoleon
wrasse), dan udang karang (Panulirus spp.).

24

Racun sianida, bukan saja mencemari ekosistem terumbu karang yang


dapat mematikan organisme yang tidak menjadi sasaran. Terumbu karang
dapat rusak karena dibongkar oleh para penangkap ikan untuk mengambil
ikan yang terbius tersebut di rongga-rongga di dalam terumbu. Selain itu,
dalam jangka waktu yang lama, ekosistem yang terkena racun sianida yang
terus menerus dapat memberikan dampak buruk bagi ikan dan organisme
lain dalam komunitas terumbu karang, juga bagi manusia.
d. Bubu
Alat tangkap Bubu adalah jerat yang terbuat dari anyaman bambu yang
banyak digunakan di seluruh Indonesia. Belakangan ini, Bubu kembali
popular karena digunakan untuk penangkapan ikan perdagangan ikan
karang hidup.

25

Meskipun pada dasarnya alat ini tidak merusak, namun pemasangan dan
pengambilannya sering kali merusak terumbu karang. Bubu biasanya
dipasang dan diambil oleh para penangkap ikan dengan cara menyelam
dengan menggunakan kompresor. Dibandingkan dengan penangkapan yang
merusak lainnya, Bubu tidak terlalu merusak karena biasanya diletakkan di
dasar lereng terumbu. Seringkali, perangkap tersebut disamarkan oleh
pecahan-pecahan karang hidup.
Ada pula perangkap yang dipasang dari perahu dan diikat dengan tali
yang dipancangkan. Bubu seperti inilah yang sering merusak terumbu
karang. Hal ini karena Bubu dipasangi pemberat yang saat ditenggelamkan
dari perahu menabrak percabangan terumbu karang. Bubu seperti ini
terutama merusak terumbu karang pada saat Bubu ditarik oleh tali
pemancang untuk mengangkatnya. Bila penggunaan Bubu seperti ini terus
meningkat, terutama untuk menangkap Ikan Kerapu, kegiatan penangkapan
dengan alat Bubu akan menjadi sumber kerusakan terumbu karang di
Indonesia.

26

Penanggulangan
pencemaran air laut akibat tumpahan minyak
1.

Pemantauan.
dalam

mengatasi

melakukan

Tindakan

pertama

tumpahan

pemantauan

yang

minyak

banyaknya

dilakukan

yaitu

dengan

minyak

yang

mencemari laut dan kondisi tumpahan. Ada 2 jenis


pemantauan yang dilakukan yaitu dengan pengamatan
secara visual dan penginderaan jauh (remote sensing).
a. Pengamatan secara visual. Pengamatan secara visual
merupakan pengamatan yang menggunakan pesawat.
Teknik ini melibatkan banyak pengamat, sehingga
laporan

yang

diberikan

sangat

bervariasi.

Pada

umumnya, pemantauan dengan teknik ini kurang dapat


dipercaya.

Sebagai

contoh,

pada

tumpahan

jenis

minyak yang ringan akan mengalami penyebaran


(spreading), sehingga menjadi lapisan sangat tipis di
laut. Pada kondisi pencahayaan ideal akan terlihat
warna terang. Namun, penampakan lapisan ini sangat
bervariasi tergantung jumlah cahaya matahari, sudut
pengamatan dan permukaan laut, sehingga laporannya
tidak dapat dipercaya.

27

b. Pengamatan penginderaan jauh. Metode penginderaan


jarak jauh dilakukan dengan berbagai macam teknik,
seperti Side-looking Airborne Radar (SLAR). SLAR dapat
dioperasikan

setiap

waktu

dan

cuaca,

sehingga

menjangkau wilayah yang lebih luas dengan hasil


penginderaan lebih detail. Namun, teknik ini hanya bisa
mendeteksi lapisan minyak yang tebal. Teknik ini tidak
bisa mendeteksi minyak yang berada dibawah air
dalam kondisi laut yang tenang. Selain SLAR digunakan
juga teknik Micowave Radiometer, Infrared-ultraviolet
Line Scanner, dan Landsat Satellite System. Berbagai
teknik ini digunakan untuk menghasilkan informasi
yang cepat dan akurat.
2. Penanggulangan.

Beberapa

teknik

penanggulangan

tumpahan minyak diantaranya in-situ burning, penyisihan


secara

mekanis,

bioremediasi,

penggunaan

sorbent,

penggunaan bahan kimia dispersan, dan washing oil.


a. In-situ

burning

permukaan

adalah

laut,

pembakaran

sehingga

minyak

mengatasi

pada

kesulitan

pemompaan minyak dari permukaan laut, penyimpanan


dan pewadahan minyak serta air laut yang terasosiasi.
Teknik

ini

membutuhkan

28

booms

(pembatas

untuk

mencegah penyebaran minyak) atau barrier yang tahan


api. Namun, pada peristiwa tumpahan minyak dalam
jumlah besar sulit untuk mengumpulkan minyak yang
dibakar.

Selain

itu,

penyebaran

api

sering

tidak

terkontrol.
b. Penyisihan minyak secara mekanis melalui 2 tahap,
yaitu

melokalisir

tumpahan

dengan

menggunakan

booms dan melakukan pemindahan minyak ke dalam


wadah dengan menggunakan peralatan mekanis yang
disebut skimmer.
c. Bioremediasi
material

yaitu

organik.

proses
Bakteri

pendaurulangan
pengurai

seluruh

spesifik

dapat

diisolasi dengan menebarkannya pada daerah yang


terkontaminasi. Selain itu, teknik bioremediasi dapat
menambahkan

nutrisi

dan

oksigen,

sehingga

mempercepat penurunan polutan.


d. Penggunaan sorbent dilakukan dengan menyisihkan
minyak

melalui

minyak

pada

mekanisme
permukaan

adsorpsi
sorbent)

(penempelan
dan

absorpsi

(penyerapan minyak ke dalam sorbent). Sorbent ini


berfungsi mengubah fase minyak dari cair menjadi
padat, sehingga mudah dikumpulkan dan disisihkan.
29

Sorbent

harus

memiliki

karakteristik

hidrofobik,

oleofobik, mudah disebarkan di permukaan minyak,


dapat diambil kembali dan digunakan ulang. Ada 3 jenis
sorbent yaitu organik alami (kapas, jerami, rumput
kering, serbuk gergaji), anorganik alami (lempung,
vermiculite,

pasir)

dan

sintetis

(busa

poliuretan,

polietilen, polipropilen dan serat nilon).


e. Dispersan kimiawi merupakan teknik memecah lapisan
minyak

menjadi

tetesan

kecil

(droplet),

sehingga

mengurangi kemungkinan terperangkapnya hewan ke


dalam tumpahan minyak. Dispersan kimiawi adalah
bahan kimia dengan zat aktif yang disebut surfaktan.
f. Washing oil yaitu kegiatan membersihkan minyak dari
pantai.

Gambar 3. Pembersihan limbah minyak di


kawasanpantai

30

3. Peralatan. Alat-alat yang digunakan untuk membersihkan


tumpahan minyak adalah:
a. Booms merupakan alat untuk menghambat perluasan
hambatan minyak.

Gambar 4. Booms digunakan untuk menghambat


perluasan limbah minyak di laut.
b. Skimmers yaitu kapal yang mengangkat minyak dari
permukaan air.
c. Sorbent merupakan spons besar yang digunakan untuk
menyerap minyak.
d. Vacuums yang khusus untuk mengangkat minyak
berlumpur dari pantai atau permukaan laut.
e. Sekop yang khusus digunakan untuk memindahkan
pasir dan kerikil dari minyak di pantai.

31

Penanggulangan penangkapan ikan dengan pukat harimau


Melakukan

sosialisasi

tentang

dampak

menggunakan

pukat harimau bahwa ikan yang kecil akan ikut tertangkap


dan jika ini terjadi bisa menyebabkan terganggunya
ekosistem laut seperti dan merusak terumbu karang serta
biodata laut serta berkurangnya ketersediaan ikan dilaut
dan

jika

ikan

dilaut

habis

maka

kembali

manusia

perikanan

tentang

khususnya nelayan yang menderita.


Menerbitkan

peraturan

menteri

pelarangan penggunaak pukat harimau. Dan ini sudah


dilakukan

dengan

diterbitkannya

peraturan

menteri

kelautan dan perikanan republik indonesia no 2/PERMENKP/2015

TENTANG

LARANGAN

PENGGUNAAN

ALAT

PENANGKAPAN IKAN PUKAT HELA (TRAWLS) DAN PUKAT TARIK


(SEINE NETS) DI WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
Melakukan pengawasan serta upaya kerjasama dalam bentuk
MoU dengan berbagai instansi penegak hukum terkait seperti
TNI-AL dan Polri.

Penangkapan ikkan dengan racun dan bob

32

PENANGGULANGAN PENANGKAPAN IKAN TIDAK


RAMAH LINGKUNGAN
Praktek penangkapan ikan tidak ramah lingkungan yang mengg
unakan bahan peledak (bom) dan racun (bius) makin marak
dilakukan di berbagai wilayah perairan di Kabupaten
Biak.Praktek semacam ini selain menimbulkan
kerugian ekologis, juga menimbulkan dampak socialekonomi
yang sangat besar terhadap negara dan daerah, serta dapat memicu
berbagai
perselisihansocial yang memprihatinkan terutama akibat menur
unnya produktivitas ekosistem terumbukarang. Jika hal ini
berlangsung terus, maka diperikirakan dalam waktu yang
singkat terumbukarang di Kepulauan Padaido Kabupaten Biak akan
berkurang serta biota-biota yang berasosiasidengan terumbu karang
terutama yang benilai ekonomis dan terlebih yang langka dapat
menjadip u n a h . K e g i a t a n p e n a n g k a p a n i k a n t i d a k r a m
a h l i n g k u n g a n t i d a k h a n y a m e n g a n c a m keberlanjutan
pemanfaatan sumber daya alam pesisir dan laut, tetapi juga memacu
peningkatan jumlah masyarakat miskin di wilayah
tersebut.A g a r k e b e r l a n j u t a n s u m b e r d a y a d a p a t d i p e r t
ahankan, maka aktivitas manusia(
antrophogenic causes
) yang
baik secara langsung maupun tidak langsung yang berpo
t e n s i merusak keberlanjutan sumberdaya ekosistem terumbu k
arang mestinya diminimalisasi, salahsatunya adalah
penanggulangan penangkapan yang yang menggunakan bahan
peledak.Dalam upaya meminimalisasi penangkapan ikan yang ti
dak ramah lingkungan, denganmenggunakan bahan peldak (bom)
dan racun (sianida) khususnya adalah :

1. Pe n g e m b a n g a n M a t a Pe n c a h a r i a n
. Masyarakat pesisir (nelayan) dikategorikan masihmiski
n d a n m e m i l i k i t i n g k a t p e n d i d i k a n y a n s a n g a t r e n d a h . Pe
r i l a k u m a s y a r a k a t y a n g cenderung destruktif sangat dipengaruhi
oleh factor ekonomi (kemiskinan) dalam
memenhikebutuhannya dan diperparah dengan sifat keserakaha
n dalam mendapatkan hasil yangmaksimal walaupun ditempuh
dengan cara-cara yang merugikan karena bukan saja
merusak lingkungan ekosistem terumbu karang saja tetapi juga
memutus rantai mata pencaharian
anak cucu. Bukan hanya itu, factor rendahnya tingkat pendidika
n juga mempengarhi perilakumasyarakat tersebut. Dengan alte
rnative mata
33

pencaharian (tambahan) diharapkan dapatmemberikan nilai


tambah sehingga masyarakat pesisir (nelayan) destruktif akan
berkurang.
2.Penegakan Hukum
secara umum maraknya kegiatan penangkapan ikan dengan merusak
dibeberapa daerah termasuk di Kepulauan Padaido Kabupaten Biak
adalah penegakan hukum
beberapa kasus yang tidak diselesaikan secara baik dan
t u n t a s d a n t r a n s p a r a n m e m i c u perilaku masyarakat. Ketidak
puasan masyarakat akibat penanganan pelanggaran tersebutse
mestinya diperbaiki mulai dari aparat penegakan hukum yang terkait
3.Pendidikan dan Penyadaran tentang Lingkungan sebagaimana
yang dipaparkan
dipointp e r t a m a d i a t a s , d i m a n a s e c a r a u m u m m a s y a r
a k a t p e s i s i r ( n e l a y a n ) t e r u t a m a y a n g diindikasikan
sebagi pelaku penangkapan ikan dengan merusak tersebut memiiki
pendidikanrendah sehingga pengetahuan tentang pentingnya
ekosistem terumbu karang terbatas. Denganpendidikan dan
penyadaran tentang lingkungan dapat melalui seminar, lokakarya,
workshop,studi banding dapat ditingkatkan.
4.Pengaturan Waktu, Jumlah, Ukuran dan Wilayah Tangkap
. Di beberapa lokasi pengaturanwaktu, jumlah, ukuran dan
wilayah tangkap sudah
dikembangkan. Namun kendalanya dibeberapa lokasi di
Indonesia khususnya di Kepulauan Padaido merupakan sesuatu
hal
angmasih sulit. Hal inidisebabkan oleh masih terbatasnya pene
litan/kajian aspek-aspek dariterumbu karang dan komunitas
masyarakat pesisir (nelayan) serta sumberdaya manusiapelaksa
na maupun pelaku kebijakan yang masih
terbatas.I m p l e m e n t a s i d a r i e m p a t p o i n t p e n a n g g u l a n g a n p
e n a n g k a p a n i k a n t i d a k r a m a h l i n g k u n g a n dengan cara
merusak (destructive fishing) dapat dipastikan meminimalisasi dampak
dari kegiatantersebut tentunya jika diimplementasikan dengan baik
(focus dan terintegrasi)

http://www.scribd.com/doc/12065540/Penangkapan-Ikan-Tidak-RamahLingkungan-Dampak-Dan-Penanggulangannya#scribd

34

DAFTAR PUSTAKA
http://www.pengertianahli.com/2014/05/pengertian-laut-apa-itu-laut.html#_
http://endogengeo.blogspot.com/2012/04/manfaat-laut-bagi-kehidupan.html
https://www.academia.edu/9852116/EKOSISTEM_PANTAI
http://endangrachmawati.blogspot.com/2013/11/pengertian-ciri-khas-klasifikasibiota.html
http://ekosistem-ekologi.blogspot.com/2013/02/mengenal-ekosistem-laut.html
https://kvp2131tika.wordpress.com/coral/apa-itu-terumbu-karang/
http://geograph88.blogspot.com/2013/09/zona-laut-berdasarkan-intensitascahaya.html
http://blh.kaltimprov.go.id/berita-24-pembahasan-mengenai-kerusakanlingkungan-laut.html
http://www.greenpeace.org/seasia/id/blog/solidaritas-mengakhiri-penangkapanikan-berlebih/blog/44471/
https://mirsangazali.wordpress.com/2014/02/18/materi-penyuluhanpenangkapan-ikan-yang-merusak-dan-tidak-ramah-lingkungan/

35