Anda di halaman 1dari 47

PERADILAN

DALAM HUKUM
PAJAK

HUKUM PAJAK
1.

Hukuman administrasi

2.

Hukuman pidana

Hukuman Administrasi
Berupa sanksi administrasi baik berupa bunga,

denda, tambahan pokok pajak maupun kenaikan yang


dijatuhkan oleh fiskus.

Berkaitan dengan masalah ketidaktaatan Wajib

Pajak dalam melaksanakan kewajiban, misalnya


tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT)
atau menyampaikan SPT secara tidak lengkap.

Hukuman Pidana
Berupa denda pidana maupun hukuman penjara yang
dijatuhkan oleh hakim.
Berkaitan dengan perbuatan-perbuatan kejahatan,
misalnya sengaja tidak mendaftarkan diri untuk
memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau
memperlihatkan dokumen atau pembukuan palsu.

PERAD ILAN AD M IN ISTRASI


PAJAK
1. Peradilan administrasi tidak murni
2. Peradilan administrasi murni

Peradilan Administrasi
Tidak Murni

Hanya melibatkan wajib pajak dan fiskus


tanpa melibatkan pihak ketiga yang
independen

Fiskus sebagai pihak yang bersengketa


sekaligus menjadi pihak yang mengambil
keputusan dalam perselisihan pajak.

PERADILAN ADMINISTRASI MURNI

Melibatkan tiga pihak, yaitu Wajib Pajak, Fiskus,


dan Hakim yang mengadili.

Wajib Pajak dan Fiskus adalah pihak yang


bersengketa, sedangkan Hakim adalah pihak yang
memutuskan sengketa.

KEBERATAN
diajukan apabila :
Wajib Pajak merasa kurang atau tidak puas
atas suatu ketetapan pajak yang ditetapkan
oleh fiskus
Wajib Pajak merasa kurang atau tidak puas
atas pemotongan atau pemungutan yang
dilakukan oleh pihak ketiga.

KEBERATAN DAPAT DIAJUKAN


ATAS SUATU:
1.
2.
3.
4.
5.

Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar


(SKPKB)
Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
Tambahan (SKPKBT)
Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
(SKPLB)
Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN)
Pemotongan atau Pemungutan oleh
pihak ketiga.

PIHAK YANG DAPAT MENGAJUKAN


KEBERATAN
1.
2.
3.
4.

Bagi WP Badan oleh Pengurus


Bagi WP Orang Pribadi oleh WP yang bersangkutan
Pihak yang dipotong atau dipungut oleh pihak ketiga
Kuasa yang ditunjuk oleh mereka (pada butir 1 sampai
3 di atas dengan surat kuasa khusus.

SYARAT-SYARAT MENGAJUKAN
KEBERATAN
Diajukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak
Diajukan secara tertulis dalam Bahasa Indonesia dengan menyebutkan

jumlah pajak yang terutang menurut penghitungan WP disertai alasanalasan jelas.


Jika WP mengajukan keberatan atas surat ketetapan pajak, WP wajib
melunasi pajak yang masih harus dibayar paling sedikit sejumlah yang
telah disetujui WP dalam pembahasan sebelum surat keberatan diajukan
Jika WP mengajukan keberatan, jangka waktu pelunasan pajak atas jumlah
pajak yang belum dibayar pada saat pengajuan keberatan tertangguhkan
sampai dengan satu bulan sejak tanggal penerbitan surat keputusan
keberatan
Jika WP mengajukan banding atas putusan keberatan, jangka waktu
pelunasan pajak atas jumlah pajak yang belum dibayar pada saat
pengajuan keberatan tertangguhkan sampai dengan satu bulan sejak
tanggal penerbitan surat keputusan banding
Satu keberatan harus diajukan untuk satu jenis dan satu tahun/masa pajak

Jangka Waktu Pengajuan Keberatan


Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu 3(tiga)bulan sejak

tanggal pengiriman SKPKB, SKPKBT, SKPLB, SKPN atau sejak


tanggal dilakukan pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga
Untuk surat keberatan yang diajukan langsung ke Kantor

Pelayanan Pajak, maka jangka waktu 3(tiga)bulan dihitung sejak


tanggal pengiriman SKPKB, SKPKBT, SKPLB, SKPN atau sejak
tanggal dilakukan pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga
sampai saat keberatan diterima oleh Kantor Pelayanan Pajak
Untuk surat keberatan yang diajukan langsung ke Kantor

Pelayanan Pajak, maka jangka waktu 3(tiga)bulan dihitung sejak


tanggal pengiriman SKPKB, SKPKBT, SKPLB, SKPN atau sejak
tanggal dilakukan pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga
sampai dengan tanggal tanda bukti pengiriman melaui Kantor Pos
dan Giro

Keputusan atas surat keberatan

Keputusan atas surat keberatan harus sudah diberikan

paling lambat 12(dua belas) bulan sejak tanggal surat


keberatan diterima
Apabila WP tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan,
Kepala KPP akan memberikan jawaban tertulis dengan surat
biasa selambat-lambatnya 1 bulan sejak tanggal surat
keberatan diterima
Sebelum surat keputusan diterbitkan, WP dapat
menyampaikan alasan tanbahan atau penjelasan tertulis
Keputusan keberatan dapat berupa diterima seluruhnya,
diterima sebagian, ditolak, dan menambah jumlah pajak

Sanksi Administrasi
Jika keberatan ditolak/dikabulkan sebagian, WP dikenakan

sanksi administrasi berupa denda sebesar 50% dari jumlah


pajak berdasarkan keputusan keberatan dikurangi pajak
yang telah dibayar sebelum mengajukan keberatan
Jika WP mengajukan banding, sanksi administrasi yang

dimaksud di atas tidak dikenakan


Jika banding ditolak/dikabulkan sebagian, WP dikenakan

sanksi administrasi berupa denda sebesar 100% dari jumlah


pajak berdasarkan keputusan banding dikurangi pajak yang
telah dibayar sebelum mengajukan keberatan

Kewenangan dalam mengambil keputusan


Wewenang Direktur Jendral Pajak yang begitu luas yang
diberikan oleh undang-undang perpajakan tentu saja tidak
dapat dilakukan sendiri. Oleh karenanya, Direktur Jendral
Pajak harus mengambil suatu keputusan yang disesuaikan
dengan struktur organisasi dari Direktorat Jendral Pajak. dari
sekian banyak unit yang melayani masyarakat di bidang
perpajakan, akan diartikan secara khusus masalah
kewenangan di dalam memutuskan dan segala aspek
administrasi dalam hal Wajib Pajak yang melakukan
keberatan dan banding atas ketetapan pajak yang telah
dikeluarkan

BANDING

Dasar Hukum
Berdasarkan

UU No. 14 Tahun 22 tentang


Pengadilan Pajak
Pengadilan pajak adalah badan peradilan
yang melasanakan kekuasaan kehakiman
bagi Wajib Pajak atau penanggung pajak
yang mencari keadilan terhadap Sengketa
Pajak
Tugas

pengadilan adalah memutuskan


Sengketa Pajak

Pengertian

Sengketa Pajak adalah sengketa yang timbul dalam bidang


perpajakan antara wajib pajak/penanggung pajak dengan
pejabat yang berwenang sebagai akibat dikeluarkannya
keputusan yang dapat diajukan banding atau gugatan kepada
Pengadilan Pajak berdasarkan peraturan perundang-undangan
perpajakan, termasuk gugatan atas pelaksanaan penagihan
berdasarkan Undang-Undang Penagihan Pajak dengan Surat
Paksa

Banding adalah upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Wajib


Pajak terhadap suatu keputusan yang dapat diajukan banding,
berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan yang
berlaku

Gugatan adalah upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Wajib


Pajak terhadap pelaksana penagihan pajak atau terhadap
keputusan yang dapat diajukan gugatan berdasarkan peraturan
perundang-undangan perpajakan yang berlaku

Surat Uraian Banding adalah surat terbanding kepada


Pengadilan Pajak yang berisi jawaban atas alasan banding yang
diajukan oleh pemohon banding

Surat Bantahan adalah surat dari pemohon banding atau


penggugat kepada Pengadilan Pajak yang berisi bantahan atas
Surat Uraian Banding atau Surat Tanggapan

Hakim Tunggal adalah hakim yang ditunjuk oleh Ketua untuk


memeriksa dan memutuskan sengketa pajak

Hakim Anggota adalah hakim dalam suatu majelis yang


ditunjuk oleh Ketua untuk menjadi anggota dalam majelis

Hakim Ketua adalah Hakim Anggota yang ditunjuk oleh Ketua


untuk memimpin sidang

Sekretaris, Wakil Sekretaris, dan Sekretaris Pengganti adalah


Sekretaris, Wakil Sekretaris, dan Sekretaris Pengganti pada
Pengadilan Pajak

Panitera, Wakil Panitera, dan Panitera Pengganti adalah


Sekretaris, Wakil Sekretaris, dan Sekretaris Pengganti
Pengadilan Pajak yang melaksanakan fungsi kepaniteraan

Pengadilan Pajak

Berkedudukan di Ibukota Negara

Susunan Pengadilan Pajak terdiri dari


1.

Pimpinan/Ketua (1 orang ketua dan paling banyak 5


orang wakil ketua)

2.

Hakim Anggota

3.

Sekretaris

4.

Panitera

. Hakim

tidak boleh merangkap menjadi

1.

Pelaksana keputusan Pengadilan Pajak

2.

Wali, pengampun, atau pejabat yang berkaitan dengan


suatu sengketa pajak yang akan atau sedang diperiksa
olehnya

3.

Penasehat hukum

4.

Konsultan hukum

5.

Akuntan publik

6.

Pengusaha

Panitera

Pada Pengadilan Pajak ditetapkan adanya kepaniteraan yang


dipimpin oleh serang panitera

Dalam menjalankan tugas, Panitera dibantu seorang Wakil


Panitera dan beberapa orang Panitera Pengganti

Panitera, Wakil Panitera, Panitera Pengganti tidak boleh


merangkap menjadi
1.

Pelaksana keputusan Pengadilan Pajak

2.

Wali, pengampun, atau pejabat yang berkaitan dengan suatu


sengketa pajak yang akan atau sedang diperiksa olehnya

3.

Penasehat hukum

4.

Konsultan hukum

5.

Akuntan publik

6.

Pengusaha

. Panitera,

Wakil Panitera, Panitera Pengganti diangkat dan


diberhentikan jabatannya oleh Menteri

. Pembinaan

teknis Panitera dilakukan oleh Mahkamah Agung

Kekuasaan Pengadilan
Pajak

Pengadilan Pajak menpunyai tugas dan wewenang memeriksa


dan memutuskan sengketa pajak

Pengadilan Pajak dalam hal banding hanya memeriksa dan


memutuskan sengketa atas keputusan keberatan

Pengadilan Pajak dalam hal gugatan, memeriksa dan


memutuskan sengketa atas pelaksanaan penagihan pajak
atau keputusan pembetulan atau keputusan lainnya. Gugatan
Wajib Pajak atau penanggung pajak terhadap:
1.

Pelaksana Surat Paksa, Surat Perintah Melaksanakan


Penyitaan, atau Pengumuman Lelang

2.

Keputusan yang berkaitan dengan pelaksanaan keputusan


perpajakan

3.

Keputusan pembetulan yang berkaitan dengan Surat


Tagihan Pajak

. Pengadilan

Pajak adalah pengadilan tingkat pertama dan


terakhir dalam memeriksa dan memutuskan sengketa pajak

Syarat-syarat Mengajukan
Banding

Banding diajukan dengan surat banding dalam Bahasa Indonesia


kepada Pengadilan Pajak

Banding diajukan dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal


diterimanya keputusan yang dibandingkan

Jangka waktu tersebut tidak mengikat apabila jangka waktu yang


dimaksud tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaan
pemohon banding

Terhadap 1 keputusan diajukan 1 Surat Banding

Banding diajukan disertai dengan alasan-alasan yang jelas dan


dicantumkan tanggal diterimanya surat keputusan yang dibanding

Pada surat banding dilampirkan salina keputusan yang dibanding

Selain dari pernyataan tersebut, dalam hal banding diajukan


terhadap besarnya jumlah pajak yang terutang yang dimaksud
telah dibayar sebesar 50%

Banding dapat diajukan oleh Wajib Pajak, ahli warisnya, seorang


pengurus, atau kuasa hukumnya

Apabila selama proses banding, pemohon banding meninggal


dunia, banding dapat dilanjutkan oleh ahli warisnya, kuasa
hukum dari ahli warisnya, pengampunya dalam hal pemohon
banding pailit

Apabila selama proses banding, pemohon banding melakukan


penggabungan, peleburan, pemecahan/pemekaran usaha,
atau likuidasi, permohonan dimaksud dapat dilanjutkan oleh
pihak yang menerima pertanggungjawaban karena
penggabungan, peleburan, pemecahan/pemekaran usaha,
atau likuidasi yang dimaksud

Pemohon banding dapat melengkapi surat bandingnya untuk


memenuhi ketentuan yang berlaku sepanjang masih dalam
jangka waktu sebagaimana dimaksud di atas

Terhadap banding dapat diajukan surat pernyataan


pencabutan kepada Pengadilan Pajak

Banding dicabut/dihapus dari daftar sengketa dengan:


1.

Penetapan Ketua dalam surat pernyataan pencabutan yang


diajukan sebelum sidang dilaksanakan

2.

Putusan Majelis/Hakim Tunggal melalui pemeriksaan dalam


hal surat pernyataan pencabutan yang diajukan dalam
sidang atas persetujuan terbanding

. Banding

yang telah dicabut melalui penetapan putusan tidak

GUGATAN

Gugatan diajukan dengan surat banding dalam Bahasa Indonesia kepada


Pengadilan Pajak

Jangka waktu untuk mengajukan gugatan terhadap pelaksana penagihan


pajak adalah 14 hari sejak tanggal pelaksanaan penagihan

Jangka waktu untuk mengajukan gugatan terhadap keputusan selain


gugatan adalah 30 hari sejak tanggal diterimanya keputusan yang digugat

Jangka waktu tersebut tidak mengikat apabila jangka waktu yang


dimaksud tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaan
penggugat

Perpanjangan jangka waktu sebagaimana yang dimaksud di atas adalah


14 hari terhitung sejak berakhirnya keadaan di luar kekuasaan penggugat

Terhadap 1 pelaksanaan penagihan atau 1 keputusan diajukan 1 Surat


Penggugat

Banding dapat diajukan oleh Wajib Pajak, ahli warisnya, seorang


pengurus, atau kuasa hukumnya dengan disertai alasan-alasan yang jelas
dan mencantumkan tanggal diterima, pelaksanaan penagihan, atau
keputusan yang digugat dan dilampirkan salinan dokumen yang digugat

Apabila selama proses gugatan, penggugat meninggal dunia,


gugatan dapat dilanjutkan oleh ahli warisnya, kuasa hukum dari ahli
warisnya, pengampunya dalam hal penggugat pailit

Apabila selama proses gugatan, penggugat melakukan


penggabungan, peleburan, pemecahan/pemekaran usaha, atau
likuidasi, permohonan dimaksud dapat dilanjutkan oleh pihak yang
menerima pertanggungjawaban karena penggabungan, peleburan,
pemecahan/pemekaran usaha, atau likuidasi yang dimaksud

Terhadap gugatan dapat diajukan surat pernyataan pencabutan


kepada Pengadilan Pajak

Gugatan dicabut/dihapus dari daftar sengketa dengan:

1.

Penetapan Ketua dalam surat pernyataan pencabutan yang


diajukan sebelum sidang dilaksanakan

2.

Putusan Majelis/Hakim Tunggal melalui pemeriksaan dalam hal


surat pernyataan pencabutan yang diajukan dalam sidang atas
persetujuan tergugat

Gugatan yang telah dicabut melalui penetapan putusan tidak dapat


diajukan kembali

Gugatan tidak menunda atau menghalangi dilaksanakannya


penagihan pajak atau kewajiban perpajakan

Penggugat dapat mengajukan permohonan agar tidal lanjut


pelaksanaan penagihan pajak ditunda selama pemeriksaan sengketa
pajak sedang berjalan, sampai ada putusan Pengadilan Pajak

Pemohonan dapat diajukan sekalugus gugatan dan dapat diputus


terlebih dahuludari pokok sengketanya

Permohonan penundaan dapat dikabulkan hanya apabila terdapat


keadaan yang sangat mendesak yang mengakibatkan kepentingan
penggugat sangat dirugikan jika dilaksanakan penagihan pajak yang
digugat itu dilaksanakan

PERSIAPAN
PERSIDANGAN

Peradilan Pajak meminta Surat Uraian Banding atau Surat


Tanggapan atas Surat Banding atau Surat Gugatan kepada
terbanding atau tergugan dalam jangka waktu 14 hari
sejak diterima Surat Banding atau Surat Gugatan

Dalam hal pemohon banding mengirimkan surat atau


dokumen susulan kepada Pengadilan Pajak, jangka waktu
14 hari sebagaimana dimaksud seperti di atas dihitung
sejak tanggal diterima surat atau dokumen susulan
dimaksud

Terbanding atau tergugat menyerahkan Surat Uraian Banding atau


Surat Tanggapan sebagaimana dimaksud di atas dalam jangka waktu:
1.

2.
3.

4.

5.

6.

3 bulan sejak tanggal dikirim permintaan Surat Uraian Banding;


atau
1 bulan sejak tanggal dikirim permintaan Surat Tanggapan
Salinan Surat Uraian Banding atau Surat Tanggapan sebagaimana
yang dimaksud di atas oleh Pengadilan Pajak dikirim kepada
pemohon banding atau penggugat dalam jangka waktu 14 hari
sejak tanggal diterima
Pemohon banding atau penggugat dapat menyerahkan Surat
Bantahan kepada Pengadilan Pajak dalam jangka waktu 30 hari
sejak tanggal diterima Salinan Surat Uraian Banding atau Surat
Tanggapan sebagaimana dimaksud di atas
Salinan Surat Bantahan dikirim kepada terbanding atau tergugat,
dalam jangka waktu 14 hari sejak tanggal diterimanya Surat
Bantahan
Apabila terbanding atau tergugat, atau pemohon banding atau
penggugat tidak memenuhi ketentuan, Pengadilan Pajak tetap
melanjutkan pemeriksaan banding atau gugatan

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Pemohon banding atau penggugat dapat memberitahukan kepada


Ketua unutk hadir dalam persidangan guna memberikan
keterangan lisan
Ketua menunjuk Majelis yang terdiri dari 3 orang Hakim atau
Hakim Tunggal untuk memeriksa dan memutuskan sengketa pajak
Dalam hal pemeriksaan dilakukan oleh Majelis, Ketua menunjuk
salah seorang Hakim sebagaimana dimaksud di atas sebagai
Hakim Ketua yang memimpin pemeriksaan sengketa pajak
Majelis atau Hakim Tunggal bersidang pada hari yang ditentukan
dan memberitahukan hari sidang dimaksud kepada pihak yang
bersengketa
Majelis atau Hakim Tunggal sudah mulai bersidang dalam jangka
waktu 6 bulan sejak tanggal diterimanya Surat Banding
Dalam hal gugatan, Majelis atau Hakim Tunggal sudah memulai
sidang dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal diterimanya
Surat Gugatan

Pemeriksaan dengan Acara Biasa

Pemeriksaan dengan acara biasa dilakukan oleh majelis


Untuk keperluan pemeriksaan, Hakim Ketua membuka sidang dan menyatakan
terbuka untuk umum.
Sebelum pemeriksaan pokok sengketa dimulai, Majelis melakukan pemeriksaan
mengenai kelengkapan dan / atau kejelasan banding atau gugatan.
Apabila banding atau gugatan tidak lengkap dan / atau tidak jelas sepanjang
bukan merupakan persyaratan, kelengkapan dan / atau kejelasan dimaksud
dapat diberikan dalam persidangan.
Hakim Ketua menjelaskan masalah yang disengketakan kepada pihak-pihak
yang bersengketa
Majelis menanyakan kepada terbanding atau tergugat mengenai hal-hal yang
dikemukakan pemohon banding atau penggugat dalam Surat Banding dan Surat
Gugatan dan dalam Surat Bantahan.
Apabila Majelis memandang perlu dan dalam hal pemohon banding atau
penggugat hadir dalam persidangan, Hakim Ketua dapat meminta pemohon
banding atau penggugat untuk memberikan keterangan yang diperlukan dalam
penyelesaian sengketa pajak.

Atas permintaan salah satu pihak yang bersengketa, atau karena jabatan,
Hakim Ketua dapat memerintahkan saksi untuk hadir dan didengar
keterangannya dalam persidangan.

Saksi yang diperintahkan oleh Hakim Ketua wajib datang di persidangan


dan tidak diwakilkan.

Dalam hal saksi tidak datang meskipun telah dipanggil dengan patut dan
Majelis dapat mengambil keputusan tanpa mendengar keterangan saksi,
Hakim Ketua melanjutkan persidangan.

Apabila saksi tidak datang tanpa alasan yang dapat


dipertanggungjawabkan meskipun telah dipanggil dengan patut, dan
Majelis mempunyai alasan yang cukup untuk menyangka bahwa saksi
sengaja tidak datang, serta Majelis tidak dapat mengambil putusan tanpa
keterangan dari saksi dimaksud, Hakim Ketua dapat meminta bantuan
polisi untuk membawa saksi ke persidangan.

Biaya untuk mendatangkan saksi ke persidangan yang diminta oleh pihak


yang bersangkutan menjadi beban dari pihak yang meminta.

Saksi dipanggil ke persidangan seorang demi seorang.

Hakim Ketua menanyakan kepada saksi nama lengkap, tempat lahir,


umur, dan tanggal lahir, jenis kelamin, kewarganegaraan, tempat tinggal,
agama, pekerjaan, derajat hubungan keluarga, dan hubungan kerja
dengan pemohon banding atau penggugat atau dengan terbanding /
tergugat

Sebelum memberikan keterangan, saksi wajib mengucapkan sumpah

Pemeriksaan dengan Acara Cepat

Pemeriksaan dengan acara cepat dilakukan oleh Majelis atau Hakim


Tunggal

Pemeriksaan dengan acara cepat dilakukan terhadap :


1.
2.

3.

4.

Sengketa Pajak tertentu;


Gugatan yang tidak diputuskan dalam jangka waktu 6 bulan sejak
gugatan diterima;
Tidak dipenuhi salah satunya dalam putusan Pengadilan Pajak
atau kesalahan tertulis dan / atau kesalahan hitung;
Sengketa yang berdasarkan pertimbangan hukum bukan
merupakan wewenang Pengadilan Pajak.

Sengketa Pajak Tertentu adalah sengketa pajak Banding atau Gugatan


yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

Pemeriksaan dengan acara cepat terhadap sengketa pajak dilakukan


tanpa Surat Uraian Banding atau Surat Tanggapan dan tanpa Surat
Bantahan

Semua ketentuan mengenai pemeriksaan dengan cara biasa berlaku


juga untuk pemeriksaan dengan acara cepat.

PEMBUKTIAN

Alat bukti dapat berupa :


1.

Surat atau tulisan;

2.

Keterangan ahli;

3.

Keterangan para saksi;

4.

Pengakuan para pihak; dan / atau

5.

Pengetahuan Hakim.

Keadaan yang telah diketahui oleh umum tidak perlu dibuktikan.

Surat atau tulisan sebagai alat bukti terdiri dari :


1.

Akta Autentik, yaitu surat yang dibuat oleh atau dihadapkan seorang
pejabat umum yang menurut peraturan perundang-undangan
berwenang membuat surat itu dengan maksud untuk dipergunakan
sebagai alat bukti tentang peristiwa atau peristiwa hukum yang
tercantum di dalamnya;

2.

Akta dibawah tangan, yaitu surat yang dibuat dan ditandatangani oleh
pihak-pihak yang bersangkutan dengan maksud untuk dipergunakan
sebagai alat bukti tentang peristiwa atau peristiwa hukum yang
tercantum di dalamnya;

3.

Surat keputusan atau surat ketetapan yang diterbitkan oleh pejabat


yang berwenang;

Keterangan ahli adalah pendapat orang yang diberikan di bawah sumpah


dalam persidangan tentang hal yang ia ketahui menurut pengalamannya
dan pengetahuannya.

Seorang yang tidak boleh didengar sebagai saksi tidak boleh memberikan
keterangan ahli.

Atas permintaan kedua belah pihak atau salah satu pihak atau karena
jabatannya, Hakim Ketua atau Hakim Tunggal dapat menunjuk seorang
atau beberapa ahli.

Seorang ahli dalam persidangan harus memberikan keterangan, baik


tertulis maupun lisan, yang dikuatkan dengan sumpah atau janji mengenai
hal sebenarnya menurut pengalaman dan pengetahuannya.

PUTUSAN
Putusan Pengadilan Pajak merupakan putusan akhir dan mempunyai kekuatan
hukum tetap.
Pengadilan Pajak dapat mengeluarkan putusan sela atas gugatan berkenaan
dengan permohonan penggugat agar tindak lanjut pelaksanaan penagihan pajak
ditunda selama pemeriksaan pajak berjalan, sampai ada putusan pengadilan.
Pihak-pihak yang bersengketa dapat mengajukan peninjauan kembali atas
putusan Pengadilan Pajak kepada Mahkamah Agung.
Putusan Pengadilan Pajak diambil berdasarkan hasil penilaian pembuktian, dan
berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan yang bersangkutan,
serta berdasarkan keyakinan Hakim.
Dalam pemeriksaan dilakukan oleh Majelis, putusan Pengadilan Pajak diambil
berdasarkan musyawarah yang dipimpin oleh Hakim Ketua dan apabila dalam
musyawarah tidak dapat dicapai kesepatan, putusan diambil dengan suara
terbanyak.
Apabila Majelis di dalam mengambil keputusan dengan cara musyawarah tidak
dapat dicapai kesepakatan sehingga putusan diambil dengan suara terbanyak,
pendapat Hakim Anggota yang tidak sepakat dengan putusan tersebut
dinyatakan dalam putusan Pengadilan Pajak.

Putusan Pengadilan Pajak dapat berupa :


1.

Menolak;

2.

Mengabulkan sebagian atau seluruhnya;

3.

Menambah pajak yang harus dibayar;

4.

Tidak dapat diterima;

5.

Membetulkan kesalahan tulisan dan / atau kesalahan hitung; dan /


atau

6.

Membatalkan.

Terhadap putusan tersebut tidak dapat lagi diajukan gugatan,


banding, atau kasasi.

Putusan Pemeriksaan dengan acara biasa atas banding diambil dalam


jangka waktu 6 (enam) bulan sejak Surat Banding diterima.

Putusan Pemeriksaan dengan acara biasa atas gugatan diambil dalam


jangka waktu 6 (enam) bulan sejak Surat Gugatan diterima.

Dalam hal-hal khusus, jangka waktu tersebut dapat diperpanjang


paling lama 3 (tiga) bulan.

Dalam hal gugatan yang diajukan selain atas keputusan pelaksanaan


keputusan penagihan pajak, tidak diputus dalam jangka waktu
sebagaimana dimaksud di atas, Pengadilan Pajak wajib mengambil
keputusan melalui pemeriksaan dengan acara cepat dalam jangka
waktu 1 (satu) bulan sejak jangka waktu 6 (enam) bulan dimaksud

Putusan Pemeriksaan dengan acara cepat terhadap Sengketa Pajak


tertentu yang dinyatakan tidak dapat diterima, diambil dalam jangka
waktu sebagai berikut :
1.

30 hari sejak batas waktu pengajuan Banding atau Gugatan


dilampaui;

2.

30 hari sejak Banding atau Gugatan diterima dalam hal diajukan


setelah batas waktu pengajuan dilampaui.

Putusan atau penetapan dengan acara cepat terhadap kekeliruan


berupa pembetulan kesalahan tulis dan / atau kesalahan hitung,
diambil dalam putusan jangka waktu 30 hari sejak kekeliruan
dimaksud diketahui atau sejak permohonan salah satu pihak diterima.

Putusan dengan acara cepat terhadap sengketa yang didasarkan


pertimbangan hukum bukan merupakan wewenang Pengadilan Pajak,
berupa tidak dapat diterima, diambil dalam jangka waktu 30 hari
sejak Surat Banding atau Surat Gugatan diterima.

Dalam hal putusan Pengadilan Pajak diambil terhadap Sengketa Pajak,


pemohon Banding atau Penggugat dapat mengajukan gugatan
kepada peradilan yang berwenang.

Putusan Pengadilan pajak harus diucapkan dalam sidang terbuka


untuk umum.

Tidak dipenuhinya ketentuan di atas, putusan Pengadilan Pajak tidak


sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum dan karena itu putusan

Putusan Pengadilan Pajak harus memuat :


1.

Kepala putusan yang berbunyi Demi Keadilan Berdasarkan


Ketuhanan Yang Maha Esa;

2.

Nama, tempat tinggal atau tempat kediaman, dan / atau identitas


lainnya dari pemohon banding atau penggugat;

3.

Nama jabatan dan alamat terbanding atau tergugat;

4.

Hari, tanggal diterimanya Banding atau Gugatan;

5.

Ringkasan Banding atau Gugatan, dan ringkasan Surat Uraian


Banding atau Surat Tanggapan, atau Surat Bantahan yang jelas;

6.

Pertimbangan dan penilaian setiap bukti yang diajukan dan hal


yang terjadi dalam persidangan selama sengketa itu diperiksa;

7.

Pokok sengketa;

8.

Alasan hukum yang menjadi dasar putusan;

9.

Amar putusan tentang sengketa;

10.

Hari, tanggal putusan, nama Hakim yang memutus, nama Panitera


dan keterangan tentang hadir atau tidak hadirnya para pihak.

Tidak dipenuhinya salah satu ketentuan di atas menyebabkan


putusan dimaksud tidak sah dan Ketua memerintahkan sengketa
dimaksud segera disidangkan kembali dengan acara cepat, kecuali
putusan diambil telah melampaui jangka waktu 1 tahun.

Ringkasan sebagaimana dimaksud dalam huruf e tidak diperlukan


dalam hal putusan Pengadilan Pajak diambil terhadap Sengketa Pajak
berupa tidak dipenuhinya putusan Pengadilan Pajak, sengketa yang
bukan wewenang Pengadilan Pajak dan sengketa tertentuyang tidak
memenuhi syarat.

Putusan Pengadilan Pajak harus ditandatangani oleh Hakim yang


memutuskan dan Panitera.

Apabila Hakim Ketua atau Hakim Tunggal yang menyidangkan


berhalangan menandatangani, putusan ditandatangani oleh Ketua
dengan menyatakan alasan berhalangannya Hakim Ketua dan Hakim
Tunggal.

Apabila Hakim Anggota berhalangan menandatangani, putusan


ditandatangani oleh Hakim Ketua dengan menyatakan alasan
berhalangannya Hakim Anggota dimaksud.

PELAKSANAAN PUTUSAN

Putusan Pengadilan Pajak langsung dapat dilaksanakan dengan


tidak memerlukan lagi keputusan pejabat yang berwenang kecuali
peraturan perundang-undangan mengatur lain.

Apabila putusan Pengadilan Pajak mengabulkan sebagian atau


seluruh banding, kelebihan pembayaran pajak dikembalikan
dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% sebulan untuk
paling lama 24 bulan, sesuai ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan yang berlaku.

Salinan putusan atau salinan penetapan Pengadilan Pajak dikirim


kepada para pihak dengan surat oleh sekretaris dalam jangka
waktu 30 hari sejak tanggal putusan Pengadilan Pajak diucapkan,
atau dalam jangka waktu 7 hari sejak tanggal putusan diucapkan.

Putusan Pengadilan Pajak harus dilaksanakan oleh Pejabat yang


berwenang dalam jangka waktu 30 hari terutang sejak tanggal
diterimanya putusan.

Pejabat yang tidak melaksanakan putusan Pengadilan Pajak dalam


jangka waktu tersebut dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan

PEMERIKSAAN PENINJAUAN KEMBALI

Permohonan peninjauan kembali hanya dapat diajukan satu kali


kepada Mahkamah Agung melalui Pengadilan Pajak.

Permohonan peninjauan kembali tidak menangguhkan atau


menghentikan pelaksanaan putusan Pengadilan Pajak.

Permohonan peninjauan kembali dapat dicabut sebelum putusan dan


dalam hal sudah dicabut permohonan peninjauan kembali tersebut
tidak dapat diajukan kembali.

Hukum acara yang berlaku pada pemeriksaan peninjauan kembali


adalah hukum acara pemeriksaan peninjauan kembali sebagaimana
dimaksud dalam Undang-undang No. 14 Tahun 1985 tentang
Mahkamah Agung, kecuali yang diatur secara khusus dalam undangundang ini.

Permohonan peninjauan kembali hanya dapat diajukan berdasarkan


alasan-alasan sebagai berikut :

Apabila putusan Pengadilan Pajak didasarkan pada suatu


kebohongan atau tipu didasarkan pada bukti-bukti yang kemudian
oleh Hakim Pidana dinyatakan palsu;

Apabila terdapat bukti tertulis baru yang penting dan bersifat


menentukan, yang apabila diketahui pada tahap persidangan di
Pengadilan Pajak akan menghasilkan keputusan yang berbeda;

Apabila telah dikabulkan suatu hal yang tidak dituntut atau lebih
daripada yang dituntut, kecuali yang diputuskan berdasarkan Pasal
80 ayat 1 huruf b dan c;

Apabila mengetahui suatu bagian dari tuntutan belum diputus


tanpa dipertimbangkan sebab-sebabnya;

Apabila terdapat suatu putusan yang nyata-nyata tidak sesuai


dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengajuan permohonan peninjauan kembali berdasarkan alasan


sebagaimana dimaksud di atas huruf a dilakukan dalam jangka waktu
paling lambat 3 bulan terhitung sejak diketahui kebohongan atau tipu
muslihat atau sejak putusan Hakim pengadilan pidana memperoleh
kekuatan hukum tetap

Pengajuan permohonan peninjauan kembali berdasarkan alasan


sebagaimana dimaksud di atas huruf b dilakukan dalam jangka waktu
paling lambat 3 bulan terhitung sejak ditemukan surat-surat bukti yang
hari dan tanggal ditemukannya harus dinyatakan di bawah sumpah dan
disahkan oleh pejabat yang berwenang.

Pengajuan permohonan peninjauan kembali berdasarkan alasan


sebagaimana dimaksud di atas huruf c, d, dan e dilakukan dalam jangka
waktu paling lambat 3 bulan terhitung sejak putusan dikirim.

Mahkamah Agung memeriksa dan memutuskan permohonan peninjauan


kembali dengan ketentuan :

Dalam jangka waktu 6 bulan sejak permohonan peninjauan kembali


diterima oleh Mahkamah Agung telah mengambil keputusan, dalam hal
Pengadilan Pajak mengambil putusan melalui pemeriksaan acara biasa;

Dalam jangka waktu 1 bulan sejak permohonan peninjauan kembali


diterima oleh Mahkamah Agung telah mengambil putusan, dalam hal
Pengadilan Pajak mengambil putusan melalui pemeriksaan acara
cepat.

Putusan atas permohonan peninjauan kembali harus diucapkan dalam


siding terbuka untuk umum.

PENGAJUAN PERMOHONAN PENINJAUAN KEMBALI


ATAS SANKSI ADMINISTRASI PERPAJAKAN

Berdasarkan Pasal 25 UU KUP, tidak menyebutkan atas Surat Tagihan


Pajak (STP). Hal ini karena STP bukanlah ketetapan atas pokok pajak,
melainkan hanya mengenakan sanksi administrasi. Karena atas
penerbitan STP tidak dapat diajukan keberatan, maka upaya yang dapat
dilakukan oleh wajib pajak adalah mengajukan peninjauan kembali jumlah
ketetapan pajak dan sanksi administrasi yang tercantum dalam STP.

Berdasarkan Pasal 36 ayat (1) huruf a UU KUP dan keputusan Menteri


Keuangan No. 953 / KMK. 04 / 1983 disebutkan bahwa Menteri Keuangan
dapat menerbitkan Keputusan Peninjauan Kembali dengan
mengurangkan atau membatalkan ketetapan pajak dan sanksi
administrasi yang tidak benar. Terhadap keputusan peninjauan kembali
tidak dapat diajukan banding.

TERIMA KASIH