Anda di halaman 1dari 49

HIGIENE DAN

SANITASI
By :Aesthetic Institute of
dr.ALDJOEFRIE

Higiene (ilmu kesehatan)

Ilmu yang mempelajari usaha yang dapat


ditempuh dan berguna untuk menegakkan
kesehatan hidup manusia
Bertujuan melindungi, memelihara dan
mempertinggi tingkat kesehatan jasmani
dan rohani manusia
Tujuan akhir higiene adalah :
mempertinggi kesejahteraan hidup dan
daya guna hidup manusia, baik selaku
pribadi maupun selaku anggota masyarakat

Higine dapat dibedakan


menjadi

Higine perorangan
Higine perusahaan
Higine lingkungan

Higiene Perorangan

Bertujuan melindungi,
memelihara dan mempertinggi
tingkat kesehatan jasmani dan
rohani perorangan

Higine perorangan
Kesehatan jasmani
Kebersihan tubuh ( mandi, sikat gigi)
Cara berpakaian
Makanan yang bergizi
Senam dan OR teratur
Irama hidup
Sikap tubuh
Kesehatan jiwa
Rohani dan rekreasi

Ditempuh dengan :
Menjaga kebersihan tubuh dan anggota tubuh dari
sumber penularaan penyakit
Dengan memperhatikan :

Kebiasaan mandi sedikitnya 2 kali sehari dengan


menggunakan sabun
Menukar pakaian luar/dalam setiap habis mandi
Memelihara kebersihan mulut dan gigi dengan
berkumur dan menggosok gigi setiap kali habis
makan, terutama menjelang pergi tidur (cegah
halitosis)
Menjaga kebersihan jari-jemari tangan dan kaki serta
rambut

Melakukan latihan jasmani secara teratur guna


meningkatkan daya tahan tubuh terhadap
serangan penyakit

Cont...

Menempuhi irama hidup dengan teratur dan terutama


dengan menyediakan waktu tidur yang cukup
Menjauhkan diri dari kebiasaan yang merugikan
kesehatan, seperti duduk atau jalan membungkuk yang
berakibat menimbulkan kelelahan bagi otot (sikap
tubuh)
Menghindari minum alkohol atau merokok yang
merugikan kesehatan hati dan jantung
Membaca di tempat yang kurang penerangannya
sehingga merugikan kesehatan mata dan sebagainnya
Memupuk kesehatan jasmani jiwa dengan beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Menjauhkan diri dari pikiran buruk dan membina pikiran
yang sehat menuju kepada kententraman rohani

Higiene Perusahaan

Melindungi, memelihara dan


mempertinggi tingkat kesehatan jasmani
dan rohani manusia yang bekerja dalam
suatu perusahaan, baik ia pimpinan
perusahaan, karyawan maupun semua
orang yang datang dan berurusan
dengan perusahaan itu

Yang termasuk di dalamnya

Kebersihan ruangan
Sarana air bersih dan alat alat
Suasana tentram dan nyaman
Keamanan karyawan dan langganan

Ditempuh Dengan

Menjaga dan memelihara bangunan


perusahaan sehingga aman dan nyaman
bagi yang bekerja maupun yang
berkunjung.
Menjaga penerangan yang cukup, aliran
udara yang baik, penyediaan air yang
cukup dan bersih, tersedianya toilet yang
memenuhi syarat kesehatan, tempat
sampah yang tertutup dan kebersihan
ruangan kerja yang selalu terpelihara.

Cont...

Menjaga dan memelihara agar karyawan


bebas dari penyakit menular serta tidak
mengidap penyakit menular sehingga dapat
membahayakan kesehatan sesama karyawan
dan pengunjung perusahaan itu.
Tersediannya berbagai piranti ( perangkat )
pencegah penularan penyakit seperti masker
penutup mulut, sarung karet yang dapat
dipakai merawat pelanggan secara higienis
dan sebagainnya.
Tersediannya berbagai larutan antiseptik dan
desinfektan yang efektif dan aman
digunakan.

Higiene Lingkungan

Bertujuan menjadikan lingkungan hidup


mampu memberi kemungkinan terbaik
sebagai penunjang kesehatan
Termasuk didalamnya : kebersihan
lingkungan, udara/ ventilasi, kebisingan

Ditempuh Dengan

Menjaga agar lingkungan hidup tidak


tercemar oleh kotoran, bahan kimia dan
air limbah hasil buangan proses industri
Menjaga agar lingkungan bebas dari
polusi udara dan polusi suara berupa
kebisingan yang merugikan kesehatan
jasmani dan rohani
Menjaga sumber air dan tumbuhtumbuhannya yang berfungsi sebagai
paru-paru lingkungan terpelihara
kelestariannya

Ketiga higiene di atas, yaitu : higiene


perorangan, higiene perusahaan dan
higiene lingkungan merupakan usaha
yang kait-mengkait, saling mendukung
dan menunjang
Sehingga usaha yang gagal di salah satu
bidang, dapat merugikan usaha
penegakan kesehatan di bidang yang
lainnya

Pengertian Sanitasi

Usaha pengawasan terhadap lingkungan


fisik manusia yang dapat merugikan
kesehatan dan kelangsungan hidup
manusia
Pencegahan penularan penyakit dengan
menghilangkan kemungkinan
tersebarnya penyakit

Caranya

Mencuci dengan sabun


Desinfektan (mematikan kuman)
Sterilisasi (suci hama)

Sanitasi Ruang Klinik


Kecantikan

Sanitasi ruang salon dilakukan dengan


menyediakan fasilitas penunjang kesehatan
umum di klinik kecantikan, seperti:

terjaminnya sirkulasi udara dan air bersih


tersediannya saluran pembuangan air bekas
pencuci yang tertutup rapat
tersediannya kamar kecil yang memenuhi
syarat kesehatan
tersediannya tempat sampah yang tertutup
adannya fasilitas penggunaan desinfektan yang
dapat digunakan untuk mencuci/mengepel
lantai salon dan sebagainnya.

Menjamin bahwa semua fasilitas


penunjang kesehatan yang tersedia itu,
dipergunakan dengan berdaya guna dan
berhasil guna
(efektif dan efisien)
Secara singkat dapat dikatakan, sanitasi
salon ialah tindakan yang dilakukan
untuk memelihara dan memajukan
kesehatan umum dengan cara mencegah
berjangkitnya penyakit menular

Syarat Air Minum

Syarat fisik : tidak berwarna, tidak


berasa, tidak berbau, jernih
Syarak bakteriologik : bebas bibit
penyakit
Syarat kimiawi : bebas zat zat kimia

Barang sisa/ bekas (waste


material)

Sampah (refuse)
Kotoran manusia (human waste)
Air limbah (sewage)
Sisa perusahaan (industrial waste)

Pengolahan sampah

Penyimpanan
Pengumpulan
Pembuangan tahap akhir - >
dimusnahkan

Cara pembuangan air


limbah

Menyalurkan dalam system roil (septic


tank)
Perembesan
Disimpan dalam kolam penstabil air
limbah
Pengenceran (dilusi)
Pengendapan (sedimentasi)
Penyaringan (filtrasi)

Sanitasi Peralatan Klinik


Kecantikan

Tindakan untuk menjaga agar peralatan


klinik kecantikan tidak menjadi sumber
penularan penyakit

Dilakukan dengan

Desinfeksi, yaitu usaha pembebasan


peralatan salon dari kuman-kuman
dengan desinfektan tersebut antara lain,
berbagai senyawa amonium kuaterner.
Misalnya : zephiran, cetavlon, dan
klorheksidin (savlon)
Alkohol 70% : untuk alat-alat elektroda
lalu lisol seperti dethol untuk mencuci
tangan, sisir, gunting rambut, sikat
rambut, jepit rambut dan sebagainnya

Sterilisasi
Tindakan mematikan semua bentuk
jasad renik yang terdapat pada suatu
benda, sehingga benda itu menjadi
suci hama
Sterillisasi juga disebut tindakan
mensuci-hamakan suatu benda.

Tindakan ini dapat dilakukan dengan


dua kelompok cara :

Ilmu alam
Zat Kimia

Berdasarkan ilmu alam

Panas kering : dengan membakar,


memanggang atau menyeterika
Panas basah : dengan merebus dalam air
mendidih selama 20 menit
Filtrasi : Menyaring dengan saringan
keramik atau poselin, seperti saringan
Bekerfeld dan Chamberlain
Radiasi : Menyinari, menggunakan sinar
ultraviolet atau sinar gamma
Dengan menggunakan autoclave
(tekanan)

Autoclave

Sterilisasi dengan cara


steam menggunakan
tekanan
Efektif untuk
membunuh
mikroorganisme
Dapat digunakan
untuk peralatan
logam dan plastik
tertentu

Menggunakan Zat Kimia

Merendam dalam larutan kimia


berdaya bunuh kuman, seperti larutan
sublimat, alkohol, betadin, dan salvon
Menguapi dengan uap formalin yang
juga memiliki daya bunuh kuman
Sterilisasi menggunakan uap formalin
disebut fumigasi

Desinfektan Dan Antiseptik

Desinfektan

Senyawa amomium kuartener (zephiran,


cetrimide) dan klorheksidin (savlon)

Formalin 25%

Untuk merendam peralatan selama 20 menit

Alkohol 70%

Gunanya untuk merendam peralatan selama 1-5


menit

Untuk merendam peralatan tajam dan elektroda

Cresol atau lysol 10%

Untuk mencuci lantai dan membersihkan kamar


kecil

Desinfektan yang baik

Mudah dibuat
Berkaisat cepat
Tidak berbau
Tidak merusak
alat
Tidak
merangsang kulit
Murah

Contoh :

Savlon
Alkohol
Karbol

Desinfeksi

Bakterisidal : membunuh kuman/


bakteri
Tuberculosidal
: membunuh kuman
tuberkulosis
Fungisidal
: membunuh jamur
Virisidal
: membunuh virus
Broad spectrum: membunuh semua
kuman

Antiseptik

Antiseptik
Yodium Tincture 2% : untuk membersihkan
piasu, gunting dan sebagainnya, termasuk
bersihkan kulit
Hidrogen peoksida 3 % : untuk
membersihkan kulit dan luka-luka kecil
Alkohol 70% : untuk mencuci tangan dan
membersihkan luka kecil, Tidak dapat digunakan
untuk kulit yang terdapat luka-luka iritasi
Formalin 5% : untuk membersihkan lemari
kaca, bak cuci dan alat alat
Klorosol 0,5% : untuk membasuh tangan dan
peralatan

Meskipun densifektan dan antiseptik


digunakan bersama di salon kecantikan, tetapi
kedua zat mempunyai guna yang berbeda
Perbedaan utama adalah densifektan
digunakan untuk menghambat
berkembang-biaknya kuman, antiseptik
tidak membunuh bakteri, hanya
membuat kuman tidak bertambah
banyak
Jadi untuk sterillisasi digunakan densifektan
dan tidak digunakan antiseptik

Kesimpulan

Desinfeksi :

Antisepsis :

membebaskan tubuh dari kuman dengan bahan


bakteriostatik -> membuat kuman tidak
bertumbuh/ bertambah banyak

Asepsis :

membebaskan benda dari kuman dengan bahan


bahan kimia (bakterisid) (kuman yang aktif)

membebaskan alat alat dari kuman

Sterilisasi :

mensucihamakan benda, memusnahkan seluruh


mikroba

Alergi

Adalah perubahan daya reaksi tubuh terhadap


suatu zat yang timbul saat kontak dengan zat
tersebut
Zat demikian disebut antigen/ alergen
Pada dasarnya alergi adalah suatu keadaan
yang disebabkan oleh reaksi kekebalan
(imunologik) yang khas antara alergen dan zat
anti yang dibentuk oleh tubuh terhadap alergen
tadi
Reaksi demikian baru tercetus jika zat anti di
dalam tubuh mencapai kadar tertentu

Secara garis besar reaksi alergi


dapat dibedakan menjadi 2
golongan :

Reaksi tipe cepat (immediate reaction)


: berlangsung melalui darah
Reaksi tipe lambat (delayed reation) :
berlangsung melalui sel
Bahan cat rambut yang sering timbulkan
alergi : parafenilendilamina

Alergi

Untuk mengetahui kita alergi terhadap


suatu zat/ kosmetik dapat dilakukan
dengan patch test
Patch test dilakukan dengan cara :
mengoleskan suatu zat di kulit tangan kita/
bagian yang tidak terlihat, jika setelah 48
jam tidak timbul kemerahan di kulit, tidak
ada gatal, berati hasil test (-), jika timbul
hasil (+) berarti orang tersebut alergi
terhadap suatu zat yang dioleskan tadi

Patch test/ uji tempel

Uji tempel terbuka (untuk bahan yang mudah


menguap dan bersifat iritan pada keadaan
tertutup) di lakukan di belakang telinga dan
dibaca setelah 24 jam
Uji tempel tertutup (untuk bahan bahan standar)
jika iritan sekali diencerkan 1:1000) di lakukan di
penggung/ lengan atas dan dibaca setelah 48 jam
Uji tempel dengan sinar (untuk bahan yang
bersifat sensitaiser foto) sama dengan uji
tertutup, hanya dilaksanakan secara duplo satu
deret dipakai sebagi kontrol

Kekebalan/ Imunitas

Kekebalan adalah peningkatan


ketahanan tubuh terhadap infeksi
berdasarkan daya untuk melumpuhkan
penyebab atau memusnahkan racun
(toksin), yang dibuat oleh penyebab
penyakit. Ini terjadi karena pembentukan
zat penangkal (zat anti atau antibodi)
oleh tubuh

Kekebalan Dapat Diperoleh


Dari :

Secara pasif
Secara aktif

Secara Pasif

Kekebalan bawaan : daya tahan


terhadap penyakit yang memang sudah
dimiliki sewaktu bayi dilahirkan, karena
adanya zat zat anti dari ibu yang
masuk ke dalam darah bayi melewati
plasenta
Kekebalan buatan dengan penyuntikan
serum anti (mengandung zat anti)

Secara Aktif

Kekebalan yang diperoleh setelah


mengalami penyakit
Kekebalan yang diperoleh melalui
imunisasi atau vaksinasi
Dengan menyuntikan kuman kuman
mati/ dilemahkan atau racun yang
diubah sifatnya (toksoid), tubuh sendiri
membentuk zat anti/ antitoksin terhadap
penyakit tadi

Mikrobiologi

Mikro : kecil
Bio: ilmu mengenai mahluk hidup
Mikrobiologi : ilmu yang mempelajari
mengenai mahluk hidup yang berukuran
kecil
Pengetahuan dasar mengenai
mikrobiologi ini penting untuk mencegah
penyebaran penyakit dalam lingkungan
Anda

Barang/
alat

Clien
t

Penyakit Menular Dapat


Disebabkan Oleh :

Virus (ukurannya lebih kecil dari


bakteri) : hepatitis, HIV, campak, cacar,
influenza
Kuman : bakteri (TBC, tifus, difteri)
Parasit

Tumbuh tumbuhan (jamur, ragi)


Hewani (cacing, protozoa (malaria),
serangga (pediculosis capitis, skabies)

Bakteri

Disebut juga kuman atau mikroba


Merupakan mikroorganisme bersel satu
Secara umum dibagi menjadi 2 tipe :

Bakteri non patogen


-> tidak
menimbulkan penyakit
Bakteri patogen
-> menimbulkan
penyakit

Dengan Mikroskop Bentuk


Bakteri Dapat Dibedakan
Menjadi :

Coccus (bulat)
Staphylococcus (anggur)
Contoh : S. Aureus -> pembentuk Pus (bisul)
Sterptococcus (bulat berderet)
Contoh : S. Pneumoniae -> menyebabkan radang paru
Diplococcus (berpasangan seperti ginjal)
Contoh : N. Gonorrhoe -> menyebabkan GO

Basilus (batang)
Menyebabkan : tetanus, tifoid, tbc, anthrax, kolera

Vibrio (koma) : sebabkan radang kulit, etc

Spirilum (spiral)

Borrelia : sebabkan adang gusi, lyme diseasse

Treponema : sebabkan sifilis, frambusia (patek)

Leptospira : sebabkan penyakit weill (leptospirosis)

Penyakit Yang Disebabkan


Virus :

Penyakit umum
Cacar, rubella, cacar air, demam dengue
Penyakit yang menegenai organ tertentu
Saraf : poliomyelitis, herpes simpleks, campak
Saluran pernafasan : influenza, pneumonia
Kulit, selaput lendir : herpes simpleks, veruca vulgaris
(kutil), herpes zoster
Mata : konjungtivitis adenovirus
Hati : hepatitis
Kelenjar ludah : parotitis (gondongan)
Saluran cerna : rotavirus
Kelamin : Herpes genitalis, moluscum contagiosum

Evaluasi Diri

Higiene di bagi menjadi ?


Higene adalah ?
Sanitasi adalah ?
Sterilisasi adalah ?
Fumigasi adalah ?
Patch test merupakan tes ?

TERIMA
KASIH