Anda di halaman 1dari 11

USAHA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR

BAGI ANAK USIA SEKOLAH DASAR

LAPORAN PENELITIAN
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Praksis Sosial
yang dibina oleh Bapak Drs. Irawan, M.Hum

Oleh :
Cici Setiyowati
Arisa Shofliani
Fasca
Alifah Nur Muslimah
Aka Putra Brahmana

130731615710
130731615713
130731615710
130731615710
130732616141

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN SEJARAH
Maret 2015

Off A
Off B
Off C
Off D
Off G

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan
pencerdasan

adalah

kehidupan

faktor

terpenting

bangsa.

Hal

ini

dalamproses
dimuat

dalam

pembukaan UUD 1945 alinea ke-4. Ditegaskan pula dalam UU RI


No 20 tahun 2003, yang menyatakan bahwa pendidikan adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
dan proses pembelajaran
mengembangkan

potensi

agar peserta didik secara aktif


dirinya

untuk

memiliki

kekuatan

spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,


akhlak

mulia, serta

keterampilan yang diperlukan dirinya,

masyarakat, bangsa dan negara. Sehingga secara garis besar,


pendidikan adalah komponen terpenting yang tidak dapat
terabaikan begitu saja.
Namun dewasa ini dengan berkembangnya zaman dan
semakin

pesatnya

kemajuan

teknologi,

pendidikan

mulai

terabaikan dari diri peserta didik yaitu semangat belajar siswa


kian lama semakin menurun. Justru membawa siswa kepada halhal negatif.Hal ini dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari,
yaitu siswa lebih menggunakan waktu luang untuk bermain
dibanding dengan belajar. Kebiasaan tersebut bahkan dimulai
sejak anak sekolah dasar. Padahal pada usia tersebut merupakan
usia yang baik untuk melakukan proses belajar. Karena daya otak
manusia

pada

usia

tersebut

lebih

mudah

menerima

dan

menyimpan memori pengetahuan dibanding dengan anak usia


dewasa. Selain itu, dampak tersebut juga memengaruhi segi
ekonomi orang tua siswa yaitu orang tua harus mengeluarkan
uang

untuk

mengundang

para

tentor

bimbingan

belajar.

Permasalahan-permasalahan tersebut tidak hanya berhenti disitu


saja. Melainkan banyak akibat-akibat lain yang ditimbulkan dari
kurang minatnya siswa dalam belajar. Maka dari itu hal ini perlu

penyelesaian yang baik yaitu dengan upaya penyadaran diri


sejak

sekoalah dasar. Sehingga dalam penilitian ini

mengambil

tema

permasalahan

dengan

judul

Meningkatkan Motivasi Belajar bagi Anak Sekolah Dasar.

kami

Usaha

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan Latar Belakang diatas maka rumusan masalah dalam
penelitian ini meliputi:
a. Mengapa Anak Sekolah Dasar kurang termotivasi untuk belajar ?
b. Bagaimana solusi untuk meningkatkan motivasi siswa untuk belajar?
C. Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk:
a. Bagi penulis penelitian berguna untuk mengimplementasikan dalam
kehidupan sehari-hari.
b. Bagi akademis, hasil penelitian diharapakan dapat menjadi referensi bagi
yang akan melakukan penelitian usaha meningkatkan motivasi belajar bagi
anak sekolah dasar berikutnya.

BAB II
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian yang kami gunakan adalah kuanlitatif yaitu kami mengunakan
metode observasi. Kemudian kami mengemukakan dalam analisis untuk
menghasilkan kesimpulan secara umum dan sebagai tindak lanjut penelitian
berikutnya dalam mengatasi permasalahan tersebut.
B. Kehadiran Peneliti
Dalam hal ini peniliti datang langsung ke lokasi penelitian dan menemui
berbagai pihak terkait fokus penelitian untuk mencari permasalahan yang akan
dikaji dan ditangani.
C. Lokasi Penelitian
Terkait kami menggunakan plan B, maka lokasi penelitian yang kami
gunakan sementara adalah:
1. Pondok Pesantren Alharomain Jl. Mandalawangi 09, karena lokasi ini
merupakan lokasi plan B fokus penelitian kami.
2. Kampus Universitas Negeri Malang, sebagai sumber informasi fokus
penelitian (Plan A).
D. Sumber Data
Sumber data yang kami gunakan adalah sumber lisan (hasil wawancara).
Yaitu wawancara terhadap pembina UM mengajar Bapak Nyoman (masih dalam
proses pengajuan) dan pengurus pondok pesantren Alharomain Pebri Ramdani.
E. Prosedur Pengumpulan Data
Dalam tahapan penelitian ini, metode yang kami gunakan adalah penelitian
lapangan. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data-data yang dapat
menjawab permasalahan yang terkait, dimana hal tersebut dilakukan sebagi
berikut:

1. Observasi, yaitu mengamati langsung pada objek peneliti dan lokasi


penelitian untuk memperoleh gambaran langsung mengenai masalah yang di
teliti. Dalam hal ini kami masih melakukan pengamatan terhadap Plan B.
2. Wawancara, yakni melakukan komunikasi langsung terhadap pihak yang
tersangkut

seperti

pembina

Um

mengajar

dan

pengurus

Pondok

pesantrenAlharomain. Partisipasi, yaitu peneliti ikut serta dalam kegiatan di


dalamnya. Dimana peneliti berlaku sebagai subjek peneliti (dalam proses
pengajuan)
F. Analisis Data
Pertama yang kami lakukan adalah pengumpulan data hasil diskripsi dari
observasi kami dan wawancara yang kami lakukan. Selanjutnya melakukan
penyimpulan dan melakukan tindakan berikutnya.
G. Tahap-tahap Penelitian
Tahap-tahap penelitian yang kami lakukan antara lain:
1. Melakukan observasi kepada peserta didik usia dini terkait minat terhadap
belajar.

2. Melakukan wawancara langsung kepada beberapa pihak dari beberapa


lembaga (Universitas Negeri Malang mengajar dan Pondok
PesantrenAlharomain) terkait fokus yang akan digunakan.

BAB III
PAPARAN DATA PROSES PENELITIAN PRAKSIS SOSIAL
A. Kegiatan Pertama
Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah melakukan diskusi terhadap
pencarian masalah yang sederhana di dalam lingkungan sekitar. Dalam hal ini
muncul tiga permasalahan yaitu penyediaan wifi di gedung fis, melakukan daur
ulang sampah di fakultas ilmu sosial, dan penggunaan tanaman buah di
Universitas Negeri Malang sebagai karya wirausaha. Dari hasil diskusi yang kami
lakukan dengan mempertimbangakan berbagai aspek, kami memilih judul
penyediaan wifi di gedung fis, karena dianggap lebih efisien dan sangat
bermanfaat bagi mahasiswa FIS apabila pengajuan ini dapat diterima dan
terlaksana. Tahap selanjutnya kami membuat proposal terhadap permasalahan
yang kami angkat.
B. Kegiatan Kedua

Melakukan observasi di fakultas ilmu sosial terkait jaringan wifi. Namun


dalam hal ini kami mengalami perubahan judul permasalahan. Disebabkan tema
yang kami ajukan sama persis dengan kelompok lain, dan dari pihak fakultas
sudah menyediakan jaringan wifi dengan baik sebelum kami mengatasi
permasalah tersebut. Sehingga kami berdiskusi kembali untuk menemukan
permasalahan lain. Dari hasil ini kami mengangkat permasalahan mengenai
kurang minatnya anak sekolah dasar terhadap belajar. Faktor ini di ambil dari
observasi kami yang sering melihat anak usia sekolah dasar lebih menghabiskan
waktu untuk bermain dibanding dengan belajar. Bahkan dari mereka sering
bertengkar dengan orang tua karena sulit disuruh untuk belajar. Akibatnya setiap
ujian mereka mengalami kesulitan. Sehingga orang tua harus mengeluarkan uang
untuk penyewaan tutor bimbel. Hal inilah yang menjadi permasalahan dan
memotivasi kami untuk melakukan tindakan penyelesaian masalah terhadap kasus
ini. disela-sela ini pula kami berharap dapat menanamkan nilai-nilai sejarah
kepada anak sekolah dasar. Hal ini kami fokuskan hanya disalah satu tempat

karena keterbatasan watu dan jasa. Prioritas pertama yang akan kami lakukan
adalah turut bergabung dengan UM mengajar dalam penyediaan tenaga pengajar.
C. Kegiatan Ketiga
Melakukan serring pendapat dengan salah satu tim pengajar UM mengajar
Anisa Iswara dari jurusan sejarah. Dari serring kami diarahkan untuk bertemu
dengan pembimbing UM mengajar yaitu bapak Nyoman dosen geografi.
Selanjutnya serring pendapat kepada dosen pembimbing yaitu bapak Irawan
terhadap permasalahan yang kami angkat. Dari sini muncul pendapat dari saudara
Pebri Ramdani mengenai kurangnya tenaga pendidik di TPQ Pondok Pesantren
Alharomain.Kami melakukan diskusi kembali dengan memutuskan bahwa keikut
sertaan kami dalam UM mengajar menjadi prioritas pertama dan menyediakan
jasa di TPQ Pondok PesantreAlharomain sebagai Plan B apabila pengajuan kami
dalam bergabung UM mengajar tidak disetujui.
D. Kegiatan Keempat
Setelah kami mengambil keputusan bersama. Kami berusaha mencari bapak
Nyoma selaku pembimbing UM mengajar. Namun mengalami kendala yaitu kami
tidak dapat menemui bapak Nyoman dikarenakan kami belum mengetahui jadwal
mengajar bapak Nyoman. Akhirnya kami menghubungi saudara Pebri Ramdani
pengurus TPQ Pondok PesantrenAlharomain selaku Plan B kami. Kami diminta
untuk bertemu langsung di TPQ Pondok PesantrenAlharomain sekaligus
melakukan observasi langsung terhadap permasalahan yang ada di TPQ.
E. Kegiatan Kelima
Kami datang di TPQ Pondok PesantrenAlharomain pada hari Jumat,13
Pebruari 2015. Dalam pertemuan ini kami membicarakan permasalahan yang ada
di TPQ Pondok PesantrenAlharomain permasalahan besar kami yang temui adalah
kurangnya ketersediaan tenaga kerja pendidik, inovasi pembelajaran dan
administrasi TPQ seperti absensi. Namun dalam pertemuan ini kami tidak
langsung menjawab ketersediaan kami mengajar di TPQ Alharomain mengingat
kami memiliki Plan A. Kami menunda hingga akhir Pebruari, untuk memberi

jawaban ketersediaan kami dalam mengajar. Meskipun demikian kami tetap


berhubungan baik dengan pihak pengurus hingga saat ini dalam perkembangan
TPQ.
F. Kegiatan Keenam
Kami berhasil menemui bapak Nyoman. Namun pertemuan pertama kali ini
tidak banyak hal yang kami bicarakan. Bapak Nyoman meminta pertemuan
kembali dengan waktu yang panjang untuk membicarakan hal ini. Tepat pada hari
itu pula, Bapak Nyoman akan melakukan rapat dengan TIM UM mengajar. Maka
dari itu untuk menjawab permasalahan kami, Bapak Nyoman meminta kami untuk
menemui kembali di hari Senin, 23 Pebruari 2015.
G. Kegiatan Ketujuh
Senin 23 Pebruari 2015, kami bertemu kembali bapak Nyoman pembina UM
mengajar. Namun pertemuan ini juga tidak mendapatkan hasil yang banyak.
Bapak Nyoman menjawab agar kami menemui ketua Ummengajar terlebih
dahulu. Hinga akhirnya kami mencari contac person ketua UM mengajar melalui
teman kami Nur Annisa sebagai anggota UM mengajar. Setelah menghubungi
ketua UM mengajar yang bernama Hanis, kami meminta melakukan pertemuan
bersama pada hari Selasa, 24 Pebruari 2015.
H. Kegiatan Kedelepan
Kami bertemu mas Hanis ketua UM megajar di PTIK kampus di sore hari dan
membahas permasalahan yang kami angkat. Dalam pembicaraan ini kami
meminta mas Hanis memberikan lokasi sekolah yang benar-benar membutuhkan
tenaga kami mengajar selama 2 bulan. Namun mas Hanis belum bisa menjawab
keinginan kami secara langsung. Dia meminta jangka waktu untuk menjawab
ketersediaan UM mengajar dalam menerima kami. Hingga akhirnya pada hari
minggu melalui via telephon mas Hanis memberi jawaban kepada saya bahwa
kami bisa bergabung namun tidak sampai 2 bulan. Karena final Ummengajar
disekolah tepat mengajar tidak sampai 2 bulan. Namun mas Hanis bisa
menghubungkan kami dengan pihak sekolah jika kami meinginkan mengajar

selama 2bulan. Maka untuk menjawab tersebut saya harus bertemu dengan
anggota kelompok yang lain guna membahas jawaban dari mas Hanis. Pertemuan
yang direncanakan adalah hari Senin 2 Maret 2015, namun pertemuan tersebut
gagal karena di hari itu dari kami masih banyak memiliki kesibukan sendiri,
hingga akhirnya diskusi tersebut akan dilaksanakan pada hari Rabu di fakultas.
I. Kegiatan Kesembilan
Kami melakukan diskusi tepat hari Rabu, 04 Maret 2015 bersamaan dengan
mas Hanis ketua UM mengajar sebagai mediator kami. Pertemuan ini kami
mengambil keputusan untuk mengajar di SD Sawogading 02. Disini kami tidak
bergabung dengan UM mengajar melainkan UM mengajar kami jadikan fasilitator
kami untuk mencari tempat mengajar. Segala sistematika pengajaran akan kami
pegang dan kami olah sendiri. Dalam perbincangan ini, kami menemukan masalah
di SD Sawogading 02 yaitu pada segi bahasa. Menurut pemaparan mas Hanis, SD
Sawogading ini kurang dalam segi bahasa yaitu mereka sering menggunakan
bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari. Mereka kurang dalam berbahasa
Indonesia. Ditambah pula dengan bahasa Inggris. Mereka tidak mendapatkan
muatan lokal bahasa Inggris karena tidak adanya guru yang mengajar bahasa
Inggris. Maka hal ini kami jadikan permasalahan baru dalam tugas kami.
Sehingga kami akan mengubah judul kami dengan Upaya Peningkatan
Pendidikan Bahasa di SD Sawogading 02 Kabupaten Malang (Bahasa Indonesia
dan Inggris). Rencana kedepan yang akan kami lakukan adalah pembuatan
proposal pengajuan mengajar di sekolah SD Sawogading 02 dan akan diselesaikan
pada hari Selasa 10 maret 201. Tepat pada hari itu pula akan diperiksa oleh ketua
UM mengajar untuk pengarahan yang benar. Selanjutnya kami akan meminta
tanda tangan Dosen Mata Kuliah kami bapak Irawan untuk menyetujui program
kami. Apabila kami telah mendapatkan tanda tangan Bapak Irawan, maka hari
Rabu 11 Maret 2015 kami akan langsung pergi ke SD Sawogading 02 untuk
menyerahkan proposal agar dapat disetujui oleh kepala sekolah dan sesuai rencana
hari Sabtu 14 Maret 2015 kami bisa dapat mengajar langsung di SD Sawogading
02.

J. Kesimpulan
Dalam proses penelitian ini kami mengguanakan Plan A dan Plan B yaitu
1. Plan A turut bergabung dengan UM mengajar
2. Plan B, mengajar di TPQ Alharomain
Penggunaan Plan A dan Plan B, kami proses secara bersamaan untuk mencari
fokus penelitian kami.
K. Landasan
Undang-Undang Dasar Negara 1945
UU RI No 20 tahun 2003