Anda di halaman 1dari 23

Laporan Studi Reklamasi dan Ekonomi

1. Studi Reklamasi
Reklamasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk merehabilitasi
kembali lingkungan yang terganggu baik itu akibat penambangan atau kegiatan
yang

lainnya.

Rehabilitasi

meliputi

kegiatan

penanaman

kembali

atau

penghijauan suatu lahan yang rusak akibat kegiatan penambangan tersebut.


Pelaksanaan reklamasi dan revegetasi dapat dilakukan secara bersamaan
sesuai dengan kemajuan aktifitas penambangan. Untuk bekas tambang yang
tidak dapat ditutup kembali, dapat dimanfaatkan sesuai dengan aspek
lingkungan seperti untuk kolam cadangan air, pengembangan ke sektor wisata
air, pembudidayaan ikan.
Tujuan kegiatan reklamasi pada lahan tambang yaitu untuk memperbaiki
ekosistem lahan bekas tambang yang terganggu atau rusak melalui perbaikan
kesuburan tanah dan penanaman lahan di permukaan. Selain itu juga mampu
menjaga agar lahan tetap aman dan lebih produktif dalam meningkatkan
produktivitas lahan bekas tambang tersebut. Akhirnya reklamasi dapat
menghasilkan nilai tambah bagi lingkungan dan menciptakan keadaan yang jauh
lebih baik dibandingkan dengan keadaan sebelumnya pertambangan, kerusakan
lingkungan hidup, dan sebagainya.
Dalam studi reklamasi yang digunakan untuk merehabilitasi tambang
terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti karakteristik dari lahan
yang digunakan, luasan lahan yang dipakai, tujuan kegiatan reklamasi yang akan
dilakukan dan biaya yang dikeluarkan untuk merehabilitasi lahan tersebut.
a. Karakteristik Lahan
Sebelum melakukan perehabilitasian, pertama-tama kita perlu meninjau
kembali lahan tersebut, seperti misalnya litologi dari lahan tersebut yang dapat
kita ketahui peta geologi, stratigrafinya berdasarkan data hasil pemboran, dan
juga penggunaan lahan yaitu berdasarkan peta tata guna lahan.
Dengan mengetahui litologi dan stratigrafinya kita dapat mengetahui
batuan penyusun di daerah tambang tersebut, sehingga dalam penanganan atau
perawatan yang akan dilakukan untuk merehabilitasi tambang tersebut dilakukan
secara tepat sesuai dengan sifat dari jenis batuan penyusunnya. Selain itu data

penggunaan lahan diperlukan untuk mengetahui apakah lahan yang kita pakai
merupakan daerah yang perlu dikembalikan sesuai peruntukannya atau bisa di
jadikan tempat lain.
b. Luasan Lahan
Luas dari lahan yang akan kita reklamasi pun berpengaruh, apakah
daerah tambang yang akan direklamasi cukup luas ataupun kecil, hal ini akan
berpengaruh pada pengadaan tanaman dan juga volume tanah atau material lain
yang diperlukan dalam penimbunan, apabila kegiatan reklamasi tersebut berupa
kegiatan backfilling dan juga penanaman kembali.
Apabila lahan yang digunakan atau yang akan direklamasi terlalu luas,
maka bisa dijadikan sebagai tempat lain, seperti misalnya salah satu
alternatifnya yakni dijadikan tempat pariwisata atau mungkin dijadikan danau
yang airnya dapat digunakan warga sekitar untuk membantu berbagai kegiatan
masyarakat.
c. Tujuan Kegiatan Reklamasi
Kegiatan reklamasi sudah perlu direncanakan sebelum memulai produksi
suatu pertambangan, hal ini dikarekana rencana reklamasi dan pasca tambang
sudah di atur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor
18 Tahun 2008 tentang Reklamasi dan Penutupan Tambang. Reklamasi yang
akan dilasanakan harus sudah tersusun dari tahap awal hingga akhir.
Maka dari itu kita sudah merencanakan reklamasi dari tahap awal apakah
lahan bekas tambang ini akan di kembalikan fungsinya seperti semula ataukah di
jadikan tempat lain. Rencana kegiatan reklamasi ini tentunya tidak hanya karena
sebagai pemenuhan syarat yang diperintahkan pemerintah tetapi juga harus
memberikan dampak yang baik dan manfaat bagi masyarakat dan warga sekitar.
d. Biaya Reklamasi
Estimasi biaya reklamasi perlu diperhitungkan semenjak dimulainya
rencana untuk melakukan kegiatan reklamasi. Hal ini sangat penting agar dapat
mengetahui perkiraan jumlah biaya yang akan kita anggarkan untuk melakukan
kegiatan reklamasi ini. Estimasi biaya reklamasi ini juga akan berpengaruh pada
saat perhitungan kelayakan ekonomi suatu tambang, apakah biaya yang
dianggarkan cukup memenuhi atau mungkin terlalu besar. Selain biaya rencana
reklamasi, biaya penutupan (pascatambang) perlu dianggarkan, karena adanya

peraturan yang mengikat mengenai pascatambang dan reklamasi ini yang


menyebutkan perlu adanya sejumlah jaminan keuangan yang dikeluarkan
pemerintah untuk melakukan kegiatan reklamasi dan pascatambang ini.

2. Studi Kelayakan Ekonomi


Analisis ekonomi perlu dilakukan karena adanya kecenderungan
hubungan yang kuat antara apa yang terjadi pada lingkungan ekonomi makro
dengan kinerja suatu pasar modal. Tujuan dilakukannya investasi dalam suatu
pertambangan adalah untuk memperoleh nilai lebih atau aliran kas perusahaan
di masa depan dari modal yang diinvestasikan. Modal tersebut dapat berupa
uang, barang modal, tanah, bangunan, teknologi, ataupun sesuatu yang tidak riil,
misalnya hak paten atau kemampuan manajerial. Dalam bidang pertambangan,
kapital umumnya berupa deposit bahan tambang dan modal.
Yang menjadi kajian teknis dari studi kelayakan ekonomi yakni meliputi
parameter - parameter berikut ini :

Jumlah cadangan batubara tertambang (mineable reserve), dalam


melakukan analisis ekonomi, jumlah cadangan batubara beserta lapisan
penutupnya (overburden) perlu diketahui untuk menentukan rencana

produksi yang akan dilakukan.


Kapasitas produksi batubara, yaitu merupakan rencana dan target
produksi batubara yang akan direncanakan pada setiap tahunnya perlu
diketahui yang nantinya digunakan untuk menghitung pendapatan dan

aliran kas perusahaan.


Jenis dan jumlah peralatan utama operasi penambangan jenis dan
jumlah peralatan pendukung, Infrastuktur dalam dan luar tambang, perlu

di data dan di ketahui sebagai investasi awal dari suatu perusahaan.


Segmen pasar batubara, untuk mengetahui kondisi pasar batubara baik

di dalam negeri maupun di luar negeri.


Harga jual batubara, merupakan hal yang sangat penting yang dapat
menentukan kelayakan suatu perusahaan tambang yang ditinjau dari

segi ekonomi.
Jumlah karyawan dan upah karyawan, diperlukan untuk mengetahui
berapa banyak karyawan yang dipekerjakan serta anggaran yang
dikeluarkan untuk membayar karyawan tersebut.

Setelah mengetahui parameter-parameter yang dibutuhkan untuk analisis


kelayakan ekonomi selanjutnya kita dapat menentukan biaya investasi dan
modal yang dikeluarkan, ongkos kepemilikan (owning cost), ongkos operasi
produksi, laporan rugi laba suatu perusahaan, aliran kas, IRR (internal rate of
return), NPV (Net Present Value), dan PBP (Payback Periode).
a. Biaya Investasi dan Modal
Biaya

investasi

merupakan

dana

yang

dikeluarkan

suatu

perusahaan sebagai realisasi dari kegiatan dalam masa sebelum penambangan


seperti kegiatan studi eksplorasi, studi kelayakan, studi AMDAL, biaya ganti rugi
lahan, biaya persiapan pengembangan daerah (development), biaya konstruksi
infrastruktur baru, pembelian atau pengadaan peralatan, dan lain-lain sampai
kegiatan proyek penambangan batubara tersebut siap dilakukan.
Sedangkan biaya modal kerja (working capital) merupakan
dikeluarkan

dana

yang

perusahaan dalam pemenuhan biaya operasi penambangan

sebelum diproduksi dan dijual produk batubaranya. Biaya modal kerja ini
biasanya meliputi biaya untuk kepemilikan, biaya operasi produksi dan juga biaya
untuk upah/gaji karyawan.
b. Biaya Kepemilikan (Owning Cost)
Biaya kepemilikan merupakan biaya yang dibebankan kepada pemilik
dari perusahaan, biaya ini meliputi depresiasi, asuransi, suku bunga dan juga
pajak perusahaan. Dalam menentukan biaya kepemilikan, data yang diperlukan
yakni berupa data peralatan utama penambangan dan juga data pendukung
peralatan utama penambangan, kemudian harga dari peralatan tersebut, serta
tingkat suku bunga. Untuk menentukan nilai depresiasi atau penyusutan nilai dari
suatu asset perusahaan diperlukan jam kerja alat yang digunakan serta harga
dari barang tersebut.
c. Biaya Operasi Produksi (Operating Cost)
Perhitungan ongkos produksi merupakan taksiran dana yang dikeluarkan
oleh

suatu

perusahaan

karena

kegiatan

operasi

penambangan

untuk

menghasilkan produksi bahan tambang yang akan dijual ke pasar.


Dalam kegiatan produksi batubara bersih hingga siap dijual terdapat
beberapa keterkaitan dengan kegiatan operasi utama untuk mendukung kegiatan

produksi. Berikut ini merupakan beberapa komponen biaya operasi yang perlu
dimasukkan yang termasuk perhitungan ongkos produksi yakni :
1. Ongkos operasi penambangan batubara, yang terdiri dari :
Ongkos pengupasan dan pemindahan top soil
Ongkos penggalian dan pemindahan overburden
Ongkos penggalian dan pemindahan batubara
Ongkos operasi pendukung penambangan (mining suport)
Ongkos overhead operasi penambangan.
2. Ongkos operasi pengolahan batubara, yang terdiri dari :
Ongkos pemindahan batubara dari raw coal stockpile ke

crushing plant
Ongkos proses pengolahan batubara di crushing plant
Ongkos operasi pendukung pengolahan (crushing plant support)
Ongkos overhead operasi pengolahan

d. Laporan Laba Rugi Perusahaan


Untuk menghitung laporan laba rugi suatu perusahaan, diperlukan data
dari pendapatan yang dihitung berdasarkan hasil penjualan batubara, kemudian
pendapatan yang dikurangi dengan biaya operasi produksi, bungan dan juga
pajak.
e. Aliran Kas (Cash Flow)
Untuk menghitung aliran kas (cash flow), terdapat beberapa data yang
dibutuhkan seperti investasi dan modal awal kerja. Selain itu arus kas operasi
pun perlu diperhitungkan yaitu meliputi pendapatan hasil jual bahan galian,
pendapatan lain dari nilai sisa alat, iuran dan biaya yang telah dibahas pada data
ekonomi, cicilan pembayaran, dan juga depresiasi alat dan juga amortisasi.
Selain itupun arus kas financial termasuk ke dalam data yang dibutuhkan untuk
perhitungan aliran kas (cash flow) yang meliputi perhitungan peminjaman modal.
f.

Net Present Value (NPV)


Untuk menghitung NPV (Net Present Value) atau nilai bersih sekarang,

yaitu berdasarkan hasil dari aliran kas baik penerimaan atau pemasukan dari kas
maupun pengeluaran kas.NPV dihitung berdasarkan umur proyek yaitu 12 tahun
dengan nilai diskontinu sebesar 16%
g. Internal Rate of Return (IRR)
Untuk menghitung IRR (Interval Rate Return) atau laju pengembalian
yaitu berdasarkan nilai laju pengembalian yang menghasilkan suatu nilai NPV

aliran kas masuk sama dengan nilai NPV aliran kas keluar. Untuk nilai diskonto
ratenya dapat dilakuakn dengan cara trial and error.
h. Payback Periode
Untuk menghitung payback periode atau periode pengembalian
menunjukan periode waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian modal yang
sudah diinvestasikan dengan hasil aliran kas bersih. Payback periode tersebut
diperoleh dari pengurangan pendapatan dengan pengeluaran.

TABEL HASIL PERHITUNGAN REKLAMASI

No

Uraian

Lahan Yang dibuka (ha)


a
Area Penambangan
.
b
Area di luar area penambangan :
.
1. Timbunan tanah zona
pengakaran (ha)

Kumulatif
Sampai Dengan
Tahun 2027
340.51

6.58

2. Timbunan batuan samping


dan/atau tanah/batuan penutup
(ha)
3. Timbunan komoditas tambang
4. Timbunan/fasilitas
penyimpanan limbah fasilitas
penunjang (ha)
5. Jalan tambang dan/atau jalan
angkut (ha)
6. Kolam sedimen
7. Instalasi dan fasilitas
pengolahan dan/atau jalan
angkut (ha)
8. Kantor dan perumahan (camp
atau flying camp) (ha)
9. Bengkel (ha)
10.Fasilitas penunjang lainnya
(mess, mesjid) (ha)
Penambangan
a
Lahan selesai ditambang (ha)
.
b
Lahan/front aktif ditambang (ha)
.
Volume batuan samping
c
dan/atau tanah/batuan penutup
.
yang digali (BCM atau m3)
Penimbunan
a
Di bekas tambang (ha)
.
b
Di luar bekas tambang (ha)
.
c Volume yang ditimbun di bekas
. tambang (m3)
d Volume yang ditimbun diluar
. bekas tambang (m3)
Reklamasi
a
Penatagunaan lahan
.
1. Penataan permukaan tanah
(ha)
2. Penebaran tanah zona
pengakaran (ha)
3. Pengendalian erosi dan
pengelolaan air (ha)
b
.

Revegetasi

47.98
6.70
0.53
13.14
4.62
0.84
0.83
0.83
5.75

91.74
25547130.36

91.74
4.62
553920.00
24993210.36

4.62
4.62
2.00

5
6
7

1. Analisis kualitas tanah (conto)


2. Pemupukan (ha)
3. Pengadaan bibit (batang
dan/atau kg)
4. Penanaman (batang)
5. Pemeliharaan tanaman (ha)
Pencegahan dan penanggulangan
air asam tambang (conto)
Pekerjaan sipil sesuai peruntukan
lahan pascatambang (satuan luas)
Pemanfaatan lubang bekas
tambang (void)
a
Stabilitas lereng (ha)
.
b Pengamanan lubang bekas
. tambang (void)
Pemulihan dan pemantauan
kualitas air serta pengelolaan air
c
dalam lubang bekas tambang
.
(void) sesuai dengan
peruntukannya
d Pemeliharaan lubang bekas
. tambang (void) (ha)

2.00
4.62
2885.00
2885.00
2885.00
1
1.00

a. Biaya Reklamasi
N
o
1

Uraian
a
.

Biaya Langsung (Rp)


Biaya penataan kegunaan lahan, terdiri
atas biaya:
1. Penataan permukaan tanah
2. Penebaran tanah pucuk
3. Pengendalian erosi dan pengelolaan air

b
.

Kumulatif Sampai
Dengan Tahun 2027

Rp
255,471,303.59
Rp
1,630,386,519.45
Rp
17,492,044.07

Biaya revegetasi, terdiri atas biaya:


1. Analisis kualitas tanah
2. Pemupukan
3. Pengadaan bibit
4. Penanaman

Rp
300,000.00
Rp
40,965,000.00
Rp
380,820,000.00
Rp
48,000,000.00

5. Pemeliharaan tanaman

Rp
619,200,000.00

c
.

Biaya pencegahan dan penanggulangan air


asam tambang

Rp
16,600,000.00

d
.

Biaya untuk pekerjaan sipil sesuai


peruntukan lahan pascatambang

e
.

Biaya pemanfaatan lubang bekas tambang


(void), terdiri atas biaya:
1. Stabilitas lereng
2. Pengamanan lubang bekas tambang
(void)
3. Pemulihan dan pemantauan kualitas air
serta pengelolaan air dalam lubang bekas
tambang (void) sesuai dengan
peruntukannya
4. Pemeliharaan lubang bekas tambang
(void)
SUBTOTAL 1 (Rp)

Biaya Tidak Langsung (Rp)


a a. Biaya mobilisasi dan demobilisasi alat
. (2.5%)
b
b. Biaya perencanaan reklamasi (2%)
.
c. Biaya administrasi dan keuntungan pihak
c
ketiga sebagai pelaksana Reklamasi tahap
.
Operasi Produksi (3%)
d
d. Biaya supervisi (4%)
.
SUBTOTAL 2 (Rp)
TOTAL (Rp)

Rp
15,000,000.00
Rp
3,024,234,867.11
Rp
75,605,871.68
Rp
120,969,394.68
Rp
90,727,046.01
Rp
60,484,697.34
Rp
347,787,009.72
Rp
3,372,021,876.82

b. Biaya Penutupan Tambang


N
o
1

Kegiatan
Biaya Langsung
a Biaya pada tapak bekas
. tambang, terdiri atas biaya:
1.Pembongkaran fasilitas
tambang
2.Reklamasi lahan bekas
fasilitas tambang (ha)

Luas

Biaya (Rp)

b
.

c
.

3.Pembongkaran dan
Reklamasi jalan tambang
4.Reklamasi tambang
permukaan (pit, waste dump)
(ha)
5.Reklamasi lahan bekas kolam
pengendap (ha)
6.Pengamanan semua lahan
bekas tambang dengan sistem
tambang bawah tanah yang
berpotensi bahaya terhadap
manusia (shaft, raise, stope,
adit, decline, tunnel, dan lain
lain)
7.Biaya pada fasilitas
pengolahan dan/atau
pemurnian. terdiri atas biaya:
1.Pembongkaranfasilitas
pengolahan dan/atau
pemurnian
2.Reklamasi lahan bekas
fasilitas pengolahan dan/atau
pemurnian
3.Reklamasi lahan bekas
tambang kolam tailing dan
upaya stabilisasinya (Ha)
4.Reklamasi lahan bekas
timbunan komoditas tambang
(Ha)
5.Pemulihan (remediasi) tanah
yang terkontaminasi bahan
kimia, minyak, serta bahan
berbahaya dan beracun dan
limbah bahan berbahaya dan
beracun.
Biaya pada fasilitas
penunjang, terdiri atas biaya :
1.Reklamasi lahan bekas
landfill (ha)
2.Pembongkaran sisa
bangunan, transmisi Iistrik,
pipa, pelabuhan (udara dan
air), dan fasilitas lainnya
3.Reklamasi lahan bekas
bangunan, transmisi listrik,
pipa, pelabuhan (udara dan
air), dan fasilitas lainnya (Ha)

91.74

Rp
3,335,273,600.05

4.62

Rp
2,641,514,537.82

0.84

Rp
8,746,022.03

d
.
e
.
f.

4.Pembongkaran peralatan,
mesin, serta tangki bahan
bakar minyak dan pelumas
5.Penanganan sisa bahan
bakar minyak, pelumas, serta
bahan kimia
6.Reklamasi lahan bekas
sarana transportasi (ha)
7.Reklamasi lahan bekas
bangunan dan pondasi beton
(ha)
8.Pemulihan (remediasi) tanah
yang terkontaminasi bahan
kimia, minyak, serta bahan
berbahaya dan beracun dan
limbah bahan berbahaya dan
beracun
Pengembangan sosial, budaya,
dan ekonomi
Pemeliharaan
Pemantauan
SUBTOTAL 1 (Rp)

Biaya tidak langsung, terdiri atas


biaya:
a Biaya Mobilisasi dan
. demobilisasi alat (2.5%)
b Biaya Perencanaan reklamasi
. (6%)
c Biaya administrasi dan
. keuntungan kontraktor (8%)
d
Biaya Supervisi (5%)
.
SUBTOTAL 2 (Rp)
TOTAL (Rp)

Rp
20,000,000.00

Rp
1,500,000,000.00
Rp
75,000,000.00
Rp
100,000,000.00
Rp
7,680,534,159.91

Rp
192,013,354.00
Rp
153,610,683.20
Rp
230,416,024.80
Rp
307,221,366.40
Rp
883,261,428.39
Rp
8,563,795,588.30

TABEL HASIL PERHITUNGAN EKONOMI

a. Data Ekonomi
Uraian
a. Biaya Pengurusan Perijinan
- Penetapan koordinat/searching
- Penetapan cadangan wilayah
- Pencetakan peta informasi wilayah pertambangan
- Uang jaminan kesungguhan
b. Biaya Penyelidikan Umum dan Ekplorasi
c. Biaya Studi Kelayakan
d. Biaya AMDAL
Biaya Ganti Rugi Lahan per ha
Biaya Pembuatan Jalan Angkut per km
Iuran Tetap
Iuran Tetap (Untuk Area Seluas 340.513Ha

Rp

US$

Rp
1,000,000.00
Rp
10,000,000.00
Rp
2,500,000.00
Rp 100,000,000.00
Rp 113,500,000.00
Rp 2,300,000,000.00
Rp 350,000,000.00
Rp 350,000,000.00
$
6,000,000.00
$ 2,000,000,000.00

$
$
$
$
$
$
$
$
$
$
$
$

Rp

16,344,624.00

76.10
760.98
190.24
7,609.77
8,637.09
175,024.73
26,634.20
26,634.20
456.59
152,195.42
3.65
1,243.79

b. Data Alat
Uraian

Harga Peralatan

Model

Rp.
PERALATAN UTAMA PENAMBANGAN
A. Peralatan di Lokasi Penambangan
Penanganan Tanah Pucuk
Dozing
Penanganan Lapisan Penutup

D 375 A

Rp

1,395,166,829.00

(US$)

$ 106,169.00

Ripping & Stripping Dozing


Excavator
Hauling Truck
Penanganan Batubara
Ripping & Stripping Dozing
Excavator
B. Peralatan Pengangkutan Batubara
Hauling Truck
C. Peralatan di Lokasi Pengolahan Batubara
Wheel Loader
Peralatan Pengolahan (Crushing Plant)
PERALATAN PENDUKUNG PENAMBANGAN
Motor Grader
Water Truck
Fuel / Lube Trucks
Vibratory Rollers
Pond Backhoe
Pit Water Pump

D 375 A
PC 1250SP7
HD 405-7

Rp
Rp
Rp

1,395,166,829.00
2,554,649,823.00
4,479,109,850.00

$ 106,169.00
$ 194,403.00
$ 340,850.00

D 375 A
PC 600-8

Rp
Rp

1,395,166,829.00
2,529,642,500.00

$ 106,169.00
$ 192,500.00

HD 325-7

Rp

5,241,600,000.00

$ 246,499.00

WA 500-1

Rp 2,891,020,000.00
Rp 11,826,900,000.00

$ 220,000.00
$ 900,000.00

GD 675 A

Rp

3,902,877,000.00

CKA 12

Rp

722,755,000.00

CKA 12
JV 25DW-6
PC 200

Rp
Rp
Rp

722,755,000.00
1,498,074,000.00
2,299,675,000.00

Multiflo

Rp

1,182,690,000.00

Rp

663,620,500.00

Rp

1,169,549,000.00

Rp

32,852,500.00

$ 297,000.00
$
55,000.00
$
55,000.00
$ 114,000.00
$ 175,000.00
$
90,000.00
$
50,500.00
$
89,000.00
$
2,500.00
$
900.00
$
37,500.00
$
15,000.00
$

Pit Water Pip/Metre


Electricity Generator

570 KVA

Light Plants
Welder

300 W

Rp

11,826,900.00

Passenger Bus

CKA 12

Rp

492,787,500.00

Rp
Rp

197,115,000.00
137,980,500.00

Coal Sampling & Analysis Equipment


Parts Inventory

10,500.00
PERALATAN TEKNIK DAN MANAJEMEN
General Manager Vehicles

Ranger 4WD

Rp

320,000,000.00

Hilux 4WD

Rp

328,525,000.00

Safety Vehicle

Pajero 4WD

Rp

296,986,600.00

Pool Vehicle

Pajero 4WD

Rp

296,986,600.00

Core 2

Rp

11,826,900.00

Panasonic

Rp

1,314,100.00

Motorola

Rp

1,642,625.00

Rp

52,564,000.00

Mine Manager Vehicle

Computer
Telephone Communication Equipment
Mine Radio
Engineering & Survey Equipment

c. Data Investasi dan Modal

$
24,351.27
$
25,000.00
$
22,600.00
$
22,600.00
$
900.00
$
100.00
$
125.00
$
4,000.00

d. Data Skenario Peminjaman

Struktur Modal
Modal Pinjaman

0.60

Modal Sendiri

0.40

Suku Bunga

0.16

e. Data Owning Cost

f.

Data Operating Cost

g. Data Total Biaya Operasi Penambangan

h. Data Depresiasi dan Amortisasi

i.

Cash Flow

j.

IRR

l.

PBP

k.

s.
0

m. Tahun

n.

Net Cash Flow

o. Kumulatif
r. Net Cash Flow

t.

u.

(8,455,156.53)

v.

2015

(8,455,156.53)

w.
1
aa.
2
ae.
3
ai.
4
am.
5
aq.
6
au.
7
ay.
8
bc.
9
bg.
1

x.

2016

y.

(32,009,518.95)

z.

(40,464,675.48)

ab. 2017

ac. (25,603,366.55)

ad. (66,068,042.02)

af. 2018

ag. (15,990,491.98)

ah. (82,058,534.00)

aj. 2019

ak. (2,511,033.74)

al. (84,569,567.74)

an. 2020

ao. (6,948,618.61)

ap. (91,518,186.36)

ar. 2021

as. (2,180,133.78)

at. (93,698,320.13)

av. 2022

aw. 6,042,306.31

ax. (87,656,013.82)

az. 2023

ba. 3,787,226.66

bb. (83,868,787.16)

bd. 2024

be. 6,150,275.50

bf. (77,718,511.67)

bh. 2025

bi. 59,037.67

bj. (77,659,473.99)

bk.
1

bl. 2026

bm. 945,463.27

bn. (76,714,010.72)

bo.
1

bp. 2027

bq. (467,074.78)

br. (77,181,085.50)

bs.
bw.

bt.

bu. PBP =

bv. 21.51