Anda di halaman 1dari 25

DEPRESI PADA

LANSIA

dr. Saelan SpKJ

PENDAHULUAN
DEPRESI
DEPRESI

BIOLOGIS
BIOLOGIS //
FISIK
FISIK

PSIKOLOGIK
PSIKOLOGIK

SOSIAL
SOSIAL

DEFINISI
GANGGUAN MOOD
POTENSIAL MENGANCAM JIWA

EPIDEMIOLOGI
PREVALENSI >>>

PRIMER
5 17 %

HOME CARE
13,5 %

EPIDEMIOLOGI
D. RINGAN
44,1 %

D. SGT BERAT
3,2 %

R. R. AKUT
76,3 %

D. BERAT
10,8 %

D. SEDANG
18 %

PATOGENESIS
T. ERIK
ERICKSON

KRISIS
INTEGRIT
Y
vs
DESPAIR

T. HEINZ
KOHUT

HILANG
RASA
CINTA DIRI

PATOFISIOLOGI
GGG AKTIVITAS
NEUROTRANSMITTER
SSP

SEROTONIN
NE
DOPAMIN

SSRI
Trp

PATOFISIOLOGI

Semua antidepresant bekerja


melalui 1 atau lebih dari
mekanisme mekanisme
berikut:
Inhibisi

presynaps reuptake : 5
HT / NE.
Inhibisi monoamine oksidase,
sehingga menurunkan
perusakan neurotransmitter.

JK

2x
bunuh diri :
: = 4,5 : 1

PREDILEKSI

UMUR

DIAGNOSIS
Penyakit fisik

Kecemasan
Histeria
Hipokondria

Depresi
sulit
dideteksi

Masalah sosial

Menutupi rasa sedih

DIAGNOSIS

40 % depresi pada usia lanjut


tidak terdiagnosis karena:
Dokter, pasien, keluarga mengira gejala
depresi adalah normal pada usia lanjut.
Gambaran depresi pada usia lanjut
berbeda dari yang muda.
Polifarmasi dan adanya komorbiditas.

ANAMNESIS
DSM IV

ICD 10

ANAMNESIS

GDS

PPDGJ III

DSM IV
Kriteria depresi berat mencakup
5 atau lebih gejala berikut, dan
telah
berlangsung
2 mgg atau lebih :
1. Mood depresi
2. Hilangnya minat / rasa senang.
3. BB / bermakna
4. Insomnia / hipersomnia
5. Agitasi / retardasi psikomotor

DSM IV
6. Kelelahan
7. Rasa bersalah / tidak berharga
8. Sulit konsentrasi
9. Pikiran berulang ttg /
gagasan
bunuh diri
Gejalagejala menimbulkan
gangguan klinis yang bermakna

ICD 10
GEJ. UTAMA

GEJ. LAIN

Perasaan depresif
Hilangnya minat dan semangat
Mudah lelah & tak bertenaga
Konsentrasi
Harga diri
Rasa bersalah
Pesimis thdp masa depan
Self harm / bunuh diri
Ggg tidur
Ggg nafsu makan
Libido

ICD 10
Penggolongan depresi menurut ICD 10.
Tingka
t
depres
i

Gejal
a
utam
a

Gejal
a lain

Ringan
Sedan
g
Berat

2
2
3

2
34
4

Fungsi

Baik
Terganggu
Sangat
terganggu

Keterangan

Nampak distress
Sangat distress

Pemeriksaan Fisik
Retardasi psikomotor / agitasi
Gerak tubuh lama
Pacing, menekuk tangan, dan
menarik rambut
Kebingungan
Kurangnya eye contact
Penuh air mata / muka sedih
Rasa rendah diri, bermusuhan, dan
menentang
Pelupa, sulit konsentrasi, imajinasi
jelek

Pemeriksaan penunjang
LAB

RAD

CT SCAN
MRI

LAINNYA

EEG
EKG

Differensial
Diagnosa

Gangguan cemas
Obsesi kompulsif
Gangguan panik
Schizophrenia
Dementia vaskular
Anoreksia nervosa

PENATALAKSANAAN
GOL
TRISIKLI
K
III
II

SSRI

CONT
Amitriptili
n
Imipramin
Desiprami
n
Nortriptili
n
Fluoxetin
Sertralin
Paroksetin
Fluvoksam

ES/:
ANTIKOLINERGIK
HIPOTENSI ORTOSTATIK
GGG KONDUKSI
JANTUNG

central serotonine
syndrome

PENATALAKSANAAN
GOL

CONT

Serotoni Tianeptin
n
enhance
r
Moclobemi
de
Reversib
le MAOIs
Trazodone

ES/:

SEDATIF KUAT
HIPOTENSI
ORTOSTATIK

Antidepr
esi
Nefazodon
lainnya
e
SEDATIF KUAT
Mirtazepin

PENATALAKSANAAN

fase, yaitu:

Fase akut 6 12 mgg


Dosis optimal obat u/ memperbaiki
gejala depresi
Fase lanjutan
Dosis optimal 4 9 bln u/ mencegah
relaps
Terapi rumatan hingga 1 tahun atau lebih
U/ depresi dg riwayat episode berulang.

PENATALAKSANAAN

Terapi

elektrokonvulsi ( ECT )
Olahraga
Nutrisi
Tujuan

utama Th/ : nmencegah


relaps, rekuren, dan kronisitas

KOMPLIKASI
Medis: bunuh diri

Psikososial:

berhenti bekerja
/ sekolah, isolasi sosial,
kekerasan, dan kegagalan
perkawinan / dalam keluarga

PROGNOSIS
Sering kronis dan kambuh
Resiko lebih tinggi u/ bunuh diri