Anda di halaman 1dari 21

1

SUPPLY CHAIN
MANAGEMENT
OLEH : ZUHRIYA FIRDA 138
ANDINA N. D. 154

Pengertian Supply
Chain :

Supply Chain adalah adalah jaringan perusahaanperusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk
menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke
tangan pemakai akhir.

Tiga segmen rantai pasokan :


Upstream/

hulu

Internal
Downstream

/ hilir

Gambar Simple Supply Chain

Upstream

2nd tier
Supplier
2nd tier
Supplier
2nd tier
Supplier

Internal

1st tier
Supplier
1st tier
Supplier

Assembly/
Manufacturing
And packaging

Downstream

Distribution
Centers

Retailers

Customers

Contoh: Toys Manufacturer Process

Oil
Refinery
Sheet
Metal
Lumber
Company
Pulp
Company

Plastic
Shipping

Components
Manufacturer

Paper
Company

Shipping

Box
Makers,
Printers

Toy
Assembler/
Manufacturer

Toy
Packaging

Distribution

Retailers

Customers

Pemain utama dalam SC :

1. SUPPLIERS
2. MANUFACTURES
3. DISTRIBUTION
4. RETAIL OUTLET
5. CUSTOMERS

Supply Chain

PENGERTIAN

Supply Chain
jaringan
SCM
metode pengelolaannya

SCM adalah manajemen aliran dalam jaringan


perusahaan-perusahaan yang bekerja secara
bersama-sama untuk membuat dan
menyalurkan produk atau jasa kepada
konsumen akhir dalam rangka memaksimalkan
total keuntungan. SCM merupakan integrasi beberapa

kunci proses bisnis dari end userhingga para pemasok yang


menyediakan produk, jasa, dan informasi yang menjadi
nilai tambah untuk para pelanggan dan stakeholder.
(Douglas M. Lambert et el)

Supply chain management


(SCM) membantu :

menghitung
bahan
apa
yang
dibutuhkan untuk value chain,
seberapa banyak bahan dibutuhkan
untuk
memenuhi
kebutuhan
customer,
bagaimana bahan itu diproses
menjadi produk/servis, dan
bagaimana pengiriman bahan dan
produk ke customer dijadwalkan,
dimonitoring, dan dikontrol.

Latar Belakang Supply


Chain Management :

10

1. Praktek manajemen logistik tradisional yang


bersifat adversarial pada era modern ini sudah tidak
relevan lagi, karena tidak dapat menciptakan
keunggulan kompetitif

2. Perubahan lingkungan bisnis yang semakin cepat


dengan persaingan yang semakin ketat

Proses Kunci Dalam


SCM :

1. Customer relationship management.

2. Customer service management.

3. Demand management

4. Order fulfillment.

5. Manufacturing flow management.

6. Procurement

7. Product development and commercialization.

8. Returns.

11

12

TUJUAN

Tujuannya untuk memastikan


seluruh barang
berada
pada
tempat dan waktu yang tepat
agar
dapat
memberikan
keuntungan
yang
terbaik
dan
service kepada customer.

FUNGSI SCM

SCM secara fisik mengkonversi bahan


baku
menjadi
produk
jadi
dan
menghantarkannya ke pemakai akhir.

SCM sebagai mediasi pasar, yakni


memastikan bahwa apa yang disuplai
oleh rantai supply mencerminkan
aspirasi pelanggan atau pemakai akhir
tersebut.

Area Cakupan SCM


Bagian

15

Cakupan kegiatan SCM


antara lain

Pengembangan produk Melakukan riset pasar, merancang produk


baru, melibatkan supplier dalam
perancangan produk baru
Pengadaan
Memilih dan mengevaluasi kinerja supplier,
pembelian bahan baku dan komponen,
memonitor supply risk, supplier management
Perencanaan dan
Demand planning, peramalan permintaan,
pengendalian
perencanaan kapasitas, perencanaan
produksi dan persediaan
Operasi/Produksi
Eksekusi produksi, pengendalian kualitas
Pengiriman/Distribusi
Perencanaan jar. Distribusi, penjadwalan
pengiriman, membina hub. Dengan 3PL,
memonitor SL di tiap pusat distribusi

MANFAAT

1. Kepuasan pelanggan.

2. Meningkatkan pendapatan.

3. Menurunnya biaya.

4. Pemanfaatan asset semakin tinggi.

5. Peningkatan laba.

16

PERAN IT DALAM SCM

Informasi penting karena menyediakan fakta


yang digunakan oleh manajer untuk membuat
keputusan dan memberikan manajer visibility!

Information technology (IT) terdiri dari hardware


& software yang digunakan untuk awareness
dari sebuah informasi dan untuk menganalisa
informasi untuk membuat keputusan terbaik
dalam supply chain.

Manajemen E-Supply (e-SCM)


Merupakan penggunaan teknologi untuk meningkatkan
proses B2B dan peningkatan kecepatan, ketahanan,
kontrol langsung, serta kepuasan pelanggan

Kesuksesan E-supply chain bergantung pada :


1.Kemampuan

dari semua partner pada Supply Chain


untuk memandang kolaborasi ini sebagai sebuah aset
strategi
2.Kemampuan

untuk melihat informasi yang ada pada


semua partner Supply Chain
3.Kecepatan,

biaya, kualitas, dan layanan pelanggan

4.Pengintegrasian

rantai persediaan yang lebih erat

Permasalahan :

Supply Chain dapat menjadi sangat lama karena


melibatkan partner internet dan eksternal yang
berada di banyak tempat berbeda

Masalah kualitas material, yang bisa terjadi


karena kesalahan pengiriman jenis material

Tidak adanya infrastruktur logistik (sistem)

Order yang tidak menentu baik dari pemasok


maupun distributor

Tantangan dalam mengelola SC

1.

2.

20

Kompleksitas struktur supply chain

Konflik kepentingan antar perusahaan maupun intern

Perbedaan bahasa, zona waktu, dan budaya antar perusahaan

Ketidakpastian

Ketidakpastian permintaan

Ketidakpastian supplier (leadtime, harga, kualitas, kuantitas)

Ketidakpastian internal

STRATEGI :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

2
1

Mengurangi mata rantai


Memesan komponen hanya apabila sudah
menerima pesanan.
Menentukan waktu standar bagi anggota supply
chain.
Menciutkan jumlah pemasok.
Mengutamakan pemasok yang dekat dengan
pabrik.
Mengembangkan jit manufacturing.
Mengembangkan e-commerce.
Melakukan kemitraan.