Anda di halaman 1dari 47

1

HISTOPATOLOGI
GLOMERULOPATI
Noza Hilbertina, dr, M.Biomed, SpPA
Bagian Patologi
Anatomi
Fak.Kedokteran
UNAND
1

Referensi
Robbins and Cotran Pathologic Basis of
Disease, 9th ed, 2015
General and Systematic Pathology : JCE
Underwood, 4th ed
Pathology Illustrated : Peter S.
Macfarlane : 5th ed
Practical Renal pathology : Donna
J.Lager : 2013
2

Histologi ginjal normal


Tubulus

p.darah

Glomerulus

Terminologi
Glomerulopati : lesi pd glomerulus
primer, sekunder
Terminologi lokasi jejas glomerulus :
Difusa : semua glomerulus
Fokal : sbgn glomerulus
Global : semua bgn pd satu glomerulus
Segmental : sebagian dari satu glomerulus

Klasifikasi : etiologi, rx imunologi, pola


histologi
Kebanyakan glomerulopati tdk diketahui
penyebabnya srg klasifikasi bdsrkan
histologi

Penyakit Glomerulus Primer

minimal change disease


focal segmental glomerulosclerosis
membranous nephropathy
IgA nephropathy
membranoproliferative glomerulonephritis
acute post infectious glomerulonephritis

Penyakit Glomerulus Sekunder


1. Yang berhubungan dengan penyakit
sistemik :
diabetic nephropathy
lupus nephritis
paraprotein-associated renal disease
HIV-associated nephropathy
anti-GBM antibody-mediated disease
pauci immune necrotizing and cresentic
glomerulonehritis

2. Fibrillary glomerulonephritis
3. immunotactoid glomerulopathy
4. thrombotic microangiopathy
thrombotic thrombocytopenic purpura
hemolytic-uremic syndrome

Tampilan klinis penyakit ginjal


1. Azotemia : peninggian kadar urea nitrogen
dan kreatinin darah
2. sindrom nefritik : hematuria, azotemia,
hipertensi, proteinuria sub nefrotik
3. sindroma nefrotik : proteinuria berat,
hipoalbuminemia, edema, hiperlipidemia,
dan lipiduria
4. hematuria atau proteinuria asimptomatik
5. jejas ginjal akut : penurunan GFR secara
cepat
10

6. penyakit ginjal kronik : penurunan GFR


menetap <60mL/menit/ 1.73m2 min
selama 3 bln
7.peny ginjal std akhir : GFR <5% dari N
8.defek tubular ginjal : poliuria, nokturia dan
ggn elektrolit
9.obstruksi trak urinarius dan tumor
10.nefrolitiasis

Perubahan histologi glomerulus pada


glomerulopati
1. Hiperselularitas : jml sel pd
glomerulus
-

Proliferasi sel mesangial atau endotel


Infiltrasi leukositik : netrofil, monosit, limfosit
Pembentukan crescent : akumulasi sel yg
tdr dr proliferasi sel parietal dan infiltrasi
leukosit biasanya mengikuti jejas
inflamasi atau imunologi. Respon ini dipicu
oleh bocornya fibrin ke ruang urin mlli
membran basal yang ruptur
12

2. Penebalan membran basal : ada dua bentuk


yaitu ;
- Deposit material padat amorf, tersering ok
komplek imun pd endotelial dan epitelial dr
membran basal atau pd membran basal itu sendiri
- Penebalan ok peningkatan sintesis komponen
proteinnya
- pembentukan lapisan tambahan pada membran
basal
13

3. Hyalinosis dan sklerosis


- Hyalinosis : akumulasi material yang homogen
dan eosinofilik, terbuat dari protein plasma dr
sirkulasi obliterasi lumen kapiler glomerulus.
Biasanya disebabkan oleh jejas pd endotel atau
dinding kapiler khas pd kerusakan terminal dr
berbagai kerusakan glomerulus

14

- Sklerosis ; akumulasi matriks kolagen


ekstraselular, bs terbatas di mesangial atau
melibatkan lengkung kapiler obliterasi
lumen kapiler pembentukan adhesi
fibrosa antara bgn yg sklerotik dg epitel
parietal atau kapsul bowman didekatnya.

15

17

18

Gambaran deposit komplek imun dg pulasan


imunofluorescen

A. Pola granular pd deposit imun sirkulasi dan bbrp deposit imun in situ
B. Pola linier karakteristik untuk anti-GBM
19

Faktor yg mempengaruhi pola & lokalisasi antigen, antibodi


atau komplek imun :

Pola deposit imun yg berbeda kunci u/ menentukan


respon jejas dan gambaran histologi

20

Mediator pd jejas glomerulus

21

Progresi pd peny.glomerular
Luaran dari jejas glomerulus tgtg pd :
severitas inisial dr kerusakan ginjal, sumber
dan persistensi antigen, status imun, usia
dan predisposisi genetik dari pejamu.
Karakteristik histologik utama dari
kerusakan ginjal yang progresif adalah
focal segmental glomerulosclerosis dan
tubulointerstisial fibrosis

22

Glomerulonefritis proliferatif akut


(glomerulonefritis poststreptococcal/post infectious)

Etiopatogenesis
Mengikuti infeksi Streptococc hemoliticus pd faring atau kulit
Glomerulonefritis yg diperantarai imun komplek imun
deposit imun granular di glomerulus
Morfologi
Glomerulus membesar dan hiperselular ok
- infiltrasi netrofil, monosit, limfosit, eosinofil
- prolif.sel endotel dan mesangialobstruksi lumen kapiler
- Pbtkn crescent pd kasus berat
- tubulointerstisial udem dan infiltrat radang
- p.darah biasanya normal
23

Glomerulonefritis proliferatif akut


(glomerulonefritis poststreptococcal/post infectious)

Glomerulonefritis Progresif Cepat


(Rapidly progressive (crescentic) glomerulonephritis)

Sindrom yg ditandai oleh jejas glomerulus


yang hebat
Klinis : hilangnya fungsi ginjal secara
cepat dan progresif yg ditandai oleh
oliguria hebat dan gejala sindr nefritik.
Jika tdk diobati, dpt berakibat kematian ok
gagal ginjal dlm minggu-bbrp bulan

25

Klasifikasi
Tipe 1 (anti-GBM antibody) : renal limited,
synd goodpasture
Tipe 2 (immune complex) : idiophatic, postinfectious glomerulonephritis, Lupus
nephritis, Henoch-Schonlein purpura (IgA
nephropaty), others
Tipe 3 ( Pauci-immune): ANCA ascociated,
idiophatic, wagener granulomatosis,
microscopic polyangiitis
26

Morfologi
- Ginjal membesar, pucat dg ptechiae pd
permukaan.
- Histologi : dominan pbtkn crescent yi proliferasi sel
parietal, migrasi sel monosit dan makrofag ke
ruang urin obliterasi ruang bowman dan
menekan glomerulus. Lapisan fibrin tampak nyata
diantara lapisan sel didlm crescent
- Deposit imun granular (immunofluoresen)
27

Nefropati membranosa (Membranous


nephropathy)
Penyebab sind nefrotik tersering pd usia dewasa
Berhub dg penyakit sistemik atau agen etio yg telah
teridentifikasi yi :
- obat-obatan : penisilamin, kaptopril, gold, NSAIDs
- Tumor ganas tu karsinoma paru, kolon dan
melanoma
- SLE
- Infeksi : hepatitis B kronik, hepatitis C, sifilis,
schistosomiasis, malaria
- Kelainan autoimun lainnya
29

Nefropati membranosa (Membranous


nephropathy)
Patogenesis : diperantarai oleh komplek imun kronik
Morfologi :
Penebalan GBM tanpa hiperselularitas glomerulus.
Pd std awal glomerulus terlihat normal peningkatan
matriks mesangial
Deposit imun subepitel yg terlihat dg mikroskop cahaya di
sepanjang aspek luar dari GBM
Immunofluorescen : pulasan difus, granular untuk IgG dan
C3 disepanjang dinding kapiler glomerulus

30

Nefropati membranosa (Membranous


nephropathy)

31

Nefropati membranosa (Membranous


nephropathy)

Peny glomerulus dg perubahan minimal


(Minimal Change Disease)

Penyebab tersering dari sindroma nefrotik


pada anak-anak
Etiopatogenesis : meskipun tdk
ditemukan deposit komplek imun, namun
diduga tetap didasari oleh disfungsi imun

33

Minimal Change Disease


Morfologi : glomerulus normal (micr.cahaya). Dg
mikroskop elektron GBM terlihat normal dan tdk ada
material deposit. Pd sel epitel visceral terlihat kerusakan
foot processus yang difus dan seragam digantikan oleh
cincin sitoplasma yg bervakuol, bengkak dan hiperplasia
villi
Perubahan pada epitel visceral tsb reversibel dg terapi
kortikosteroid, diiringi dg remisi proteinuria

34

Minimal Change Disease

Focal segmental glomeruloclerosis


Secara klinis sering bermanifestasi sbgi
sindr nefrotik atau proteinuria hebat
Bisa sbgi penyakit primer ataupun
sekunder thd kondisi klinis lainnya
Patogenesis : degenerasi dan disrupsi
fokal dari epitel visceral

36

Focal segmental glomeruloclerosis


Morfologi
Lesi fokal dan segmental
Segmen sklerotik: kolaps kapiler, peningkatan
matrik, deposit protein plasma segmental
disepanjang dinding kapiler (hyalinosis). Kk ada
lipid droplet dan foam cell.
ME: kerusakan difus dari foot processus, sbgn
epitel terlepas
Imunofluoresen : IgM dan C3 dpt ditemukan pd
area sklerotik atau mesangium
37

Focal segmental glomeruloclerosis

Glomerulonefritis membranoproliferative
Terjadi pada 10-20% kasus sindr nefrotik pada anak
dan dewasa muda
Bisa primer ataupun sekunder.
Primer terbagi atas 2 tipe utama berdasarkan
temuan patologik, ultrastruktural dan
imunofluoresen.
Tipe I: komplek imun di glomerulus dan aktifasi
komplemen jalur klasik dan alternatif
Tipe 2: deposit padat dan aktifasi komplemen jalur
alternatif.
39

Glomerulonefritis
membranoproliferative
Morfologi :
- Glomerulus membesar dan hiperselular ok prolif sel
mesangium dan infiltrasi leukosit.
- Glomerulus menunjukkan gbrn lobular ok prolif sel
mesangial dan peningkatan matriks mesangial
- GMB menebal
- deposit imun di subendotel dan mesangium

40

Glomerulonefritis membranoproliferative

IgA nephropathy (Berger disease)


Sering menyebabkan hematuria gross ataupun
microscopic berulang
Kemungkinan mrpkn tipe glomerulonefritis
terbanyak diselrh dunia
Patogenesis ; peningkatan IgA btk polimer dlm
plasma. Yg nefritogenik adalah IgAI deposit yg
nyata di mesangial + C3

42

IgA nephropathy (berger


disease)
Morfologi
Glomerulus bs normal atau
menunjukkan pelebaran
mesangial, proliferasi
endokapiler. Kk tdp leukosit
didlm kapiler glomerulus
Imunofluoresen : deposit IgA di
mesangium + C3
ME : electron dense deposit di
mesangium
43

Glomerulonefritis kronik
Stadium akhir dari kelainan glomerulus

44

Morfologi
Ginjal mengecil, permukaan kortek granular difus,
simetris
Kortek menipis, peningkatan lemak peripelvik
Mikroskopik :
- tergantung kepada stadium dari penyakit. Pd std
awal, glomerulus masih menunjukkan peny.primer
- Obliterasi glomerulus massa eosinofilik
aselular (plasma protein yg terjebak, peningkatan
matriks mesangial, material menyerupai membran
basal, kolagen)
- Sklerosis arterial dan arteriolar
- Atrofi tubuli, fibrosis interstisial dan infiltrat sel
radang menahun
45

terima kasih

47

Anda mungkin juga menyukai